Alamorganik.com-Mengunyah permen karet sering dianggap kebiasaan sepele. Banyak orang melakukannya saat bosan, mengantuk, atau sekadar ingin menyegarkan napas. Namun di balik gerakan rahang yang berulang itu, otak kamu sebenarnya sedang bekerja lebih aktif dari yang kamu kira.
Aktivitas mengunyah permen karet memicu berbagai reaksi di otak, mulai dari peningkatan fokus, perubahan aliran darah, hingga pengaruh terhadap suasana hati. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana ini dapat memengaruhi memori dan tingkat stres.
Mengunyah Permen Karet dan Hubungannya dengan Otak

Saat kamu mengunyah permen karet, otak menerima sinyal dari otot rahang melalui sistem saraf. Gerakan mengunyah merangsang area otak tertentu, terutama yang berhubungan dengan perhatian, kewaspadaan, dan fungsi kognitif.
Otak tidak hanya mengatur gerakan rahang, tetapi juga merespons ritme dan tekanan kunyahan. Respons ini memicu peningkatan aktivitas saraf yang berdampak pada berbagai fungsi mental.
Aliran Darah ke Otak Meningkat
Salah satu perubahan paling awal yang terjadi saat kamu mengunyah permen karet adalah meningkatnya aliran darah ke otak. Aktivitas otot rahang memerlukan energi, sehingga tubuh otomatis mengalirkan lebih banyak oksigen dan glukosa ke area otak yang terlibat.
Peningkatan aliran darah ini membantu:
- Otak bekerja lebih waspada
- Sel saraf menerima nutrisi dengan lebih baik
- Proses berpikir menjadi lebih responsif
Inilah alasan mengapa sebagian orang merasa lebih segar dan fokus setelah mengunyah permen karet.
Otak Menjadi Lebih Fokus dan Siaga
Mengunyah permen karet membantu otak mempertahankan tingkat kewaspadaan. Gerakan mengunyah memberikan stimulasi ringan yang mencegah otak masuk ke mode pasif atau mengantuk.
Beberapa orang menggunakan permen karet saat:
- Belajar
- Bekerja dalam waktu lama
- Mengemudi jarak jauh
Stimulasi ini membantu otak tetap aktif tanpa menimbulkan kelelahan berlebih.
Pengaruh pada Memori dan Daya Ingat
Aktivitas mengunyah permen karet dapat memengaruhi memori jangka pendek. Saat otak menerima pasokan oksigen dan glukosa yang lebih stabil, proses penyimpanan dan pengambilan informasi menjadi lebih efisien.
Namun, efek ini bersifat ringan dan situasional. Mengunyah permen karet tidak secara ajaib meningkatkan kecerdasan, tetapi dapat membantu otak bekerja optimal dalam kondisi tertentu, seperti saat kamu membutuhkan konsentrasi tambahan.
Mengurangi Stres dan Ketegangan Mental
Mengunyah permen karet juga membantu menurunkan tingkat stres. Gerakan ritmis pada rahang memberikan efek menenangkan yang mirip dengan kebiasaan menggerakkan tangan atau kaki saat gugup.
Saat kamu mengunyah permen karet:
- Otot wajah menjadi lebih rileks
- Ketegangan mental berkurang
- Perasaan cemas dapat mereda
Efek ini membantu otak melepaskan stres ringan dan menjaga emosi tetap stabil.
Pengaruh terhadap Suasana Hati

Permen karet, terutama yang memiliki rasa mint atau buah segar, dapat memengaruhi suasana hati. Rasa dan aroma yang menyenangkan mengaktifkan area otak yang berhubungan dengan emosi dan kenyamanan.
Otak merespons rangsangan ini dengan:
- Meningkatkan perasaan segar
- Mengurangi rasa lelah mental
- Menstabilkan mood
Tidak heran jika banyak orang merasa lebih santai setelah mengunyah permen karet.
Aktivasi Sistem Saraf Parasimpatis
Mengunyah permen karet dapat merangsang sistem saraf parasimpatis, yaitu bagian sistem saraf yang membantu tubuh merasa tenang dan seimbang. Aktivasi sistem ini membantu menurunkan respons stres dan mendukung relaksasi.
Saat sistem parasimpatis aktif, otak:
- Mengurangi sinyal stres
- Menjaga keseimbangan emosi
- Mendukung pemulihan mental
Efek ini membuat permen karet sering menjadi “penenang kecil” di tengah aktivitas padat.
Dampak pada Kelelahan Mental
Kelelahan mental sering muncul saat otak bekerja terlalu lama tanpa jeda. Mengunyah permen karet memberikan rangsangan ringan yang membantu memecah kejenuhan mental.
Aktivitas ini membantu:
- Mengurangi rasa lelah pada otak
- Menjaga performa mental lebih stabil
- Memperpanjang kemampuan fokus
Namun, efek ini bersifat sementara dan tidak menggantikan kebutuhan istirahat yang cukup.
Peran Sensorik dalam Aktivitas Mengunyah
Otak tidak hanya merespons gerakan mengunyah, tetapi juga rasa, tekstur, dan aroma permen karet. Semua rangsangan sensorik ini bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman yang memengaruhi kondisi mental.
Rasa manis atau segar memberikan sinyal positif ke otak, sehingga kamu merasa lebih nyaman dan termotivasi.
Apakah Mengunyah Permen Karet Selalu Baik untuk Otak?
Meski memiliki manfaat, mengunyah permen karet juga memiliki batasan. Mengunyah terlalu lama atau terlalu sering dapat menyebabkan kelelahan pada otot rahang dan sendi temporomandibular (TMJ).
Selain itu, permen karet yang mengandung gula berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan gigi dan kadar gula darah. Oleh karena itu, penting untuk memilih permen karet bebas gula dan mengonsumsinya secara bijak.
Waktu Terbaik Mengunyah Permen Karet
Mengunyah permen karet paling efektif saat kamu:
- Merasa mengantuk
- Kehilangan fokus
- Mengalami stres ringan
Namun, hindari mengunyah permen karet sepanjang hari tanpa jeda. Otak dan tubuh tetap membutuhkan istirahat alami untuk bekerja optimal.
Tips Aman Mengunyah Permen Karet
Agar manfaatnya optimal dan aman, perhatikan beberapa tips berikut:
- Pilih permen karet bebas gula
- Batasi waktu mengunyah sekitar 15–30 menit
- Hindari mengunyah terlalu keras
- Beri jeda agar otot rahang tidak tegang
Dengan cara ini, kamu bisa menikmati manfaat permen karet tanpa efek samping yang mengganggu.
Mengunyah Permen Karet dan Kebiasaan Sehari-hari

Mengunyah permen karet dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehat jika dilakukan dengan sadar. Aktivitas kecil ini membantu otak tetap siaga, rileks, dan fokus dalam situasi tertentu.
Namun, permen karet bukan solusi utama untuk masalah konsentrasi atau stres kronis. Pola tidur yang cukup, nutrisi seimbang, dan manajemen stres tetap memegang peranan penting.
Mengunyah permen karet bukan sekadar kebiasaan iseng. Saat kamu mengunyah, otak merespons dengan meningkatkan aliran darah, menjaga fokus, mengurangi stres, dan menstabilkan suasana hati. Aktivitas sederhana ini memberikan dorongan ringan yang membantu otak bekerja lebih optimal dalam kondisi tertentu.
Meski begitu, kamu tetap perlu mengonsumsinya secara bijak. Dengan memilih permen karet yang tepat dan mengunyah dalam batas wajar, kamu bisa memanfaatkan efek positifnya tanpa mengorbankan kesehatan. (rull)









