Proses Pembuatan Jakaba dari Dedak dan Manfaatnya: Upaya Menghidupkan Tanah dengan Cara yang Lebih Alami

- Penulis

Jumat, 21 November 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com– Tanah bukan sekadar media tempat tanaman tumbuh. Tanah adalah “rumah besar” bagi miliaran makhluk kecil yang bekerja tanpa henti: mengurai, membusukkan, membentuk struktur, dan menyediakan nutrisi untuk tanaman. Namun di tengah pola pertanian modern yang serba cepat, tanah sering kehilangan salah satu hal terpenting kehidupan. Ketika tanah makin keras, miskin mikroba, dan bergantung pada pupuk kimia, hasil panen perlahan ikut menurun.

Di sinilah Jakaba (Jamur Keberuntungan Bambu) hadir sebagai solusi alami. Petani awalnya memperoleh Jakaba dari bonggol bambu hasil fermentasi. Namun seiring bertambahnya pengetahuan, para petani mulai menggunakan bahan lain yang lebih mudah ditemukan, seperti dedak, untuk membuat Jakaba. Mereka dapat membuat Jakaba dari dedak dengan proses yang sederhana, murah, dan bisa dilakukan oleh siapa saja di rumah maupun di kebun.

Mengapa Jakaba dari Dedak Semakin Diminati?

Ilustrasi oleh Jual Dedak Padi Sidoarjo

Dedak atau bekatul adalah bahan yang sangat kaya nutrisi. Di dalamnya terdapat karbohidrat, protein, lemak, vitamin B, hingga mineral penting. Ketika Anda memfermentasi dedak, mikroorganisme di dalamnya berkembang pesat dan membentuk koloni jamur bermanfaat, termasuk jamur pengurai organik.

Dibandingkan dengan bahan lain, dedak memiliki beberapa kelebihan:

  • Petani dapat menemukan dedak dengan mudah di mana saja, terutama di desa yang dekat dengan penggilingan padi.
  • Harganya murah, bahkan sering tersedia dalam jumlah besar.
  • Kaya nutrisi, sehingga proses fermentasi berlangsung cepat.
  • Mendukung pertumbuhan jamur menguntungkan, termasuk jamur pengurai yang menjadi inti dari Jakaba.

Menggunakan dedak sebagai bahan Jakaba membuat petani tidak lagi bergantung pada bonggol bambu yang mungkin sulit diperoleh di beberapa daerah. Selain itu, hasil Jakaba dari dedak tidak kalah aktif dalam mengurai bahan organik dan memperbaiki kualitas tanah.

Proses Pembuatan Jakaba dari Dedak

Proses pembuatan Jakaba dari dedak sebenarnya tidak jauh berbeda dari fermentasi bahan organik lainnya. Yang membedakan hanya komposisi dan lama fermentasinya. Berikut langkah-langkahnya:

1. Bahan dan Alat yang Dibutuhkan

Semua bahan ini sederhana dan mungkin sudah ada di rumah:

  • Dedak (bekatul) 5 kg
  • Air bersih secukupnya
  • Gula merah atau molase 250 g, sebagai sumber energi mikroba
  • Starter jamur (opsional, jika ingin hasil cepat; tetapi tanpa starter pun bisa berjalan)
  • Ember atau drum tertutup
  • Kain atau plastik penutup

Tidak ada bahan kimia. Tidak perlu alat canggih. Anda bisa melakukan semua proses ini di dapur atau di sudut kebun.

Baca Juga :  Rahasia Hidup Sehat dari Halaman Sendiri: Cara Mudah Menanam Sayuran di Pekarangan Rumah

2. Cara Membuat Jakaba dari Dedak

Langkah 1: Larutkan gula merah

Panaskan sedikit air lalu masukkan gula merah atau molase sampai larut. Ini akan menjadi “makanan awal” bagi mikroorganisme sehingga proses fermentasi lebih cepat.

