JADAM: Teknologi Pertanian Organik Modern yang Murah, Sederhana, dan Ramah Lingkungan

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Pertanian modern saat ini menghadapi tantangan besar berupa ketergantungan terhadap bahan kimia seperti pupuk sintetis dan pestisida pabrikan. Meski hasilnya cepat terlihat, dampak jangka panjang dari bahan tersebut cukup serius: tanah menjadi keras, mikroorganisme alami mati, air tercemar dan hasil panen kehilangan nilai gizi alaminya.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, muncul berbagai konsep pertanian alami yang mengedepankan harmoni dengan alam, salah satunya adalah JADAM Organic Farming.

Orang Korea menciptakan istilah JADAM dari kata “Jayonul Damun Saramdeul,” yang berarti “orang-orang yang mencintai alam.” Youngsang Cho, seorang petani dan peneliti asal Korea Selatan, mengembangkan konsep ini dengan keyakinan bahwa alam sudah menyediakan semua yang dibutuhkan petani, asalkan manusia mau memahaminya.

Tujuan utama JADAM adalah mewujudkan pertanian organik yang murah, efisien, dan mandiri. Artinya, petani tidak perlu bergantung pada produk industri, melainkan mampu membuat semua kebutuhan pertanian sendiri dari bahan-bahan di sekitar mereka.

Pengertian dan Filosofi JADAM

Bubbles are very strong in the summer. The difference is not really the number of microbes, but rather the size of them.

Secara sederhana, JADAM adalah sistem pertanian alami yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal. Dalam sistem ini, petani membuat sendiri:

  • Mikroorganisme lokal (sebagai pengurai dan penyubur tanah),
  • Pestisida alami dari bahan herbal,
  • Pupuk cair alami,
  • Dan sabun perekat alami untuk pestisida.

Filosofi JADAM menekankan bahwa tanah adalah makhluk hidup. Tanah yang sehat bukan hanya terdiri dari mineral, tetapi juga dari kehidupan mikroba yang aktif. Oleh karena itu, menjaga populasi mikroorganisme di tanah menjadi kunci kesuburan dan produktivitas tanaman.

Petani menjaga ekosistem dan menghemat biaya produksi hingga 70% dibandingkan pertanian kimia dengan menerapkan cara ini.

Jenis-Jenis Produk JADAM dan Fungsinya

Sistem JADAM memiliki empat produk utama yang saling mendukung untuk menciptakan ekosistem pertanian alami yang seimbang.

a. JADAM Microbial Solution (JMS)

JMS adalah larutan mikroorganisme lokal hasil fermentasi bahan alami seperti kentang, air laut, dan tanah daun hutan. JMS berfungsi untuk memperbanyak mikroba baik dalam tanah, mempercepat penguraian bahan organik, dan meningkatkan kesuburan alami.

Baca Juga :  Pupuk Terbaik dari Tanaman itu Sendiri: Sayur Menyuburkan Sayur

b. JADAM Sulfur (JS)

JS adalah pestisida alami berbasis belerang yang digunakan untuk mengendalikan jamur, bakteri, dan beberapa jenis serangga kecil. JS terkenal ampuh melawan penyakit seperti antraknosa, busuk daun, dan jamur akar tanpa meninggalkan residu kimia.

c. JADAM Wetting Agent (JWA)

JWA merupakan sabun alami atau perekat organik yang dibuat dari minyak nabati dan abu dapur. Fungsinya agar pestisida herbal menempel lebih lama di daun dan efektif membasmi hama. Petani memanfaatkan JWA untuk membersihkan peralatan pertanian.

d. JADAM Herbal Solution (JHS)

JHS adalah larutan pestisida alami dari bahan herbal seperti daun pepaya, serai wangi, tembakau, atau bawang putih. Petani memfermentasikan bahan-bahan ini untuk menghasilkan cairan yang mampu mengusir ulat, kutu daun, dan trips tanpa merusak tanaman.

Cara Pembuatan Produk JADAM

jadam.kr Water starts to boil after about an hour.

Petani membuat produk JADAM dengan peralatan sederhana di rumah atau di kebun tanpa memerlukan alat khusus. Berikut ini beberapa contoh proses pembuatan utamanya:

A. Pembuatan JADAM Microbial Solution (JMS)

Bahan:

  • Kentang rebus 1 kg
  • Air bersih 20 liter
  • Air laut 2 liter (atau garam laut 30 gram)
  • Tanah daun hutan/lembab 500 gram

Langkah:

  1. Rebus kentang, haluskan, lalu campurkan ke dalam air bersih.
  2. Tambahkan air laut dan tanah daun hutan.
  3. Aduk rata dan tutup wadah menggunakan kain (agar udara tetap masuk).
  4. Fermentasi selama 2–3 hari hingga muncul busa putih dan aroma khas fermentasi.

Petani menyaring larutan, kemudian mengencerkannya dengan air (perbandingan 1:10) sebelum menyiramkannya ke tanah.

