Home / POC

Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Kohe Sapi yang Mudah dan Efektif

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Kesadaran masyarakat terhadap pertanian berkelanjutan terus meningkat dari waktu ke waktu. Petani, pekebun rumahan, hingga pegiat urban farming kini mulai mengubah cara bertani agar lebih ramah lingkungan. Salah satu langkah nyata yang banyak mereka lakukan adalah mengganti pupuk kimia dengan pupuk organik, khususnya pupuk organik cair atau POC.

Di antara berbagai bahan alami yang tersedia, kotoran hewan atau kohe sapi menempati posisi penting sebagai bahan baku pupuk organik. Sayangnya, sebagian orang masih menganggap kohe sapi sebagai limbah yang kotor, berbau, dan mengganggu lingkungan. Padahal, jika petani mengolahnya dengan cara yang tepat, kohe sapi justru menyimpan nutrisi penting yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Melalui proses fermentasi yang terkontrol, petani dapat mengubah kohe sapi menjadi pupuk organik cair yang mudah diaplikasikan, hemat biaya, serta mampu meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman secara alami. Oleh karena itu, melalui artikel ini, kamu akan mempelajari cara membuat pupuk organik cair dari kohe sapi secara lengkap, praktis, dan aman untuk penggunaan jangka panjang.

Mengenal Pupuk Organik Cair dari Kohe Sapi

sumber foto: gentleworld.org

Pupuk organik cair dari kohe sapi berasal dari hasil pengolahan kotoran sapi melalui proses fermentasi. Dalam proses ini, mikroorganisme aktif bekerja menguraikan bahan organik menjadi unsur hara sederhana yang lebih mudah diserap oleh tanaman.

Jika dibandingkan dengan pupuk kimia yang bekerja cepat tetapi berisiko merusak tanah, pupuk organik cair justru bekerja secara alami dan bertahap. Pupuk ini tidak hanya menyediakan nutrisi, tetapi juga membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme baik.

Selain itu, pupuk organik cair memberikan kemudahan dalam aplikasi. Petani dapat langsung menyiramkan pupuk ke tanah atau menyemprotkannya ke daun tanaman. Karena alasan tersebut, banyak petani menjadikan pupuk organik cair sebagai solusi praktis dan efisien dalam pertanian modern.

Kandungan Nutrisi dalam Kohe Sapi

Kohe sapi mengandung berbagai unsur hara penting yang mendukung pertumbuhan tanaman. Kandungan nutrisi inilah yang menjadikan kohe sapi sebagai bahan pupuk organik bernilai tinggi.

Nitrogen berperan besar dalam pertumbuhan daun dan batang. Unsur ini membantu tanaman membentuk klorofil sehingga daun tampak lebih hijau dan segar. Fosfor mendukung perkembangan akar, merangsang pembungaan, serta membantu pembentukan buah. Sementara itu, kalium meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan tekanan lingkungan.

Selain unsur makro, kohe sapi juga menyediakan unsur mikro seperti kalsium, magnesium, dan sulfur. Unsur-unsur ini memperkuat jaringan tanaman dan mendukung berbagai proses metabolisme. Dengan kombinasi nutrisi tersebut, pupuk organik cair dari kohe sapi cocok untuk sayuran, tanaman buah, tanaman hias, hingga tanaman perkebunan.

Baca Juga :  Sulap Air Bekas Cucian Beras Jadi Pupuk Cair Alami untuk Tanaman Subur

Manfaat Pupuk Organik Cair dari Kohe Sapi

Sebelum mulai membuat pupuk, kamu perlu memahami manfaat yang akan kamu peroleh dari penggunaannya.

Pertama, pupuk organik cair mampu meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Tanah menjadi lebih gembur, mampu menyimpan air dengan baik, dan tidak mudah memadat.

Kedua, pupuk ini mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal tanpa merusak ekosistem. Tanaman tumbuh lebih sehat, memiliki daun lebih lebat, dan menghasilkan panen yang lebih baik.

Ketiga, pupuk organik cair membantu petani mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Dengan cara ini, petani dapat menekan biaya produksi secara signifikan.

Keempat, pengolahan kohe sapi menjadi pupuk cair membantu mengurangi limbah peternakan serta menekan bau tidak sedap di sekitar kandang. Lingkungan pun menjadi lebih bersih dan sehat.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

sumber foto: 1.bp.blogspot.com

Untuk membuat pupuk organik cair dari kohe sapi, kamu tidak perlu menggunakan peralatan yang rumit atau mahal. Kamu cukup menyiapkan alat dan bahan berikut.

Bahan utama:

  • Kohe sapi segar atau setengah kering (10–20 kg)
  • Air bersih (50–100 liter)

Bahan tambahan (opsional tetapi dianjurkan):

  • EM4 atau MOL sebanyak 100–200 ml
  • Gula merah atau molase (1–2 kg)
  • Dedak halus atau bekatul (1–2 kg)
  • Urin sapi (jika tersedia, 5–10 liter)

Alat:

  • Drum plastik atau jerigen besar bertutup
  • Ember
  • Tongkat atau kayu pengaduk
  • Saringan

Dengan menyiapkan alat dan bahan tersebut, kamu sudah bisa memulai proses pembuatan pupuk organik cair secara mandiri.

Tahapan Persiapan Sebelum Fermentasi

Sebelum mencampur semua bahan, kamu perlu melakukan beberapa tahap persiapan agar fermentasi berjalan optimal. Pertama, pilih kohe sapi yang tidak tercampur bahan kimia atau sisa obat hewan berlebihan.

