Teknik Ampuh Menanam Buncis agar Cepat Berbuah dan Hasil Melimpah

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Buncis menjadi salah satu sayuran favorit yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain rasanya segar dan mudah diolah menjadi berbagai masakan, buncis juga memiliki nilai ekonomi yang cukup stabil di pasaran. Tanaman ini bisa ditanam di lahan pertanian, pekarangan rumah, bahkan dalam skala kecil menggunakan polybag.

Meskipun terlihat sederhana, tidak semua orang berhasil mendapatkan hasil panen buncis yang melimpah. Banyak kasus tanaman tumbuh subur, daunnya hijau, tetapi jumlah buah sedikit, mudah rontok, atau ukurannya kecil. Masalah tersebut umumnya muncul akibat teknik budidaya yang kurang tepat sejak awal.

Mengenal Karakteristik Tanaman Buncis

sumber foto: asset.kompas.com

Buncis (Phaseolus vulgaris) merupakan tanaman semusim yang termasuk dalam keluarga kacang-kacangan. Tanaman ini memiliki dua tipe pertumbuhan, yaitu buncis tegak dan buncis merambat. Buncis tegak memiliki batang pendek dan tidak memerlukan ajir, sedangkan buncis merambat membutuhkan lanjaran untuk menopang pertumbuhannya.

Tanaman buncis tumbuh optimal di daerah dengan suhu antara 18–28 derajat Celsius. Curah hujan sedang dan sinar matahari penuh sangat membantu proses fotosintesis dan pembentukan bunga. Tanah yang ideal untuk buncis adalah tanah gembur, subur, kaya bahan organik, serta memiliki drainase yang baik.

Buncis termasuk tanaman yang responsif terhadap pemupukan. Jika nutrisi tersedia dengan cukup dan seimbang, tanaman akan tumbuh cepat, berbunga banyak, dan menghasilkan polong yang lebat serta berkualitas.

Pemilihan Benih Buncis Berkualitas

Keberhasilan budidaya buncis sangat bergantung pada kualitas benih. Benih unggul akan tumbuh seragam, lebih tahan terhadap serangan penyakit, dan mampu menghasilkan buah lebih banyak.

Pilih benih buncis bersertifikat yang memiliki daya kecambah tinggi. Benih yang baik biasanya berwarna cerah, utuh, tidak keriput, dan bebas dari bercak jamur. Selain itu, pilih varietas yang sesuai dengan kondisi iklim dan ketinggian lokasi tanam.

Sebelum ditanam, rendam benih dalam air hangat selama 2–4 jam. Perendaman ini membantu mempercepat proses perkecambahan. Buang benih yang mengapung karena biasanya kualitasnya kurang baik dan sulit tumbuh.

Persiapan Lahan Tanam yang Optimal

Lahan yang subur dan gembur menjadi fondasi utama agar tanaman buncis dapat tumbuh sehat dan berbuah lebat. Mulailah dengan membersihkan lahan dari gulma, sisa tanaman, dan batu-batuan yang dapat menghambat pertumbuhan akar.

Cangkul atau bajak tanah hingga kedalaman sekitar 20–30 cm. Setelah itu, biarkan tanah terkena sinar matahari selama beberapa hari. Proses ini membantu menekan populasi hama dan penyakit yang ada di dalam tanah.

Baca Juga :  Tips Menanam Kangkung Darat Agar Tumbuh Subur dan Panen Melimpah

Tambahkan pupuk organik seperti pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 10–20 ton per hektare. Campurkan pupuk secara merata agar struktur tanah menjadi lebih gembur dan kaya unsur hara. Tanah yang sehat akan mendukung pertumbuhan akar dan penyerapan nutrisi secara optimal.

Teknik Penanaman Buncis yang Benar

Penanaman buncis sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan atau saat ketersediaan air cukup. Buat lubang tanam dengan jarak 40 × 40 cm untuk buncis tegak dan 40 × 60 cm untuk buncis merambat.

Masukkan 2–3 benih ke setiap lubang tanam, lalu tutup dengan tanah tipis. Setelah tanaman tumbuh dan memiliki beberapa helai daun, lakukan penjarangan dengan menyisakan satu atau dua tanaman terbaik di setiap lubang.

Untuk buncis merambat, pasang ajir atau lanjaran sejak tanaman masih kecil. Ajir membantu tanaman tumbuh tegak, memaksimalkan penerimaan sinar matahari, serta mencegah batang patah atau roboh.

Penyiraman dan Pengelolaan Air

Air memegang peran penting dalam budidaya buncis, terutama pada fase awal pertumbuhan dan saat tanaman mulai berbunga. Kekurangan air dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, bunga rontok, dan buah gagal terbentuk.

Lakukan penyiraman secara rutin, terutama pada musim kemarau. Siram tanaman pada pagi atau sore hari agar air tidak cepat menguap. Pastikan tanah tetap lembap, tetapi hindari kondisi tergenang karena dapat memicu pembusukan akar.

Sistem drainase yang baik sangat diperlukan agar kelebihan air dapat mengalir dengan lancar. Tanaman buncis lebih menyukai tanah yang lembap daripada terlalu basah.

Pemupukan untuk Merangsang Buah Lebat

sumber foto: i0.wp.com

Pemupukan yang tepat dan seimbang menjadi kunci utama agar buncis berbuah lebat. Pada fase awal pertumbuhan, tanaman membutuhkan nitrogen untuk merangsang pembentukan daun dan batang.

Saat tanaman mulai berbunga, tingkatkan pemberian fosfor dan kalium. Fosfor membantu pembentukan bunga, sedangkan kalium berperan penting dalam pembesaran buah dan meningkatkan kualitas polong.

