Alamorganik.com-Hama tikus menjadi ancaman serius dalam budidaya padi. Banyak petani mengeluhkan serangan tikus yang datang tiba-tiba dan merusak tanaman dalam waktu singkat. Bahkan dalam satu malam, tikus mampu merobohkan puluhan rumpun padi, terutama saat tanaman memasuki fase bunting hingga menjelang panen.
Masalahnya, tikus tidak hanya menyerang batang padi. Hewan ini juga memotong akar, memakan malai, dan membuat tanaman mati sebelum menghasilkan gabah. Ketika petani membiarkan serangan ini tanpa penanganan tepat, hasil panen langsung menurun drastis dan sering berujung pada gagal panen.
Selama ini, sebagian petani masih mengandalkan racun kimia sebagai solusi cepat. Namun, penggunaan racun secara terus-menerus justru memunculkan masalah baru. Racun kimia mencemari tanah dan air sawah, membahayakan ternak, serta meningkatkan risiko kesehatan bagi manusia. Karena alasan itulah, pengendalian hama tikus menggunakan bahan alami menjadi pilihan yang lebih aman, murah, dan ramah lingkungan.
Mengapa Tikus Menjadi Hama yang Sangat Merugikan di Sawah?

Tikus sawah memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat cepat. Dalam kondisi lingkungan yang mendukung, seekor tikus betina mampu melahirkan beberapa kali dalam setahun. Akibatnya, populasi tikus meningkat pesat jika petani tidak segera melakukan pengendalian.
Selain itu, tikus bersifat nokturnal atau aktif pada malam hari. Saat petani beristirahat, tikus justru aktif mencari makan dan merusak tanaman padi. Kondisi ini membuat serangan tikus sering luput dari pengawasan.
Tidak hanya itu, tikus juga tergolong hewan yang cerdas. Mereka mengenali jalur aman, menghindari perangkap, dan cepat berpindah tempat ketika merasa terancam. Oleh karena itu, petani perlu menerapkan strategi pengendalian yang konsisten dan berkelanjutan.
Serangan tikus di sawah menimbulkan berbagai kerugian, antara lain:
- Tikus merusak batang dan akar tanaman padi
- Tanaman padi roboh dan akhirnya mati
- Jumlah malai yang terbentuk berkurang
- Kualitas dan kuantitas hasil panen menurun
Karena itu, petani sebaiknya melakukan pengendalian sejak dini sebelum populasi tikus berkembang semakin besar.
Keunggulan Mengendalikan Tikus Menggunakan Bahan Alami
Pengendalian tikus menggunakan bahan alami menawarkan banyak keunggulan dibandingkan racun kimia. Metode ini bekerja dengan cara mengusir dan mengganggu kenyamanan tikus, bukan membunuhnya secara langsung.
Berikut beberapa keunggulan bahan alami:
- Petani dapat menggunakannya dengan aman tanpa membahayakan manusia dan ternak
- Bahan alami tidak mencemari tanah maupun air sawah
- Petani bisa membuatnya dari bahan yang tersedia di sekitar lingkungan
- Biaya pembuatan jauh lebih murah dan terjangkau
- Lingkungan sawah tetap seimbang dan berkelanjutan
Dengan penggunaan rutin, bahan alami membantu petani menjaga kesehatan ekosistem sawah dalam jangka panjang.
Cara Mengatasi Hama Tikus di Sawah Menggunakan Bahan Alami
Berikut beberapa bahan alami yang terbukti efektif mengusir tikus sawah dan mudah diterapkan langsung oleh petani.
1. Menggunakan Daun Sirsak sebagai Pengusir Tikus
Daun sirsak mengandung senyawa alami dengan aroma menyengat yang sangat tidak disukai tikus. Aroma ini membuat tikus enggan mendekati area sawah.
Bahan:
- Daun sirsak segar secukupnya
- Air bersih
Langkah pembuatan:
- Petani mencuci daun sirsak hingga bersih.
- Petani meremas atau menumbuk daun sampai getahnya keluar.
- Petani merendam daun dalam air selama 12–24 jam.
- Petani menyaring air rendaman sebelum menggunakannya.
Cara penggunaan:
Siramkan air rendaman daun sirsak di sekitar pematang sawah, jalur tikus, dan lubang sarang. Lakukan penyiraman secara rutin sebanyak 2–3 kali seminggu.
2. Menggunakan Bawang Putih dan Cabai
Bawang putih dan cabai menghasilkan aroma tajam yang mengganggu penciuman tikus. Kombinasi ini membuat tikus enggan melintas di area sawah.
Bahan:
- 10 siung bawang putih
- 10 buah cabai rawit
- 1 liter air
Langkah pembuatan:
- Haluskan bawang putih dan cabai hingga lembut.
- Campurkan bahan halus dengan air dan aduk rata.
- Diamkan larutan selama 24 jam agar aromanya kuat.
- Saring larutan sebelum petani menggunakannya.
Cara penggunaan:
Semprotkan larutan ke pematang sawah, jalur tikus, dan area yang sering tikus lewati.
3. Menggunakan Daun Pepaya

