Alamorganik.com-Di tengah berbagai tantangan pertanian modern mulai dari tanah yang semakin miskin nutrisi hingga ketergantungan pada pupuk kimia petani kini mulai kembali mencari solusi alami. Mereka menyadari bahwa tanah yang sehat bukan hanya soal pupuk, tetapi soal kehidupan yang terkandung di dalamnya. Tanah butuh mikroorganisme, butuh keseimbangan, dan butuh sentuhan alami yang mampu menghidupkannya kembali.
Jakaba, atau Jamur Keabadian, kembali mendapatkan popularitas sebagai salah satu solusi alami. Banyak orang menyebutnya Jamur Keabadian karena Jakaba menunjukkan ketahanan luar biasa terhadap suhu tinggi, kekeringan, dan kondisi tanah yang buruk. Dengan kata lain, ia bisa bertahan di situasi apa pun, dan tetap memberikan manfaat bagi tanah.
Jakaba memanfaatkan berbagai bahan organik, dan akar bambu menjadi salah satu bahan yang paling efektif. Banyak orang mengabaikan bahan ini, padahal serabut akarnya menyimpan koloni mikroorganisme alami yang sangat aktif dan menguntungkan. Dari sinilah proses menarik tentang bagaimana akar bambu diolah menjadi pupuk hayati yang bermanfaat besar bagi tanah dan tanaman bermula. Metode ini membantu petani skala kecil hingga pekebun rumahan karena mudah dibuat dan sangat terjangkau.
Apa Itu Jakaba dan Mengapa Penting?
Jakaba sebenarnya adalah kultur mikroorganisme tanah, terutama dari kelompok Actinomycetes, yang memiliki kemampuan luar biasa dalam mengurai bahan organik. Di dalam dunia pertanian organik, Actinomycetes dianggap sebagai “prajurit tanah” karena mereka bisa:
- mengurai bahan organik lebih cepat,
- memperbaiki struktur tanah,
- menekan perkembangan patogen,
- dan membantu menciptakan ekosistem tanah yang stabil.
Tanah yang sehat tidak hanya subur, tetapi juga kaya akan kehidupan kecil yang tidak terlihat mata. Mikroba dalam Jakaba bekerja secara diam-diam, tetapi dampaknya nyata. Tanaman tumbuh lebih kuat, daun lebih hijau, akar lebih panjang, dan tanah terasa lebih “hidup”.
Mengapa Akar Bambu Menjadi Bahan Ideal untuk Membuat Jakaba?

Jika Anda pernah melihat rumpun bambu yang sudah tua, mungkin Anda memperhatikan bagian akar yang mulai melapuk. Pada bagian inilah mikroorganisme seperti jamur dan Actinomycetes hidup dengan sangat aktif. Struktur akar bambu yang berserat membuatnya menjadi tempat sempurna bagi mikroba untuk tumbuh, berkembang, dan melakukan proses penguraian alami.
Ada beberapa alasan mengapa akar bambu sangat cocok sebagai bahan dasar Jakaba:
1. Kaya Mikroorganisme Pengurai
Serabut akar bambu tua umumnya sudah ditumbuhi miselium putih seperti kapas. Inilah cikal bakal kultur Jakaba. Mikroorganisme ini berasal dari alam tanpa rekayasa, sehingga jauh lebih adaptif dengan tanah lokal.
2. Tekstur Mudah Ditembus Jamur
Setelah melapuk, akar bambu menjadi lembut dan mudah dihancurkan. Kondisi ini membuat mikroba bekerja lebih efektif.
3. Nutrisi Alami untuk Mikroorganisme
Bambu kaya selulosa dan mineral yang dibutuhkan mikroba tanah untuk berkembang.
4. Lebih Tahan Kontaminasi
Akar bambu mengandung senyawa tertentu yang mampu menekan bakteri merugikan. Ini membuat proses fermentasi Jakaba lebih stabil dan aman.
Karena semua keunggulan ini, penggunaan akar bambu sebagai bahan Jakaba menjadi pilihan ideal terutama bagi petani yang ingin menghasilkan pupuk hayati berkualitas tinggi dengan biaya sangat rendah.
Bahan yang Dibutuhkan
Untuk membuat Jakaba dari akar bambu, Anda hanya perlu mempersiapkan bahan sederhana, yaitu:
- Akar bambu tua yang sudah melapuk
- Dedak atau bekatul 1 kg
- Air bersih
- Ember atau baskom
- Plastik bening untuk fermentasi
- Pisau atau alat pemotong
Dengan biaya yang nyaris nol dan bahan yang mudah didapat, metode ini cocok untuk petani skala kecil hingga pekebun rumahan.
Cara Membuat Jakaba dari Akar Bambu :
1. Cari Akar Bambu yang Tepat
Pergilah ke rumpun bambu yang sudah berusia tua, biasanya lebih dari lima tahun. Pilih bagian akar yang sudah mulai melapuk dengan ciri:
- berwarna kecoklatan hingga keputihan,
- ada miselium putih seperti kapas,
- Akar bambu memiliki tekstur yang lembut dan mudah Anda cacah.
- aromanya segar seperti tanah basah.
Cukup bersihkan tanahnya, namun jangan mencuci terlalu bersih karena justru mikroba penting bisa hilang.
2. Siapkan Media Dedak

