Alamorganik.com-Banyak orang menganggap membunyikan leher sebagai kebiasaan sepele. Saat leher terasa kaku atau pegal, tangan secara refleks memutar kepala hingga terdengar bunyi “krek”. Setelah itu, rasa ringan dan lega langsung muncul. Karena efek instan inilah, banyak orang terus mengulangi kebiasaan tersebut tanpa memikirkan risikonya.
Padahal, di balik rasa nyaman sesaat itu, tersembunyi bahaya serius yang sering luput dari perhatian. Dalam kondisi tertentu, kebiasaan membunyikan leher secara sembarangan dapat mencederai pembuluh darah di area leher. Cedera ini bahkan dapat meningkatkan risiko stroke, terutama jika seseorang melakukannya terlalu sering atau dengan tekanan berlebihan.
Lantas, apakah membunyikan leher benar-benar bisa memicu stroke? Bagaimana prosesnya terjadi di dalam tubuh? Dan apa saja cara aman untuk mengatasi leher kaku tanpa risiko? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami.
Mengapa Banyak Orang Sering Membunyikan Leher?

Kebiasaan membunyikan leher biasanya muncul dari masalah sehari-hari. Duduk terlalu lama di depan komputer membuat leher kaku. Stres dan ketegangan otot juga menimbulkan rasa tidak nyaman. Akibatnya, banyak orang memilih memutar leher sebagai solusi cepat untuk meredakan pegal.
Selain itu, bunyi “krek” sering memberi kesan bahwa sendi atau otot kembali ke posisi semula. Banyak orang kemudian menganggap kebiasaan ini bermanfaat bagi tubuh. Rasa lega yang muncul setelahnya semakin memperkuat keyakinan tersebut.
Sayangnya, anggapan ini tidak sepenuhnya benar dan justru dapat menyesatkan.
Apa yang Terjadi Saat Anda Membunyikan Leher?
Ketika seseorang memutar leher hingga terdengar bunyi, tubuh sebenarnya mengalami perubahan tekanan di dalam sendi. Perubahan ini memicu pelepasan gas dari cairan sendi, lalu menghasilkan suara khas.
Masalah muncul saat seseorang memutar leher terlalu cepat, terlalu keras, atau dengan sudut yang tidak alami. Gerakan ekstrem tersebut memberi tekanan berlebih pada jaringan leher. Otot, ligamen, saraf, hingga pembuluh darah bisa ikut terdampak.
Leher berfungsi melindungi arteri vertebralis dan arteri karotis, dua pembuluh darah utama yang mengalirkan darah ke otak. Jika seseorang mencederai pembuluh darah ini, aliran darah ke otak dapat terganggu dan menimbulkan masalah serius.
Hubungan Membunyikan Leher dengan Risiko Stroke
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat atau ketika pembuluh darah di otak pecah. Salah satu penyebab stroke yang jarang disadari ialah diseksi arteri, yaitu robekan pada lapisan dalam pembuluh darah.
Gerakan memutar leher secara mendadak dapat memicu robekan kecil pada arteri leher. Setelah robekan muncul, darah bisa masuk ke dinding pembuluh dan membentuk gumpalan. Gumpalan ini kemudian berpotensi menyumbat aliran darah menuju otak.
Ketika aliran darah ke otak terganggu, risiko stroke pun meningkat. Kondisi ini terutama berbahaya bagi orang yang sudah memiliki faktor risiko tertentu.
Kelompok yang Lebih Berisiko Mengalami Stroke
Tidak semua orang langsung mengalami stroke akibat membunyikan leher. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi, antara lain:
- Orang yang sering membunyikan leher dengan gerakan kasar
- Individu dengan tekanan darah tinggi
- Penderita kelainan pembuluh darah bawaan
- Orang yang pernah mengalami cedera leher
- Mereka yang melakukan manipulasi leher tanpa pengawasan medis
Selain itu, usia muda tidak menjamin perlindungan. Beberapa laporan medis justru mencatat kasus stroke akibat diseksi arteri pada usia produktif.
Gejala Awal yang Perlu Anda Waspadai
Cedera pembuluh darah leher sering menimbulkan gejala ringan pada awalnya. Karena itu, banyak orang mengabaikannya. Padahal, tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal peringatan.
Beberapa gejala awal yang perlu Anda waspadai meliputi:
- Nyeri leher atau sakit kepala yang muncul tiba-tiba
- Pusing hebat tanpa penyebab jelas
- Pandangan kabur atau ganda
- Kesemutan atau mati rasa pada satu sisi tubuh
- Bicara pelo atau sulit berbicara
Jika gejala tersebut muncul setelah Anda membunyikan leher, segera cari pertolongan medis. Penanganan cepat dapat mencegah kerusakan otak yang lebih berat.
Mitos dan Fakta Seputar Membunyikan Leher
Banyak mitos beredar di masyarakat terkait kebiasaan ini. Agar tidak salah kaprah, mari kita luruskan faktanya.
Mitos: Bunyi “krek” menandakan sendi kembali normal
Fakta: Bunyi tersebut hanya berasal dari pelepasan gas di cairan sendi.
Mitos: Risiko hanya mengintai orang lanjut usia
Fakta: Orang muda juga dapat mengalami cedera pembuluh darah akibat gerakan leher ekstrem.
Mengapa Kebiasaan Ini Sulit Dihentikan?
Banyak orang merasa kecanduan membunyikan leher karena sensasi lega yang muncul setelahnya. Otak kemudian menghubungkan bunyi dan gerakan tersebut dengan rasa nyaman. Tanpa sadar, tubuh meminta pengulangan sensasi yang sama.
Kurangnya edukasi juga memperparah kondisi ini. Banyak orang menganggap kebiasaan tersebut aman karena tidak langsung menimbulkan rasa sakit. Akibatnya, leher terus dipaksa bergerak melampaui batas alaminya.
Jika seseorang terus mempertahankan kebiasaan ini, risiko cedera akan meningkat seiring waktu.
Cara Aman Mengatasi Leher Kaku Tanpa Membunyikannya

