Alamorganik.com-Metode pertanian akuaponik semakin menarik perhatian, terutama bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam di lahan terbatas. Sistem ini menggabungkan budidaya ikan dengan penanaman tanaman tanpa tanah dalam satu siklus yang saling menguntungkan. Karena itu, akuaponik sering dianggap sebagai solusi pertanian modern yang efisien dan ramah lingkungan.
Dalam praktiknya, ikan menghasilkan limbah alami dari sisa pakan dan kotoran. Selanjutnya, bakteri baik mengolah limbah tersebut menjadi nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Pada saat yang sama, tanaman menyerap nutrisi dan membantu menjaga kualitas air tetap bersih. Dengan cara ini, akuaponik membentuk ekosistem yang seimbang dan berkelanjutan.
Namun demikian, tidak semua tanaman dapat tumbuh optimal dalam sistem ini. Oleh karena itu, pemilihan jenis tanaman memegang peran penting agar akuaponik dapat berjalan stabil dan menghasilkan panen yang memuaskan.
Memahami Konsep Dasar Pertanian Akuaponik

Sebelum menentukan tanaman, Anda perlu memahami cara kerja sistem akuaponik secara sederhana. Akuaponik bekerja melalui hubungan timbal balik antara ikan, bakteri, dan tanaman.
Pertama, ikan menghasilkan sisa pakan dan kotoran yang mengandung amonia. Setelah itu, bakteri nitrifikasi mengubah amonia menjadi nitrit dan kemudian menjadi nitrat. Tanaman kemudian menyerap nitrat sebagai sumber nutrisi utama. Selanjutnya, air yang sudah tersaring kembali mengalir ke kolam ikan.
Karena proses ini berlangsung secara alami, akuaponik tidak membutuhkan pupuk kimia dalam jumlah besar. Selain itu, sistem ini juga menghemat penggunaan air dibandingkan pertanian konvensional.
Kriteria Tanaman yang Cocok untuk Sistem Akuaponik
Agar tanaman dapat tumbuh optimal dalam sistem akuaponik, Anda perlu memperhatikan beberapa kriteria penting berikut:
- Memiliki akar yang tidak terlalu besar
- Membutuhkan nutrisi ringan hingga sedang
- Tahan terhadap kondisi lembap
- Mampu beradaptasi dengan aliran air
Berdasarkan kriteria tersebut, tanaman daun menjadi pilihan utama. Meski begitu, beberapa tanaman herbal dan buah juga dapat tumbuh baik dengan perawatan tambahan.
Tanaman Daun yang Cocok untuk Akuaponik
1. Selada
Selada menjadi salah satu tanaman paling populer dalam sistem akuaponik. Tanaman ini tumbuh cepat dan hanya membutuhkan nutrisi dalam jumlah ringan. Selain itu, akar selada mudah beradaptasi dengan sistem air.
Dengan pencahayaan yang cukup, selada dapat dipanen dalam waktu sekitar 30–45 hari. Oleh sebab itu, banyak pemula memilih selada sebagai tanaman awal dalam akuaponik.
2. Kangkung

