Jangan Buang Mahkota Nanas! Begini Cara Menanamnya agar Tumbuh Jadi Tanaman Baru

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Pernah membuang mahkota nanas setelah menikmati daging buahnya? Mulai sekarang, jangan buru-buru membuang bagian tersebut. Anda bisa memanfaatkan mahkota nanas untuk menumbuhkan tanaman baru di rumah tanpa harus membeli bibit.

Cara menanam nanas dari mahkota cukup mudah, bahkan bagi pemula. Anda hanya perlu menyiapkan mahkota yang sehat, media tanam yang gembur, dan tempat dengan pencahayaan memadai. Selanjutnya, rawat tanaman secara rutin agar akar dan daun tumbuh dengan baik.

Anda juga tidak membutuhkan kebun luas untuk memulai. Pekarangan, halaman rumah, atau pot berukuran cukup besar bisa menjadi tempat menanam nanas. Selain menghemat biaya bibit, cara ini membantu Anda memanfaatkan sisa buah dari dapur.

Namun, Anda perlu memperhatikan beberapa hal agar mahkota tidak membusuk sebelum membentuk akar. Berikut panduan menanam nanas dari mahkota yang bisa Anda praktikkan di rumah.

Mengenal Mahkota Nanas sebagai Bibit Tanaman

sumber foto: i0.wp.com

Mahkota nanas terdiri atas kumpulan daun dan batang pendek di bagian atas buah. Pangkal mahkota memiliki jaringan yang mampu membentuk akar ketika mendapatkan kondisi tumbuh yang sesuai.

Melalui perbanyakan vegetatif, Anda dapat menumbuhkan tanaman baru dari bagian tanaman yang sudah ada. Metode ini relatif sederhana karena Anda bisa memanfaatkan mahkota dari nanas yang dibeli untuk konsumsi.

Meski begitu, tanaman membutuhkan waktu untuk membentuk akar, menumbuhkan daun, dan berkembang hingga menghasilkan buah. Karena itu, Anda perlu merawatnya dengan konsisten dan tidak mengharapkan hasil dalam waktu singkat.

1. Pilih Mahkota Nanas yang Sehat

Langkah pertama, pilih buah nanas dengan mahkota yang masih segar. Perhatikan daunnya dan utamakan mahkota yang berwarna hijau, kokoh, serta tidak mengalami kerusakan berat.

Hindari mahkota dengan pangkal lembek, berlendir, atau berbau busuk. Kondisi tersebut dapat menandakan pembusukan yang berpotensi menghambat pertumbuhan akar.

Setelah menikmati buahnya, pegang mahkota dengan kuat lalu putar perlahan hingga terlepas. Anda juga bisa menggunakan pisau bersih untuk memotong bagian atas buah bersama mahkotanya.

Jika menggunakan pisau, bersihkan sisa daging buah yang menempel pada pangkal. Sisa daging buah dapat membusuk ketika terkena kelembapan berlebihan.

Lakukan proses ini dengan hati-hati agar Anda tidak merusak pangkal mahkota yang akan membentuk akar.

2. Bersihkan Pangkal dan Buang Daun Bagian Bawah

Setelah memisahkan mahkota, lepaskan beberapa daun kecil di bagian bawah. Kupas sekitar 2–3 sentimeter atau sesuaikan dengan ukuran mahkota hingga bagian batang terlihat.

Pada pangkal tersebut, Anda mungkin menemukan bintik-bintik kecil berwarna cokelat. Bagian itu dapat menjadi titik tumbuhnya akar.

Jangan mengupas terlalu dalam karena tindakan tersebut bisa merusak jaringan tanaman. Gunakan tangan yang bersih atau alat yang sudah dibersihkan untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Periksa kembali kondisi pangkal sebelum melanjutkan. Jika bagian tersebut masih keras dan tidak menunjukkan tanda pembusukan, Anda bisa menyiapkannya untuk tahap berikutnya.

Baca Juga :  Dolomit: Kapur Pertanian Serbaguna untuk Tanah Subur dan Panen Optimal

3. Angin-Anginkan Mahkota Selama 2–7 Hari

Jangan langsung menanam mahkota setelah membersihkan pangkalnya. Letakkan mahkota di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik selama sekitar 2–7 hari.

Proses ini membantu mengeringkan bekas potongan sehingga mengurangi risiko pembusukan setelah penanaman.

Hindari menjemur mahkota di bawah matahari terik selama proses pengeringan. Paparan panas berlebihan dapat membuat daun kehilangan banyak air.

