Home / POC

Sabut Kelapa Jangan Dibuang! Begini Cara Mengolahnya Jadi POC Penyubur Tanaman

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Pada umumnya, sabut kelapa sering dipandang sebagai limbah yang tidak memiliki nilai guna. Di banyak daerah, misalnya, sabut kelapa hanya dibiarkan menumpuk, dibakar, atau bahkan dibuang begitu saja. Padahal, di balik teksturnya yang kasar, sabut kelapa menyimpan potensi besar sebagai bahan pupuk organik cair (POC) yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Seiring meningkatnya harga pupuk kimia dan bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap pertanian ramah lingkungan, POC dari sabut kelapa mulai banyak dilirik. Selain bahannya melimpah, proses pembuatannya pun relatif sederhana. Dengan demikian, petani dan pehobi tanaman dapat memperoleh pupuk berkualitas tanpa biaya besar.

Mengenal Sabut Kelapa dan Potensi Alaminya

sumber foto: rumahmesin.com

Pada dasarnya, sabut kelapa merupakan bagian terluar dari buah kelapa yang tersusun atas serat kasar dan jaringan gabus. Selama ini, sabut kelapa lebih dikenal sebagai bahan pembuatan keset, tali, atau media tanam. Namun demikian, dalam dunia pertanian organik, perannya jauh lebih luas.

Sabut kelapa mengandung lignin dan selulosa dalam jumlah tinggi. Akibatnya, bahan ini mampu menyimpan air lebih lama, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung aktivitas mikroorganisme. Ketika difermentasi, nutrisi yang tersimpan di dalam sabut akan terurai sehingga lebih mudah diserap oleh tanaman.

Selain itu, proses fermentasi juga menghasilkan mikroorganisme baik. Dengan kata lain, POC dari sabut kelapa tidak hanya berfungsi sebagai sumber nutrisi, tetapi juga sebagai pembenah tanah alami dalam jangka panjang.

Kandungan Nutrisi dalam POC Sabut Kelapa

Secara umum, POC dari sabut kelapa mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman, terutama saat memasuki fase generatif. Adapun kandungan utamanya meliputi:

1. Kalium (K)

Pertama, kalium berperan besar dalam pembentukan bunga dan buah. Selain itu, unsur ini membantu memperkuat jaringan tanaman serta meningkatkan ketahanan terhadap stres lingkungan.

2. Kalsium (Ca)

Selanjutnya, kalsium berfungsi memperkuat dinding sel tanaman. Oleh sebab itu, tanaman tidak mudah mengalami kerontokan bunga maupun buah.

Baca Juga :  Cara Menanam Bayam dari Biji Agar Cepat Tumbuh dan Panen Melimpah

3. Magnesium (Mg)

Sementara itu, magnesium berperan penting dalam pembentukan klorofil. Dengan demikian, tanaman tampak lebih hijau dan proses fotosintesis berjalan optimal.

4. Zat Organik Alami

Di sisi lain, kandungan zat organik membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan porositas, dan menjaga kelembapan.

5. Mikroorganisme Hasil Fermentasi

Terakhir, mikroorganisme baik membantu menguraikan bahan organik sehingga unsur hara lebih mudah tersedia bagi tanaman.

Dengan kombinasi kandungan tersebut, POC sabut kelapa sangat efektif untuk mendukung pembungaan dan pembuahan tanaman.

Manfaat POC Sabut Kelapa bagi Tanaman

Apabila digunakan secara rutin dan tepat, POC dari sabut kelapa memberikan berbagai manfaat nyata, antara lain:

1. Merangsang Pembungaan dan Pembuahan

Pertama-tama, kandungan kalium yang tinggi membantu tanaman berbunga lebih lebat dan berbuah lebih optimal.

2. Memperkuat Batang dan Akar

Selain itu, POC membantu memperkuat batang dan sistem perakaran sehingga tanaman tidak mudah roboh.

3. Memperbaiki Struktur Tanah

Lebih lanjut, zat organik dalam POC meningkatkan kegemburan tanah dan memperbaiki sirkulasi udara.

4. Meningkatkan Daya Tahan Tanaman

Akibat kondisi tanah yang sehat, tanaman menjadi lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

5. Ramah Lingkungan

Tidak seperti pupuk kimia, POC sabut kelapa tidak meninggalkan residu berbahaya. Dengan demikian, penggunaannya aman dalam jangka panjang.

6. Mengurangi Limbah Organik

Pada akhirnya, pemanfaatan sabut kelapa membantu mengurangi limbah dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Alat dan Bahan untuk Membuat POC Sabut Kelapa

sumber foto: kampustani.com

Sebelum memulai proses pembuatan, terlebih dahulu siapkan alat dan bahan berikut agar fermentasi berjalan optimal.