Daun pepaya mengandung senyawa pahit yang membuat tikus merasa tidak nyaman dan menjauh dari sawah.
Bahan:
- Daun pepaya segar
- Air secukupnya
Langkah pembuatan:
- Cuci dan potong daun pepaya menjadi bagian kecil.
- Rebus daun pepaya selama 10–15 menit.
- Dinginkan rebusan lalu saring airnya.
Cara penggunaan:
Gunakan air rebusan untuk menyiram lubang tikus dan area di sekitarnya.
4. Menggunakan Kapur Barus (Kamper)
Kapur barus menghasilkan aroma menyengat yang tidak disukai tikus dan mudah petani aplikasikan.
Cara penggunaan:
- Masukkan kapur barus ke dalam botol plastik bekas.
- Lubangi botol dengan beberapa lubang kecil.
- Letakkan botol di pematang sawah dan dekat lubang tikus.
Aroma kapur barus akan menyebar perlahan dan membuat tikus menjauh.
5. Menggunakan Daun Mimba
Daun mimba terkenal sebagai pestisida nabati yang ampuh mengendalikan berbagai hama, termasuk tikus.
Bahan:
- Daun mimba segar
- Air
Langkah pembuatan:
- Haluskan daun mimba hingga lembut.
- Rendam daun halus dalam air selama 24 jam.
- Saring larutan sebelum digunakan.
Cara penggunaan:
Semprotkan larutan daun mimba ke jalur dan area yang sering tikus lewati.
6. Menggunakan Fermentasi Jerami Busuk
Bau hasil fermentasi jerami busuk sangat mengganggu penciuman tikus.
Bahan:
- Jerami busuk
- Air
- Ember
Langkah pembuatan:
- Rendam jerami busuk dalam ember berisi air.
- Diamkan selama 3–5 hari hingga tercium bau menyengat.
Cara penggunaan:
Siramkan air rendaman jerami di sekitar sarang dan jalur tikus.
Langkah Pendukung agar Pengendalian Tikus Lebih Efektif
Agar hasil pengendalian maksimal, petani perlu melakukan langkah pendukung berikut:
- Menutup lubang tikus setelah menyiram bahan pengusir.
- Membersihkan pematang sawah agar tikus kehilangan tempat persembunyian.
- Menanam padi secara serempak untuk mencegah perpindahan tikus.
- Memelihara predator alami seperti burung hantu dan ular sawah.
Waktu Terbaik Mengendalikan Tikus di Sawah

Petani sebaiknya mengendalikan tikus sejak awal musim tanam, saat tanaman mulai bunting, dan menjelang panen. Pengendalian sejak dini selalu memberikan hasil yang lebih efektif dibandingkan penanganan saat serangan sudah parah.
Hama tikus memang menjadi ancaman serius bagi tanaman padi. Namun, petani tidak perlu selalu bergantung pada racun kimia. Bahan alami seperti daun sirsak, bawang putih, cabai, daun pepaya, daun mimba, dan jerami busuk mampu mengusir tikus secara aman dan ramah lingkungan.
Dengan penerapan yang konsisten, kebersihan sawah yang terjaga, serta kerja sama antarpetani, pengendalian tikus dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Sawah pun tetap produktif tanpa merusak lingkungan (rull)