Anda juga tidak perlu membungkus mahkota dengan plastik tertutup. Kondisi yang terlalu lembap justru dapat mendorong pembusukan.

Periksa pangkal secara berkala. Jika permukaannya sudah mengering dan tetap sehat, Anda bisa melanjutkan penanaman. Sesuaikan waktu pengeringan dengan kondisi lingkungan dan keadaan mahkota.

4. Siapkan Media Tanam yang Gembur

Nanas tumbuh baik pada media yang mampu mengalirkan kelebihan air. Karena itu, hindari tanah yang terlalu padat atau selalu basah.

Anda bisa mencampurkan tanah, sekam, dan pasir untuk menghasilkan media yang lebih gembur. Sesuaikan komposisinya dengan bahan yang tersedia, lalu pastikan campuran tersebut mampu menyimpan kelembapan secukupnya.

Jika menggunakan pot, pilih wadah yang memiliki lubang drainase di bagian bawah. Lubang tersebut membantu mengeluarkan air berlebih setelah penyiraman.

Gunakan pot yang cukup untuk menopang pertumbuhan tanaman. Anda bisa memindahkannya ke wadah lebih besar ketika tanaman berkembang dan membutuhkan ruang tambahan.

Pada tahap awal, utamakan media yang sesuai dan tidak mudah tergenang. Anda tidak perlu memberikan pupuk dalam jumlah besar sebelum tanaman membentuk akar.

5. Tanam Mahkota Nanas Sedalam Sekitar 3 Sentimeter

sumber foto: cdn.agrimag.my

Setelah menyiapkan media, buat lubang kecil di tengah pot. Masukkan pangkal mahkota sedalam sekitar 3 sentimeter, kemudian tutup bagian sekelilingnya dengan media tanam.

Sesuaikan kedalaman dengan ukuran mahkota dan pastikan daunnya tetap berada di atas permukaan tanah. Tekan media secara perlahan agar tanaman berdiri kokoh, tetapi jangan memadatkannya terlalu kuat.

Selanjutnya, siram media secukupnya hingga lembap. Jangan membiarkan air menggenang di sekitar pangkal karena kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko pembusukan.

Letakkan pot di tempat terang dan pantau kondisi tanaman secara rutin. Hindari menarik atau menggoyangkan mahkota untuk memeriksa akar karena tindakan tersebut dapat mengganggu pertumbuhan akar muda.

6. Atur Penyiraman agar Akar Tidak Membusuk

Penyiraman menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan nanas. Tanaman memang membutuhkan air, tetapi media yang terus-menerus basah dapat menghambat pertukaran udara di sekitar akar.

Karena itu, periksa kelembapan media sebelum menyiram. Jika bagian atas mulai mengering, periksa juga kondisi media di bawahnya. Apabila media masih basah, tunda penyiraman.

Sebaliknya, jika media mulai mengering, tambahkan air secukupnya. Sesuaikan frekuensi penyiraman dengan cuaca, ukuran pot, jenis media, dan paparan sinar matahari.

Pastikan pot tidak menampung air berlebihan pada bagian bawah. Dengan menjaga kelembapan secara seimbang, Anda membantu akar berkembang tanpa membuat pangkal tanaman terlalu basah.

Baca Juga :  Biosaka dari Bahan Ekstrem: Ini Tanda-Tanda Kualitasnya Super

7. Berikan Sinar Matahari yang Cukup

Nanas merupakan tanaman tropis yang membutuhkan cahaya untuk tumbuh dengan baik. Namun, mahkota yang baru ditanam perlu beradaptasi sebelum menerima paparan matahari langsung dalam waktu lama.

Pada tahap awal, letakkan pot di tempat terang. Setelah tanaman menunjukkan pertumbuhan yang baik, tingkatkan paparan sinar matahari secara bertahap.

Ketika akar mulai kuat, Anda bisa menempatkan tanaman di lokasi yang memperoleh sinar matahari langsung lebih lama. Pilih tempat dengan sirkulasi udara baik dan aliran air yang lancar.

Jika daun terlihat pucat atau pertumbuhan melambat, periksa pencahayaan, kelembapan, dan kondisi media. Jangan langsung menambahkan banyak pupuk sebelum mengetahui penyebab masalahnya.

8. Rawat Tanaman hingga Tumbuh Besar

Setelah melewati masa awal penanaman, mahkota nanas berpeluang membentuk akar dan menghasilkan daun baru. Amati bagian tengah tanaman untuk melihat perkembangan tersebut.

