Alamorganik.com-Pare sering mendapat cap sebagai sayuran pahit yang kurang digemari. Namun di balik rasanya yang khas, pare menyimpan nilai ekonomi dan manfaat kesehatan yang tinggi. Karena itu, permintaan pare di pasar tradisional maupun modern terus stabil. Kondisi ini membuka peluang bagi siapa saja yang ingin mencoba budidaya pare, baik di lahan luas maupun di pekarangan rumah.
Budidaya pare tidak membutuhkan teknik rumit. Tanaman ini relatif mudah tumbuh dan cepat berbuah jika dirawat dengan benar. Dengan memahami tips dan langkah-langkahnya, Anda dapat memperoleh hasil panen yang melimpah dan berkualitas.
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara budidaya pare, mulai dari persiapan hingga panen, dengan bahasa yang ringan dan mudah dipraktikkan.
Mengenal Tanaman Pare

Pare atau peria termasuk dalam keluarga labu-labuan. Tanaman ini tumbuh merambat dan membutuhkan ajir atau lanjaran sebagai tempat menjalar. Daunnya berbentuk menjari, sedangkan buahnya memanjang dengan permukaan bergerigi.
Tanaman pare tumbuh baik di daerah tropis dengan sinar matahari cukup. Selain itu, pare juga mampu beradaptasi di berbagai jenis tanah asalkan drainase berjalan baik.
Manfaat Budidaya Pare
Sebelum mulai menanam, penting untuk memahami manfaat budidaya pare. Dengan mengetahui keuntungannya, Anda akan lebih termotivasi dalam merawat tanaman.
Pertama, pare memiliki nilai jual yang stabil. Banyak pedagang dan konsumen mencari pare segar setiap hari. Kedua, masa tanam pare relatif singkat. Dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan, tanaman sudah mulai berbuah. Ketiga, perawatan pare tergolong sederhana sehingga cocok bagi pemula.
Persiapan Budidaya Pare
1. Menentukan Lokasi Tanam
Langkah awal yang sangat penting adalah menentukan lokasi tanam. Pare membutuhkan sinar matahari langsung minimal enam jam per hari. Oleh karena itu, pilih lahan terbuka yang tidak terhalang bangunan atau pepohonan besar.
Jika Anda menanam pare di pekarangan rumah, pastikan lokasi memiliki sirkulasi udara yang baik. Hal ini membantu mengurangi risiko penyakit pada tanaman.
2. Menyiapkan Media Tanam
Media tanam yang gembur dan subur akan mendukung pertumbuhan pare secara optimal. Tanah sebaiknya memiliki drainase baik agar air tidak menggenang.
Campurkan tanah dengan pupuk kandang atau kompos untuk menambah unsur hara. Perbandingan yang ideal adalah satu bagian tanah dan satu bagian pupuk organik. Aduk hingga merata sebelum digunakan.
3. Memilih Benih Pare Berkualitas
Benih berkualitas akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif. Pilih benih pare yang berasal dari buah tua dan bebas dari hama penyakit. Jika memungkinkan, gunakan benih bersertifikat agar hasilnya lebih maksimal.
Benih yang baik biasanya memiliki warna cerah dan tidak keriput. Hindari benih yang tampak rusak atau berjamur.
Langkah-Langkah Menanam Pare
1. Penyemaian Benih
Sebelum menanam, lakukan penyemaian benih untuk meningkatkan daya tumbuh. Rendam benih pare dalam air hangat selama beberapa jam. Langkah ini membantu mempercepat proses perkecambahan.
Setelah itu, tanam benih dalam polybag kecil atau tray semai. Letakkan benih dengan posisi miring dan tutup tipis dengan tanah. Siram secara perlahan hingga media lembap.
Dalam waktu sekitar satu minggu, benih biasanya mulai berkecambah.
2. Penanaman Bibit

