Alamorganik.com– Tanah bukan sekadar media tempat tanaman tumbuh. Tanah adalah “rumah besar” bagi miliaran makhluk kecil yang bekerja tanpa henti: mengurai, membusukkan, membentuk struktur, dan menyediakan nutrisi untuk tanaman. Namun di tengah pola pertanian modern yang serba cepat, tanah sering kehilangan salah satu hal terpenting kehidupan. Ketika tanah makin keras, miskin mikroba, dan bergantung pada pupuk kimia, hasil panen perlahan ikut menurun.
Di sinilah Jakaba (Jamur Keberuntungan Bambu) hadir sebagai solusi alami. Petani awalnya memperoleh Jakaba dari bonggol bambu hasil fermentasi. Namun seiring bertambahnya pengetahuan, para petani mulai menggunakan bahan lain yang lebih mudah ditemukan, seperti dedak, untuk membuat Jakaba. Mereka dapat membuat Jakaba dari dedak dengan proses yang sederhana, murah, dan bisa dilakukan oleh siapa saja di rumah maupun di kebun.
Mengapa Jakaba dari Dedak Semakin Diminati?

Dedak atau bekatul adalah bahan yang sangat kaya nutrisi. Di dalamnya terdapat karbohidrat, protein, lemak, vitamin B, hingga mineral penting. Ketika Anda memfermentasi dedak, mikroorganisme di dalamnya berkembang pesat dan membentuk koloni jamur bermanfaat, termasuk jamur pengurai organik.
Dibandingkan dengan bahan lain, dedak memiliki beberapa kelebihan:
- Petani dapat menemukan dedak dengan mudah di mana saja, terutama di desa yang dekat dengan penggilingan padi.
- Harganya murah, bahkan sering tersedia dalam jumlah besar.
- Kaya nutrisi, sehingga proses fermentasi berlangsung cepat.
- Mendukung pertumbuhan jamur menguntungkan, termasuk jamur pengurai yang menjadi inti dari Jakaba.
Menggunakan dedak sebagai bahan Jakaba membuat petani tidak lagi bergantung pada bonggol bambu yang mungkin sulit diperoleh di beberapa daerah. Selain itu, hasil Jakaba dari dedak tidak kalah aktif dalam mengurai bahan organik dan memperbaiki kualitas tanah.
Proses Pembuatan Jakaba dari Dedak
Proses pembuatan Jakaba dari dedak sebenarnya tidak jauh berbeda dari fermentasi bahan organik lainnya. Yang membedakan hanya komposisi dan lama fermentasinya. Berikut langkah-langkahnya:
1. Bahan dan Alat yang Dibutuhkan
Semua bahan ini sederhana dan mungkin sudah ada di rumah:
- Dedak (bekatul) 5 kg
- Air bersih secukupnya
- Gula merah atau molase 250 g, sebagai sumber energi mikroba
- Starter jamur (opsional, jika ingin hasil cepat; tetapi tanpa starter pun bisa berjalan)
- Ember atau drum tertutup
- Kain atau plastik penutup
Tidak ada bahan kimia. Tidak perlu alat canggih. Anda bisa melakukan semua proses ini di dapur atau di sudut kebun.
2. Cara Membuat Jakaba dari Dedak
Langkah 1: Larutkan gula merah
Panaskan sedikit air lalu masukkan gula merah atau molase sampai larut. Ini akan menjadi “makanan awal” bagi mikroorganisme sehingga proses fermentasi lebih cepat.
Langkah 2: Campurkan larutan ke dedak
Tuangkan larutan gula ke dedak sedikit demi sedikit sambil diaduk. Tujuan utamanya adalah menghasilkan tekstur lembap, tapi tidak basah menetes. Jika terlalu basah, mikroba akan sulit berkembang.
Tekstur idealnya seperti pasir yang baru terkena embun pagi, gembur tetapi lembap.
Langkah 3: Masukkan ke wadah fermentasi
Masukkan campuran dedak ke ember atau wadah besar. Padatkan sedikit namun jangan terlalu rapat. Tutup menggunakan kain atau plastik longgar agar udara masih bisa masuk.
Jakaba bukan jamur anaerob, jadi ia tetap butuh udara untuk tumbuh.
Langkah 4: Fermentasi selama 7–14 hari
Letakkan wadah di tempat teduh dan tidak terkena panas matahari langsung. Pada hari ke-4 hingga ke-7, biasanya permukaan dedak mulai ditumbuhi jamur berwarna putih seperti kapas.
Itulah tanda bahwa proses berjalan dengan baik.
Jika warnanya coklat, hitam, atau berbau busuk menyengat, berarti ada kontaminasi. Tapi tenang cukup koreksi kadar air dan ulangi prosesnya.
Langkah 5: Jakaba siap digunakan
Saat semua permukaan dedak tertutup jamur putih tebal, Jakaba siap dipanen.
Aromanya biasanya manis, lembut, dan sedikit seperti tape. Ini tanda jamur yang tumbuh adalah jamur pengurai yang baik.
Manfaat Jakaba dari Dedak bagi Tanah dan Tanaman