Selain pupuk kimia, gunakan pupuk organik cair atau pupuk hayati untuk menjaga kesuburan tanah. Aplikasikan pupuk sesuai dosis agar tanaman tidak mengalami kelebihan nutrisi yang justru dapat menghambat pembungaan.

Penyiangan dan Penggemburan Tanah

Gulma sering menjadi pesaing utama tanaman buncis dalam memperebutkan nutrisi, air, dan cahaya. Jika dibiarkan, gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen.

Lakukan penyiangan secara rutin, terutama pada fase awal pertumbuhan. Setelah itu, lakukan penggemburan tanah di sekitar tanaman untuk meningkatkan aerasi dan memperlancar penyerapan nutrisi oleh akar.

Baca Juga :  Drip Irrigation: Teknologi Penyiraman Efisien untuk Meningkatkan Produksi Tomat

Kerjakan penyiangan dan penggemburan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman yang masih muda.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Serangan hama dan penyakit sering menjadi kendala dalam budidaya buncis. Beberapa hama yang umum menyerang antara lain ulat daun, kutu daun, trips, dan lalat pengorok daun. Sementara penyakit yang sering muncul meliputi antraknosa, embun tepung, dan layu fusarium.

Lakukan pengamatan rutin agar serangan dapat dideteksi sejak dini. Gunakan pestisida nabati dari bahan alami seperti bawang putih, daun mimba, atau serai sebagai langkah pencegahan yang ramah lingkungan.

Jika serangan cukup parah, gunakan pestisida kimia sesuai anjuran dan dosis yang tepat. Penggunaan yang bijak akan melindungi tanaman tanpa merusak lingkungan.

Perawatan Saat Pembungaan dan Pembentukan Buah

Fase pembungaan menjadi penentu utama jumlah buah yang akan dihasilkan. Pada tahap ini, tanaman membutuhkan kondisi lingkungan yang stabil, cukup air, dan nutrisi seimbang.

Hindari stres tanaman akibat kekeringan, pemupukan berlebihan, atau serangan hama. Tanaman yang sehat akan menghasilkan bunga yang kuat dan tidak mudah rontok.

Anda juga dapat menyemprotkan pupuk daun yang mengandung kalium dan unsur mikro untuk membantu meningkatkan jumlah bunga dan memperbaiki kualitas buah.

Teknik Panen Buncis yang Tepat

sumber foto: dompetdhuafa.org

Buncis biasanya mulai dipanen pada umur 45–60 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan. Panen dilakukan saat polong masih muda, berwarna hijau segar, dan bijinya belum menonjol.

Lakukan panen secara rutin setiap 2–3 hari sekali. Panen yang teratur akan merangsang tanaman untuk terus membentuk bunga dan buah baru. Gunakan tangan atau gunting tajam agar tidak merusak batang dan bunga.

Penanganan hasil panen yang baik akan menjaga kualitas buncis tetap segar dan bernilai jual tinggi.

Budidaya buncis agar berbuah lebat membutuhkan perhatian dan perawatan sejak awal penanaman. Pemilihan benih unggul, pengolahan lahan yang baik, penyiraman teratur, pemupukan seimbang, serta pengendalian hama dan penyakit menjadi kunci keberhasilan.

Dengan menerapkan teknik budidaya yang tepat dan dilakukan secara konsisten, tanaman buncis akan tumbuh sehat, berbunga banyak, dan menghasilkan panen melimpah. Selain memberikan keuntungan ekonomi, menanam buncis juga dapat menjadi kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan keluarga.

Semoga panduan ini bermanfaat dan dapat membantu Anda meraih hasil panen buncis yang maksimal. (rull)

Berita Terkait

Tips Menanam Brokoli Secara Mudah dan Hasil Maksimal
Jarak Tanam Ideal untuk Tanaman Sayur agar tumbuh subur
Solusi Lahan Terbatas: Vertikultur Agar Tanaman Tetap Subur dan Produktif
Rahasia Tanah Gembur: Cara Alami Agar Lahan Subur dan Produktif
Mengapa Tanah Basah tetapi Tanaman Tetap Layu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Peran Sinar Matahari dalam Pertumbuhan Tanaman
7 Tanaman yang Panen Cepat dan Langkah-Langkah Menanamnya
Tips Media Tanam Anti Padat agar Akar Sehat dan Tanaman Tumbuh Subur

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:02 WIB

Tips Menanam Brokoli Secara Mudah dan Hasil Maksimal

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:02 WIB

Jarak Tanam Ideal untuk Tanaman Sayur agar tumbuh subur

Senin, 2 Februari 2026 - 18:02 WIB

Solusi Lahan Terbatas: Vertikultur Agar Tanaman Tetap Subur dan Produktif

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:02 WIB

Rahasia Tanah Gembur: Cara Alami Agar Lahan Subur dan Produktif

Sabtu, 31 Januari 2026 - 18:02 WIB

Mengapa Tanah Basah tetapi Tanaman Tetap Layu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru

Pertanian

Tips Menanam Brokoli Secara Mudah dan Hasil Maksimal

Rabu, 4 Feb 2026 - 06:02 WIB

Kesehatan

Cara Konsumsi Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Selasa, 3 Feb 2026 - 22:02 WIB

Jamu

Ramuan Alami untuk Mendukung Pengobatan TBC

Selasa, 3 Feb 2026 - 18:02 WIB

Pertanian

Jarak Tanam Ideal untuk Tanaman Sayur agar tumbuh subur

Selasa, 3 Feb 2026 - 15:02 WIB

Kesehatan

7 Manfaat Rimpang untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya

Selasa, 3 Feb 2026 - 12:02 WIB