Alamorganik.com-Tanaman anting-anting atau akar kucing telah lama menjadi bagian dari pengobatan tradisional Indonesia. Masyarakat memanfaatkan tanaman ini sebagai herba alami untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, terutama masalah pendarahan dan pencernaan. Tanaman ini tumbuh liar di pekarangan, ladang, dan tepi jalan, sehingga mudah ditemukan dan dimanfaatkan.
Secara turun-temurun, warga menggunakan daun, batang, dan akar tanaman anting-anting sebagai ramuan herbal. Mereka merebus, mengeringkan, atau melumatkannya sesuai kebutuhan. Hingga kini, masyarakat masih mengandalkan tanaman ini karena sifatnya yang praktis dan mudah diolah.
Mengenal Tanaman Anting-anting (Akar Kucing)

Tanaman anting-anting memiliki batang lunak, daun kecil memanjang, serta bunga kecil yang menggantung menyerupai anting. Bentuk bunga inilah yang melahirkan nama “anting-anting”. Di beberapa daerah, masyarakat juga mengenalnya dengan sebutan akar kucing.
Tanaman ini tumbuh subur di wilayah tropis tanpa perawatan khusus. Banyak petani menganggapnya sebagai gulma. Namun, di balik kesederhanaannya, tanaman anting-anting menyimpan berbagai senyawa alami yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Masyarakat tradisional meyakini tanaman ini memiliki sifat astringen, antiinflamasi, dan penghenti pendarahan. Karena itu, mereka sering memanfaatkannya untuk mengatasi diare, disentri, batuk berdarah, hingga luka luar.
Kandungan Alami Tanaman Anting-anting
Tanaman anting-anting mengandung berbagai senyawa aktif alami yang berperan penting dalam pengobatan tradisional dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat, antara lain:
-
Tanin, yang berfungsi membantu menghentikan pendarahan, mengencangkan jaringan tubuh, serta mempercepat proses pemulihan luka
-
Flavonoid, yang berperan sebagai antioksidan alami untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas
-
Senyawa fenolik, yang membantu meredakan peradangan dan menjaga kesehatan jaringan tubuh
-
Zat antibakteri alami, yang bekerja menghambat pertumbuhan kuman dan bakteri penyebab infeksi
Kombinasi kandungan tersebut menjadikan tanaman anting-anting efektif untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, terutama masalah pencernaan, peradangan, serta pendarahan ringan secara alami.
Manfaat Tanaman Anting-anting untuk Kesehatan

1. Mengatasi Berak Darah, Mimisan, dan Batuk Berdarah
Masyarakat sering menggunakan tanaman anting-anting untuk menghentikan pendarahan dari dalam tubuh. Kondisi seperti berak darah, mimisan, dan batuk berdarah biasanya muncul akibat iritasi atau luka pada jaringan tubuh.
Tanaman anting-anting membantu mengecilkan pembuluh darah dan mempercepat proses pemulihan jaringan. Selain itu, sifat antiinflamasinya meredakan iritasi pada saluran pencernaan dan pernapasan.
Cara penggunaan:
- Cuci bersih 30–60 gram tanaman anting-anting segar
- Rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas
- Dinginkan dan saring
- Minum 2 kali sehari, pagi dan sore, masing-masing ½ gelas
2. Membantu Mengatasi Disentri
Disentri menyebabkan diare bercampur darah dan lendir serta nyeri perut. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat melemahkan tubuh. Dalam pengobatan tradisional, masyarakat menggunakan tanaman anting-anting kering untuk meredakan gejala tersebut.
Senyawa tanin dalam tanaman ini membantu mengurangi iritasi dinding usus dan menekan pertumbuhan bakteri penyebab disentri.
Cara penggunaan:
- Rebus 30–60 gram tanaman anting-anting kering dengan 2 gelas air
- Masak hingga tersisa 1 gelas
- Minum 2 kali sehari selama 5–10 hari
3. Meredakan Diare dan Muntah Darah
Tanaman anting-anting juga membantu meredakan diare dan muntah darah. Ramuan herbal ini menenangkan saluran pencernaan dan membantu menghentikan pendarahan ringan.
Cara penggunaan:
- Rebus 30–60 gram tanaman anting-anting kering
- Gunakan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas
- Minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas
Jika kondisi tidak membaik, penderita sebaiknya segera mencari bantuan medis.
4. Mengatasi Pendarahan dan Luka Bakar
Selain untuk penyakit dalam, masyarakat memanfaatkan tanaman anting-anting sebagai obat luar. Herba segarnya membantu menghentikan pendarahan dan mempercepat penyembuhan luka bakar ringan.
Tanaman ini bekerja dengan menutup luka, mengurangi peradangan, dan mencegah infeksi ringan.
Cara penggunaan:
- Ambil tanaman anting-anting segar
- Cuci hingga bersih
- Lumatkan sampai halus
- Campurkan dengan gula pasir secukupnya
- Tempelkan pada bagian luka
Cara Aman Menggunakan Tanaman Anting-anting
Agar manfaatnya optimal, pengguna perlu memperhatikan hal berikut:
- Gunakan dosis sesuai anjuran tradisional
- Pastikan tanaman bersih dan bebas pestisida
- Hindari penggunaan berlebihan
- Hentikan pemakaian jika muncul reaksi tidak nyaman
- Konsultasikan dengan tenaga medis bila perlu
Tanaman herbal sebaiknya berperan sebagai pendukung, bukan pengganti pengobatan medis.
Potensi Tanaman Anting-anting

Minat masyarakat terhadap pengobatan herbal terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan penggunaan bahan alami. Kondisi ini membuka peluang besar untuk mengembangkan tanaman anting-anting sebagai tanaman obat tradisional yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan bagi petani dan pelaku usaha herbal.
Melalui penelitian ilmiah yang lebih mendalam dan berkelanjutan, para ahli dapat memperkuat bukti mengenai khasiat, efektivitas, serta tingkat keamanannya sehingga tanaman ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan terstandar.
Tanaman anting-anting atau akar kucing merupakan warisan pengobatan tradisional yang memiliki banyak manfaat. Tanaman ini membantu mengatasi diare, disentri, pendarahan, dan luka luar secara alami.
Dengan penggunaan yang tepat dan bijak, tanaman anting-anting dapat menjadi solusi herbal yang mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (rull)









