Membuat Jakaba Sendiri, Rahasia Tanaman Sehat dan Subur Sepanjang Tahun

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P/POPT Ahli Pertama di BPP Banjar

Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P/POPT Ahli Pertama di BPP Banjar

alamorganik.com-Dalam beberapa tahun terakhir, tren pertanian alami semakin berkembang pesat. Banyak petani mulai meninggalkan pupuk kimia dan kembali memanfaatkan bahan-bahan alami untuk memperbaiki kesuburan tanah. Masyarakat semakin sering membicarakan Jakaba, singkatan dari Jamur Keberuntungan Abadi, sebagai salah satu inovasi ramah lingkungan yang menarik perhatian.

Jakaba bukan sekadar pupuk cair biasa. Ia adalah hasil dari kebijaksanaan alam dan kearifan lokal yang bersatu dalam satu konsep sederhana: menghidupkan kembali tanah. Dari tekstur, aroma, hingga fungsinya, Jakaba menjadi simbol bahwa alam selalu menyediakan solusi bagi mereka yang mau belajar darinya.

Apa yang membuatnya disebut pupuk hidup?

Ilustrasi jamur jakaba. (SHUTTERSTOCK/SHANJAYA)

Jakaba merupakan hasil fermentasi alami dari bahan organik seperti air cucian beras, dedak, tanah, dan akar tanaman sehat. Dari proses tersebut muncul koloni jamur berwarna kecokelatan menyerupai karang laut tanda bahwa kehidupan mikroorganisme sedang tumbuh dan bekerja.

Yang membuat Jakaba berbeda dari pupuk kimia adalah sifatnya yang hidup. Ia mengandung berbagai mikroorganisme baik, seperti jamur dan bakteri pengurai, yang membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan penyerapan nutrisi, serta menekan pertumbuhan penyakit tanaman.

Ketika kita menambahkan Jakaba ke tanah, mikroba di dalamnya langsung berinteraksi dengan organisme lain dan membentuk ekosistem kecil yang dinamis. Tanah yang semula keras dan miskin unsur hara perlahan menjadi gembur, beraroma segar, dan kembali subur.

Tidak berlebihan jika banyak petani menyebut Jakaba sebagai “pupuk hidup”, karena ia tidak hanya memberi nutrisi, tetapi juga menghidupkan kembali tanah yang telah lama kehilangan keseimbangannya.

Petani mendapat lebih banyak manfaat dari Jakaba dibandingkan pupuk kimia.

Peralihan dari pupuk kimia ke bahan alami seperti Jakaba bukan sekadar tren, melainkan bentuk kesadaran baru. Banyak petani menyadari bahwa penggunaan pupuk sintetis secara berlebihan justru membuat tanah “mati” — kehilangan mikroorganisme, kehilangan kemampuan menyimpan air, dan akhirnya menurunkan produktivitas jangka panjang.

Di sinilah Jakaba hadir sebagai solusi sederhana namun kuat.
Beberapa keunggulan utamanya meliputi:

  1. Ramah Lingkungan
    Jakaba tidak meninggalkan residu berbahaya dan sepenuhnya bisa terurai di alam. Mikroorganisme di dalamnya membantu menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan air.
  2. Murah dan Mudah Diperoleh
    Semua bahan Jakaba bisa ditemukan di rumah atau di sekitar kebun tanpa perlu membeli bahan mahal. Ini menjadikannya solusi ekonomis bagi petani kecil.
  3. Mengandung Mikroorganisme Baik
    Jamur dan bakteri dalam Jakaba membantu mengurai bahan organik, memperkaya tanah, dan menekan pertumbuhan hama serta penyakit tanaman.
  4. Meningkatkan Struktur Tanah
    Tanah menjadi lebih gembur dan mudah menyerap air. Akar tanaman pun dapat tumbuh lebih dalam dan kuat.
  5. Mengembalikan Keseimbangan Alami
    Dengan rutin menggunakan Jakaba, tanah tidak lagi bergantung pada bahan kimia. Ia kembali “hidup”, diisi mikroba yang bekerja harmonis menjaga kesuburan alami.
Baca Juga :  Jakaba: Jamur Keberuntungan Abadi yang Menyuburkan Tanah dan Harapan Petani

Jakaba adalah bentuk sederhana dari teknologi ramah lingkungan — murah, efisien, dan mudah disesuaikan dengan kondisi lokal.

