Alamorganik.com–Selama ini alang-alang sering dianggap sebagai gulma pengganggu tanaman. Rumput liar yang tumbuh subur di pinggir sawah, ladang, bahkan di tepi jalan ini kerap dibasmi karena dianggap merusak tanaman utama. Namun di balik kesannya yang “pengganggu”, alang-alang (Imperata cylindrica) ternyata menyimpan segudang manfaat, terutama di bidang kesehatan tradisional.
Mengenal Alang-Alang Lebih Dekat
Alang-alang termasuk tumbuhan rerumputan yang mudah tumbuh di berbagai jenis tanah. Akarnya menjalar panjang ke dalam tanah, daunnya tajam di tepi, dan bunganya berwarna putih keperakan. Dalam pengobatan tradisional Nusantara, bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah akar alang-alang—dikenal juga sebagai lalang root atau Imperatae Rhizoma dalam dunia farmakologi.
Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat Jawa, Bali, dan Tiongkok menggunakan akar alang-alang sebagai bahan ramuan herbal. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, alang-alang bahkan masuk daftar tanaman penyejuk tubuh dan peluruh panas dalam.
- Menurunkan Panas dan Meredakan Demam
Salah satu manfaat paling populer alang-alang adalah menurunkan panas. Kandungan kimia seperti imperanene, arundoin, dan cylindrin berfungsi sebagai antipiretik alami. Rebusan akar alang-alang dipercaya mampu membantu tubuh menurunkan suhu tinggi akibat demam, terutama pada anak-anak.
Cara tradisionalnya sederhana: rebus sekitar 30 gram akar alang-alang kering dengan dua gelas air, biarkan hingga tersisa separuhnya, lalu minum air rebusannya dua kali sehari. Rasanya agak pahit, tapi efeknya terasa menenangkan.
- Membersihkan Saluran Kemih dan Mengatasi Anyang-Anyangan
Dalam dunia herbal, alang-alang dikenal sebagai diuretik alami—zat yang membantu melancarkan buang air kecil. Itulah sebabnya alang-alang sering digunakan untuk mengatasi gejala anyang-anyangan, infeksi saluran kemih ringan, atau perasaan tidak tuntas saat buang air kecil.
Kandungan imperanene dan coixol membantu membersihkan saluran kemih dari bakteri dan endapan garam. Banyak orang yang mengonsumsi air rebusan akar alang-alang melaporkan efek segar dan ringan setelah minum selama beberapa hari.
- Menurunkan Tekanan Darah
Akar alang-alang memiliki efek vasodilator, yaitu memperlebar pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Efek ini membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) secara alami. Selain itu, kandungan kalium dan senyawa flavonoidnya juga membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Meski begitu, penderita hipertensi sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter atau herbalis berpengalaman sebelum rutin mengonsumsi ramuan alang-alang, agar tidak mengganggu pengobatan medis yang sedang dijalani.
- Menyejukkan dan Melindungi Organ Hati
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak alang-alang memiliki efek hepatoprotektif, yaitu melindungi sel-sel hati dari kerusakan akibat racun atau gaya hidup tidak sehat. Dalam pengobatan tradisional, akar alang-alang digunakan untuk membantu penderita penyakit kuning ringan (hepatitis) atau gangguan fungsi hati akibat konsumsi alkohol berlebih.
Selain itu, alang-alang juga dipercaya membantu menetralkan panas dalam tubuh—konsep penting dalam pengobatan Timur yang berhubungan erat dengan keseimbangan energi tubuh.
- Mengatasi Mimisan dan Pendarahan Ringan
Salah satu manfaat unik alang-alang adalah kemampuannya menghentikan pendarahan ringan. Rebusan akar alang-alang kering sering digunakan untuk mengatasi mimisan atau pendarahan gusi. Senyawa dalam alang-alang memiliki efek hemostatik yang membantu mempercepat pembekuan darah.
Dalam praktik tradisional, beberapa tetes air rebusan alang-alang kadang digunakan untuk meneteskan ke hidung saat mimisan, meski metode ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan kebersihan yang terjamin.
- Menjaga Kesehatan Ginjal
Kandungan antioksidan dan sifat diuretiknya menjadikan alang-alang sebagai tanaman yang mendukung kesehatan ginjal. Dengan membantu mengeluarkan racun dan endapan dari saluran kemih, alang-alang berpotensi mencegah pembentukan batu ginjal dan infeksi.
Bahkan dalam beberapa penelitian herbal modern, ekstrak alang-alang dikaji sebagai bahan tambahan dalam suplemen penunjang fungsi ginjal.
- Meredakan Batuk dan Radang Tenggorokan
Air rebusan alang-alang yang diminum hangat-hangat sering digunakan untuk meredakan batuk, terutama batuk kering atau batuk panas. Efek menyejukkan dan antiradang dari senyawa saponin di dalamnya membantu meredakan iritasi di tenggorokan.
Cara Mengonsumsi Alang-Alang
Bagian yang digunakan umumnya akar, baik dalam bentuk segar maupun kering. Cara paling sederhana adalah:
- Ambil 30–50 gram akar alang-alang kering.
- Rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.
- Saring, biarkan hangat, lalu minum.
Untuk variasi rasa, beberapa orang mencampurkannya dengan madu, jahe, atau serai.
Catatan Penting
Meski alami, penggunaan alang-alang tetap perlu kehati-hatian. Ibu hamil, penderita gangguan ginjal berat, atau pasien yang sedang menjalani pengobatan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi herbal ini. Penggunaan berlebihan juga bisa menyebabkan tubuh terlalu “dingin” menurut konsep pengobatan tradisional.
Penutup
Alang-alang bukan sekadar rumput liar yang tak berguna. Di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan potensi besar untuk kesehatan tubuh. Dari menurunkan panas, melancarkan buang air kecil, hingga melindungi hati—semua bisa ditemukan pada akar tanaman yang sering tumbuh di halaman rumah ini.
Kadang, yang kita anggap sepele justru menyimpan manfaat luar biasa, seperti alang-alang: rumput liar yang menyembuhkan.