Kangkung dikenal sebagai tanaman yang sangat adaptif. Tanaman ini menyukai lingkungan basah dan nutrisi yang stabil, sehingga cocok untuk akuaponik.
Selain mudah dirawat, kangkung juga memiliki masa panen yang singkat. Dengan demikian, Anda dapat menikmati hasil panen lebih cepat dan berulang kali.
3. Bayam
Bayam juga tumbuh dengan baik dalam sistem akuaponik. Tanaman ini menyukai aliran air yang konsisten serta nutrisi yang seimbang.
Karena perawatannya relatif sederhana, bayam sering menjadi pilihan untuk akuaponik skala rumahan. Selain itu, bayam juga memiliki kandungan gizi yang tinggi.
4. Pakcoy
Pakcoy memiliki akar yang tidak terlalu dalam, sehingga cocok untuk sistem akuaponik. Tanaman ini juga cepat menyerap nutrisi dari air kolam ikan.
Jika Anda merawatnya dengan baik, pakcoy akan menghasilkan daun yang segar, hijau, dan renyah.
5. Sawi Hijau
Sawi hijau mampu beradaptasi dengan perubahan nutrisi dalam sistem akuaponik. Oleh karena itu, tanaman ini cocok untuk pemula.
Selain mudah tumbuh, sawi hijau juga memiliki nilai ekonomi yang cukup baik dan banyak diminati pasar.
6. Daun Mint
Daun mint menyukai lingkungan lembap dan nutrisi seimbang. Dalam sistem akuaponik, mint tumbuh subur dan menghasilkan aroma yang segar.
Selain dimanfaatkan sebagai minuman, mint juga sering digunakan sebagai bahan herbal dan kuliner.
7. Kemangi
Kemangi tumbuh cepat dan tidak membutuhkan nutrisi berat. Karena itu, tanaman ini sangat cocok untuk akuaponik.
Dengan pemangkasan rutin, Anda dapat memanen kemangi berkali-kali tanpa merusak tanaman utama.
8. Seledri
Seledri menyukai kondisi lembap dan aliran air yang stabil. Sistem akuaponik mampu menyediakan lingkungan tersebut secara konsisten.
Selain itu, Anda dapat memanen seledri secara bertahap tanpa mengganggu pertumbuhan selanjutnya.
9. Basil
Basil menjadi tanaman herbal favorit dalam akuaponik. Tanaman ini tumbuh optimal dengan nutrisi seimbang dan pencahayaan cukup.
Tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga, basil juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran.
Meskipun membutuhkan perawatan lebih intensif, beberapa tanaman buah tetap dapat tumbuh dengan baik dalam sistem akuaponik.
10. Tomat
Tomat dapat tumbuh dalam sistem akuaponik jika Anda menyediakan penyangga yang kuat. Tanaman ini membutuhkan nutrisi lebih tinggi dibandingkan tanaman daun.
Namun, dengan pengaturan nutrisi, cahaya, dan pemangkasan yang tepat, tomat dapat menghasilkan buah yang segar dan berkualitas.
11. Cabai

Cabai juga dapat dibudidayakan secara akuaponik. Tanaman ini membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah, tetapi hasilnya cukup menjanjikan.
Dengan perawatan rutin, cabai dapat berproduksi secara bertahap dalam jangka waktu panjang.
12. Mentimun
Mentimun tumbuh baik dalam sistem akuaponik skala menengah hingga besar. Tanaman ini memerlukan ruang rambat dan pasokan nutrisi yang cukup.
Jika Anda mengelolanya dengan baik, mentimun akan menghasilkan buah yang segar dan renyah.
Tanaman yang Kurang Cocok untuk Akuaponik
Tidak semua tanaman sesuai untuk sistem akuaponik. Beberapa jenis tanaman yang kurang direkomendasikan antara lain:
- Tanaman umbi besar seperti kentang dan singkong
- Tanaman berkayu
- Tanaman dengan kebutuhan nutrisi sangat tinggi
Tanaman tersebut lebih cocok ditanam di tanah karena membutuhkan ruang dan struktur media yang lebih kuat.
Tips Memilih Tanaman Akuaponik untuk Pemula
Agar sistem akuaponik berjalan lancar, Anda dapat menerapkan beberapa tips berikut:
- Mulai dari tanaman daun
- Pilih tanaman dengan masa panen cepat
- Jaga keseimbangan antara jumlah ikan dan tanaman
- Hindari menanam terlalu banyak jenis sekaligus
Dengan langkah ini, Anda dapat mengelola akuaponik secara lebih mudah dan stabil.
Pertanian akuaponik menawarkan cara bercocok tanam yang efisien, ramah lingkungan, dan hemat lahan. Dengan memilih jenis tanaman yang tepat, sistem akuaponik dapat menghasilkan panen yang melimpah dan berkelanjutan.
Tanaman daun seperti selada, kangkung, dan bayam sangat cocok untuk pemula. Sementara itu, tanaman herbal dan buah dapat dibudidayakan dengan perawatan tambahan. Dengan pemahaman yang baik dan perawatan konsisten, akuaponik dapat menjadi metode pertanian yang produktif sekaligus menyenangkan. (rull)