Peran Mikroorganisme di Dalam Jakaba

sumber foto: distan.bulelengkab.go.id

Mikroorganisme adalah jantung dari Jakaba. Tanpa mereka, cairan ini hanyalah campuran bahan organik biasa. Mikroba bekerja secara alami mengurai bahan kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah diserap tanaman.

Beberapa kelompok mikroba utama di dalam Jakaba antara lain:

  • Jamur pengurai: membantu menghancurkan bahan organik menjadi humus dan mempercepat pembentukan tanah subur.
  • Bakteri fermentatif: menghasilkan senyawa yang menekan pertumbuhan patogen berbahaya.
  • Actinomycetes: berperan dalam pembentukan senyawa antibakteri alami yang melindungi tanaman dari penyakit akar.

Sinergi antara mikroorganisme ini menciptakan efek luar biasa: tanah menjadi lebih sehat, tanaman tumbuh lebih kuat, dan ekosistem kebun menjadi lebih seimbang.

Manfaat Jakaba untuk Tanaman

Petani yang menggunakan Jakaba secara rutin merasakan berbagai manfaat nyata, baik pada pertumbuhan tanaman maupun kondisi tanah. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Menyuburkan Tanah Secara Alami
    Jakaba membantu menguraikan sisa daun, jerami, atau bahan organik lainnya menjadi kompos alami yang kaya unsur hara.
  2. Meningkatkan Daya Tahan Tanaman
    Mikroba baik di dalamnya memperkuat sistem pertahanan tanaman dari serangan penyakit, terutama jamur dan bakteri patogen di tanah.
  3. Menstimulasi Pertumbuhan Akar
    Tanah yang sehat membuat akar tumbuh lebih lebat dan mampu menyerap nutrisi dengan optimal.
  4. Meningkatkan Hasil Panen
    Tanaman yang mendapat nutrisi seimbang tumbuh lebih cepat, menghasilkan daun lebih hijau, bunga lebih banyak, dan buah lebih besar.
  5. Menekan Bau dan Limbah di Sekitar Lahan
    Karena mengandung mikroba pengurai, Jakaba juga membantu menghilangkan bau dari limbah organik atau air genangan di sekitar kebun.

Petani dan masyarakat kini menggunakan Jakaba tidak hanya di lahan pertanian, tetapi juga di taman rumah, pot bunga, dan perkebunan besar karena manfaatnya yang sangat luas.

Cara Menggunakan Jakaba

Setelah Jakaba matang, petani bisa menggunakannya dengan beberapa cara sederhana tergantung kebutuhan tanaman.

  1. Sebagai Pupuk Cair Siram
    Campurkan Jakaba dengan air bersih dengan perbandingan 1:10, lalu gunakan untuk menyiram tanaman di pagi atau sore hari. Cara ini membantu memperkaya tanah sekaligus menyehatkan akar.
  2. Sebagai Pupuk Semprot Daun
    Campurkan Jakaba dengan air lebih encer (sekitar 1:15) dan semprotkan ke permukaan daun. Mikroba di dalamnya membantu tanaman lebih kuat melawan penyakit daun.
  3. Sebagai Aktivator Kompos
    Tambahkan Jakaba ke tumpukan bahan kompos untuk mempercepat penguraian. Proses fermentasi berjalan lebih cepat dan hasilnya lebih kaya nutrisi.
  4. Sebagai Bibit untuk Produksi Baru
    Kita dapat menggunakan sebagian kecil Jakaba yang sudah matang sebagai starter untuk membuat stok baru.
    Petani cukup menambah bahan segar dan membiarkannya berfermentasi kembali.
Baca Juga :  Proses Pembuatan Jakaba dari Dedak dan Manfaatnya: Upaya Menghidupkan Tanah dengan Cara yang Lebih Alami

Dampak Penggunaan Jakaba di Lapangan

Cara membuat jamur jakaba

Banyak petani di berbagai daerah di Indonesia telah membuktikan manfaat Jakaba. Di Jawa Tengah, misalnya, beberapa kelompok tani melaporkan peningkatan hasil panen sayuran hingga 30% setelah rutin menggunakan Jakaba selama satu musim tanam.

Jakaba melunakkan dan menggemburkan tanah yang sebelumnya keras dan sulit diolah. Air lebih mudah meresap, cacing tanah kembali bermunculan tanda bahwa ekosistem tanah mulai pulih.