Petani mulai kembali melirik Jakaba karena mereka merasakan manfaatnya, bukan hanya untuk tanah, tetapi juga untuk tanaman dan lingkungan. Berikut beberapa manfaat utamanya:
1. Menghidupkan Tanah yang Mati
- membangun koloni baru di dalam tanah,
- mempercepat pelapukan bahan organik,
- memecah partikel tanah,
- membuat pori-pori tanah lebih longgar.
Tanah perlahan menjadi lebih gembur dan subur karena kembali kaya kehidupan.
2. Memperbaiki Struktur Tanah
Jamur Jakaba berfungsi sebagai perekat alami pada partikel tanah. Ia membentuk agregat tanah berupa gumpalan kecil yang membuat tanah menjadi gembur, kaya oksigen, dan mudah ditembus akar.
Akar tanaman pun bisa tumbuh lebih panjang dan lebih sehat.
3. Menyediakan Nutrisi Alami bagi Tanaman
Jamur mengurai dedak yang masih tersisa dan melepaskan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan mineral mikro. Semua ini menjadi makanan alami bagi tanaman tanpa perlu selalu menambah pupuk kimia.
Pemakaian Jakaba secara rutin bahkan bisa mengurangi kebutuhan pupuk kimia hingga 30–50% secara bertahap.
4. Mempercepat Penguraian Kompos
Jakaba menunjukkan salah satu fungsinya yang paling bermanfaat ketika Anda menambahkannya ke tumpukan kompos yaitu sebgai berikut:
- proses penguraian berlangsung lebih cepat,
- suhu kompos lebih stabil,
- bau tidak sedap berkurang drastis.
Kompos yang biasanya jadi dalam 2 bulan bisa selesai dalam waktu 3–4 minggu.
5. Menekan Patogen Tanah Secara Alami
Beberapa jamur dalam Jakaba bersifat kompetitif. Mereka “mengalahkan” jamur patogen dengan cara mengambil ruang hidup, memakan sumber nutrisi, dan melepaskan enzim tertentu. Jakaba menekan penyakit akar seperti layu fusarium, busuk batang, dan jamur akar lain secara alami.
6. Ramah Lingkungan dan Nyaris Tanpa Biaya
Jakaba tidak membutuhkan bahan kimia, tidak mencemari tanah, dan tidak merusak lingkungan.
Bahan bakunya murah dan mudah ditemukan. Inilah yang membuat Jakaba menjadi pilihan terbaik bagi petani skala kecil yang ingin bertani lebih berkelanjutan.
Cara Penggunaan Jakaba di Lapangan

Ada beberapa cara menggunakan Jakaba dari dedak:
- Sebagai Starter Kompos
Tambahkan 1–2 genggam ke tumpukan kompos setiap lapisan 20–30 cm. - Campurkan ke Media Tanam
Gunakan 200–300 gram per lubang tanam. - Sebagai Penyubur Tanah
Taburkan 1 kg Jakaba per 10–20 m² lahan. - Untuk Perendaman Benih
Campurkan 1 genggam Jakaba ke 5 liter air, saring, lalu gunakan airnya untuk merendam benih.
Semua cara ini aman dan tidak berisiko membakar tanaman seperti pupuk kimia.
Pembuatan Jakaba dari dedak bukan hanya tentang membuat jamur pengurai. Lebih dari itu, ini adalah upaya menghidupkan kembali tanah yang lelah akibat aktivitas pertanian intensif. Dengan proses yang sederhana, biaya rendah, dan manfaat luar biasa, Jakaba menjadi salah satu inovasi lokal yang mampu membantu petani beralih ke pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Ketika tanah kembali hidup, tanaman tumbuh lebih kuat, hasil panen meningkat, dan lingkungan pun semakin terjaga. Sebuah langkah kecil mengolah dedak ternyata bisa membawa perubahan besar bagi bumi. (rull*)









