Khasiat Tanaman Patah Tulang & Cara Menggunakannya dengan Aman

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Tanaman patah tulang sering tumbuh di pekarangan rumah sebagai pagar hidup. Banyak orang menanamnya karena perawatannya mudah dan bentuknya unik. Batangnya ramping, bercabang seperti pensil, dan berwarna hijau cerah. Meski tampil sederhana, tanaman ini menyimpan potensi besar untuk kesehatan.

Sebagian masyarakat mengenal tanaman ini dengan nama kayu urip atau pencil tree. Dalam dunia botani, orang menyebutnya Euphorbia tirucalli. Tanaman ini menghasilkan getah putih yang cukup kuat. Karena itu, Anda perlu memahami cara pengolahan yang benar sebelum memanfaatkannya.

Mengenal Karakter Tanaman Patah Tulang

sumber foto: pha-tad-ke.com

Tanaman patah tulang tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia. Ia tahan terhadap panas dan tidak membutuhkan banyak air. Anda bisa memperbanyaknya dengan mudah melalui stek batang. Dalam waktu singkat, batang yang Anda tancapkan ke tanah akan tumbuh dan bercabang.

Ciri-ciri utamanya meliputi:

  • Batang berbentuk silinder, ramping, dan beruas
  • Cabang tumbuh banyak dan menyerupai pensil
  • Hampir tidak memiliki daun
  • Mengeluarkan getah putih saat batang terluka
  • Tumbuh cepat dan mudah beradaptasi

Di balik tampilannya yang sederhana, tanaman ini mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan terpenoid. Senyawa-senyyawa tersebut berperan dalam membantu meredakan peradangan serta menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu.

Namun, Anda harus berhati-hati. Getahnya dapat memicu iritasi pada kulit sensitif jika Anda menggunakannya tanpa pengenceran.

Manfaat Tanaman Patah Tulang untuk Kesehatan

Sejak lama, masyarakat memanfaatkan tanaman patah tulang dalam pengobatan tradisional. Mereka menggunakannya terutama untuk pemakaian luar. Berikut beberapa manfaat yang sering mereka rasakan.

1. Meredakan Nyeri Sendi dan Pegal Otot

Banyak orang memanfaatkan getah tanaman patah tulang untuk membantu meredakan pegal dan nyeri sendi ringan. Kandungan antiinflamasi di dalamnya membantu tubuh mengurangi reaksi peradangan pada area tertentu.

Saat Anda mengoleskan getah yang sudah diencerkan ke bagian tubuh yang terasa nyeri, sensasi hangat biasanya muncul. Sensasi ini membantu melancarkan aliran darah di sekitar otot dan sendi. Aliran darah yang lebih baik mempercepat proses pemulihan jaringan.

Masyarakat pedesaan sering menggunakan cara ini setelah bekerja di kebun atau sawah seharian. Mereka merasakan tubuh lebih ringan dan tidak terlalu kaku keesokan harinya.

2. Mengatasi Kutil Secara Alami

Kutil sering muncul akibat infeksi virus pada lapisan kulit. Banyak orang mencari cara alami untuk menghilangkannya tanpa tindakan medis. Dalam praktik tradisional, masyarakat memanfaatkan getah tanaman patah tulang untuk membantu mengikis jaringan kutil.

Baca Juga :  Tak Sekadar Harum, Ini Manfaat Bunga Melati dan Cara Alami Mengolahnya

Getahnya bekerja dengan cara mengeringkan jaringan kulit yang menebal. Jika Anda mengoleskannya secara rutin dalam jumlah sangat kecil, kutil dapat mengecil secara bertahap.

Namun, Anda harus mengoleskan getah hanya pada bagian kutil. Hindari area kulit sehat karena getahnya cukup keras dan bisa menimbulkan rasa perih.

3. Membantu Mengurangi Bengkak Akibat Benturan

sumber foto: static.honestdocs.id

Saat Anda mengalami benturan ringan, tubuh sering merespons dengan pembengkakan. Tanaman patah tulang dapat membantu meredakan kondisi tersebut melalui kompres hangat dari air rebusannya.