Anda sebenarnya tidak perlu membunyikan leher untuk meredakan pegal. Beberapa cara berikut jauh lebih aman dan efektif:
1. Lakukan Peregangan Perlahan
Gerakkan kepala secara perlahan ke depan, belakang, dan samping tanpa paksaan. Peregangan lembut membantu melonggarkan otot dan meningkatkan fleksibilitas.
2. Gunakan Kompres Hangat
Kompres hangat membantu melancarkan aliran darah dan mengendurkan otot yang tegang.
3. Perbaiki Postur Tubuh
Posisi duduk yang buruk sering menjadi penyebab utama leher kaku. Pastikan posisi kepala sejajar dengan bahu saat bekerja atau menggunakan ponsel.
4. Istirahat Secara Berkala
Jika Anda bekerja di depan layar, beri waktu istirahat setiap 30–60 menit untuk menggerakkan tubuh.
5. Konsultasi dengan Terapis Profesional
Jika leher sering terasa kaku atau nyeri, konsultasikan kondisi Anda dengan fisioterapis atau dokter.
Kapan Anda Perlu ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami:
- Nyeri leher yang tidak kunjung membaik
- Pusing atau sakit kepala hebat
- Kelemahan pada satu sisi tubuh
- Gangguan bicara atau penglihatan
Pemeriksaan dini membantu dokter mendeteksi gangguan pembuluh darah sebelum berkembang menjadi stroke.
Pentingnya Edukasi untuk Mencegah Stroke

Kesadaran masyarakat tentang bahaya membunyikan leher masih tergolong rendah. Banyak orang baru menyadari risikonya setelah mengalami masalah serius.
Oleh karena itu, edukasi memegang peran penting dalam pencegahan. Dengan memahami fungsi dan struktur leher, seseorang akan lebih berhati-hati dalam memperlakukan tubuhnya.
Tubuh tidak membutuhkan gerakan ekstrem untuk merasa nyaman. Justru, perawatan lembut dan konsisten membantu menjaga kesehatan jangka panjang.
Membunyikan leher memang terasa ringan dan menyenangkan dalam hitungan detik. Namun, kebiasaan ini menyimpan risiko serius yang tidak boleh Anda abaikan. Gerakan memutar leher secara kasar dapat mencederai pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke.
Alih-alih membunyikan leher, pilih cara aman seperti peregangan, kompres hangat, dan perbaikan postur tubuh. Dengan langkah sederhana ini, Anda dapat menjaga kenyamanan leher tanpa mempertaruhkan kesehatan otak.
Ingat, stroke bisa menyerang siapa saja. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Mulailah dari kebiasaan kecil, termasuk berhenti membunyikan leher secara sembarangan. (rull)









