Alamorganik.com-Pertanian modern kini dihadapkan pada tantangan besar berupa penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara terus-menerus. Salah satu solusi alami yang terbukti efektif dalam memperbaiki kesehatan tanah dan tanaman adalah JADAM Microbial Solution (JMS), larutan mikroorganisme alami hasil fermentasi bahan-bahan sederhana seperti kentang, tanah hutan, dan air laut.
Tanah adalah fondasi utama kehidupan tanaman. Namun, akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan, banyak lahan pertanian saat ini mengalami degradasi biologis, kehilangan kesuburan, menurunnya populasi mikroorganisme tanah, serta ketidakseimbangan ekosistem alami.
Untuk memulihkan kondisi tanah yang rusak, petani perlu menerapkan pendekatan alami yang mampu menghidupkan kembali kesuburan tanah tanpa menambah biaya produksi. Petani banyak menggunakan inovasi bernama JADAM Microbial Solution (JMS). Youngsang Cho dari Korea Selatan mengembangkan metode ini sebagai bagian dari sistem pertanian alami JADAM Organic Farming. Filosofinya menekankan bahwa pertanian sejati harus kembali menyatu dengan alam.
Penerapan JMS mendorong petani untuk merawat tanah sebagai makhluk hidup, menjaga kehidupan di dalamnya, dan membantu tanaman tumbuh lebih sehat, kuat, serta bebas dari ketergantungan bahan kimia.
Pengertian JADAM Microbial Solution (JMS)

JADAM Microbial Solution (JMS) adalah larutan mikroba alami hasil fermentasi bahan-bahan organik lokal. Cairan ini mengandung miliaran mikroorganisme baik yang berfungsi memperbaiki kualitas tanah, mempercepat dekomposisi bahan organik, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit.
Berbeda dengan pupuk mikroba buatan pabrik, JMS mengambil sumber mikroorganisme langsung dari alam, terutama dari tanah daun hutan yang kaya kehidupan. Dengan begitu, JMS mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitar dan bekerja secara alami tanpa merusak keseimbangan ekosistem.
Kandungan dan Mikroorganisme dalam JMS
Keunggulan utama JMS terletak pada keberagaman mikroba alami yang dikandungnya. Setiap mikroba memiliki peran penting dalam menjaga kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Beberapa di antaranya adalah:
- Bakteri pengurai bahan organik (Bacillus spp.)
Mikroba menguraikan sisa-sisa daun, jerami, dan pupuk kandang menjadi nutrisi yang mudah diserap tanaman. - Aktinomisetes
Mikroba penghasil antibiotik alami yang mampu menekan perkembangan jamur dan bakteri patogen penyebab penyakit. - Mikoriza (jamur akar)
Bekerja sama dengan akar tanaman untuk meningkatkan penyerapan air dan unsur fosfor (P). - Lactobacillus
Mikroba fermentatif yang menjaga keseimbangan mikroba tanah, mempercepat fermentasi bahan organik, dan menekan mikroba pembusuk. - Mikroba pelarut fosfat dan nitrogen alami
Mikroba dalam JMS mengubah unsur hara makro yang sebelumnya sulit diserap tanaman menjadi bentuk yang mudah dimanfaatkan.
Kombinasi mikroorganisme ini menjadikan JMS seperti “probiotik tanah” menghidupkan kembali ekosistem mikro yang sebelumnya mati akibat bahan kimia.
Proses dan Cara Pembuatan JMS
Pembuatan JMS sangat mudah, bahkan bisa dilakukan oleh petani di rumah atau di lahan pertanian tanpa memerlukan alat canggih. Prinsipnya adalah memperbanyak mikroorganisme alami dari alam melalui fermentasi sederhana.