Dedak menjadi makanan utama bagi mikroorganisme dari akar bambu. Lembapkan 1 kg dedak dengan air sedikit demi sedikit hingga mencapai tekstur “gembur-basah”. Cara mengecek:
- genggam dedak,
- jika menggumpal namun tidak mengeluarkan air, berarti sudah pas.
3. Cacah dan Campurkan
Potong akar bambu kecil-kecil (2–3 cm) lalu campurkan ke dalam dedak. Aduk hingga merata. Biasanya serabut halus miselium akan langsung menempel pada dedak ini tanda proses berjalan dengan baik.
4. Fermentasi 10–14 Hari
Masukkan campuran ke dalam plastik bening atau wadah berventilasi. Penting:
- Jangan menutupnya rapat.
- simpan di tempat teduh,
- hindari sinar matahari langsung.
Dalam 3–7 hari, Anda akan melihat miselium putih mulai menyebar ke seluruh permukaan dedak. Setelah 10–14 hari, dedak akan berubah menjadi putih bersih seperti kapas. Aroma tanahnya akan terasa semakin kuat.
Jika muncul bau busuk, lendir, atau warna hitam, fermentasi gagal.
5. Jakaba Siap Digunakan
Setelah fermentasi sempurna, Anda bisa langsung menggunakan Jakaba sebagai:
- pupuk hayati,
- aktivator kompos,
- penyubur tanah,
- pembenah media tanam.
Anda dapat menyimpannya selama 1–2 bulan di tempat sejuk.
Manfaat Jakaba dari Akar Bambu bagi Tanah dan Tanaman
1. Menghidupkan Ekosistem Mikro Tanah
Mikroba dari akar bambu bekerja memperkaya tanah dengan mikroorganisme baik, mempercepat penguraian bahan organik, dan meningkatkan ketersediaan nutrisi. Tanah menjadi lebih hidup dan subur.
2. Memperbaiki Struktur Tanah
Jakaba membantu membuat tanah lebih gembur, lebih mudah diolah, dan lebih mampu menyimpan air. Kondisi ini sangat baik bagi pertumbuhan akar tanaman.
3. Menguatkan Daya Tahan Tanaman
Mikroorganisme dari bambu mampu menekan jamur patogen sehingga tanaman lebih kuat terhadap penyakit seperti:
- busuk akar,
- fusarium,
- jamur tanah,
- dan patogen tular tanah lainnya.
4. Meningkatkan Serapan Nutrisi
Mikroba dalam Jakaba membantu tanaman menyerap nitrogen, fosfor, dan kalium dengan lebih mudah. Tanaman tumbuh lebih cepat dan lebih sehat.
5. Mengurangi Ketergantungan Pupuk Kimia
Dengan penggunaan Jakaba secara rutin, petani bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 30–50%. Selain lebih hemat, tanah juga tidak cepat rusak.
6. Ramah Lingkungan
Karena berasal dari bahan alami, Jakaba tidak meninggalkan residu berbahaya dan aman untuk lingkungan.
Cara Penggunaan Jakaba

a. Pupuk dasar tanam
Taburkan 1–2 genggam ke lubang tanam sebelum menanam bibit.
b. Campuran pupuk kandang
Tambahkan Jakaba untuk mempercepat pengomposan.
c. Campuran media tanam
Campurkan ke tanah pot/polybag untuk menambah kesuburan.
d. Aktivator kompos
Taburkan pada tumpukan kompos agar cepat matang.
Pembuatan Jakaba dari akar bambu adalah cara sederhana dan murah untuk menghidupkan kembali tanah yang mulai lelah. Mikroorganisme alami dalam akar bambu memiliki kemampuan kuat untuk memperbaiki tanah, meningkatkan kesehatan tanaman, dan mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan.
Bahan yang mudah didapat, proses yang sederhana, dan manfaat yang besar membuat Jakaba bukan sekadar pupuk, tetapi agen kehidupan yang membantu tanah “bernapas” kembali. Ketika tanah kembali hidup, tanaman pun tumbuh lebih sehat, dan hasil panen meningkat tanpa harus mengorbankan lingkungan. (rull*)