Setelah bibit memiliki dua hingga tiga helai daun sejati, pindahkan bibit ke lahan tanam. Buat lubang tanam dengan jarak sekitar 50–70 cm antar tanaman agar pare memiliki ruang tumbuh yang cukup.
Masukkan bibit ke dalam lubang tanam, lalu timbun dengan tanah. Padatkan tanah secara perlahan agar bibit berdiri kokoh.
3. Pemasangan Ajir atau Lanjaran
Pare membutuhkan ajir sebagai tempat merambat. Pasang ajir atau lanjaran sejak tanaman masih kecil agar akar tidak rusak.
Gunakan bambu atau kayu yang kuat. Bentuk lanjaran menyerupai terowongan atau pagar agar tanaman dapat merambat dengan rapi. Dengan ajir yang baik, buah pare akan tumbuh lurus dan bersih.
Perawatan Tanaman Pare
1. Penyiraman
Tanaman pare membutuhkan air yang cukup, terutama pada fase awal pertumbuhan. Siram tanaman secara rutin pada pagi atau sore hari.
Namun, hindari penyiraman berlebihan karena dapat menyebabkan akar membusuk. Pastikan air mengalir dengan baik dan tidak menggenang di sekitar tanaman.
2. Pemupukan
Pemupukan membantu tanaman tumbuh subur dan berbuah lebat. Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang setiap dua hingga tiga minggu sekali.
Selain itu, Anda dapat menambahkan pupuk cair organik untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah. Lakukan pemupukan sesuai dosis agar tanaman tidak stres.
3. Penyiangan Gulma
Gulma dapat mengganggu pertumbuhan pare karena berebut nutrisi. Oleh karena itu, lakukan penyiangan secara rutin.
Cabut gulma yang tumbuh di sekitar tanaman dan bersihkan area tanam. Dengan lingkungan yang bersih, tanaman pare dapat tumbuh lebih optimal.
4. Pemangkasan
Pemangkasan membantu mengarahkan pertumbuhan tanaman. Pangkas tunas liar yang tumbuh tidak teratur agar energi tanaman fokus pada pembentukan buah.
Selain itu, pemangkasan juga meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi risiko serangan penyakit.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama seperti kutu daun dan ulat sering menyerang tanaman pare. Untuk mengatasinya, gunakan pestisida nabati dari bahan alami seperti bawang putih atau daun mimba.
Jika serangan hama cukup parah, segera lakukan tindakan pengendalian agar tidak menyebar ke tanaman lain. Perhatikan kondisi tanaman secara rutin agar masalah dapat diatasi sejak dini.
Waktu Panen Pare

Tanaman pare biasanya mulai berbuah sekitar 60–70 hari setelah tanam. Panen dapat dilakukan ketika buah masih muda dan berwarna hijau segar.
Panen secara rutin setiap dua hingga tiga hari sekali. Dengan cara ini, tanaman akan terus merangsang pembentukan buah baru.
Gunakan pisau atau gunting tajam saat memanen agar tanaman tidak rusak.
Tips Agar Panen Pare Melimpah
Agar hasil panen lebih maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
- Pilih benih unggul dan sehat
- Gunakan pupuk organik secara rutin
- Pasang lanjaran yang kuat dan rapi
- Lakukan pemangkasan secara teratur
- Panen tepat waktu agar kualitas buah terjaga
Budidaya pare dapat menjadi kegiatan yang menguntungkan sekaligus menyenangkan. Dengan perawatan yang tepat, tanaman pare mampu menghasilkan buah dalam jumlah banyak dan berkualitas baik.
Melalui langkah-langkah yang telah dijelaskan, Anda dapat memulai budidaya pare dengan lebih percaya diri. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, hasil panen juga berpotensi menambah penghasilan.
Dengan ketekunan dan perawatan yang konsisten, pare akan tumbuh subur dan siap dipanen secara berkelanjutan. Semoga panduan ini membantu Anda sukses dalam budidaya pare secara alami. (rull)