Bahan-Bahan yang Diperlukan:
- Kentang atau ubi 1 kg (sebagai sumber karbohidrat untuk mikroba)
- Air bersih 20 liter
- Air laut 2 liter (atau garam laut 30 gram)
- Tanah daun hutan 500 gram (sumber mikroorganisme alami)
Langkah-Langkah Pembuatan:
- Rebus kentang hingga empuk, haluskan, dan masukkan ke dalam wadah berisi air bersih.
- Petani menggunakan air laut (atau garam laut) untuk menambah mineral alami yang dibutuhkan mikroba.
- Masukkan tanah daun hutan ke dalam larutan, aduk hingga tercampur rata.
- Tutup wadah menggunakan kain tipis agar udara tetap masuk tetapi serangga tidak.
- Letakkan di tempat teduh dan biarkan fermentasi selama 2–3 hari.
- Petani dapat menggunakan JMS saat larutan menghasilkan busa putih halus dan mengeluarkan aroma fermentasi yang lembut.
Petani perlu mengencerkan JMS sebelum menggunakannya.
- Untuk penyiraman tanah: perbandingan 1:10
- Untuk penyemprotan daun: perbandingan 1:20
Petani sebaiknya segera menggunakan larutan ini (maksimal 5 hari setelah fermentasi) agar mikroba di dalamnya tetap aktif.
Keefektifan Penggunaan JMS pada Tanaman
a. Meningkatkan Kesuburan Tanah
Mikroba aktif dalam JMS mengurai bahan organik menjadi unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang mudah diserap tanaman. Struktur tanah menjadi lebih gembur, lembap, dan kaya kehidupan mikro.
b. Menekan Penyakit Tanaman
Mikroba baik dalam JMS bersaing dengan mikroba patogen untuk mendapatkan ruang hidup dan nutrisi, sehingga populasi patogen menurun secara alami. Beberapa mikroba dalam JMS juga menghasilkan senyawa antibiotik alami yang membantu mencegah penyakit akar dan busuk batang.
c. Meningkatkan Daya Serap Nutrisi
Adanya mikoriza dan bakteri pelarut fosfat membantu tanaman menyerap nutrisi lebih efisien. Akar tumbuh lebih panjang dan bercabang, sehingga penyerapan air juga meningkat.
d. Merangsang Pertumbuhan Vegetatif
Pemberian JMS secara rutin membuat tanaman tumbuh dengan daun, batang, dan bunga yang lebih subur.Misalnya pada tanaman cabai dan tomat, daun tampak lebih hijau dan segar, sementara bunga lebih banyak dan tidak mudah rontok.
e. Menghemat Biaya Produksi
Petani membuat JMS dari bahan-bahan lokal dan alami untuk menekan biaya pembelian pupuk mikroba komersial.
Petani bisa memproduksi JMS secara mandiri dan menggunakannya dalam jangka panjang tanpa efek samping.
Manfaat Utama JMS bagi Tanaman
- Menghidupkan kembali tanah yang rusak.
Mikroba baik mengembalikan kesuburan dan kehidupan biologis tanah. - Menyehatkan tanaman secara alami.
Tanaman lebih tahan terhadap penyakit dan stres lingkungan. - Meningkatkan kualitas hasil panen.
Buah menjadi lebih besar, berwarna cerah, dan tahan lama karena tanaman tumbuh dari media yang sehat. - Ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Tidak mencemari air atau tanah, serta tidak membunuh organisme penting seperti cacing dan lebah. - Petani membuat JMS dengan mudah dan menghemat biaya karena bahan-bahannya sangat ekonomis
Tidak memerlukan bahan mahal atau teknologi rumit.
Tips Penggunaan JMS Agar Lebih Optimal

- Gunakan JMS pada pagi atau sore hari agar mikroba tidak mati terkena sinar matahari langsung.
- Jangan campurkan JMS dengan pestisida kimia atau bahan sintetis lainnya.
- Lakukan aplikasi secara rutin setiap 5–7 hari untuk menjaga keseimbangan mikroba.
- Simpan JMS di tempat teduh dan gunakan dalam waktu kurang dari 5 hari setelah fermentasi selesai.
JADAM Microbial Solution (JMS) merupakan inovasi pertanian alami yang sederhana namun memiliki dampak besar terhadap keberlanjutan ekosistem tanah. Dengan mengandalkan kekuatan mikroorganisme lokal, JMS mampu memperbaiki tanah, menekan penyakit, dan meningkatkan produktivitas tanaman secara alami tanpa efek samping.
Keefektifan JMS telah terbukti di berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga padi. Selain meningkatkan hasil panen, penggunaan JMS membantu petani menekan biaya produksi sehingga mereka memperoleh keuntungan lebih besar.
Dengan menerapkan JMS, kita belajar memanfaatkan anugerah alam untuk bercocok tanam sambil kembali menyatu dengan proses alaminya agar tanah dan tanaman tumbuh lebih hidup dan seimbang. Dengan begitu, pertanian kita tidak hanya produktif, tetapi juga sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (rull*)