Selanjutnya, letakkan kohe sapi di tempat teduh dan bersih. Jika kohe terlalu basah, kamu bisa mengangin-anginkannya selama beberapa jam agar kadar airnya lebih seimbang.

Sementara itu, larutkan gula merah atau molase ke dalam air hangat hingga benar-benar mencair. Larutan ini akan menjadi sumber energi utama bagi mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Kohe Sapi

1. Pencampuran Bahan

Masukkan kohe sapi ke dalam drum plastik. Tambahkan air bersih secara bertahap sambil mengaduk campuran secara merata. Pastikan campuran tidak terlalu kental agar mikroorganisme dapat bekerja secara optimal.

Baca Juga :  Tak Disangka! Kulit Pisang Bisa Jadi Pupuk Organik Cair yang Menyuburkan Tanaman

Setelah itu, tuangkan larutan gula merah atau molase ke dalam drum. Aduk kembali hingga semua bahan tercampur sempurna.

2. Penambahan Mikroorganisme

Selanjutnya, tambahkan EM4 atau MOL ke dalam campuran. Mikroorganisme ini berperan langsung dalam menguraikan bahan organik menjadi nutrisi yang siap diserap tanaman.

Jika tersedia, kamu dapat menambahkan urin sapi untuk meningkatkan kandungan nitrogen. Setelah itu, aduk campuran hingga benar-benar homogen.

3. Proses Fermentasi

Tutup drum dengan rapat, tetapi jangan membuatnya kedap udara sepenuhnya. Kamu bisa melubangi tutup drum kecil-kecil atau membukanya setiap hari untuk mengeluarkan gas fermentasi.

Simpan drum di tempat teduh dan jauh dari sinar matahari langsung. Biarkan campuran berfermentasi selama 14–21 hari. Selama proses ini, aduk larutan setiap 2–3 hari agar fermentasi berlangsung merata.

Ciri-Ciri Pupuk Organik Cair Siap Pakai

Setelah fermentasi selesai, pupuk organik cair yang matang akan menunjukkan ciri-ciri berikut:

  • Aroma tidak menyengat dan tidak berbau busuk
  • Warna cairan cokelat kehitaman
  • Tidak muncul gelembung gas berlebihan
  • Endapan kasar mengendap di dasar wadah

Jika pupuk menunjukkan tanda-tanda tersebut, kamu sudah bisa menggunakannya.

Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair

sumber foto: deraizchile.cl

Saring pupuk cair terlebih dahulu untuk memisahkan ampas. Selanjutnya, encerkan pupuk dengan air bersih menggunakan perbandingan 1:10 atau 1:20 sesuai jenis tanaman.

Untuk tanaman muda, gunakan larutan yang lebih encer agar tanaman tidak mengalami stres. Aplikasikan pupuk dengan cara menyiramkannya ke tanah di sekitar akar atau menyemprotkannya ke daun pada pagi atau sore hari.

Pupuk organik cair dari kohe sapi menawarkan solusi cerdas dan ramah lingkungan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Dengan bahan yang mudah diperoleh dan proses pembuatan yang sederhana, siapa pun dapat memproduksi pupuk ini secara mandiri.

Melalui fermentasi yang tepat, petani dapat mengubah kohe sapi dari limbah menjadi sumber nutrisi berharga. Selain meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman, pupuk ini juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan menekan biaya produksi.

Dengan pengelolaan yang konsisten, pupuk organik cair dari kohe sapi dapat menjadi andalan utama dalam sistem pertanian organik yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. (rull)

Berita Terkait

Kulit Nanas Bisa Jadi Pupuk Cair? Ini Cara Membuat dan Manfaatnya untuk Tanaman
Pupuk Organik Cair Rumput
POC Urin Kelinci untuk Pertanian Alami
Sabut Kelapa Jangan Dibuang! Begini Cara Mengolahnya Jadi POC Penyubur Tanaman
Pupuk Organik Cair dari Ampas Kopi: Cara Membuat dan Manfaatnya untuk Tanaman
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Daun Bambu
Tak Disangka! Kulit Pisang Bisa Jadi Pupuk Organik Cair yang Menyuburkan Tanaman
Sulap Air Bekas Cucian Beras Jadi Pupuk Cair Alami untuk Tanaman Subur

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kulit Nanas Bisa Jadi Pupuk Cair? Ini Cara Membuat dan Manfaatnya untuk Tanaman

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:56 WIB

Pupuk Organik Cair Rumput

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:02 WIB

POC Urin Kelinci untuk Pertanian Alami

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:02 WIB

Sabut Kelapa Jangan Dibuang! Begini Cara Mengolahnya Jadi POC Penyubur Tanaman

Jumat, 2 Januari 2026 - 06:02 WIB

Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Kohe Sapi yang Mudah dan Efektif

Berita Terbaru

Pertanian

Tips Menanam Brokoli Secara Mudah dan Hasil Maksimal

Rabu, 4 Feb 2026 - 06:02 WIB

Kesehatan

Cara Konsumsi Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Selasa, 3 Feb 2026 - 22:02 WIB

Jamu

Ramuan Alami untuk Mendukung Pengobatan TBC

Selasa, 3 Feb 2026 - 18:02 WIB

Pertanian

Jarak Tanam Ideal untuk Tanaman Sayur agar tumbuh subur

Selasa, 3 Feb 2026 - 15:02 WIB

Kesehatan

7 Manfaat Rimpang untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya

Selasa, 3 Feb 2026 - 12:02 WIB