Alamorganik.com-Kacang tanah termasuk salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain rasanya gurih dan mudah diolah, kacang tanah juga memiliki nilai ekonomi yang cukup stabil. Tidak heran jika banyak orang tertarik menanamnya, baik di lahan sawah, kebun, maupun pekarangan rumah.
Namun, menanam kacang tanah tidak sekadar menabur benih lalu menunggu panen. Untuk mendapatkan hasil yang lebat dan berkualitas, petani perlu memahami teknik budidaya yang tepat sejak awal. Mulai dari pemilihan benih, pengolahan tanah, perawatan, hingga waktu panen, semuanya saling berkaitan.
Mengenal Tanaman Kacang Tanah

Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan tanaman polong-polongan yang memiliki keunikan tersendiri. Setelah bunga dibuahi, bakal buahnya tumbuh ke arah tanah dan berkembang di dalam tanah. Oleh karena itu, kondisi tanah sangat memengaruhi keberhasilan pembentukan buah.
Tanaman ini tumbuh baik di daerah beriklim tropis dengan sinar matahari penuh. Selain itu, kacang tanah relatif tahan terhadap kondisi kering, asalkan tanah memiliki struktur yang gembur dan tidak tergenang air.
Syarat Tumbuh Kacang Tanah agar Optimal
Sebelum mulai menanam, penting untuk memahami kondisi lingkungan yang disukai kacang tanah.
Kacang tanah tumbuh optimal di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Suhu ideal berkisar antara 25–32 derajat Celsius. Tanaman ini juga membutuhkan sinar matahari langsung sepanjang hari.
Dari sisi tanah, kacang tanah menyukai tanah gembur, remah, dan kaya bahan organik. Tanah yang terlalu keras akan menghambat perkembangan polong, sehingga hasil panen menjadi kurang maksimal.
Persiapan Lahan Tanam yang Tepat
Langkah awal yang sangat menentukan hasil panen adalah persiapan lahan. Lahan yang baik akan membantu akar tumbuh kuat dan memudahkan polong berkembang di dalam tanah.
Olah tanah dengan cara dicangkul atau dibajak hingga gembur. Lakukan pengolahan tanah sedalam 20–30 cm. Setelah itu, ratakan permukaan tanah dan bersihkan sisa-sisa gulma serta batu.
Jika tanah terlalu padat atau liat, Anda bisa menambahkan pasir dan pupuk kandang matang untuk memperbaiki struktur tanah. Diamkan lahan selama 7–14 hari sebelum tanam agar kondisi tanah lebih stabil.
Pemilihan Benih Kacang Tanah Berkualitas
Benih memegang peranan penting dalam menentukan hasil panen. Oleh karena itu, pilih benih kacang tanah yang sehat dan berasal dari varietas unggul.
Ciri benih yang baik antara lain berukuran seragam, tidak keriput, tidak berjamur, dan berasal dari tanaman yang produktif. Jika memungkinkan, gunakan benih bersertifikat agar daya tumbuhnya lebih terjamin.
Sebelum tanam, Anda bisa merendam benih dalam air bersih selama beberapa jam. Benih yang tenggelam biasanya memiliki kualitas lebih baik dibandingkan benih yang mengapung.
Cara Menanam Kacang Tanah yang Benar
Setelah lahan dan benih siap, langkah berikutnya adalah proses penanaman. Buat lubang tanam dengan jarak sekitar 20–25 cm antar tanaman dan 30–40 cm antar barisan.
Masukkan 1–2 butir benih ke setiap lubang tanam dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. Tutup lubang dengan tanah tipis dan padatkan secara perlahan agar benih tidak mudah terbawa air.
Lakukan penanaman pada awal musim hujan atau saat ketersediaan air cukup. Dengan kondisi ini, benih akan tumbuh lebih cepat dan merata.
Penyiraman yang Tepat dan Efisien
Kacang tanah membutuhkan air untuk tumbuh, terutama pada fase awal pertumbuhan dan pembentukan polong. Namun, tanaman ini tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu basah.
Lakukan penyiraman secara rutin, terutama jika hujan jarang turun. Siram tanaman secukupnya agar tanah tetap lembap, tetapi tidak tergenang.
Saat tanaman mulai berbunga dan membentuk polong, perhatikan kondisi tanah dengan lebih cermat. Tanah yang terlalu kering dapat menghambat pembentukan buah, sementara genangan air bisa menyebabkan akar membusuk.
Pemupukan untuk Merangsang Buah Lebat
Pemupukan menjadi kunci penting agar kacang tanah berbuah lebat. Tanaman ini membutuhkan unsur hara makro dan mikro dalam jumlah seimbang.
Gunakan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos matang saat pengolahan lahan. Setelah tanaman tumbuh, Anda bisa menambahkan pupuk NPK dengan dosis ringan.
Pemupukan susulan biasanya dilakukan dua kali, yaitu saat tanaman berumur sekitar 15–20 hari dan saat mulai berbunga. Berikan pupuk dengan cara ditugal di sekitar tanaman, lalu tutup kembali dengan tanah.
Penyiangan Gulma Secara Rutin