Senyawa antiinflamasi di dalam batangnya membantu tubuh mengurangi pembengkakan secara alami. Banyak orang memilih metode rebusan karena lebih aman dibandingkan penggunaan getah langsung.

Dengan kompres hangat, Anda juga membantu melancarkan sirkulasi darah di area yang memar.

4. Mengatasi Masalah Kulit Ringan

Sebagian masyarakat memanfaatkan tanaman ini untuk membantu mengatasi kurap, gatal, atau infeksi kulit ringan. Kandungan antibakteri dan antijamur alaminya membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme di permukaan kulit.

Anda tetap perlu mengencerkan getah sebelum mengoleskannya. Jangan pernah mengaplikasikan getah murni langsung pada area luas. Gunakan dalam jumlah kecil dan lakukan uji coba terlebih dahulu pada bagian kulit yang tidak sensitif.

5. Membantu Meredakan Gangguan Pernapasan Ringan (Secara Tradisional)

Dalam beberapa tradisi herbal, masyarakat mengolah tanaman patah tulang menjadi ramuan yang sangat encer untuk membantu meredakan batuk ringan. Mereka menggunakan dosis yang sangat kecil dan biasanya mengikuti petunjuk dari ahli herbal berpengalaman.

Meski praktik ini ada, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi tanaman ini tanpa pendampingan ahli. Getahnya memiliki sifat toksik jika Anda gunakan secara sembarangan.

Cara Mengolah Tanaman Patah Tulang dengan Aman

Karena getahnya cukup kuat, Anda perlu mengikuti langkah pengolahan dengan teliti. Gunakan sarung tangan saat memotong batang untuk melindungi kulit.

Berikut beberapa metode pengolahan tradisional yang umum dilakukan masyarakat.

1. Ramuan Oles untuk Nyeri dan Pegal

Bahan:

  • 1 batang kecil tanaman patah tulang
  • 1–2 sendok makan air matang

Langkah:

  1. Cuci batang hingga bersih.
  2. Potong kecil dan ambil satu tetes getahnya.
  3. Campurkan getah dengan air matang.
  4. Aduk hingga tercampur rata.
  5. Oleskan tipis pada bagian tubuh yang terasa nyeri.
  6. Diamkan selama 10–15 menit.
  7. Bilas dengan air bersih.

Gunakan ramuan ini maksimal sekali sehari. Jika kulit terasa panas berlebihan atau muncul kemerahan, segera hentikan pemakaian.

Baca Juga :  7 Manfaat Rimpang untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya

2. Penggunaan untuk Kutil

  1. Bersihkan area kutil dengan air hangat.
  2. Keringkan dengan kain bersih.
  3. Ambil sedikit getah menggunakan cotton bud.
  4. Oleskan tepat pada permukaan kutil.
  5. Hindari kontak dengan kulit sehat.

Lakukan langkah ini sekali sehari. Amati reaksi kulit Anda. Jika muncul iritasi, hentikan penggunaan.

3. Air Rebusan untuk Kompres Bengkak

Bahan:

  • 2–3 batang muda
  • 2 gelas air

Langkah:

  1. Cuci batang hingga bersih.
  2. Rebus selama sekitar 10 menit.
  3. Biarkan air rebusan hingga hangat.
  4. Celupkan kain bersih ke dalam air.
  5. Tempelkan pada area bengkak selama 10–15 menit.

Metode ini relatif lebih aman karena Anda tidak menggunakan getah secara langsung.

Tips Aman Saat Menggunakan Tanaman Patah Tulang

Agar Anda tetap aman, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan sarung tangan saat memotong batang.
  • Hindari kontak getah dengan mata.
  • Jangan menelan getah mentah.
  • Lakukan uji tempel pada kulit sebelum penggunaan luas.
  • Jauhkan tanaman dari jangkauan anak-anak.
  • Hentikan pemakaian jika muncul iritasi.

