Alamorganik.com-Durian dikenal luas sebagai “raja buah” karena cita rasanya yang khas, teksturnya yang lembut, serta aromanya yang kuat dan menggoda. Masyarakat Indonesia sering menjadikan durian sebagai bagian dari momen kebersamaan, baik saat berkumpul bersama keluarga, berbagi dengan teman, maupun berburu durian ketika musim panen tiba. Rasa legit dan sensasi uniknya membuat banyak orang sulit menolak kelezatan buah ini.
Di balik kenikmatannya, durian menyimpan kandungan gizi yang cukup tinggi. Buah ini menyediakan karbohidrat, lemak, gula alami, serat, serta mineral penting seperti kalium dan magnesium. Kandungan tersebut menjadikan durian sebagai sumber energi yang besar bagi tubuh. Namun, kandungan yang tinggi ini juga membuat durian tergolong buah yang berat dan menuntut kerja ekstra dari sistem pencernaan.
Banyak orang merasakan tubuh menjadi panas, perut terasa begah, mual, pusing, atau jantung berdebar setelah makan durian, terutama saat mereka langsung mengonsumsi makanan lain. Kondisi ini umumnya muncul karena kombinasi makanan yang kurang tepat, bukan semata-mata karena durian.
Oleh karena itu, setiap orang perlu memahami jenis makanan apa saja yang sebaiknya dihindari setelah makan durian. Dengan pemahaman yang tepat, Anda tetap bisa menikmati durian tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan tubuh.
Mengapa Tubuh Perlu Waktu Setelah Makan Durian?

Durian mengandung kalori dan lemak lebih tinggi dibandingkan sebagian besar buah lainnya. Selain itu, durian juga menyimpan gula alami dalam jumlah cukup besar. Saat seseorang mengonsumsinya, tubuh membutuhkan waktu dan energi tambahan untuk mencerna serta menyeimbangkan kandungan tersebut.
Durian juga dapat meningkatkan suhu tubuh. Ketika seseorang langsung mengonsumsi makanan atau minuman tertentu setelah makan durian, sistem pencernaan harus bekerja lebih keras. Kondisi ini sering memicu perut kembung, mual, naiknya asam lambung, hingga gangguan tekanan darah dan detak jantung.
Karena alasan inilah, pemilihan makanan dan pengaturan jeda waktu setelah makan durian memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan.
1. Alkohol
Alkohol menjadi minuman yang paling perlu dihindari setelah makan durian. Kombinasi durian dan alkohol termasuk kombinasi yang berisiko bagi tubuh.
Durian mengandung senyawa sulfur yang dapat menghambat kerja enzim hati dalam memecah alkohol. Akibatnya, tubuh menyerap alkohol lebih cepat dan mempertahankannya lebih lama di dalam darah. Kondisi ini sering memicu mual hebat, pusing, wajah memerah, dan jantung berdebar, bahkan dapat meningkatkan risiko keracunan alkohol.
Selain itu, durian dan alkohol sama-sama memberi beban berat pada organ hati. Saat seseorang mengonsumsi keduanya dalam waktu berdekatan, hati harus bekerja jauh lebih keras. Jika kebiasaan ini terus berulang, risiko gangguan fungsi hati pun meningkat. Oleh sebab itu, hindari konsumsi alkohol setelah makan durian atau beri jeda waktu yang panjang.
2. Daging Merah Berlemak
Daging merah seperti daging kambing dan daging sapi berlemak tidak cocok dikonsumsi setelah makan durian. Kedua jenis makanan ini sama-sama mengandung lemak tinggi dan membutuhkan waktu lama untuk dicerna.
Ketika lambung masih mencerna durian, konsumsi daging berlemak akan memperlambat proses pencernaan. Akibatnya, perut terasa penuh, begah, kembung, dan sering disertai mual atau nyeri ulu hati.
Selain itu, kombinasi durian dan daging merah berlemak dapat meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Risiko ini akan terasa lebih besar pada orang yang memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, atau penyakit jantung.
3. Makanan Pedas
Makanan pedas memang mampu menggugah selera, tetapi tidak menjadi pilihan tepat setelah makan durian. Durian sendiri sudah merangsang produksi asam lambung dan meningkatkan suhu tubuh.
Saat seseorang mengonsumsi makanan pedas setelahnya, lambung akan mengalami iritasi yang lebih kuat. Kondisi ini sering menimbulkan rasa perih di perut, nyeri ulu hati, diare, serta sensasi panas berlebihan di dalam tubuh.
Bagi penderita maag atau GERD, kombinasi durian dan makanan pedas sangat mudah memicu kambuhnya gejala. Untuk menjaga kenyamanan pencernaan, sebaiknya tunda konsumsi makanan pedas hingga lambung kembali stabil.
4. Manggis