Bersihkan gulma di sekitar pot agar tidak bersaing dengan nanas dalam memperoleh air dan unsur hara. Jika tanaman mulai tumbuh subur, Anda bisa memberikan pupuk sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan produk.

Hindari memindahkan pot terlalu sering karena tanaman membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Ketika ukuran tanaman bertambah besar, periksa apakah pot masih menyediakan ruang yang cukup bagi akar.

Selama perawatan, perhatikan kondisi daun dan pangkal tanaman. Jika pangkal mulai lembek atau mengeluarkan bau tidak sedap, periksa kemungkinan pembusukan dan evaluasi kembali penyiraman serta drainase.

9. Berapa Lama Nanas dari Mahkota Bisa Berbuah?

sumber foto: 3.bp.blogspot.com

Menanam nanas dari mahkota membutuhkan kesabaran. Tanaman umumnya memerlukan sekitar 1,5–3 tahun atau lebih untuk menghasilkan buah, bergantung pada varietas, lingkungan, dan perawatan.

Pada tahap awal, tanaman berfokus membentuk akar dan daun. Setelah mencapai kematangan yang sesuai, tanaman dapat memasuki fase berbunga dan kemudian menghasilkan buah.

Cahaya yang cukup, media dengan drainase baik, serta penyiraman yang seimbang membantu mendukung pertumbuhan. Sebaliknya, kondisi terlalu teduh atau media yang selalu basah dapat menghambat perkembangan tanaman.

Satu tanaman nanas biasanya menghasilkan satu buah utama dalam satu siklus berbuah. Setelah itu, tanaman dapat membentuk tunas samping atau anakan yang bisa Anda manfaatkan untuk perbanyakan berikutnya.

Kesimpulan

Mahkota nanas yang biasanya berakhir di tempat sampah dapat Anda manfaatkan untuk menumbuhkan tanaman baru. Pilih mahkota yang sehat, bersihkan pangkalnya, angin-anginkan selama sekitar 2–7 hari, lalu tanam dalam media gembur sedalam kurang lebih 3 sentimeter.

Setelah menanam, atur penyiraman, berikan sinar matahari yang cukup, dan pantau pertumbuhan tanaman secara rutin. Hindari media yang terlalu basah karena kondisi tersebut dapat memicu pembusukan akar.

Ingat, tanaman membutuhkan waktu untuk tumbuh hingga menghasilkan buah. Dengan perawatan konsisten dan kesabaran, Anda bisa memanfaatkan mahkota nanas dari dapur sebagai awal kegiatan berkebun sederhana di rumah. (rull)

Berita Terkait

Cara Menanam Bawang Putih dari Satu Siung di Pot, Bisa Panen Daun hingga Umbi
Gulma Bukan Sekadar Tanaman Pengganggu, Kenali Jenisnya untuk Membaca Kondisi Tanah
POC Rumput + Abu Kayu Bisa Jadi Andalan Petani, Ini Cara Membuat dan Dosisnya
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka
Teknik Ampuh Menanam Buncis agar Cepat Berbuah dan Hasil Melimpah
Cuma Terpal 10×10 Meter, Padi dan Lele Bisa Bersamaan
Mau Daun Gedi Tumbuh Rimbun? Ini Cara Tanam dan Perawatannya
Hanjeli Bukan Sekadar Tanaman Ladang, Begini Cara Mengolahnya hingga Siap Jadi Menu Lezat

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Jangan Buang Mahkota Nanas! Begini Cara Menanamnya agar Tumbuh Jadi Tanaman Baru

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Cara Menanam Bawang Putih dari Satu Siung di Pot, Bisa Panen Daun hingga Umbi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Gulma Bukan Sekadar Tanaman Pengganggu, Kenali Jenisnya untuk Membaca Kondisi Tanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:02 WIB

POC Rumput + Abu Kayu Bisa Jadi Andalan Petani, Ini Cara Membuat dan Dosisnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka

Berita Terbaru

UMKM

Resep Ongol-Ongol Gula Merah yang Kenyal dan Gurih

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:02 WIB

Woman hold pink ribbon breast cancer awareness. Female health check consciousness. international Women Day and World Cancer Day. sign cancer, Symbolic, health care, support patients, timely diagnosis

Kesehatan

Makanan yang Boleh dan Dihindari Penderita Kanker

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:02 WIB