Alamorganik.com-Dalam praktik pertanian sehari-hari, petani sering menghadapi serangan hama yang menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Kutu daun, ulat, thrips, dan wereng menyerang tanaman, menghambat pertumbuhan, bahkan memicu gagal panen. Karena alasan inilah, banyak petani memilih pestisida kimia sebagai solusi cepat.
Namun, penggunaan pestisida sintetis dalam jangka panjang justru memicu masalah baru. Pestisida kimia merusak struktur tanah, membunuh mikroorganisme bermanfaat, dan membuat hama semakin kebal. Selain itu, biaya produksi meningkat dan residu kimia berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan manusia.
Sebagai alternatif yang lebih bijak, JADAM Natural Farming menawarkan pendekatan pertanian alami yang berkelanjutan. Sistem pertanian asal Korea ini mendorong petani untuk memanfaatkan bahan alami di sekitar lingkungan, mengolahnya sendiri, dan mengembalikan keseimbangan ekosistem pertanian. Salah satu bahan alami yang paling efektif dalam sistem JADAM adalah tembakau.
Tembakau mengandung nikotin alami yang mampu mengganggu sistem saraf serangga. Jika petani mengolah dan menggunakannya dengan benar, tembakau tetap aman bagi tanaman dan lingkungan. Melalui metode JADAM, petani dapat mengubah tembakau menjadi pestisida nabati alami yang murah, efektif, dan ramah lingkungan.
Mengapa Tembakau Cocok Digunakan dalam JADAM?

Sejak lama, petani mengenal tembakau sebagai tanaman yang mampu mengusir serangga. Kandungan alaminya bekerja langsung pada sistem saraf dan perilaku makan hama.
Tembakau mengandung beberapa senyawa aktif, antara lain:
- Nikotin, yang menyerang sistem saraf serangga
- Alkaloid, yang mengganggu pencernaan dan metabolisme hama
- Senyawa pahit dan aromatik, yang membuat serangga enggan mendekat dan memakan daun
Dalam praktik pertanian alami, petani sering menggunakan larutan tembakau untuk mengendalikan kutu daun, ulat, thrips, wereng, serta berbagai serangga penghisap lainnya.
Keunggulan tembakau dalam sistem JADAM terletak pada efektivitasnya meskipun petani menggunakan dosis rendah. Selain itu, larutan tembakau mudah terurai di alam sehingga tidak meninggalkan residu berbahaya pada tanah dan tanaman.
Jenis JADAM dari Tembakau
Dalam sistem JADAM Natural Farming, larutan tembakau termasuk ke dalam kategori:
JADAM Herbal Solution (JHS)
JADAM Herbal Solution berfungsi sebagai pestisida nabati alami, bukan sebagai pupuk. Petani menggunakan larutan ini untuk mengendalikan hama tanpa merusak keseimbangan ekosistem tanah.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Bahan Utama
- Daun tembakau kering atau tembakau rajangan
- Air bersih (air hujan atau air sumur tanpa kaporit)
- Garam kasar atau garam laut secukupnya
Bahan Tambahan (Opsional)
- Bawang putih untuk memperkuat daya racun terhadap hama
- Cabai untuk meningkatkan efek pengusir serangga
- Serai atau lengkuas untuk menambah aroma penolak hama
Alat Pendukung
- Ember plastik atau jerigen
- Pisau atau gunting
- Tongkat pengaduk kayu
- Kain saring atau saringan halus
- Penutup wadah (tidak perlu rapat)
- Sarung tangan untuk keamanan kerja
Langkah-Langkah Pembuatan JADAM dari Tembakau

