Tanaman terong menjadi salah satu sayuran favorit di banyak kebun rumah maupun pertanian skala kecil. Warnanya yang ungu pekat dan rasa yang lezat membuat terong digemari sebagai bahan masakan sehari-hari. Namun, dibalik daun hijau dan buah yang segar, tanaman terong rentan terhadap berbagai penyakit yang bisa mengurangi hasil panen hingga merugikan petani.
Mengapa Terong Rentan Terkena Penyakit?
Tanaman terong termasuk jenis sayuran yang membutuhkan perhatian khusus. Beberapa faktor membuatnya rentan terserang penyakit:
- Kelembapan tinggi: Terong mudah diserang jamur jika kelembapan tanah dan udara tinggi.
- Sirkulasi udara buruk: Tanaman yang rapat meningkatkan risiko penyakit daun.
- Tanah kurang subur atau drainase buruk: Akar lebih mudah membusuk.
- Serangga penghisap: Seperti kutu daun, bisa menjadi vektor virus.
Memahami kondisi lingkungan ini membantu petani lebih waspada dan melakukan pencegahan sejak dini.
Penyakit Jamur pada Terong
Penyakit jamur adalah yang paling sering menyerang terong. Jamur tumbuh subur di tanah lembap, daun basah, dan sirkulasi udara buruk.
A. Layu Fusarium (Fusarium Wilt)

Gejala:
- Daun menguning dari pangkal ke atas
- Batang terlihat cokelat di bagian bawah
- Tanaman layu di siang hari dan sedikit pulih di malam hari
Penyebab: Jamur Fusarium oxysporum menyerang akar dan sistem vaskuler tanaman.
Cara mengatasi:
- Gunakan bibit terong tahan penyakit
- Rotasi tanaman: jangan menanam terong di lahan yang sama berturut-turut
- Buang tanaman yang sudah terinfeksi untuk mencegah penyebaran
B. Embun Tepung (Powdery Mildew)
Gejala:
- Daun, batang, dan bunga muncul lapisan putih seperti tepung
- Pertumbuhan tanaman melambat
Penyebab: Jamur Erysiphales, berkembang di kelembapan sedang dan kurang sinar matahari.
Cara mengatasi:
- Pangkas daun yang terlalu rapat agar sirkulasi udara baik
- Semprot larutan tembaga atau sabun insektisida alami
- Pastikan tanaman terkena sinar matahari cukup
C. Busuk Batang dan Buah (Phomopsis Blight)
Gejala:
- Batang dan cabang menghitam dan kering
- Buah muncul bercak cokelat, lama-lama busuk
- Tanaman layu perlahan
Cara mengatasi:
- Gunakan bibit sehat dan steril
- Jaga jarak tanam cukup agar udara sirkulasi baik
- Pangkas bagian tanaman yang terinfeksi
Penyakit Bakteri pada Terong
Bakteri bisa menyerang daun, batang, dan buah, menyebabkan bercak dan kerusakan serius.
A. Bercak Daun Bakteri
Gejala:
- Timbul bintik kecil cokelat atau hitam pada daun
- Daun mudah gugur jika infeksi parah
Penyebab: Bakteri Xanthomonas atau Pseudomonas.
Cara mengatasi:
- Gunakan benih bebas penyakit
- Semprot ekstrak bawang putih atau daun mimba untuk mengurangi penyebaran
- Buang daun terinfeksi
B. Busuk Buah Bakteri

Gejala:
- Buah menghitam atau lembek
- Aroma busuk muncul pada buah yang terserang
- Penyebaran cepat jika kelembapan tinggi
Cara mengatasi:
- Pastikan jarak tanam memadai
- Jangan menyiram daun dan buah terlalu basah
- Panen buah segera saat matang
Penyakit Virus pada Terong
Virus lebih sulit diatasi karena tidak ada obat yang membunuh virus di tanaman. Pencegahan menjadi kunci.
A. Mozaik Terong (Eggplant Mosaic Virus)
Gejala:
- Daun bergelombang, bercorak kuning-hijau
- Pertumbuhan tanaman terhambat
- Buah cacat atau kecil
Penyebab: Virus disebarkan oleh serangga penghisap seperti kutu daun.
Cara mengatasi:
- Gunakan benih bebas virus
- Kendalikan hama vektor dengan pestisida nabati
- Buang tanaman yang terinfeksi untuk mencegah penularan
Faktor Lingkungan yang Memperparah Penyakit
Selain organisme penyebab, faktor lingkungan juga berperan:
- Drainase buruk: Menyebabkan akar busuk
- Kelembapan tinggi: Mempercepat pertumbuhan jamur
- Suhu ekstrem: Mengurangi daya tahan tanaman
- Kepadatan tanam: Mempermudah penularan penyakit
Menjaga lingkungan tanam tetap sehat menjadi langkah pencegahan utama.
Cara Alami Mencegah dan Mengendalikan Penyakit Terong
- Pilih benih berkualitas: Gunakan bibit sehat dan bebas penyakit.
- Rotasi tanaman: Jangan menanam terong di lokasi yang sama berturut-turut.
- Pemupukan seimbang: Tanaman cukup nutrisi lebih tahan serangan penyakit.
- Jaga sirkulasi udara: Pangkas daun terlalu rapat agar daun cepat kering.
- Pengendalian hama: Banyak penyakit ditularkan serangga. Gunakan pestisida nabati seperti daun mimba atau bawang putih.
- Sterilisasi alat berkebun: Cuci cangkul, gunting, dan ember untuk mencegah penyebaran bakteri dan jamur.
- Pemantauan rutin: Cek tanaman setiap hari agar penyakit terdeteksi sejak dini.
Pestisida Nabati yang Bisa Digunakan

- Ekstrak daun pepaya: Membantu melawan beberapa jamur dan bakteri.
- Daun mimba (neem): Mengontrol hama yang menjadi vektor penyakit.
- Bawang putih: Menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur.
- Fermentasi limbah organik atau air cucian beras: Menambah mikroba baik di tanah untuk mendukung daya tahan tanaman.
Tanaman terong rentan terhadap berbagai penyakit, mulai dari jamur, bakteri, hingga virus. Jika tidak ditangani, penyakit ini bisa merugikan panen dan menurunkan kualitas buah.
Pencegahan menjadi kunci utama: gunakan bibit sehat, jaga jarak tanam, rotasi tanaman, serta perhatikan kondisi lingkungan. Bila penyakit muncul, segera lakukan pengendalian dengan cara alami seperti pestisida nabati, pemangkasan daun terinfeksi, dan menjaga sirkulasi udara.
Merawat terong memang membutuhkan ketelatenan dan perhatian setiap hari. Namun, dengan pemahaman yang tepat tentang penyakit dan langkah pencegahan yang bijak, panen terong bisa tetap sehat, melimpah, dan menguntungkan. (rull*)