Langkah 2: Campurkan larutan ke dedak

Tuangkan larutan gula ke dedak sedikit demi sedikit sambil diaduk. Tujuan utamanya adalah menghasilkan tekstur lembap, tapi tidak basah menetes. Jika terlalu basah, mikroba akan sulit berkembang.

Tekstur idealnya seperti pasir yang baru terkena embun pagi, gembur tetapi lembap.

Langkah 3: Masukkan ke wadah fermentasi

Masukkan campuran dedak ke ember atau wadah besar. Padatkan sedikit namun jangan terlalu rapat. Tutup menggunakan kain atau plastik longgar agar udara masih bisa masuk.

Jakaba bukan jamur anaerob, jadi ia tetap butuh udara untuk tumbuh.

Langkah 4: Fermentasi selama 7–14 hari

Letakkan wadah di tempat teduh dan tidak terkena panas matahari langsung. Pada hari ke-4 hingga ke-7, biasanya permukaan dedak mulai ditumbuhi jamur berwarna putih seperti kapas.

Itulah tanda bahwa proses berjalan dengan baik.

Jika warnanya coklat, hitam, atau berbau busuk menyengat, berarti ada kontaminasi. Tapi tenang cukup koreksi kadar air dan ulangi prosesnya.

Langkah 5: Jakaba siap digunakan

Saat semua permukaan dedak tertutup jamur putih tebal, Jakaba siap dipanen.

Aromanya biasanya manis, lembut, dan sedikit seperti tape. Ini tanda jamur yang tumbuh adalah jamur pengurai yang baik.

Manfaat Jakaba dari Dedak bagi Tanah dan Tanaman

Ilustrasi tanah subur (Unsplash/Steven Weeks)

Petani mulai kembali melirik Jakaba karena mereka merasakan manfaatnya, bukan hanya untuk tanah, tetapi juga untuk tanaman dan lingkungan. Berikut beberapa manfaat utamanya:

1. Menghidupkan Tanah yang Mati

Tanah yang keras, padat, dan miskin mikroba menunjukkan bahwa tanah itu “mati”. Ketika Anda memberikan Jakaba, mikroorganisme dalam jamur akan:

  • membangun koloni baru di dalam tanah,
  • mempercepat pelapukan bahan organik,
  • memecah partikel tanah,
  • membuat pori-pori tanah lebih longgar.

Tanah perlahan menjadi lebih gembur dan subur karena kembali kaya kehidupan.

2. Memperbaiki Struktur Tanah

Jamur Jakaba berfungsi sebagai perekat alami pada partikel tanah. Ia membentuk agregat tanah berupa gumpalan kecil yang membuat tanah menjadi gembur, kaya oksigen, dan mudah ditembus akar.

Akar tanaman pun bisa tumbuh lebih panjang dan lebih sehat.

Baca Juga :  JADAM Microbial Solution (JMS): Rahasia Petani Organik untuk Panen Melimpah Tanpa Bahan Kimia

3. Menyediakan Nutrisi Alami bagi Tanaman

Jamur mengurai dedak yang masih tersisa dan melepaskan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan mineral mikro. Semua ini menjadi makanan alami bagi tanaman tanpa perlu selalu menambah pupuk kimia.

Pemakaian Jakaba secara rutin bahkan bisa mengurangi kebutuhan pupuk kimia hingga 30–50% secara bertahap.

4. Mempercepat Penguraian Kompos

Jakaba menunjukkan salah satu fungsinya yang paling bermanfaat ketika Anda menambahkannya ke tumpukan kompos yaitu sebgai berikut:

  • proses penguraian berlangsung lebih cepat,
  • suhu kompos lebih stabil,
  • bau tidak sedap berkurang drastis.

Kompos yang biasanya jadi dalam 2 bulan bisa selesai dalam waktu 3–4 minggu.

5. Menekan Patogen Tanah Secara Alami

Beberapa jamur dalam Jakaba bersifat kompetitif. Mereka “mengalahkan” jamur patogen dengan cara mengambil ruang hidup, memakan sumber nutrisi, dan melepaskan enzim tertentu. Jakaba menekan penyakit akar seperti layu fusarium, busuk batang, dan jamur akar lain secara alami.