Bahan:

  • 1 kg sabut kelapa kering
  • 5 liter air bersih
  • 200 ml molase atau gula merah cair
  • 1 tutup botol EM4 (opsional)

Alat:

  • Ember atau jerigen bertutup
  • Pisau atau gunting
  • Pengaduk kayu
  • Saringan

Pastikan semua alat dalam kondisi bersih. Jika tidak, proses fermentasi berisiko gagal.

Cara Membuat POC dari Sabut Kelapa

Berikut ini langkah-langkah pembuatan POC yang dapat dipraktikkan dengan mudah:

Baca Juga :  Kecombrang: Senjata Alami Ampuh untuk Mengusir Hama Tanaman

Pertama, potong sabut kelapa menjadi bagian kecil agar proses penguraian berlangsung lebih cepat.
Kemudian, rendam sabut ke dalam ember dan tuangkan air hingga seluruh bagian terendam.
Setelah itu, tambahkan molase sebagai sumber energi mikroorganisme dan aduk hingga rata.
Selanjutnya, masukkan EM4 jika tersedia untuk mempercepat fermentasi.
Berikutnya, tutup wadah rapat dan simpan di tempat teduh.
Terakhir, fermentasikan selama 10–14 hari, lalu saring dan simpan cairannya.

Ciri-Ciri POC Sabut Kelapa yang Siap Digunakan

POC yang telah matang umumnya memiliki ciri sebagai berikut:

  • Berwarna cokelat kehitaman
  • Beraroma asam segar
  • Tidak berbau busuk
  • Tidak berbuih berlebihan

Sebaliknya, jika bau menyengat muncul, fermentasi belum sempurna.

Cara Menggunakan POC Sabut Kelapa

Agar hasilnya maksimal, POC perlu digunakan dengan cara yang benar.

Pertama, encerkan 10–20 ml POC dengan 1 liter air bersih.
Kemudian, aplikasikan dengan cara disiram ke tanah atau disemprotkan ke daun.
Selanjutnya, lakukan aplikasi setiap 7–10 hari sekali secara rutin.

Tanaman yang Cocok Menggunakan POC Sabut Kelapa

Secara umum, POC sabut kelapa cocok untuk:

  • Tanaman buah seperti cabai, tomat, dan terong
  • Tanaman hias seperti mawar dan anggrek
  • Tanaman perkebunan seperti pisang dan kopi
  • Tanaman sayuran daun maupun buah

Tips Agar POC Sabut Kelapa Lebih Efektif

sumber foto: i0.wp.com

Agar hasil lebih optimal, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Gunakan sabut kelapa tua
  • Gunakan air bersih dan tidak tercemar
  • Simpan POC di tempat sejuk
  • Gunakan secara rutin namun tidak berlebihan

Sebagai kesimpulan, POC dari sabut kelapa merupakan solusi sederhana namun efektif untuk memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk bernilai tinggi. Dengan proses yang mudah dan manfaat yang nyata, pupuk ini layak digunakan oleh petani maupun pecinta tanaman.

Dengan demikian, mulai sekarang Anda dapat memanfaatkan sabut kelapa di sekitar lingkungan untuk mendukung pertanian yang lebih ramah dan berkelanjutan. (rull)

Berita Terkait

Kulit Nanas Bisa Jadi Pupuk Cair? Ini Cara Membuat dan Manfaatnya untuk Tanaman
Pupuk Organik Cair Rumput
POC Urin Kelinci untuk Pertanian Alami
Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Kohe Sapi yang Mudah dan Efektif
Pupuk Organik Cair dari Ampas Kopi: Cara Membuat dan Manfaatnya untuk Tanaman
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Daun Bambu
Tak Disangka! Kulit Pisang Bisa Jadi Pupuk Organik Cair yang Menyuburkan Tanaman
Sulap Air Bekas Cucian Beras Jadi Pupuk Cair Alami untuk Tanaman Subur

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kulit Nanas Bisa Jadi Pupuk Cair? Ini Cara Membuat dan Manfaatnya untuk Tanaman

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:56 WIB

Pupuk Organik Cair Rumput

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:02 WIB

POC Urin Kelinci untuk Pertanian Alami

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:02 WIB

Sabut Kelapa Jangan Dibuang! Begini Cara Mengolahnya Jadi POC Penyubur Tanaman

Jumat, 2 Januari 2026 - 06:02 WIB

Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Kohe Sapi yang Mudah dan Efektif

Berita Terbaru

Pertanian

Tips Menanam Brokoli Secara Mudah dan Hasil Maksimal

Rabu, 4 Feb 2026 - 06:02 WIB

Kesehatan

Cara Konsumsi Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Selasa, 3 Feb 2026 - 22:02 WIB

Jamu

Ramuan Alami untuk Mendukung Pengobatan TBC

Selasa, 3 Feb 2026 - 18:02 WIB

Pertanian

Jarak Tanam Ideal untuk Tanaman Sayur agar tumbuh subur

Selasa, 3 Feb 2026 - 15:02 WIB