Jika getah mengenai mata, segera bilas dengan air mengalir dan cari bantuan medis.

Apakah Tanaman Patah Tulang Aman untuk Dikonsumsi?

Beberapa penelitian awal menunjukkan potensi farmakologis dari senyawa dalam tanaman ini. Namun, para peneliti masih mempelajari efeknya pada manusia secara mendalam.

Karena itu, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi tanaman patah tulang tanpa arahan ahli. Fokuskan pemanfaatannya untuk penggunaan luar yang lebih aman.

Potensi dalam Dunia Penelitian Modern

sumber foto: gemini.google.com

Ilmuwan mulai meneliti kandungan antioksidan dan antibakteri dalam tanaman patah tulang. Mereka mengeksplorasi kemungkinan pengembangan obat berbasis senyawa alaminya.

Meski penelitian menunjukkan hasil awal yang menjanjikan, para ahli masih memerlukan uji klinis lanjutan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa tanaman sederhana di pekarangan rumah pun memiliki potensi besar jika Anda kelola dengan bijak.

Tanaman patah tulang bukan sekadar pagar hidup yang tumbuh tanpa perhatian. Ia menawarkan berbagai manfaat kesehatan, terutama untuk pemakaian luar seperti meredakan nyeri, membantu mengatasi kutil, mengurangi bengkak, dan menangani masalah kulit ringan.

Anda tetap harus berhati-hati saat menggunakannya. Getahnya cukup kuat dan bisa memicu iritasi jika Anda mengaplikasikannya secara langsung tanpa pengenceran.

Dengan pemahaman yang tepat dan langkah pengolahan yang benar, Anda dapat memanfaatkan tanaman patah tulang sebagai bagian dari pengobatan tradisional rumahan yang alami dan sederhana. (rull)

Berita Terkait

Tak Perlu Obat Mahal, Daun Ketepeng Cina Bisa Bantu Atasi Panu
Apakah Banyak Mengonsumsi Telur Dapat Menyebabkan Bisulan?
Jangan Dibuang, Ini Manfaat Kulit Delima untuk Kesehatan Tubuh
Kenapa Buah Delima Jadi Superfruit Favorit untuk Kesehatan Anda?
Daun Sendok: Herbal Alami dengan 7 Khasiat Luar Biasa untuk Tubuh
10 Manfaat Kitolod/Korejat yang Ampuh untuk Kesehatan
Rambut Jagung untuk Kesehatan Optimal: Tips Konsumsi dan Khasiatnya
Manfaat Tanaman Srikaya untuk Kesehatan: Khasiat dan Cara Penggunaannya

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:02 WIB

Tak Perlu Obat Mahal, Daun Ketepeng Cina Bisa Bantu Atasi Panu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:02 WIB

Khasiat Tanaman Patah Tulang & Cara Menggunakannya dengan Aman

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:02 WIB

Jangan Dibuang, Ini Manfaat Kulit Delima untuk Kesehatan Tubuh

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:02 WIB

Kenapa Buah Delima Jadi Superfruit Favorit untuk Kesehatan Anda?

Senin, 9 Februari 2026 - 22:02 WIB

Daun Sendok: Herbal Alami dengan 7 Khasiat Luar Biasa untuk Tubuh

Berita Terbaru

Kesehatan

Tak Perlu Obat Mahal, Daun Ketepeng Cina Bisa Bantu Atasi Panu

Minggu, 15 Feb 2026 - 06:02 WIB

Kesehatan

Khasiat Tanaman Patah Tulang & Cara Menggunakannya dengan Aman

Sabtu, 14 Feb 2026 - 22:02 WIB

Pertanian

Tips Simpel Menanam Kangkung dari Batang di Polybag

Sabtu, 14 Feb 2026 - 18:02 WIB

Jamu

Bunga Tapak Dara dan Khasiat Alaminya bagi Kesehatan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 12:02 WIB