1. Memilih Bahan Tembakau
Gunakan daun tembakau kering atau tembakau rajangan. Bahan kering lebih stabil dan tidak mudah membusuk selama proses perendaman.
Jika Anda menggunakan daun tembakau segar, jemur terlebih dahulu hingga layu atau setengah kering. Langkah ini membantu menstabilkan kandungan nikotin dan mencegah fermentasi berlebihan.
2. Memotong dan Menyiapkan Bahan
Potong atau remas tembakau menjadi ukuran kecil. Dengan cara ini, Anda memperluas permukaan bahan sehingga senyawa nikotin lebih cepat larut dalam air.
Masukkan tembakau yang sudah dipotong ke dalam ember plastik atau jerigen.
3. Membuat Larutan Dasar
Tambahkan air bersih ke dalam wadah dengan perbandingan:
- 250–300 gram tembakau kering
- 10 liter air
Aduk larutan secara perlahan hingga seluruh tembakau terendam sempurna. Pastikan tidak ada bagian tembakau yang mengapung terlalu lama di permukaan.
4. Menambahkan Garam
Masukkan 1–2 sendok makan garam laut atau garam kasar ke dalam larutan. Garam membantu proses ekstraksi nikotin, menekan pertumbuhan bakteri pembusuk, dan menjaga kestabilan larutan.
Aduk kembali hingga garam larut merata.
5. Merendam dan Memfermentasi Secara Ringan
Tutup wadah tanpa mengencangkannya agar gas alami dapat keluar. Simpan wadah di tempat teduh dan sejuk, serta hindari paparan sinar matahari langsung.
Biarkan larutan terendam selama 3–7 hari. Selama proses ini, warna air akan berubah menjadi cokelat kehitaman dan aroma tembakau semakin kuat. Aduk larutan setiap hari agar ekstraksi berlangsung merata.
6. Menyaring Larutan
Setelah proses perendaman selesai, saring larutan menggunakan kain atau saringan halus. Pisahkan cairan dari ampas tembakau.
Manfaatkan ampas tembakau sebagai campuran kompos, pengusir serangga di sekitar batang tanaman, atau bahan pupuk organik padat setelah fermentasi lanjutan.
Larutan hasil saringan inilah yang disebut JADAM Tembakau.
7. Menyimpan JADAM Tembakau
Simpan larutan JADAM tembakau di dalam botol plastik atau jerigen tertutup. Letakkan di tempat teduh dan jauh dari jangkauan anak-anak.
Dengan penyimpanan yang baik, larutan ini dapat bertahan hingga 2–3 bulan.
Cara Menggunakan JADAM dari Tembakau
Penyemprotan Daun
Campurkan 5–10 ml JADAM tembakau ke dalam 1 liter air. Tambahkan JADAM Wetting Agent atau sedikit sabun cair alami agar larutan menempel lebih baik pada permukaan daun.
Semprotkan larutan pada pagi atau sore hari. Ulangi penyemprotan satu kali seminggu atau sesuaikan dengan tingkat serangan hama.
Saat Serangan Hama Berat
Naikkan dosis hingga 15 ml per liter air jika serangan hama cukup parah. Lakukan uji coba terlebih dahulu pada beberapa tanaman sebelum menyemprot seluruh lahan.
Manfaat JADAM dari Tembakau bagi Tanaman

JADAM tembakau membantu petani mengendalikan hama penghisap karena nikotin bekerja langsung pada sistem saraf serangga. Selain itu, aroma dan rasa pahit tembakau membuat ulat dan serangga pengunyah enggan memakan daun.
Penggunaan rutin JADAM tembakau juga membantu petani mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Larutan ini mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari tanah dan air. Jika petani menggunakan dosis yang tepat, JADAM tembakau tetap aman bagi mikroorganisme tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
Dari sisi ekonomi, petani dapat menekan biaya produksi karena bahan tembakau relatif murah dan mudah diperoleh.
JADAM dari tembakau membuktikan bahwa petani tidak selalu membutuhkan bahan kimia mahal untuk mengendalikan hama. Dengan memanfaatkan bahan alami di sekitar lingkungan, petani dapat memproduksi pestisida nabati sendiri yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Jika petani menggunakan JADAM tembakau secara bijak dan sesuai dosis, larutan ini mampu melindungi tanaman, menjaga kesuburan tanah, dan mendukung peningkatan hasil panen dalam jangka panjang. Metode ini sangat cocok bagi petani kecil, pekebun rumahan, maupun pelaku pertanian organik. (rull)









