Waspada! Dampak Gadget terhadap Kesehatan Anak yang Sering Diabaikan

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Perkembangan teknologi bergerak sangat cepat. Kini, gadget seperti smartphone dan tablet menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun tumbuh bersama layar digital. Mereka menonton video di YouTube, bermain gim di Roblox, atau mengobrol lewat WhatsApp.

Sekilas, semua itu terlihat menyenangkan dan bahkan edukatif. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan berbagai risiko kesehatan yang sering kali luput dari perhatian orang tua.

Memang, banyak orang tua memberikan gadget agar anak lebih tenang atau tidak rewel. Selain itu, sebagian orang tua juga berharap anak bisa belajar mandiri melalui aplikasi digital. Akan tetapi, jika penggunaan gadget tidak terkontrol, dampaknya justru bisa mengganggu kesehatan fisik dan mental anak dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami secara mendalam bahaya anak main gadget untuk kesehatan.

1. Gangguan Kesehatan Mata

sumber foto: ipvisao.com.br

Pertama-tama, kita perlu membahas dampak yang paling sering terjadi, yaitu gangguan mata. Layar gadget memancarkan cahaya biru (blue light) yang dapat menyebabkan kelelahan mata. Ketika anak menatap layar terlalu lama, mereka cenderung jarang berkedip. Akibatnya, mata menjadi kering, perih, dan terasa berat.

Selain itu, paparan layar yang terus-menerus meningkatkan risiko miopia atau rabun jauh. Saat ini, dokter mata menemukan peningkatan kasus mata minus pada anak usia sekolah. Hal ini terjadi karena anak lebih sering melihat objek jarak dekat dan jarang bermain di luar ruangan.

Lebih jauh lagi, kebiasaan ini bisa memicu:

  • Pandangan kabur
  • Sakit kepala
  • Mata terasa panas
  • Sensitivitas terhadap cahaya

Jika kondisi ini berlangsung lama, gangguan mata bisa menetap hingga dewasa. Karena itu, orang tua perlu membatasi durasi penggunaan gadget sejak dini.

2. Gangguan Tidur yang Serius

Selanjutnya, penggunaan gadget juga mengganggu kualitas tidur anak. Banyak anak bermain gim atau menonton video sebelum tidur. Padahal, cahaya biru dari layar menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk.

Akibatnya, anak sulit tidur meskipun tubuhnya lelah. Bahkan, sebagian anak baru terlelap setelah larut malam. Kemudian, mereka bangun dalam keadaan lesu dan sulit berkonsentrasi di sekolah.

Dalam jangka pendek, kurang tidur membuat anak mudah marah dan sulit fokus. Sementara itu, dalam jangka panjang, pola tidur yang buruk bisa mengganggu sistem imun dan metabolisme tubuh.

Dengan kata lain, kebiasaan bermain gadget sebelum tidur bukan sekadar masalah kecil, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan anak.

3. Risiko Obesitas dan Kurang Aktivitas Fisik

Di sisi lain, penggunaan gadget berlebihan membuat anak semakin jarang bergerak. Mereka duduk berjam-jam sambil menatap layar. Bahkan, sebagian anak lebih memilih bermain gim daripada berlari di luar rumah.

Baca Juga :  7 Ramuan Alami untuk Detoks Ginjal

Akibatnya, aktivitas fisik menurun drastis. Padahal, tubuh anak membutuhkan gerakan aktif untuk mendukung pertumbuhan tulang dan otot. Selain itu, banyak anak ngemil saat bermain gadget. Kombinasi kurang gerak dan konsumsi makanan tinggi gula meningkatkan risiko obesitas.

Lebih lanjut, obesitas pada anak dapat memicu:

  • Diabetes tipe 2
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan jantung
  • Masalah sendi

Oleh sebab itu, orang tua perlu mengimbangi penggunaan gadget dengan aktivitas fisik yang cukup setiap hari.

