Alamorganik.com-Kejang panas pada anak sering membuat orang tua panik. Tubuh si kecil tiba-tiba kaku, mata melotot, dan tidak merespons sekitar selama beberapa menit. Kondisi ini umumnya muncul ketika suhu tubuh anak meningkat secara cepat akibat demam tinggi. Dalam situasi genting seperti ini, banyak keluarga Indonesia masih memanfaatkan tanaman herbal sebagai langkah awal pertolongan, salah satunya lenglengan.
Masyarakat mengenal lenglengan sebagai tanaman liar yang tumbuh subur di pekarangan, ladang, dan tepi sawah. Dalam dunia botani, tanaman ini bernama Leucas zeylanica. Di beberapa daerah, orang juga menyebutnya ketumpang air, meski penamaannya berbeda-beda.
Mengenal Kejang Panas pada Anak

Sebelum memahami manfaat lenglengan, orang tua perlu mengenali kejang panas dengan baik.
Kejang panas atau febrile seizure biasanya menyerang anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang muncul saat suhu tubuh melonjak cepat, umumnya di atas 38°C. Walaupun tampak mengkhawatirkan, sebagian besar kejang panas tidak menyebabkan kerusakan otak dan hanya berlangsung kurang dari lima menit.
Meski demikian, orang tua tetap perlu bertindak cepat dan tepat. Dengan menurunkan suhu tubuh anak sesegera mungkin, risiko komplikasi dapat berkurang. Pada tahap inilah banyak keluarga menggunakan lenglengan sebagai pendamping pertolongan pertama.
Kandungan Aktif dalam Lenglengan
Lenglengan bukan tanaman liar tanpa manfaat. Pengalaman turun-temurun dan pengobatan tradisional menunjukkan bahwa daun lenglengan mengandung berbagai senyawa aktif, antara lain:
- Senyawa antiinflamasi alami
- Zat antipiretik yang membantu menurunkan panas
- Senyawa antispasmodik yang membantu meredakan kejang
- Antioksidan
Kombinasi kandungan tersebut membantu tubuh anak menurunkan demam sekaligus mengendurkan kontraksi otot saat kejang terjadi. Walaupun riset ilmiah modern masih terus berkembang, masyarakat Indonesia telah lama memanfaatkan lenglengan sebagai tanaman obat keluarga.
Manfaat Lenglengan untuk Mengatasi Kejang Panas
1. Membantu Menurunkan Suhu Tubuh
Manfaat utama lenglengan terletak pada kemampuannya membantu menurunkan demam. Banyak orang tua menggunakan daun lenglengan sebagai kompres alami.
Mereka menumbuk daun segar hingga halus, lalu membalurkannya ke dahi, dada, dan punggung anak. Sensasi dingin dari daun membantu tubuh melepaskan panas secara bertahap. Ketika suhu tubuh mulai stabil, risiko kejang berulang pun menurun.
2. Meredakan Ketegangan Otot
Saat kejang terjadi, otot anak mengalami kontraksi kuat. Kandungan antispasmodik dalam lenglengan membantu mengendurkan ketegangan otot tersebut.
Sebagian orang tua juga menggunakan air rebusan daun lenglengan untuk mengompres tangan dan kaki anak setelah kejang mereda. Cara ini membantu tubuh anak kembali rileks dan lebih nyaman.
3. Memberikan Efek Menenangkan
Selain menurunkan panas, lenglengan juga memberikan efek menenangkan ringan. Dalam praktik tradisional, orang tua sering menggunakan ramuan lenglengan setelah anak sadar untuk membantu proses pemulihan.
Efek relaksasi ini sangat penting karena anak biasanya tampak lemas dan bingung setelah kejang. Ketika tubuh lebih tenang, proses pemulihan berlangsung lebih cepat.
4. Membantu Mengurangi Peradangan
Demam sering muncul akibat infeksi atau peradangan ringan. Senyawa antiinflamasi dalam lenglengan membantu tubuh meredakan peradangan tersebut secara alami.
Walaupun lenglengan tidak menggantikan obat medis, tanaman ini dapat mendampingi proses pemulihan anak secara alami.
Cara Tradisional Menggunakan Lenglengan untuk Kejang Panas
Masyarakat telah lama menggunakan lenglengan dengan cara sederhana berikut:
1. Kompres Tumbukan Daun
Bahan:
- Segenggam daun lenglengan segar
- Sedikit air matang
Cara membuat:
- Cuci daun hingga bersih.
- Tumbuk daun sampai halus.
- Tambahkan sedikit air agar mudah dibalurkan.
Cara pakai:
Balurkan ramuan ke dahi, dada, dan punggung anak. Biarkan selama 15–20 menit.
2. Air Rebusan untuk Kompres