Banyak orang menganggap manggis sebagai buah penetral setelah makan durian. Meski kebiasaan ini cukup populer, konsumsi manggis terlalu cepat setelah makan durian kurang dianjurkan.
Manggis mengandung tanin yang bersifat astringen dan dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan. Saat tubuh masih mencerna durian yang tinggi lemak dan gula, manggis dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu rasa tidak nyaman di perut.
Selain itu, kombinasi gula alami dari durian dan manggis berpotensi meningkatkan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes atau orang yang sensitif terhadap asupan gula.
5. Susu dan Produk Olahannya
Susu, keju, krimer, serta produk olahan susu lainnya sebaiknya tidak dikonsumsi setelah makan durian. Produk susu mengandung lemak dan protein cukup tinggi sehingga dapat memperberat kerja lambung.
Banyak orang merasakan perut kembung, mual, atau diare saat mereka mengonsumsi susu setelah makan durian. Pada sebagian orang, kombinasi ini juga meningkatkan produksi lendir dan menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan.
Bagi individu dengan intoleransi laktosa, kondisi ini biasanya terasa lebih mengganggu dan dapat menghambat aktivitas harian.
6. Kopi dan Minuman Berkafein
Kopi, teh pekat, dan minuman energi mengandung kafein yang dapat merangsang sistem saraf serta meningkatkan denyut jantung. Setelah makan durian, sebaiknya seseorang menunda konsumsi minuman berkafein.
Durian dalam jumlah banyak dapat memengaruhi tekanan darah dan detak jantung. Ketika kafein masuk setelahnya, tubuh dapat mengalami jantung berdebar, pusing, gelisah, dan sulit tidur.
Selain itu, kafein juga meningkatkan produksi asam lambung, sehingga risiko gangguan pencernaan setelah makan durian menjadi lebih besar.
7. Makanan Tinggi Gula
Makanan dan minuman manis seperti kue, dessert, minuman bersoda, dan sirup tidak cocok dikonsumsi setelah makan durian. Durian sendiri sudah mengandung gula alami dalam jumlah cukup tinggi.
Ketika seseorang menambahkan asupan gula dari makanan lain, kadar gula darah dapat meningkat secara drastis. Kondisi ini sering memicu tubuh terasa lemas, pusing, berkeringat, dan jantung berdebar.
Bagi penderita diabetes atau orang dengan risiko gula darah tinggi, kombinasi ini sangat berbahaya dan perlu benar-benar dihindari.
Pilihan yang Lebih Aman Setelah Makan Durian
Setelah makan durian, tubuh membutuhkan waktu untuk menyeimbangkan dan mencerna kandungan lemak serta gula. Air putih menjadi pilihan paling aman karena membantu proses metabolisme dan menjaga hidrasi tubuh.
Sebagian orang juga memilih air hangat atau air kelapa muda dalam jumlah wajar untuk membantu mengurangi rasa panas di tubuh. Jika ingin mengonsumsi buah, pilih buah ringan seperti semangka atau pepaya setelah memberi jeda waktu yang cukup.
Pentingnya Mengatur Jeda Waktu Makan

Selain memperhatikan jenis makanan, pengaturan jeda waktu setelah makan durian juga sangat penting. Idealnya, beri jeda sekitar 2–3 jam sebelum mengonsumsi makanan berat atau minuman tertentu.
Jeda ini membantu sistem pencernaan bekerja secara optimal dan menurunkan risiko gangguan kesehatan. Konsumsi durian dalam porsi wajar juga menjadi kunci utama agar tubuh tetap merasa nyaman.
Durian memang lezat dan menggoda, tetapi konsumsinya perlu diimbangi dengan pengetahuan yang tepat. Kombinasi makanan yang kurang sesuai setelah makan durian dapat memicu gangguan pencernaan, lonjakan gula darah, hingga gangguan jantung.
Tujuh jenis makanan yang perlu dihindari setelah makan durian meliputi alkohol, daging merah berlemak, makanan pedas, manggis, susu dan olahannya, minuman berkafein, serta makanan tinggi gula. Dengan menghindari kombinasi tersebut dan memberi jeda waktu yang cukup, Anda tetap bisa menikmati durian tanpa rasa khawatir.
Pola makan sehat tidak hanya bergantung pada apa yang Anda makan, tetapi juga pada cara dan waktu Anda mengonsumsinya. Dengan sikap bijak, durian tetap bisa menjadi kenikmatan yang aman dan menyenangkan bagi tubuh. (rull)









