Alamorganik.com-Berak putih adalah kondisi ketika ayam mengeluarkan feses berwarna putih atau putih kehijauan yang terlihat seperti kapur. Pada ayam petelur, kondisi ini biasanya muncul akibat gangguan pada sistem pencernaan, ginjal, atau infeksi penyakit tertentu.
Dalam dunia peternakan, istilah berak kapur sering dikaitkan dengan penyakit Pullorum Disease atau Salmonellosis yang disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Namun demikian, tidak semua kotoran putih berasal dari bakteri tersebut. Selain itu, beberapa penyakit lain juga dapat memunculkan gejala yang serupa.
Oleh karena itu, peternak perlu melakukan pengamatan secara menyeluruh sebelum menentukan langkah pengobatan.
Penyebab Berak Putih pada Ayam Petelur

1. Infeksi Bakteri Salmonella
Pertama-tama, penyebab paling umum adalah bakteri Salmonella pullorum. Bakteri ini menyerang saluran pencernaan dan organ dalam ayam.
Akibatnya, ayam menjadi lemah, kehilangan nafsu makan, dan menghasilkan kotoran putih seperti pasta kapur.
Selain itu, penyebaran bakteri dapat terjadi melalui:
- Telur tetas yang terinfeksi
- Air minum tercemar
- Pakan terkontaminasi
- Peralatan kandang kotor
- Kontak langsung dengan ayam sakit
Jika tidak segera ditangani, maka infeksi ini dapat menyebar dengan cepat ke seluruh kandang.
2. Infeksi E. coli
Selanjutnya, bakteri Escherichia coli juga dapat menyebabkan diare putih.
Biasanya, kondisi ini muncul ketika kandang lembap, sanitasi buruk, atau kualitas air minum tidak terjaga.
3. Koksidiosis
Selain bakteri, koksidiosis juga menjadi penyebab penting.
Penyakit ini disebabkan oleh parasit Eimeria. Walaupun umumnya menyebabkan diare berdarah, namun beberapa jenis dapat menghasilkan kotoran pucat hingga putih.
4. Gangguan Ginjal
Di sisi lain, gangguan ginjal juga dapat menyebabkan berak putih.
Hal ini terjadi karena ginjal tidak mampu membuang sisa metabolisme dengan normal, sehingga urat putih keluar bersama feses.
5. Infeksi Virus
Selain itu, beberapa virus seperti:
- Infectious Bronchitis (IB)
- Newcastle Disease (ND)
- Avian Influenza (AI)
juga dapat mengganggu sistem pencernaan dan ginjal sehingga menghasilkan feses putih.
6. Pakan Berkualitas Buruk
Terakhir, pakan berjamur atau mengandung mikotoksin dapat merusak sistem pencernaan.
Akibatnya, ayam mengalami diare, penurunan nafsu makan, dan gangguan kesehatan secara umum.
Gejala Berak Putih pada Ayam Petelur
Peternak perlu mengenali gejala sejak dini agar penanganan lebih efektif. Biasanya, beberapa tanda yang muncul antara lain:
- Kotoran putih atau putih kehijauan
- Feses encer dan berlendir
- Kotoran menempel di sekitar dubur
- Nafsu makan menurun
- Ayam terlihat lesu
- Sayap terkulai
- Bulu kusam
- Berat badan menurun
- Produksi telur berkurang
- Ayam sering diam di sudut kandang
- Konsumsi air meningkat
Pada kasus yang lebih parah, ayam bahkan dapat mengalami dehidrasi hingga kematian.
Dampak terhadap Produksi Telur
Berak putih tidak hanya berdampak pada kesehatan ayam, tetapi juga sangat memengaruhi produktivitas peternakan.
Ketika ayam sakit, maka energi tubuh akan dialihkan untuk melawan infeksi. Akibatnya, produksi telur ikut menurun.
Selain itu, beberapa dampak lain meliputi:
- Penurunan produksi telur
- Ukuran telur lebih kecil
- Kualitas cangkang menurun
- Konsumsi pakan tidak optimal
- Pertumbuhan terhambat
- Risiko kematian meningkat
Jika tidak segera dikendalikan, maka kerugian ekonomi bisa sangat besar.
Cara Mengatasi Berak Putih pada Ayam

