Alamorganik.com-Tomat adalah salah satu komoditas hortikultura yang paling sering dibudidayakan di Indonesia. Selain rasanya yang segar dan mudah diolah, tomat memiliki nilai ekonomi yang stabil sehingga banyak petani memilihnya sebagai sumber pendapatan. Namun, di balik potensi tersebut, tomat juga memiliki “harga” yang harus dibayar: tanaman ini tergolong sensitif dan mudah terserang penyakit.
Mulai dari jamur, bakteri, hingga virus semua bisa menyerang kapan saja, terutama ketika kondisi lingkungan tidak ideal. Dampaknya pun bisa serius, mulai dari produksi menurun hingga gagal panen total. Karena itu, memahami penyakit utama pada tomat beserta cara mengatasinya adalah kunci agar tanaman tetap sehat dan produktif sepanjang musim.
1. Layu Fusarium (Fusarium Wilt)
Gejala
- Daun bagian bawah menguning
- Tanaman tampak layu meski tanah masih lembap
- Bila batang dibelah, tampak pembuluh berwarna cokelat gelap
Penyakit ini disebabkan jamur Fusarium oxysporum yang menyerang akar dan menghambat aliran air ke bagian atas tanaman. Jika tidak cepat ditangani, tanaman perlahan mati.
Cara Mengatasi
- Gunakan bibit tahan fusarium
- Rotasi tanaman minimal 2–3 musim
- Bersihkan sisa tanaman terinfeksi dan bakar
- Aplikasikan Trichoderma sebagai agen hayati
- Hindari penyiraman berlebihan
2. Busuk Pangkal Batang (Sclerotium rolfsii)

Gejala
- Pangkal batang membusuk dan lembek
- Muncul miselium putih seperti kapas di tanah
- Tanaman tiba-tiba rebah
Penyakit ini biasanya muncul saat musim hujan atau tanah terlalu basah.
Cara Mengatasi
- Tinggikan bedengan dan pastikan drainase baik
- Taburkan dolomit untuk menekan keasaman
- Gunakan fungisida nabati (ekstrak bawang putih/jahe)
- Gunakan mulsa untuk mengurangi percikan air
3. Busuk Daun (Late Blight – Phytophthora infestans)
Gejala
- Bercak cokelat kehitaman pada daun
- Terdapat spora putih di bagian bawah daun
- Buah ikut terinfeksi dengan bercak keras
Penyakit ini cepat menyebar saat udara lembap dan suhu rendah.
Cara Mengatasi
- Hindari penyiraman sore hari
- Buang dan musnahkan daun terinfeksi
- Gunakan POC sereh, bawang putih, atau mimba
- Pada kasus parah, gunakan fungisida berbahan mankozeb sesuai dosis
4. Bercak Daun Septoria (Septoria lycopersici)
Gejala
- Bercak kecil bulat dengan titik hitam
- Daun menguning dan rontok
- Biasanya menyerang daun bawah lebih dulu
Cara Mengatasi
- Jaga jarak tanam agar sirkulasi udara baik
- Kurangi kelembapan berlebih
- Aplikasikan ekstrak kunyit atau serai
- Gunakan mulsa untuk menghindari percikan tanah
5. Penyakit Mosaik (TMV – Tobacco Mosaic Virus)
Gejala
- Daun belang kuning-hijau seperti motif batik
- Tanaman kerdil
- Buah kecil dan tidak sempurna
Penyakit virus tidak bisa disembuhkan. Pencegahan adalah kuncinya.
Cara Mengatasi
- Gunakan bibit bebas virus
- Cuci tangan dan alat sebelum menyentuh tanaman
- Kendalikan kutu daun dan thrips
- Musnahkan tanaman yang terinfeksi berat
6. Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)
Gejala
- Tanaman mendadak layu meski air cukup
- Bila batang dipotong, muncul lendir putih
- Penyakit menyebar cepat pada musim panas
Cara Mengatasi
- Hindari menanam tomat di lahan sama berturut-turut
- Lakukan solarization (pemanasan tanah dengan plastik bening)
- Gunakan varietas tahan bakteri
- Aplikasikan agen hayati seperti Bacillus subtilis
7. Busuk Buah (Anthracnose – Colletotrichum spp.)
Gejala
- Bercak kecil pada buah yang berubah menjadi cekungan
- Buah busuk dan tidak layak jual
- Lebih sering menyerang buah matang
Cara Mengatasi
- Hindari buah menyentuh tanah
- Gunakan mulsa plastik atau jerami
- Panen secara teratur
- Gunakan fungisida nabati seperti bawang putih atau neem oil
Faktor Penyebab Penyakit pada Tomat

Sebagian besar penyakit disebabkan kombinasi beberapa faktor berikut:
1. Kelembapan Tinggi
Daun basah dan udara lembap menciptakan kondisi ideal bagi jamur.
2. Sanitasi Lahan Buruk
Sisa tanaman sakit menjadi tempat patogen bertahan.
3. Bibit Tidak Tahan Penyakit
Bibit lemah sangat mudah terinfeksi sejak dini.
Strategi Pencegahan Paling Ampuh
Pencegahan jauh lebih mudah dan murah daripada pengobatan. Berikut langkah-langkah yang sangat efektif diterapkan:
1. Pilih Bibit Unggul dan Sehat
Gunakan benih tersertifikasi untuk meminimalkan risiko penyakit.
2. Gunakan Mulsa
Mulsa menjaga kelembapan stabil dan mencegah percikan tanah ke daun.
3. Rotasi Tanaman
Jangan menanam tomat, cabai, terong, dan kentang di lahan yang sama terus-menerus.
4. Atur Jarak Tanam
Sirkulasi udara yang baik mengurangi potensi pertumbuhan jamur.
5. Penyiraman Tepat
Lebih baik menggunakan irigasi tetes dan hindari menyiram daun.
6. Gunakan Agen Hayati
Trichoderma dan Bacillus sangat efektif menekan patogen tanah.
7. Sanitasi Lahan
Buang daun sakit, bersihkan gulma, dan jaga area tetap kering.
Studi Kasus: Desa Pujon, Batu
Pada satu musim, petani di Desa Pujon mengalami serangan late blight yang cukup berat akibat cuaca lembap berkepanjangan. Sekitar 60% tanaman menunjukkan bercak hitam pada daun.
Langkah Penanganan yang Dilakukan
- Memotong dan membakar daun yang terinfeksi parah
- Memasang mulsa baru
- Mengganti penyiraman menjadi irigasi tetes
- Menyemprot fungisida nabati sereh dan bawang putih setiap 5 hari
- Mengaplikasikan fungisida kimia dosis rendah pada minggu kedua

Hasilnya
- Penyakit berhenti menyebar
- Tanaman tumbuh tunas baru
- Sekitar 70% produksi berhasil diselamatkan
Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi metode organik dan kimia yang bijak dapat menyelamatkan panen tanpa harus menunggu kerusakan lebih parah.
Penyakit pada tanaman tomat bisa disebabkan jamur, bakteri, atau virus. Namun, dengan pemahaman yang baik mengenai gejala, cara mencegah, dan langkah penanganannya, petani bisa meminimalkan kerugian secara signifikan.
Kunci keberhasilan budidaya tomat terletak pada:
- sanitasi lahan yang baik,
- pemilihan bibit unggul,
- rotasi tanaman,
- jarak tanam ideal, dan
- pemantauan rutin.
Dengan manajemen yang tepat, tanaman tomat akan tumbuh sehat dan produktif sepanjang musim. (rull*)