Bahan:
- 7–10 lembar daun lenglengan
- 2 gelas air
Cara membuat:
- Rebus daun hingga air tersisa sekitar satu gelas.
- Dinginkan hingga hangat kuku.
- Gunakan air rebusan untuk mengompres tubuh anak.
Metode ini membantu menurunkan panas secara perlahan dan lebih nyaman.
Pertolongan Pertama Saat Anak Mengalami Kejang Panas
Meskipun lenglengan dapat membantu, orang tua tetap harus melakukan langkah pertolongan pertama yang benar:
- Tetap tenang dan fokus.
- Baringkan anak di tempat datar.
- Miringkan tubuh anak untuk mencegah tersedak.
- Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak.
- Catat durasi kejang.
Jika kejang berlangsung lebih dari lima menit atau berulang dalam 24 jam, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat. Gunakan lenglengan sebagai pendamping, bukan pengganti penanganan medis.
Keamanan Penggunaan Lenglengan pada Anak
Secara tradisional, masyarakat menganggap lenglengan aman untuk pemakaian luar. Namun orang tua tetap perlu bersikap hati-hati.
Perhatikan hal berikut:
- Gunakan daun yang bersih dan bebas pestisida.
- Lakukan uji tempel pada kulit anak.
- Hindari pemberian secara oral tanpa konsultasi tenaga medis.
Setiap anak memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga kebijaksanaan orang tua sangat dibutuhkan.
Peran Pengobatan Tradisional dan Medis Modern
Indonesia memiliki kekayaan tanaman obat yang luar biasa. Pemanfaatan lenglengan mencerminkan kearifan lokal yang terus hidup hingga kini.
Namun, orang tua sebaiknya mengombinasikan pengobatan tradisional dengan medis modern. Konsultasikan dengan dokter jika:
- Anak mengalami kejang pertama kali.
- Kejang berlangsung lama.
- Anak memiliki riwayat gangguan saraf.
Pendekatan seimbang akan memberikan perlindungan terbaik bagi anak.
Upaya Mencegah Kejang Panas Sejak Dini

Selain menggunakan lenglengan, orang tua dapat melakukan langkah pencegahan berikut:
- Segera berikan obat penurun panas saat demam muncul.
- Pastikan anak minum cukup cairan.
- Kenakan pakaian tipis saat anak demam.
- Pantau suhu tubuh secara rutin.
Semakin cepat orang tua mengendalikan demam, semakin kecil risiko kejang panas terjadi.
Lenglengan atau Leucas zeylanica telah lama membantu masyarakat meredakan demam dan kejang panas pada anak. Kandungan antiinflamasi, antipiretik, dan antispasmodiknya menjadikan tanaman ini pilihan alami untuk pertolongan pertama.
Namun, keselamatan anak tetap menjadi prioritas utama. Orang tua perlu mengutamakan prosedur medis yang benar dan menggunakan lenglengan sebagai pendamping perawatan.
Dengan pemahaman yang tepat, orang tua dapat menjaga tradisi herbal keluarga sekaligus memastikan anak memperoleh penanganan terbaik saat menghadapi kejang panas. (rull)