6. Ramah Lingkungan dan Nyaris Tanpa Biaya

Jakaba tidak membutuhkan bahan kimia, tidak mencemari tanah, dan tidak merusak lingkungan.

Bahan bakunya murah dan mudah ditemukan. Inilah yang membuat Jakaba menjadi pilihan terbaik bagi petani skala kecil yang ingin bertani lebih berkelanjutan.

Cara Penggunaan Jakaba di Lapangan

sumber foto: purwasuka.viva.co.id

Ada beberapa cara menggunakan Jakaba dari dedak:

  1. Sebagai Starter Kompos
    Tambahkan 1–2 genggam ke tumpukan kompos setiap lapisan 20–30 cm.
  2. Campurkan ke Media Tanam
    Gunakan 200–300 gram per lubang tanam.
  3. Sebagai Penyubur Tanah
    Taburkan 1 kg Jakaba per 10–20 m² lahan.
  4. Untuk Perendaman Benih
    Campurkan 1 genggam Jakaba ke 5 liter air, saring, lalu gunakan airnya untuk merendam benih.

Semua cara ini aman dan tidak berisiko membakar tanaman seperti pupuk kimia.

Pembuatan Jakaba dari dedak bukan hanya tentang membuat jamur pengurai. Lebih dari itu, ini adalah upaya menghidupkan kembali tanah yang lelah akibat aktivitas pertanian intensif. Dengan proses yang sederhana, biaya rendah, dan manfaat luar biasa, Jakaba menjadi salah satu inovasi lokal yang mampu membantu petani beralih ke pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Ketika tanah kembali hidup, tanaman tumbuh lebih kuat, hasil panen meningkat, dan lingkungan pun semakin terjaga. Sebuah langkah kecil mengolah dedak ternyata bisa membawa perubahan besar bagi bumi. (rull*)

Berita Terkait

Pemanfaatan Tomat dengan Jamur Bacillus sp. dan Jakaba: Sinergi Alami untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Ketahanan Tanaman
Revitalisasi Jakaba pada Tanaman Bawang Merah sebagai Peningkat Green Economy
Pemanfaatan Limbah Cucian Beras untuk Membuat Jamur Jakaba: Inovasi Sederhana Menuju Pertanian Alami dan Berkelanjutan
Efektivitas Jakaba dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun pada Tanah Aluvial
Pengaplikasian Jakaba pada Padi Varietas Srinuk: Upaya Mengoptimalkan Pertumbuhan Secara Alami
Dari Akar Bambu Menjadi Keajaiban Tanah: Proses Pembuatan Jakaba yang Menghidupkan Bumi
Membuat Jakaba Sendiri, Rahasia Tanaman Sehat dan Subur Sepanjang Tahun
Jakaba: Jamur Keberuntungan Abadi yang Menyuburkan Tanah dan Harapan Petani

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 22:02 WIB

Pemanfaatan Tomat dengan Jamur Bacillus sp. dan Jakaba: Sinergi Alami untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Ketahanan Tanaman

Rabu, 26 November 2025 - 06:02 WIB

Revitalisasi Jakaba pada Tanaman Bawang Merah sebagai Peningkat Green Economy

Senin, 24 November 2025 - 23:02 WIB

Pemanfaatan Limbah Cucian Beras untuk Membuat Jamur Jakaba: Inovasi Sederhana Menuju Pertanian Alami dan Berkelanjutan

Jumat, 21 November 2025 - 15:02 WIB

Proses Pembuatan Jakaba dari Dedak dan Manfaatnya: Upaya Menghidupkan Tanah dengan Cara yang Lebih Alami

Kamis, 20 November 2025 - 22:02 WIB

Efektivitas Jakaba dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun pada Tanah Aluvial

Berita Terbaru

Produk Organik

Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman

Sabtu, 29 Nov 2025 - 18:02 WIB

Jamu

Herbal untuk Mengatasi Pegal Linu

Jumat, 28 Nov 2025 - 22:42 WIB