JADAM Microbial Solution (JMS): Rahasia Petani Organik untuk Panen Melimpah Tanpa Bahan Kimia

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

xr:d:DAFizWPAWBw:165,j:1877270299340349159,t:23070112

xr:d:DAFizWPAWBw:165,j:1877270299340349159,t:23070112

Alamorganik.com-Pertanian modern kini dihadapkan pada tantangan besar berupa penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara terus-menerus. Salah satu solusi alami yang terbukti efektif dalam memperbaiki kesehatan tanah dan tanaman adalah JADAM Microbial Solution (JMS), larutan mikroorganisme alami hasil fermentasi bahan-bahan sederhana seperti kentang, tanah hutan, dan air laut.

Tanah adalah fondasi utama kehidupan tanaman. Namun, akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan, banyak lahan pertanian saat ini mengalami degradasi biologis, kehilangan kesuburan, menurunnya populasi mikroorganisme tanah, serta ketidakseimbangan ekosistem alami.

Untuk memulihkan kondisi tanah yang rusak, petani perlu menerapkan pendekatan alami yang mampu menghidupkan kembali kesuburan tanah tanpa menambah biaya produksi. Petani banyak menggunakan inovasi bernama JADAM Microbial Solution (JMS). Youngsang Cho dari Korea Selatan mengembangkan metode ini sebagai bagian dari sistem pertanian alami JADAM Organic Farming. Filosofinya menekankan bahwa pertanian sejati harus kembali menyatu dengan alam.

Penerapan JMS mendorong petani untuk merawat tanah sebagai makhluk hidup, menjaga kehidupan di dalamnya, dan membantu tanaman tumbuh lebih sehat, kuat, serta bebas dari ketergantungan bahan kimia.

Pengertian JADAM Microbial Solution (JMS)

sumber foto: tanilink.com

JADAM Microbial Solution (JMS) adalah larutan mikroba alami hasil fermentasi bahan-bahan organik lokal. Cairan ini mengandung miliaran mikroorganisme baik yang berfungsi memperbaiki kualitas tanah, mempercepat dekomposisi bahan organik, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit.

Berbeda dengan pupuk mikroba buatan pabrik, JMS mengambil sumber mikroorganisme langsung dari alam, terutama dari tanah daun hutan yang kaya kehidupan. Dengan begitu, JMS mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitar dan bekerja secara alami tanpa merusak keseimbangan ekosistem.

Kandungan dan Mikroorganisme dalam JMS

Keunggulan utama JMS terletak pada keberagaman mikroba alami yang dikandungnya. Setiap mikroba memiliki peran penting dalam menjaga kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Bakteri pengurai bahan organik (Bacillus spp.)
    Mikroba menguraikan sisa-sisa daun, jerami, dan pupuk kandang menjadi nutrisi yang mudah diserap tanaman.
  2. Aktinomisetes
    Mikroba penghasil antibiotik alami yang mampu menekan perkembangan jamur dan bakteri patogen penyebab penyakit.
  3. Mikoriza (jamur akar)
    Bekerja sama dengan akar tanaman untuk meningkatkan penyerapan air dan unsur fosfor (P).
  4. Lactobacillus
    Mikroba fermentatif yang menjaga keseimbangan mikroba tanah, mempercepat fermentasi bahan organik, dan menekan mikroba pembusuk.
  5. Mikroba pelarut fosfat dan nitrogen alami
    Mikroba dalam JMS mengubah unsur hara makro yang sebelumnya sulit diserap tanaman menjadi bentuk yang mudah dimanfaatkan.
Baca Juga :  Dari Sampah Jadi Berkah: Mikroorganisme Kulit Singkong Penyubur Tanah Alami

Kombinasi mikroorganisme ini menjadikan JMS seperti “probiotik tanah” menghidupkan kembali ekosistem mikro yang sebelumnya mati akibat bahan kimia.

Proses dan Cara Pembuatan JMS

Pembuatan JMS sangat mudah, bahkan bisa dilakukan oleh petani di rumah atau di lahan pertanian tanpa memerlukan alat canggih. Prinsipnya adalah memperbanyak mikroorganisme alami dari alam melalui fermentasi sederhana.

Bubbles are very strong in the summer. The difference is not really the number of microbes, but rather the size of them.

Bahan-Bahan yang Diperlukan:

  • Kentang atau ubi 1 kg (sebagai sumber karbohidrat untuk mikroba)
  • Air bersih 20 liter
  • Air laut 2 liter (atau garam laut 30 gram)
  • Tanah daun hutan 500 gram (sumber mikroorganisme alami)

Langkah-Langkah Pembuatan:

  1. Rebus kentang hingga empuk, haluskan, dan masukkan ke dalam wadah berisi air bersih.
  2. Petani menggunakan air laut (atau garam laut) untuk menambah mineral alami yang dibutuhkan mikroba.
  3. Masukkan tanah daun hutan ke dalam larutan, aduk hingga tercampur rata.
  4. Tutup wadah menggunakan kain tipis agar udara tetap masuk tetapi serangga tidak.
  5. Letakkan di tempat teduh dan biarkan fermentasi selama 2–3 hari.
  6. Petani dapat menggunakan JMS saat larutan menghasilkan busa putih halus dan mengeluarkan aroma fermentasi yang lembut.

Petani perlu mengencerkan JMS sebelum menggunakannya.

  • Untuk penyiraman tanah: perbandingan 1:10
  • Untuk penyemprotan daun: perbandingan 1:20

Petani sebaiknya segera menggunakan larutan ini (maksimal 5 hari setelah fermentasi) agar mikroba di dalamnya tetap aktif.

