Alamorgnik.com– Di sekitar kita, banyak tanaman yang selama ini hanya dikenal sebagai bahan pangan atau obat, namun sebenarnya menyimpan potensi besar untuk pertanian. Salah satu contohnya adalah daun kelor. Tanaman yang dijuluki “pohon kehidupan” ini hampir semua bagiannya memiliki manfaat. Tidak hanya bermanfaat bagi manusia, daun kelor juga bisa dimanfaatkan sebagai Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami untuk tanaman.
Selain itu, dalam pertanian organik dan alami, ZPT dari daun kelor semakin populer karena mampu merangsang pertumbuhan tanaman secara alami, aman, dan ramah lingkungan. Lebih menariknya, proses pembuatannya relatif sederhana, tidak hanya tidak membutuhkan bahan mahal, tetapi juga bisa dilakukan sendiri oleh petani maupun pekebun rumahan.
Apa Itu ZPT dari Daun Kelor?
ZPT dari daun kelor merupakan larutan alami hasil ekstraksi dan fermentasi daun kelor. Larutan ini kaya hormon tumbuh alami, terutama sitokinin, yang memiliki peran penting untuk:
- Mempercepat pembelahan sel
- Merangsang pertumbuhan tunas baru
- Menunda penuaan daun
- Meningkatkan ketahanan tanaman
Berbeda dengan ZPT sintetis, ZPT dari daun kelor tidak meninggalkan residu berbahaya dan aman digunakan secara jangka panjang. Dengan demikian, tanaman mendapatkan pertumbuhan optimal tanpa risiko polusi kimia.
Mengapa Daun Kelor Cocok Dijadikan ZPT Alami?

Daun kelor memiliki kandungan nutrisi dan hormon alami yang lengkap. Beberapa alasan utama mengapa daun kelor sangat efektif sebagai ZPT alami antara lain:
- Kaya Sitokinin Alami
Sitokinin mempercepat pembelahan sel dan pertumbuhan tunas baru sehingga tanaman lebih cepat rimbun. - Vitamin dan Mineral Tinggi
Kandungan kalsium, magnesium, kalium, dan zat besi mendukung metabolisme tanaman, serta membantu pertumbuhan sehat dan kuat. - Antioksidan Alami
Antioksidan melindungi tanaman dari stres lingkungan seperti panas, kekeringan, dan serangan hama. - Mudah Didapat dan Cepat Tumbuh
Kelor mudah ditanam, panen bisa dilakukan berkali-kali, sehingga tersedia sepanjang tahun. Hal ini memudahkan petani untuk selalu memiliki bahan baku ZPT.
Manfaat Penggunaan ZPT Daun Kelor dalam Pertanian
Dengan menggunakan ZPT dari daun kelor, tanaman dan lingkungan mendapatkan banyak keuntungan, antara lain:
- Mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga produktivitas meningkat
- Meningkatkan jumlah tunas dan cabang baru, membuat tanaman lebih rimbun
- Menyuburkan tanaman secara alami, tanpa residu kimia
- Mengurangi ketergantungan pada ZPT sintetis
- Mendukung praktik pertanian organik dan berkelanjutan
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Bahan Utama
- Daun kelor segar
- Gula merah / gula aren / molase
- Air bersih (air hujan atau air sumur tanpa kaporit)
Bahan Tambahan (Opsional)
- Air cucian beras
- Nasi basi
- EM4 (opsional, dapat mempercepat fermentasi)
Alat
- Ember atau jerigen plastik
- Pisau atau gunting
- Blender atau alat tumbuk
- Tongkat pengaduk kayu
- Kain atau saringan halus
- Penutup wadah (tidak rapat)
Langkah-Langkah Pembuatan ZPT dari Daun Kelor

