Alamorganik.com-Siapa sangka, ampas kopi yang biasanya dibuang setelah diseduh ternyata memiliki manfaat luar biasa untuk tanaman? Banyak pekebun dan penghobi tanaman kini mulai memanfaatkan ampas kopi sebagai pupuk organik alami karena kandungan nutrisinya yang kaya. Tidak hanya ramah lingkungan, penggunaan ampas kopi juga bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kesuburannya.
Dalam artikel ini, kita akan membahas manfaat ampas kopi bagi tanaman, cara membuat pupuk dari ampas kopi, serta tips penggunaannya agar tanaman Anda tumbuh subur dan sehat.
Apa Itu Ampas Kopi dan Kandungan Nutrisinya?

Ampas kopi adalah residu bubuk kopi yang tersisa setelah proses penyeduhan. Meskipun tampak “sampah,” ampas kopi ternyata mengandung banyak zat organik dan mineral penting yang bermanfaat bagi tanaman.
Beberapa kandungan utama ampas kopi antara lain:
- Nitrogen: Meningkatkan pertumbuhan daun dan batang tanaman.
- Fosfor: Mendukung pembentukan akar yang kuat.
- Kalium: Membantu metabolisme tanaman dan ketahanan terhadap hama.
- Kalsium dan Magnesium: Meningkatkan struktur tanah dan kesehatan tanaman.
Selain itu, ampas kopi memiliki pH yang sedikit asam, sehingga sangat cocok untuk tanaman yang menyukai tanah asam seperti tomat, cabai, mawar, dan hortikultura lainnya.
Manfaat Ampas Kopi sebagai Pupuk Tanaman
1. Meningkatkan Kesuburan Tanah
Ampas kopi menambahkan bahan organik ke dalam tanah, yang dapat memperbaiki struktur tanah. Tanah menjadi lebih gembur dan poros, sehingga akar tanaman lebih mudah menyerap air dan nutrisi.
2. Menyediakan Nutrisi Penting
Seperti disebutkan sebelumnya, kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium dalam ampas kopi sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Nitrogen membantu daun lebih hijau dan lebat, fosfor memperkuat akar, dan kalium meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit.
3. Menarik Cacing Tanah
Cacing tanah adalah indikator tanah sehat. Ampas kopi bisa menarik cacing tanah karena teksturnya yang lembut dan kaya bahan organik. Kehadiran cacing tanah membantu mengaerasi tanah dan mempercepat proses dekomposisi nutrisi.
4. Mengurangi Hama dan Jamur
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aroma dan sifat alami ampas kopi bisa menjauhkan hama tertentu, seperti semut dan siput. Selain itu, ampas kopi memiliki sifat antijamur ringan yang bisa membantu melindungi tanaman dari serangan jamur.
5. Ramah Lingkungan dan Ekonomis
Dengan memanfaatkan ampas kopi, Anda mengurangi sampah organik rumah tangga sekaligus membuat pupuk sendiri yang hemat biaya. Ini adalah cara sederhana untuk menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan.
Cara Membuat Pupuk dari Ampas Kopi

Ada beberapa cara untuk menggunakan ampas kopi sebagai pupuk, tergantung pada kebutuhan tanaman dan media tanam yang digunakan.
1. Ampas Kopi Kering Langsung
Bahan dan Alat:
- Ampas kopi sisa seduhan
- Wadah atau loyang untuk mengeringkan
Langkah-langkah:
- Kumpulkan ampas kopi yang sudah digunakan.
- Sebarkan di atas loyang atau nampan, lalu jemur di bawah sinar matahari hingga kering.
- Setelah kering, ampas kopi bisa langsung ditaburkan di permukaan tanah di sekitar tanaman sebagai pupuk organik.
Tips: Taburkan secara tipis-tipis agar tidak menumpuk terlalu tebal, karena lapisan tebal dapat menghambat penetrasi air.
2. Pupuk Kompos Ampas Kopi
Mengombinasikan ampas kopi dengan bahan organik lain akan menghasilkan kompos kaya nutrisi.
Bahan dan Alat:
- Ampas kopi
- Sisa sayuran, daun kering, atau sisa buah
- Wadah kompos atau tong besar
Langkah-langkah:
- Campurkan ampas kopi dengan bahan organik lainnya dengan perbandingan 1:2.
- Aduk rata dan pastikan kelembapan cukup (tidak terlalu basah atau kering).
- Tutup dan biarkan proses dekomposisi berlangsung selama 2–4 minggu.
- Aduk campuran setiap beberapa hari agar aerasi tetap terjaga.
- Setelah matang, kompos siap digunakan sebagai pupuk tanah yang subur dan kaya nutrisi.
Tips: Jangan menambahkan terlalu banyak ampas kopi murni karena bisa membuat kompos terlalu asam. Campurkan dengan bahan netral seperti daun kering.
3. Air Ampas Kopi sebagai Pupuk Cair
Selain dijadikan pupuk padat, ampas kopi juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair.
Bahan dan Alat:
- Ampas kopi
- Air bersih
- Ember atau botol semprot
Langkah-langkah:
- Masukkan 1–2 genggam ampas kopi ke dalam 1 liter air bersih.
- Aduk rata dan diamkan selama 24 jam.
- Saring ampas kopi dan gunakan airnya untuk menyiram tanaman.
Manfaat: Pupuk cair dari ampas kopi cepat diserap akar, cocok untuk tanaman pot dan sayuran.
Tips Menggunakan Ampas Kopi pada Tanaman

- Jangan Berlebihan: Ampas kopi bersifat asam. Penggunaan terlalu banyak bisa membuat tanah terlalu asam dan merusak pertumbuhan tanaman.
- Taburkan tipis-tipis ampas kopi langsung ke tanah dan campur dengan tanah untuk dijadikan pupuk.
- Gunakan pada Tanaman yang Sesuai: Tanaman penyuka tanah asam seperti tomat, cabai, hortensia, mawar, dan azalea akan mendapatkan manfaat maksimal.
- Kombinasikan dengan Kompos Lain: Untuk hasil optimal, campurkan ampas kopi dengan kompos lain agar nutrisi lebih seimbang.
- Perhatikan Kelembapan Tanah: Ampas kopi bisa menyerap air. Pastikan tanaman tetap mendapatkan cukup air setelah pemupukan.
Ampas kopi bukan sekadar limbah rumah tangga. Dengan pengolahan yang tepat, ampas kopi bisa menjadi pupuk organik alami yang efektif. Manfaatnya meliputi:
- Meningkatkan kesuburan tanah
- Memberikan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium
- Menarik cacing tanah untuk membantu pengaerasi tanah
- Mengurangi serangan hama dan jamur
- Ramah lingkungan dan ekonomis
Anda bisa membuat pupuk dari ampas kopi dengan menaburkan ampas kopi kering langsung ke tanah, membuat kompos, atau menyiram tanaman menggunakan pupuk cair dari ampas kopi. Anda bisa menerapkan semua metode ini di rumah, baik untuk tanaman pekarangan, tanaman hias, maupun tanaman sayuran
Dengan penggunaan rutin, tanah menjadi lebih subur dan tanaman lebih sehat. Jadi, jangan lagi membuang ampas kopi manfaatkan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman Anda. (rull)









