Kecombrang: Senjata Alami Ampuh untuk Mengusir Hama Tanaman

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian petani terhadap pertanian sehat dan ramah lingkungan semakin kuat. Banyak yang mulai menyadari bahwa penggunaan pestisida kimia secara berlebihan tidak hanya berdampak buruk pada tanaman, tetapi juga dapat mencemari air, menurunkan kualitas tanah, bahkan mengancam kesehatan manusia. Melihat risiko ini, para petani mulai kembali melirik bahan-bahan alami yang sebenarnya sudah lama ada di sekitar kita.

Salah satu bahan lokal yang mulai populer adalah bunga kecombrang (Etlingera elatior). Selama ini kecombrang dikenal sebagai bumbu dapur yang menambah aroma sedap pada masakan. Namun di balik ketenarannya di dunia kuliner, ternyata kecombrang menyimpan potensi besar sebagai pestisida alami. Kandungan flavonoid, saponin, dan minyak atsiri di dalamnya mampu mengendalikan berbagai hama tanpa meninggalkan residu berbahaya. Artikel ini akan membahas manfaat kecombrang, cara membuat pestisidanya, hingga teknik penggunaannya di lapangan.

Mengapa Kecombrang Cocok untuk Pestisida Alami?

1. Mengandung Senyawa Antimikroba Alami

Kecombrang mengandung minyak atsiri dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri serta antifungi. Senyawa ini mampu menekan pertumbuhan jamur patogen seperti Fusarium, Rhizoctonia, dan Alternaria dengan cara merusak struktur dinding sel mikroba. Hal ini membantu tanaman terhindar dari penyakit yang sering menyerang daun dan akar.

2. Bersifat Repellent (Penolak Hama)

Aroma khas kecombrang memiliki efek yang tidak disukai banyak hama. Kutu daun, lalat buah, thrips, dan beberapa jenis ulat cenderung menjauh ketika mencium bau kecombrang. Efek repellent ini membantu tanaman tetap terlindungi tanpa perlu bahan kimia keras.

3. Aman bagi Lingkungan

Kecombrang mudah terurai secara alami dan tidak meninggalkan residu yang berbahaya bagi tanah, air, ataupun manusia. Pestisida nabati ini juga tidak menyebabkan stres pada tanaman seperti beberapa pestisida kimia yang terlalu keras.

4. Mudah Ditemukan dan Murah

Tanaman kecombrang tumbuh subur di banyak wilayah Indonesia. Petani bisa memetiknya langsung dari kebun atau pekarangan, sehingga biaya produksinya sangat rendah.

Baca Juga :  Dari Nira Aren ke MOL: Cara Alami Menjaga Kesuburan Tanah

Manfaat Pestisida Nabati Kecombrang untuk Tanaman

Ilustrasi Pestisida Tembakau (Freepik/prostooleh)

Selain membantu mengendalikan hama, penggunaan pestisida kecombrang juga memberikan manfaat tambahan:

1. Menghemat Biaya Produksi

Pestisida kimia semakin mahal dan penggunaannya sering berulang. Dengan membuat pestisida sendiri dari kecombrang, petani bisa menghemat pemasukan hingga 30–50%.

2. Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Pestisida nabati tidak mematikan serangga menguntungkan seperti lebah dan kepik predator. Lingkungan kebun tetap seimbang dan proses penyerbukan berjalan baik.

3. Meningkatkan Kualitas Panen

Tanaman yang bebas residu kimia menghasilkan panen yang lebih sehat dan aman dikonsumsi. Nilai jualnya pun bisa lebih tinggi, terutama untuk pasar organik.

4. Mengurangi Risiko Resistensi Hama

Hama biasanya lebih cepat resisten terhadap pestisida kimia. Dengan pestisida nabati yang kaya senyawa alami, proses adaptasi hama menjadi lebih sulit.

Cara Membuat Pestisida Alami dari Bunga Kecombrang

Berikut langkah-langkah lengkap yang bisa langsung dipraktikkan.

Bahan yang Dibutuhkan

  • Bunga kecombrang segar: 500 gram
  • Daun kecombrang (opsional): 200 gram
  • Air bersih: 3 liter
  • Sabun cair/deterjen cair: 2 sendok makan
  • Blender atau ulekan
  • Wadah ember
  • Kain saring atau kain kasa
  • Botol penyimpanan

Langkah-Langkah Pembuatan

Ilustrasi kecombrang.(SHUTTERSTOCK/Kathleen JT)

1. Cuci dan Potong Bunga

Cuci bunga dan daun kecombrang hingga bersih. Potong kecil-kecil agar mudah dihancurkan.

2. Haluskan Bahan

Masukkan kecombrang ke blender, tambahkan 1 liter air, lalu haluskan sampai menjadi pasta. Jika tidak menggunakan blender, tumbuk manual hingga lumat.

3. Rendam dan Fermentasikan Singkat

Masukkan pasta kecombrang ke ember berisi 2 liter air. Aduk hingga rata, lalu diamkan 12–24 jam. Proses ini akan membantu mengaktifkan senyawa antibakteri dan anti serangganya.

4. Saring Larutan

Saring larutan menggunakan kain kasa. Pisahkan ampas dengan air ekstraknya.

5. Tambahkan Perekat

Tambahkan 2 sendok makan sabun cair. Fungsi sabun adalah membantu cairan menempel lebih lama di daun tanaman.

6. Simpan dengan Benar

Masukkan ke dalam botol tertutup. Pestisida kecombrang bisa bertahan 5–7 hari jika disimpan di tempat teduh.