1. Pemilihan Daun Kelor
Pertama, pilih daun kelor muda dan segar, berwarna hijau cerah, dan belum terlalu keras. Hindari daun yang menguning atau rusak karena kandungan hormon alami berkurang.
2. Pencucian Daun
Kemudian, cuci daun kelor hingga bersih menggunakan air mengalir. Proses ini penting agar fermentasi berjalan lancar dan larutan ZPT tetap murni dari kotoran atau bakteri.
3. Penghalusan Daun
Selanjutnya, haluskan daun kelor menggunakan blender atau ditumbuk manual. Penghalusan membantu:
- Mengeluarkan hormon sitokinin alami
- Mempermudah proses fermentasi
- Memaksimalkan ekstraksi nutrisi
4. Persiapan Larutan Gula
Larutkan 200–300 gram gula merah atau gula aren dengan sedikit air hangat. Gula berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi.
5. Pencampuran Bahan
Masukkan daun kelor yang sudah dihaluskan ke dalam wadah, lalu tambahkan:
- 5–10 liter air bersih
- Larutan gula
Aduk hingga semua bahan tercampur merata.
6. Proses Fermentasi
Tutup wadah longgar dan simpan di tempat teduh, jauh dari sinar matahari langsung. Biarkan fermentasi berlangsung selama 7–14 hari. Selama proses fermentasi:
- Akan muncul gelembung gas
- Aroma berubah menjadi asam segar
- Warna larutan menjadi hijau kecokelatan
Aduk larutan setiap 1–2 hari agar fermentasi merata dan bau busuk tidak muncul.
7. Penyaringan ZPT
Setelah fermentasi selesai, saring larutan menggunakan kain atau saringan halus. Ampas sisa fermentasi dapat digunakan sebagai campuran kompos atau pupuk organik padat. Larutan hasil saringan inilah yang disebut ZPT daun kelor.
8. Penyimpanan
Simpan ZPT dalam botol atau jerigen plastik, tutup longgar, dan simpan di tempat teduh. ZPT dapat digunakan hingga 3–6 bulan jika disimpan dengan baik.
Cara Penggunaan ZPT Daun Kelor
1. Perendaman Benih
- Campurkan 5–10 ml ZPT ke dalam 1 liter air
- Rendam benih selama 6–12 jam
- Benih akan berkecambah lebih cepat dan seragam
2. Merangsang Tunas dan Cabang
- Campurkan 10–20 ml ZPT per liter air
- Semprotkan pada tanaman
- Tunas dan cabang baru tumbuh lebih cepat
3. Penyemprotan Daun
- Campurkan 5–10 ml ZPT ke dalam 1 liter air
- Semprotkan pada pagi atau sore hari untuk menjaga daun tetap segar
4. Bibit Pindah Tanam
- Siram larutan ZPT di sekitar perakaran
- Bibit lebih cepat beradaptasi dan tidak mudah layu
Manfaat ZPT dari Daun Kelor bagi Tanaman
Menggunakan ZPT dari daun kelor membawa banyak keuntungan bagi pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Berikut manfaat utamanya:
1. Merangsang Pertumbuhan Tunas dan Cabang
Sitokinin alami dalam ZPT daun kelor membantu tanaman membentuk tunas baru lebih cepat. Akibatnya, tanaman menjadi lebih rimbun, cabang lebih banyak, dan pertumbuhan lebih seimbang. Selain itu, tunas yang muncul lebih kuat dan sehat, sehingga produktivitas tanaman meningkat.
2. Mempercepat Pembelahan Sel
ZPT dari daun kelor mempercepat proses pembelahan sel tanaman. Dengan pembelahan sel yang lebih efisien, batang, daun, dan akar tumbuh lebih cepat dan kokoh. Hal ini membuat tanaman lebih tahan terhadap tekanan lingkungan, seperti cuaca ekstrem atau perubahan lahan tanam.
3. Menunda Penuaan Daun
Penggunaan ZPT daun kelor membuat daun tetap hijau lebih lama. Dengan daun yang sehat dan aktif melakukan fotosintesis, tanaman mendapatkan energi optimal untuk pertumbuhan dan pembentukan bunga atau buah. Oleh karena itu, hasil panen menjadi lebih baik dan tanaman lebih produktif.
4. Meningkatkan Ketahanan Tanaman
ZPT daun kelor membantu tanaman menghadapi stres lingkungan, seperti kekeringan, panas berlebih, atau serangan hama ringan. Tanaman yang diberi ZPT lebih kuat, tidak mudah layu, dan lebih cepat pulih setelah terkena tekanan lingkungan.
5. Memperbaiki Kualitas Pertumbuhan
Selain mempercepat pertumbuhan, ZPT daun kelor membuat pertumbuhan tanaman lebih seimbang. Batang lebih kokoh, daun lebih lebar, dan akar lebih kuat. Dengan demikian, struktur tanaman menjadi lebih stabil dan hasil panen lebih optimal.
6. Aman dan Ramah Lingkungan
ZPT daun kelor merupakan produk organik, sehingga tidak meninggalkan residu kimia pada tanah atau tanaman. Hal ini membuatnya aman untuk tanaman, lingkungan, dan manusia. Dengan rutin menggunakan ZPT alami, petani dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis.
Tanaman yang Cocok Menggunakan ZPT Daun Kelor
- Cabai, tomat, terong
- Padi, jagung
- Sayuran daun
- Tanaman buah
- Tanaman hias
- Tanaman perkebunan
Tips Agar ZPT Daun Kelor Berhasil

- Gunakan daun kelor muda dan segar
- Gunakan air bersih tanpa kaporit
- Jangan menutup wadah terlalu rapat
- Pastikan aroma fermentasi asam segar
- Gunakan dosis sesuai anjuran
ZPT dari daun kelor adalah solusi alami, efektif, murah, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Dengan penggunaan rutin dan tepat, ZPT daun kelor merangsang pertumbuhan tunas, memperkuat tanaman, dan menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan. Petani dapat menerapkan metode ini secara efektif dalam pertanian organik maupun alami. (rull)