1. Pisahkan Ayam yang Sakit
Pertama-tama, ayam yang menunjukkan gejala harus segera diisolasi.
Dengan demikian, penyebaran penyakit dapat dicegah lebih cepat.
2. Bersihkan Kandang Secara Menyeluruh
Selanjutnya, sanitasi kandang harus diperketat.
Peternak perlu:
- Membersihkan lantai kandang
- Mengganti litter basah
- Mencuci tempat pakan dan minum
- Menyemprot disinfektan secara rutin
Dengan begitu, jumlah bakteri dan parasit dapat ditekan.
3. Perbaiki Kualitas Air Minum
Selain itu, air minum harus selalu bersih.
Pastikan:
- Air tidak tercemar
- Wadah minum rutin dicuci
- Tidak ada kotoran masuk
4. Pemberian Antibiotik
Jika penyebabnya bakteri, maka dokter hewan biasanya akan memberikan antibiotik.
Namun demikian, penggunaannya harus sesuai dosis dan aturan agar tidak menimbulkan resistensi.
5. Berikan Multivitamin
Di samping itu, multivitamin sangat penting untuk membantu pemulihan.
Vitamin A, D, E, K, dan B kompleks dapat meningkatkan daya tahan tubuh ayam.
6. Gunakan Probiotik
Kemudian, probiotik dapat membantu menyeimbangkan mikrobiota usus.
Akibatnya:
- Pencernaan lebih sehat
- Penyerapan nutrisi meningkat
- Diare berkurang
Pengobatan Herbal Pendukung
Sebagai tambahan, beberapa bahan herbal juga sering digunakan:
- Bawang putih: bersifat antimikroba
- Kunyit: membantu pencernaan
- Daun meniran: meningkatkan daya tahan tubuh
- Temulawak: memperbaiki nafsu makan
Namun demikian, herbal hanya bersifat pendukung dan tidak menggantikan obat utama.
Cara Mencegah Berak Putih
1. Terapkan Biosekuriti
Pertama, batasi akses orang luar ke kandang dan gunakan disinfektan secara rutin.
2. Atur Kepadatan Kandang
Selain itu, hindari kandang yang terlalu padat agar penyakit tidak mudah menyebar.
3. Gunakan Pakan Berkualitas
Pastikan pakan tidak berjamur dan memiliki nutrisi lengkap.
4. Lakukan Vaksinasi
Kemudian, vaksinasi rutin sangat penting untuk mencegah penyakit menular.
5. Kendalikan Hama
Selain itu, tikus dan burung liar harus dikendalikan karena dapat membawa penyakit.
6. Pemantauan Harian
Terakhir, lakukan pengecekan kondisi ayam setiap hari agar gejala dapat terdeteksi lebih cepat.
Kapan Harus ke Dokter Hewan?
Segera hubungi dokter hewan jika:
- Kematian meningkat
- Diare tidak membaik
- Produksi telur turun drastis
- Banyak ayam sakit bersamaan
Dengan diagnosis yang tepat, penanganan akan lebih efektif.
Penutup

Kesimpulannya, berak putih pada ayam petelur merupakan masalah serius yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, peternak harus segera melakukan isolasi, menjaga sanitasi, memperbaiki kualitas pakan dan air, serta memberikan pengobatan yang tepat.
Di samping itu, pencegahan melalui biosekuriti, vaksinasi, dan manajemen kandang yang baik menjadi kunci utama agar penyakit tidak kembali muncul.
Dengan demikian, kesehatan ayam tetap terjaga dan produktivitas peternakan dapat berjalan optimal. (rull)









