Waspada Penyakit Pisang, Begini Cara Menanggulanginya

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pisang diserang penyakit layu fusarium.

Pisang diserang penyakit layu fusarium.

Jambi, alamorganik.com–Tanaman pisang yang menjadi salah satu sumber penghasilan utama petani Indonesia kini menghadapi ancaman serius dari serangan berbagai penyakit.

Mulai dari penyakit layu fusarium, bercak daun, hingga darah pisang, semuanya berpotensi menurunkan produktivitas bahkan mematikan tanaman. Namun, ada berbagai langkah yang bisa ditempuh petani agar kebun pisang tetap sehat dan produktif.

  1. Gunakan Bibit Sehat dan Tahan Penyakit

Langkah awal yang paling penting adalah memilih bibit unggul yang sehat, bebas dari jamur atau bakteri, serta berasal dari sumber terpercaya. Bibit pisang hasil kultur jaringan juga dinilai lebih tahan terhadap penyakit.

  1. Jaga Kebersihan Lahan

Lahan yang bersih akan mengurangi risiko penyebaran penyakit. Petani disarankan rutin membersihkan gulma, sisa batang, dan daun yang sudah terinfeksi, lalu membakarnya agar tidak menular ke tanaman lain.

  1. Terapkan Rotasi Tanaman
Baca Juga :  Anak Demam Jangan Panik: Cukup Siapkan Bahan Dapur Ini

Menanam pisang terus-menerus di lahan yang sama bisa membuat penyakit semakin mudah berkembang. Rotasi dengan tanaman lain, seperti jagung atau kacang-kacangan, dapat memutus siklus hidup hama dan penyakit.

  1. Gunakan Pupuk Organik dan Biosaka

Pemupukan organik, seperti pupuk kandang matang atau kompos, akan memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan daya tahan tanaman. Inovasi ramah lingkungan seperti Biosaka juga mulai banyak digunakan petani untuk menjaga tanaman tetap kuat menghadapi serangan penyakit.

  1. Kendalikan Penyakit Secara Alami

Untuk mengatasi bercak daun atau serangan jamur, petani bisa memanfaatkan fungisida nabati berbahan alami, seperti ekstrak daun sirih atau bawang putih. Cara ini lebih aman dibandingkan penggunaan bahan kimia berlebihan.

  1. Sanitasi dan Drainase Baik
Baca Juga :  Memahami Level Biosaka: Dari Basic hingga Aktivasi Tinggi

Penyakit layu fusarium sering menyerang di tanah lembap. Karena itu, perbaikan drainase agar air tidak menggenang menjadi kunci penting dalam menekan penyebaran penyakit.

  1. Penyuluhan dan Kerja Sama Petani

Petani juga perlu aktif mengikuti penyuluhan dari dinas pertanian. Kerja sama antarpetani dalam menjaga kebersihan lahan dan mencegah peredaran bibit sakit akan mempercepat pengendalian penyakit pisang.

Dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten tersebut, penyakit pisang dapat ditekan penyebarannya. Harapannya, produktivitas kebun pisang tetap terjaga dan petani tidak lagi resah menghadapi ancaman gagal panen. (wanti)

Berita Terkait

Padi Biosaka di Subang: Dari Keraguan Menuju Keyakinan, Kisah Nyata Petani yang Berani Berubah
Terungkap! Rahasia Rendaman Rumput & Biosaka yang Bikin Tanah Super Subur
Kontroversi Biosaka Menguat, Relawan Klaim Kritik Sarat Kepentingan
MKP dan Biosaka: Rahasia Racikan Alami yang Bikin Petani Hemat dan Panen Melimpah
Mengapa Biosaka Tidak Boleh Diperjualbelikan? Ini Penjelasan Moral, Sosial, dan Hukum
Inovasi Tak Terduga! NLEVEL1 Aktivasi 6 dan Manfaatnya di Lapangan
Terungkap! Rahasia Biosaka Pengisian Buah dengan Pisang yang Bikin Hasil Padi Lebih Bernas
Uji Coba B2N1A6 di Tiga Kandang Buktikan Hasil Mengejutkan, Bau Hilang Seketika

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:02 WIB

Padi Biosaka di Subang: Dari Keraguan Menuju Keyakinan, Kisah Nyata Petani yang Berani Berubah

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:00 WIB

Terungkap! Rahasia Rendaman Rumput & Biosaka yang Bikin Tanah Super Subur

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:00 WIB

Kontroversi Biosaka Menguat, Relawan Klaim Kritik Sarat Kepentingan

Senin, 4 Mei 2026 - 06:00 WIB

MKP dan Biosaka: Rahasia Racikan Alami yang Bikin Petani Hemat dan Panen Melimpah

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mengapa Biosaka Tidak Boleh Diperjualbelikan? Ini Penjelasan Moral, Sosial, dan Hukum

Berita Terbaru