Keefektifan Penggunaan JMS pada Tanaman

a. Meningkatkan Kesuburan Tanah

Mikroba aktif dalam JMS mengurai bahan organik menjadi unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang mudah diserap tanaman. Struktur tanah menjadi lebih gembur, lembap, dan kaya kehidupan mikro.

b. Menekan Penyakit Tanaman

Mikroba baik dalam JMS bersaing dengan mikroba patogen untuk mendapatkan ruang hidup dan nutrisi, sehingga populasi patogen menurun secara alami. Beberapa mikroba dalam JMS juga menghasilkan senyawa antibiotik alami yang membantu mencegah penyakit akar dan busuk batang.

c. Meningkatkan Daya Serap Nutrisi

Adanya mikoriza dan bakteri pelarut fosfat membantu tanaman menyerap nutrisi lebih efisien. Akar tumbuh lebih panjang dan bercabang, sehingga penyerapan air juga meningkat.

Baca Juga :  Inovasi Biosaka dan NLevel1 Karya Muhammad Ansar Dilirik Malaysia: Pertanian Ramah Lingkungan Indonesia Jadi Sorotan Asia Tenggara

d. Merangsang Pertumbuhan Vegetatif

Pemberian JMS secara rutin membuat tanaman tumbuh dengan daun, batang, dan bunga yang lebih subur.Misalnya pada tanaman cabai dan tomat, daun tampak lebih hijau dan segar, sementara bunga lebih banyak dan tidak mudah rontok.

e. Menghemat Biaya Produksi

Petani membuat JMS dari bahan-bahan lokal dan alami untuk menekan biaya pembelian pupuk mikroba komersial.
Petani bisa memproduksi JMS secara mandiri dan menggunakannya dalam jangka panjang tanpa efek samping.

Manfaat Utama JMS bagi Tanaman

  1. Menghidupkan kembali tanah yang rusak.
    Mikroba baik mengembalikan kesuburan dan kehidupan biologis tanah.
  2. Menyehatkan tanaman secara alami.
    Tanaman lebih tahan terhadap penyakit dan stres lingkungan.
  3. Meningkatkan kualitas hasil panen.
    Buah menjadi lebih besar, berwarna cerah, dan tahan lama karena tanaman tumbuh dari media yang sehat.
  4. Ramah lingkungan dan berkelanjutan.
    Tidak mencemari air atau tanah, serta tidak membunuh organisme penting seperti cacing dan lebah.
  5. Petani membuat JMS dengan mudah dan menghemat biaya karena bahan-bahannya sangat ekonomis
    Tidak memerlukan bahan mahal atau teknologi rumit.

Tips Penggunaan JMS Agar Lebih Optimal

llustrasi pakcoy atau bok choy, menanam pakcoy.(SHUTTERSTOCK/SIRAPHAT)
  • Gunakan JMS pada pagi atau sore hari agar mikroba tidak mati terkena sinar matahari langsung.
  • Jangan campurkan JMS dengan pestisida kimia atau bahan sintetis lainnya.
  • Lakukan aplikasi secara rutin setiap 5–7 hari untuk menjaga keseimbangan mikroba.
  • Simpan JMS di tempat teduh dan gunakan dalam waktu kurang dari 5 hari setelah fermentasi selesai.

JADAM Microbial Solution (JMS) merupakan inovasi pertanian alami yang sederhana namun memiliki dampak besar terhadap keberlanjutan ekosistem tanah. Dengan mengandalkan kekuatan mikroorganisme lokal, JMS mampu memperbaiki tanah, menekan penyakit, dan meningkatkan produktivitas tanaman secara alami tanpa efek samping.

Keefektifan JMS telah terbukti di berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga padi. Selain meningkatkan hasil panen, penggunaan JMS membantu petani menekan biaya produksi sehingga mereka memperoleh keuntungan lebih besar.

Dengan menerapkan JMS, kita belajar memanfaatkan anugerah alam untuk bercocok tanam sambil kembali menyatu dengan proses alaminya agar tanah dan tanaman tumbuh lebih hidup dan seimbang. Dengan begitu, pertanian kita tidak hanya produktif, tetapi juga sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (rull*)

Berita Terkait

Menjaga Cabai Tetap Sehat Secara Alami dengan Jadam Sulfur
JADAM: Teknologi Pertanian Organik Modern yang Murah, Sederhana, dan Ramah Lingkungan
Pupuk Terbaik dari Tanaman itu Sendiri: Sayur Menyuburkan Sayur
Sisa Tomat Jangan Dibuang, Ini Cara Buat Jadi Pupuk Organik Cair…
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix
Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit
Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

Berita Terkait

Kamis, 13 November 2025 - 22:02 WIB

Menjaga Cabai Tetap Sehat Secara Alami dengan Jadam Sulfur

Rabu, 12 November 2025 - 06:02 WIB

JADAM: Teknologi Pertanian Organik Modern yang Murah, Sederhana, dan Ramah Lingkungan

Senin, 10 November 2025 - 22:02 WIB

JADAM Microbial Solution (JMS): Rahasia Petani Organik untuk Panen Melimpah Tanpa Bahan Kimia

Selasa, 2 September 2025 - 07:28 WIB

Pupuk Terbaik dari Tanaman itu Sendiri: Sayur Menyuburkan Sayur

Kamis, 28 Agustus 2025 - 21:00 WIB

Sisa Tomat Jangan Dibuang, Ini Cara Buat Jadi Pupuk Organik Cair…

Berita Terbaru

Produk Organik

Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman

Sabtu, 29 Nov 2025 - 18:02 WIB