Alamorganik.com-Durian dikenal luas sebagai buah favorit banyak orang karena rasanya yang legit, teksturnya yang lembut, dan aromanya yang khas. Setiap musim durian tiba, penggemarnya kerap menikmati buah ini tanpa ragu, bahkan dalam jumlah banyak. Di balik kenikmatannya, durian juga mengandung berbagai nutrisi yang dapat memberikan energi bagi tubuh.
Namun demikian, durian tidak selalu aman bagi semua orang. Bagi penderita asam lambung, maag, atau GERD, durian justru berpotensi memicu gangguan pencernaan dan memperparah gejala yang sudah ada. Kandungan tertentu dalam durian dapat membuat lambung bekerja lebih keras dan meningkatkan produksi asam lambung.
Oleh karena itu, penderita asam lambung perlu memahami dengan baik bahaya mengonsumsi durian, dampak yang mungkin muncul, serta alasan mengapa buah ini sebaiknya dibatasi. Dengan pemahaman yang tepat, penderita asam lambung dapat menjaga kesehatannya tanpa harus mengalami kekambuhan yang menyiksa.Mengenal Asam Lambung dan Gejalanya
Asam lambung merupakan cairan alami yang diproduksi lambung untuk membantu proses pencernaan makanan. Dalam kondisi normal, asam lambung bekerja dengan baik dan tidak menimbulkan masalah. Namun, pada penderita maag atau GERD, produksi asam lambung sering kali berlebihan atau naik ke kerongkongan.
Gejala asam lambung yang umum meliputi:
- Nyeri atau perih di ulu hati
- Rasa panas di dada (heartburn)
- Mual dan muntah
- Perut kembung
- Rasa asam atau pahit di mulut
- Tenggorokan terasa mengganjal
Makanan yang berat, tinggi lemak, dan sulit dicerna sering menjadi pemicu utama naiknya asam lambung, termasuk durian.
Kandungan Durian yang Perlu Diwaspadai Penderita Asam Lambung

Durian mengandung berbagai zat gizi, tetapi beberapa di antaranya justru berisiko bagi lambung sensitif, antara lain:
- Lemak tinggi, yang memperlambat pengosongan lambung
- Karbohidrat dan gula tinggi, yang meningkatkan kerja sistem pencernaan
- Kalori tinggi, yang memicu produksi asam lambung
- Gas alami, yang menyebabkan perut terasa penuh dan tertekan
Kombinasi kandungan ini membuat durian tergolong makanan berat bagi penderita asam lambung.
Bahaya Mengonsumsi Durian untuk Penderita Asam Lambung
1. Memicu Produksi Asam Lambung Berlebih
Ketika penderita asam lambung mengonsumsi durian, lambung harus bekerja lebih keras untuk mencerna lemak dan karbohidrat yang tinggi. Akibatnya, lambung memproduksi asam lebih banyak, sehingga memicu rasa perih dan nyeri di ulu hati.
2. Memperparah Gejala Heartburn
Durian dapat memperlambat proses pengosongan lambung. Kondisi ini meningkatkan tekanan di dalam lambung dan mendorong asam naik ke kerongkongan. Akibatnya, penderita asam lambung sering merasakan sensasi panas di dada setelah makan durian.
3. Menyebabkan Perut Kembung dan Begah
Selain itu, durian mengandung gas alami yang dapat membuat perut terasa penuh dan kembung. Pada penderita asam lambung, tekanan ini memicu refluks asam dan menimbulkan rasa tidak nyaman berkepanjangan.
4. Memicu Mual dan Muntah
Tekstur durian yang lembut tetapi berat di lambung dapat memicu mual, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong. Pada kondisi tertentu, penderita asam lambung bahkan bisa mengalami muntah setelah mengonsumsi durian.
5. Mengganggu Kualitas Tidur
Banyak orang mengonsumsi durian pada malam hari. Padahal, bagi penderita asam lambung, kebiasaan ini sangat berisiko. Saat berbaring, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan menyebabkan nyeri dada serta gangguan tidur.
6. Memperparah Iritasi Lambung
Jika lambung sedang meradang, konsumsi durian dapat memperburuk iritasi. Lambung yang sensitif akan bereaksi lebih kuat terhadap makanan tinggi lemak dan gula, sehingga proses pemulihan menjadi lebih lama.
7. Menyebabkan Rasa Panas di Tubuh dan Tenggorokan
Banyak penderita maag mengeluhkan tenggorokan terasa panas dan kering setelah makan durian. Kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan.
Dampak Jangka Panjang Jika Tetap Mengonsumsi Durian
Jika penderita asam lambung tetap sering mengonsumsi durian tanpa kontrol, beberapa dampak jangka panjang dapat muncul, seperti:
- Frekuensi kambuh yang semakin sering
- Peradangan lambung kronis
- Luka pada dinding lambung atau kerongkongan
- Penurunan kualitas hidup akibat nyeri berulang
Oleh karena itu, pembatasan konsumsi durian sangat penting bagi penderita asam lambung.
Siapa yang Sebaiknya Menghindari Durian?
Durian sebaiknya dihindari atau sangat dibatasi oleh:
- Penderita maag kronis
- Penderita GERD
- Orang dengan lambung sensitif
- Orang yang sering mengalami mual dan kembung
Kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekambuhan setelah mengonsumsi durian.
Tips Aman Jika Penderita Asam Lambung Tetap Ingin Makan Durian

Jika tetap ingin mengonsumsi durian, lakukan dengan sangat hati-hati:
- Batasi porsi, cukup 1–2 suap kecil
- Jangan makan durian saat perut kosong
- Hindari konsumsi durian pada malam hari
- Minum air putih secukupnya
- Hentikan konsumsi jika muncul gejala tidak nyaman
Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko naiknya asam lambung.
Alternatif Buah yang Lebih Aman untuk Asam Lambung
Sebagai pengganti durian, penderita asam lambung dapat memilih buah yang lebih ramah lambung, seperti:
- Pisang
- Pepaya
- Apel
- Melon
- Semangka
Buah-buahan ini lebih mudah dicerna dan jarang memicu peningkatan asam lambung.
Durian memang menawarkan rasa yang lezat dan menggugah selera. Namun, bagi penderita asam lambung, mengonsumsi durian dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari nyeri ulu hati, heartburn, mual, hingga gangguan tidur. Kandungan lemak, gula, dan kalori yang tinggi membuat durian menjadi makanan berat bagi lambung sensitif.
Oleh karena itu, penderita asam lambung sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi durian demi menjaga kenyamanan dan kesehatan sistem pencernaan. Dengan pola makan yang lebih bijak dan seimbang, risiko kambuhnya asam lambung dapat ditekan secara signifikan. (rull)