4. Gangguan Postur dan Tulang Belakang

Tidak hanya berdampak pada berat badan, gadget juga memengaruhi postur tubuh anak. Biasanya, anak menunduk saat bermain. Posisi ini memberi tekanan besar pada leher dan tulang belakang.

Semakin lama anak membungkuk, semakin besar risiko munculnya masalah seperti:

  • Nyeri leher (text neck)
  • Sakit punggung
  • Bahu kaku
  • Gangguan postur permanen

Karena tulang anak masih dalam masa pertumbuhan, kebiasaan duduk dengan posisi salah bisa memengaruhi bentuk tulang belakang secara permanen. Maka dari itu, orang tua perlu mengingatkan anak untuk duduk tegak dan beristirahat secara berkala.

5. Gangguan Perkembangan Otak dan Konsentrasi

sumber foto: taniakidscenter.com

Selain berdampak pada fisik, gadget juga memengaruhi perkembangan otak. Pada usia dini, otak anak berkembang sangat pesat. Interaksi langsung, bermain kreatif, dan eksplorasi lingkungan membantu membentuk koneksi saraf yang kuat.

Namun, ketika anak terlalu sering bermain gadget, mereka menerima stimulasi instan. Video bergerak cepat dan gim dengan efek visual intens membuat otak terbiasa dengan rangsangan tinggi.

Akibatnya, anak:

  • Sulit fokus pada pelajaran
  • Mudah bosan
  • Tidak sabar
  • Kurang kreatif

Lebih jauh lagi, anak yang terbiasa dengan hiburan cepat cenderung kesulitan menyelesaikan tugas yang membutuhkan konsentrasi jangka panjang.

6. Gangguan Emosional dan Perilaku

Kemudian, kita juga perlu melihat dampak emosionalnya. Banyak orang tua mengeluhkan anak menjadi mudah marah saat gadget diambil. Bahkan, beberapa anak menunjukkan perilaku tantrum berlebihan.

Hal ini terjadi karena gadget merangsang pelepasan dopamin, hormon yang menimbulkan rasa senang. Ketika anak berhenti bermain, kadar dopamin menurun. Akibatnya, mereka merasa kesal dan gelisah.

Selain itu, paparan konten agresif dapat memengaruhi perilaku anak. Anak bisa meniru kata-kata kasar atau tindakan kekerasan yang mereka lihat.

Dengan demikian, penggunaan gadget yang tidak terkontrol berpotensi membentuk karakter anak secara negatif.

7. Menurunnya Kemampuan Sosial

Di samping itu, terlalu sering bermain gadget membuat anak jarang berinteraksi langsung dengan orang lain. Padahal, interaksi tatap muka membantu anak memahami ekspresi, empati, dan kerja sama.

Anak yang terlalu fokus pada dunia virtual cenderung:

  • Kurang percaya diri
  • Sulit berkomunikasi langsung
  • Tidak peka terhadap perasaan orang lain
  • Lebih nyaman menyendiri
Baca Juga :  Cara Mengatasi Jamur Kuku Secara Alami di Rumah

Seiring waktu, kemampuan sosial anak bisa terhambat. Padahal, keterampilan sosial sangat penting untuk kehidupan sekolah dan masa depan mereka.

8. Risiko Paparan Konten Berbahaya

Lebih lanjut, internet memberikan akses tanpa batas. Anak bisa dengan mudah membuka konten yang tidak sesuai usia. Platform seperti TikTok dan Instagram menyediakan beragam konten, baik positif maupun negatif.

Tanpa pengawasan, anak mungkin terpapar kekerasan, pornografi, atau informasi yang menyesatkan. Akibatnya, pola pikir dan perilaku mereka bisa berubah tanpa disadari orang tua.

Karena itu, pendampingan orang tua menjadi kunci utama dalam penggunaan gadget.

9. Kecanduan Digital

Selanjutnya, kita tidak bisa mengabaikan risiko kecanduan digital. Gim dan aplikasi dirancang untuk membuat pengguna betah. Sistem hadiah dan notifikasi mendorong anak untuk terus kembali bermain.