Gulma atau rumput liar sering menjadi pesaing utama tanaman kacang tanah dalam menyerap nutrisi. Oleh karena itu, lakukan penyiangan secara rutin agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Penyiangan pertama biasanya dilakukan saat tanaman berumur 2–3 minggu. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman.
Selain mengendalikan gulma, penyiangan juga membantu menggemburkan tanah. Kondisi ini sangat penting untuk mempermudah polong masuk ke dalam tanah dan berkembang dengan baik.
Pembumbunan untuk Mendukung Pembentukan Polong
Pembumbunan merupakan langkah penting dalam budidaya kacang tanah. Proses ini dilakukan dengan cara menimbun tanah ke pangkal batang tanaman.
Lakukan pembumbunan saat tanaman mulai berbunga. Tujuannya adalah memberikan media yang cukup bagi polong untuk berkembang di dalam tanah.
Tanah yang gembur dan menutupi pangkal batang akan membantu polong tumbuh lebih banyak dan lebih besar. Selain itu, pembumbunan juga membuat tanaman lebih kokoh.
Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Bijak
Hama dan penyakit dapat mengurangi hasil panen jika tidak dikendalikan dengan baik. Beberapa hama yang sering menyerang kacang tanah antara lain ulat, kutu daun, dan penggerek batang.
Untuk pencegahan, jaga kebersihan lahan dan lakukan rotasi tanaman. Anda juga bisa memanfaatkan pestisida nabati dari bahan alami seperti daun mimba atau bawang putih.
Jika serangan cukup berat, gunakan pestisida sesuai dosis dan anjuran. Penggunaan yang bijak akan membantu melindungi tanaman tanpa merusak lingkungan.
Tanda-Tanda Kacang Tanah Siap Dipanen
Kacang tanah biasanya siap dipanen setelah berumur 90–110 hari, tergantung varietas dan kondisi lingkungan. Beberapa tanda tanaman siap panen antara lain daun mulai menguning dan mengering.
Selain itu, kulit polong terlihat keras dan berwarna cokelat muda. Jika Anda ragu, coba cabut satu tanaman sebagai sampel untuk melihat kondisi polongnya.
Panen sebaiknya dilakukan saat tanah dalam kondisi agak kering agar polong tidak tertinggal atau rusak.
Cara Panen dan Penanganan Pascapanen

Lakukan panen dengan cara mencabut tanaman secara hati-hati. Hindari menarik terlalu keras agar polong tidak tertinggal di dalam tanah.
Setelah dicabut, bersihkan tanah yang menempel dan jemur tanaman selama beberapa hari hingga kering. Proses pengeringan membantu menjaga kualitas kacang dan memperpanjang masa simpan.
Setelah kering, pisahkan polong dari batang dan simpan di tempat kering serta berventilasi baik.
Kesalahan Umum dalam Budidaya Kacang Tanah
Banyak orang gagal mendapatkan hasil maksimal karena melakukan kesalahan sederhana. Beberapa kesalahan umum antara lain menanam di tanah terlalu keras, penyiraman berlebihan, dan jarang melakukan pembumbunan.
Selain itu, penggunaan pupuk berlebihan juga dapat merugikan tanaman. Oleh karena itu, selalu perhatikan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan secara menyeluruh.
Budidaya kacang tanah agar berbuah lebat membutuhkan perhatian sejak tahap persiapan hingga panen. Dengan pemilihan benih berkualitas, pengolahan tanah yang tepat, serta perawatan rutin, tanaman kacang tanah dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen melimpah.
Kunci utamanya terletak pada konsistensi dan ketelitian. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga kesuburan lahan untuk musim tanam berikutnya. (rull)