B. Pembuatan JADAM Sulfur (JS)

Bahan:

  • Belerang murni 1 kg
  • Kapur tohor 1 kg
  • Abu dapur 500 gram
  • Air bersih 20 liter

Langkah:

  1. Panaskan air dalam wadah logam.
  2. Petani menambahkan kapur tohor sedikit demi sedikit sambil mengaduk.
  3. Masukkan belerang hingga larut, lalu tambahkan abu dapur.
  4. Setelah berwarna kuning kecokelatan, biarkan dingin dan fermentasi 1–2 hari.
  5. Saring dan simpan dalam botol tertutup.

Gunakan dengan dosis 10–20 ml per liter air untuk penyemprotan daun dan batang.

Baca Juga :  JADAM Microbial Solution (JMS): Rahasia Petani Organik untuk Panen Melimpah Tanpa Bahan Kimia

Pembuatan JADAM Wetting Agent (JWA)

Bahan:

  • Minyak kelapa 1 liter
  • Air 2 liter
  • Abu dapur 200 gram

Langkah:

  1. Campurkan abu dengan air untuk membuat larutan alkali.
  2. Tuangkan minyak sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga terbentuk cairan sabun alami.
  3. Setelah semua bahan tercampur, petani mendiamkan larutan tersebut selama 5–7 hari hingga stabil.

Petani memanfaatkan JWA untuk merekatkan pestisida alami dan mengusir serangga kecil.

D. Pembuatan JADAM Herbal Solution (JHS)

Bahan:

  • Daun pepaya, serai wangi, tembakau, dan bawang putih (masing-masing 500 gram)
  • Gula merah 200 gram
  • Air bersih 5 liter

Langkah:

  1. Haluskan semua bahan dan masukkan ke wadah.
  2. Tambahkan larutan gula merah dan air.
  3. Tutup rapat dan fermentasikan 7–10 hari.
  4. Saring dan simpan cairan dalam botol gelap.

Petani mencampur JHS dan air dengan perbandingan 1:20 sebelum menyemprotkannya ke tanaman.

Keunggulan dan Manfaat Sistem JADAM

sumber foto: distan.bulelengkab.go.id
  1. Petani menekan biaya produksi dengan membuat produk JADAM yang jauh lebih murah dibandingkan membeli pupuk atau pestisida kimia.
  2. Ramah Lingkungan, Tidak meninggalkan residu kimia dan aman bagi serangga penyerbuk.
  3. Meningkatkan Kesehatan Tanah, Populasi mikroba alami meningkat, membuat tanah lebih subur dan gembur.
  4. Mandiri dan Berkelanjutan, Petani tidak tergantung pada pabrikan, bisa memproduksi sendiri sesuai kebutuhan.
  5. Tanaman Lebih Tahan Hama dan Penyakit, Penggunaan rutin JMS dan JHS meningkatkan daya tahan alami tanaman.

Sistem JADAM Organic Farming bukan hanya metode bertani, tetapi gerakan menuju kemandirian dan keselarasan dengan alam. JADAM mempraktikkan pertanian sehat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat dan menerapkan teknik sederhana tanpa memerlukan biaya mahal.

Melalui produk-produk seperti JMS, JS, JWA, dan JHS, petani dapat menghasilkan pangan yang lebih sehat, lahan yang lebih subur, dan lingkungan yang lebih lestari.

Di tengah modernisasi pertanian yang kian komersial, JADAM hadir sebagai pengingat bahwa kesederhanaan dan kearifan lokal justru adalah kekuatan sejati untuk menjaga masa depan pertanian yang berkelanjutan. (rull*)

Berita Terkait

Menjaga Cabai Tetap Sehat Secara Alami dengan Jadam Sulfur
JADAM Microbial Solution (JMS): Rahasia Petani Organik untuk Panen Melimpah Tanpa Bahan Kimia
Pupuk Terbaik dari Tanaman itu Sendiri: Sayur Menyuburkan Sayur
Sisa Tomat Jangan Dibuang, Ini Cara Buat Jadi Pupuk Organik Cair…
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix
Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit
Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

Berita Terkait

Kamis, 13 November 2025 - 22:02 WIB

Menjaga Cabai Tetap Sehat Secara Alami dengan Jadam Sulfur

Rabu, 12 November 2025 - 06:02 WIB

JADAM: Teknologi Pertanian Organik Modern yang Murah, Sederhana, dan Ramah Lingkungan

Senin, 10 November 2025 - 22:02 WIB

JADAM Microbial Solution (JMS): Rahasia Petani Organik untuk Panen Melimpah Tanpa Bahan Kimia

Selasa, 2 September 2025 - 07:28 WIB

Pupuk Terbaik dari Tanaman itu Sendiri: Sayur Menyuburkan Sayur

Kamis, 28 Agustus 2025 - 21:00 WIB

Sisa Tomat Jangan Dibuang, Ini Cara Buat Jadi Pupuk Organik Cair…

Berita Terbaru

Produk Organik

Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman

Sabtu, 29 Nov 2025 - 18:02 WIB

Jamu

Herbal untuk Mengatasi Pegal Linu

Jumat, 28 Nov 2025 - 22:42 WIB