Cara Menggunakan Pestisida Kecombrang di Lapangan

1. Encerkan Sebelum Semprot

Gunakan perbandingan 1:10
(100 ml ekstrak kecombrang : 900 ml air).

Baca Juga :  Pestisida Organik dari Bahan Dapur: Solusi Ramah Lingkungan untuk Tanaman Lebih Sehat

Jika terlalu pekat, daun tanaman muda bisa terbakar.

2. Gunakan di Pagi atau Sore Hari

Jangan semprot saat matahari terik karena cairan bisa menguap atau menyebabkan daun menguning.

3. Semprot Daun Bagian Bawah

Hama seperti kutu daun dan thrips sering bersembunyi di bagian bawah daun.

4. Ulangi Setiap 3–5 Hari

Untuk serangan ringan: 1x seminggu
Serangan berat: 2x seminggu

5. Gunakan Secara Rutin

Pestisida nabati bekerja lebih lambat, tetapi hasilnya lebih aman dan bertahan lama.

Jenis Hama yang Efektif Dikendalikan Kecombrang

Pestisida kecombrang efektif mengendalikan:

  • Kutu daun (Aphids)
  • Thrips
  • Ulat grayak
  • Lalat buah
  • Tungau merah
  • Kutu putih
  • Jamur embun tepung
  • Busuk daun ringan

Kandungan minyak atsiri dan flavonoid bekerja sebagai racun alami sekaligus repellent.

Tips Agar Pestisida Kecombrang Lebih Efektif

Ilustrasi tanaman kecombrang(Shutterstock/Adhi Syailendra)

1. Gunakan Bunga Segar

Bunga yang baru dipetik pagi hari memiliki kadar minyak atsiri tertinggi.

2. Kombinasikan dengan Bahan Lain

Untuk hasil lebih kuat, campurkan kecombrang dengan:

  • bawang putih
  • daun sirsak
  • serai
  • mimba
  • cabai rawit

Kombinasi ini meningkatkan aktivitas insektisida alami.

3. Jaga Kebersihan Kebun

Pestisida nabati tidak efektif jika kebun penuh gulma dan sisa tanaman busuk.

4. Lakukan Rotasi Tanaman

Pola tanam yang diputar membantu mengurangi populasi hama secara alami.

Kecombrang bukan hanya bahan dapur yang memberi cita rasa sedap, tetapi juga solusi lokal yang sangat bermanfaat bagi pertanian berkelanjutan. Dengan mengolahnya menjadi pestisida nabati, petani bisa menghemat biaya, menjaga ekosistem kebun, dan menghasilkan panen yang lebih sehat serta aman dikonsumsi.

Pestisida alami seperti kecombrang mungkin tidak bekerja secepat pestisida kimia, tetapi manfaat jangka panjangnya jauh lebih besar. Di tengah semakin meningkatnya kebutuhan akan pertanian ramah lingkungan, penggunaan pestisida nabati adalah langkah kecil yang berdampak besar untuk masa depan pertanian Indonesia. (rull*)

Berita Terkait

Temu Lawak, Pestisida Nabati Ampuh untuk Serangga Mengisap
Tak Perlu Pestisida Kimia, Ini Cara Usir Hama dengan Bawang Putih dan Cabai
Kayu Manis Ampuh Mengusir Hama dan Penyakit Tanaman Secara Alami
Cara Membuat Pestisida Alami dari Daun Mimba: Solusi Ampuh dan Ramah Lingkungan untuk Tanaman
Jangan Dibuang! Ampas Kelapa Bisa Menjadi Pupuk Kompos Bernilai Tinggi untuk Tanaman
Pestisida Organik dari Bahan Dapur: Solusi Ramah Lingkungan untuk Tanaman Lebih Sehat
Ampuh dan Ramah Lingkungan: Begini Cara Membuat Pestisida Daun Pepaya
Kulit Bawang Merah sebagai Pestisida Nabati: Solusi Murah, Aman, dan Efektif untuk Pertanian Organik

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:02 WIB

Temu Lawak, Pestisida Nabati Ampuh untuk Serangga Mengisap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 06:02 WIB

Tak Perlu Pestisida Kimia, Ini Cara Usir Hama dengan Bawang Putih dan Cabai

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:02 WIB

Kayu Manis Ampuh Mengusir Hama dan Penyakit Tanaman Secara Alami

Sabtu, 3 Januari 2026 - 22:02 WIB

Cara Membuat Pestisida Alami dari Daun Mimba: Solusi Ampuh dan Ramah Lingkungan untuk Tanaman

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:15 WIB

Jangan Dibuang! Ampas Kelapa Bisa Menjadi Pupuk Kompos Bernilai Tinggi untuk Tanaman

Berita Terbaru

Pertanian

Tips Menanam Brokoli Secara Mudah dan Hasil Maksimal

Rabu, 4 Feb 2026 - 06:02 WIB

Kesehatan

Cara Konsumsi Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Selasa, 3 Feb 2026 - 22:02 WIB

Jamu

Ramuan Alami untuk Mendukung Pengobatan TBC

Selasa, 3 Feb 2026 - 18:02 WIB

Pertanian

Jarak Tanam Ideal untuk Tanaman Sayur agar tumbuh subur

Selasa, 3 Feb 2026 - 15:02 WIB

Kesehatan

7 Manfaat Rimpang untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya

Selasa, 3 Feb 2026 - 12:02 WIB