Jika dibiarkan, anak bisa:

  • Mengabaikan tugas sekolah
  • Menarik diri dari keluarga
  • Berbohong demi bermain lebih lama
  • Merasa gelisah tanpa gadget

Dalam kondisi ekstrem, kecanduan ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari anak secara signifikan.

10. Dampak pada Kesehatan Mental

Terakhir, penggunaan media sosial juga memengaruhi kesehatan mental. Anak sering membandingkan dirinya dengan orang lain yang terlihat sempurna di layar. Akibatnya, mereka merasa kurang percaya diri.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu:

  • Kecemasan
  • Perasaan rendah diri
  • Gangguan citra tubuh
  • Depresi ringan

Karena anak belum memiliki kematangan emosional yang cukup, mereka sulit menyaring informasi secara kritis.

Peran Orang Tua Sangat Menentukan

sumber foto: cussonskids.co.id

Meskipun demikian, gadget bukanlah musuh. Teknologi tetap bisa memberi manfaat jika digunakan dengan bijak. Oleh sebab itu, orang tua perlu menetapkan aturan yang jelas.

Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain:

  1. Batasi waktu penggunaan gadget setiap hari.
  2. Hindari gadget untuk anak di bawah 2 tahun.
  3. Dampingi anak saat mengakses internet.
  4. Terapkan aturan tanpa gadget sebelum tidur.
  5. Dorong anak bermain di luar rumah.
  6. Berikan contoh penggunaan gadget yang sehat.

Pada akhirnya, anak meniru kebiasaan orang tua. Jika orang tua mampu mengatur penggunaan gadget dengan bijak, anak pun akan belajar melakukan hal yang sama.

Secara keseluruhan, bahaya anak main gadget untuk kesehatan bukanlah isu sepele. Penggunaan berlebihan dapat mengganggu mata, tidur, postur tubuh, perkembangan otak, hingga kesehatan mental. Selain itu, anak juga berisiko mengalami obesitas, gangguan sosial, dan kecanduan digital.

Karena itu, orang tua perlu bertindak sejak sekarang. Batasi penggunaan gadget dan kembalikan keseimbangan antara dunia digital dan dunia nyata. Dengan begitu, anak dapat tumbuh sehat secara fisik, emosional, dan sosial.

Teknologi memang terus berkembang. Namun demikian, tanggung jawab kita sebagai orang tua tetap sama: menjaga masa depan anak agar tetap sehat dan bahagia. (rull)

Berita Terkait

Tak Sekadar Daun, Ini Manfaat Mengkudu bagi Kesehatan
Gendola Merah, Herbal Pendukung Pemulihan Radang Usus Buntu
Minum Air Es, Aman atau Berisiko? Ini Fakta Sebenarnya untuk Tubuh
Tak Banyak Dikenal, Ini Manfaat Bunga Kenop dan Cara Mengolahnya Secara Alami
Kenapa Kamu Gampang Capek? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tak Perlu Obat Mahal, Daun Ketepeng Cina Bisa Bantu Atasi Panu
Khasiat Tanaman Patah Tulang & Cara Menggunakannya dengan Aman
Apakah Banyak Mengonsumsi Telur Dapat Menyebabkan Bisulan?

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:24 WIB

Waspada! Dampak Gadget terhadap Kesehatan Anak yang Sering Diabaikan

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:02 WIB

Tak Sekadar Daun, Ini Manfaat Mengkudu bagi Kesehatan

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:02 WIB

Gendola Merah, Herbal Pendukung Pemulihan Radang Usus Buntu

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:02 WIB

Minum Air Es, Aman atau Berisiko? Ini Fakta Sebenarnya untuk Tubuh

Selasa, 17 Februari 2026 - 06:02 WIB

Tak Banyak Dikenal, Ini Manfaat Bunga Kenop dan Cara Mengolahnya Secara Alami

Berita Terbaru

Kesehatan

Tak Sekadar Daun, Ini Manfaat Mengkudu bagi Kesehatan

Jumat, 20 Feb 2026 - 15:02 WIB