Petani juga menghemat biaya produksi karena tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia atau pestisida sintetis. Bagi mereka, Jakaba bukan hanya pupuk, tetapi juga simbol perubahan menuju pertanian yang mandiri dan lestari.

Jakaba dan Kearifan Lokal

Yang menarik dari Jakaba adalah bagaimana pengetahuan ini lahir dari pengamatan sederhana terhadap alam. Petani melihat bahwa di sekitar akar tanaman sehat terdapat jamur dan mikroba yang membantu pertumbuhan. Dari situ, mereka bereksperimen dengan mengumpulkan bahan alami dan menciptakan ramuan fermentasi yang kini kita kenal sebagai Jakaba.

Petani menganggap Jakaba sebagai solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan karena mereka membuatnya dari bahan alami melalui proses fermentasi tanpa bahan kimia. Cara ini sejalan dengan semangat pertanian modern yang mulai meninggalkan ketergantungan pada pupuk sintetis.

Lebih dari itu, Jakaba tidak hanya berperan sebagai pupuk, tetapi juga menunjukkan upaya manusia untuk menghargai bumi dengan memelihara kehidupan mikro di dalam tanah yang selama ini bekerja tanpa terlihat, menguraikan bahan organik, menjaga keseimbangan ekosistem, dan membantu tanaman tumbuh subur secara alami.

Kesimpulan

Jakaba menunjukkan bahwa solusi besar bisa lahir dari hal-hal kecil dan sederhana. Ia membuktikan bahwa pertanian modern tidak selalu membutuhkan teknologi mahal atau bahan kimia kuat. Manusia hanya perlu bersabar untuk belajar dari alam dan berani kembali menerapkan cara-cara alami.

Selain itu, dengan menggunakan Jakaba, petani tidak hanya menyuburkan tanaman, tetapi juga menghidupkan kembali tanah sebagai sumber kehidupan sejati bagi seluruh ekosistem.
Setiap tetes Jakaba membawa pesan: bahwa alam sudah menyediakan semua yang kita butuhkan, asalkan kita mau merawatnya dengan bijak. (NR*)

Berita Terkait

Pemanfaatan Tomat dengan Jamur Bacillus sp. dan Jakaba: Sinergi Alami untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Ketahanan Tanaman
Revitalisasi Jakaba pada Tanaman Bawang Merah sebagai Peningkat Green Economy
Pemanfaatan Limbah Cucian Beras untuk Membuat Jamur Jakaba: Inovasi Sederhana Menuju Pertanian Alami dan Berkelanjutan
Proses Pembuatan Jakaba dari Dedak dan Manfaatnya: Upaya Menghidupkan Tanah dengan Cara yang Lebih Alami
Efektivitas Jakaba dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun pada Tanah Aluvial
Pengaplikasian Jakaba pada Padi Varietas Srinuk: Upaya Mengoptimalkan Pertumbuhan Secara Alami
Dari Akar Bambu Menjadi Keajaiban Tanah: Proses Pembuatan Jakaba yang Menghidupkan Bumi
Jakaba: Jamur Keberuntungan Abadi yang Menyuburkan Tanah dan Harapan Petani

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 22:02 WIB

Pemanfaatan Tomat dengan Jamur Bacillus sp. dan Jakaba: Sinergi Alami untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Ketahanan Tanaman

Rabu, 26 November 2025 - 06:02 WIB

Revitalisasi Jakaba pada Tanaman Bawang Merah sebagai Peningkat Green Economy

Senin, 24 November 2025 - 23:02 WIB

Pemanfaatan Limbah Cucian Beras untuk Membuat Jamur Jakaba: Inovasi Sederhana Menuju Pertanian Alami dan Berkelanjutan

Jumat, 21 November 2025 - 15:02 WIB

Proses Pembuatan Jakaba dari Dedak dan Manfaatnya: Upaya Menghidupkan Tanah dengan Cara yang Lebih Alami

Kamis, 20 November 2025 - 22:02 WIB

Efektivitas Jakaba dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun pada Tanah Aluvial

Berita Terbaru

Produk Organik

Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman

Sabtu, 29 Nov 2025 - 18:02 WIB

Jamu

Herbal untuk Mengatasi Pegal Linu

Jumat, 28 Nov 2025 - 22:42 WIB