Alamorganik.com-Kulit nanas sering dianggap sebagai limbah dapur yang tidak berguna. Padahal, jika kamu mengolahnya dengan cara yang tepat, kulit nanas justru bisa berubah menjadi pupuk organik cair (POC) yang kaya manfaat. Selain murah dan mudah dibuat, pupuk ini juga ramah lingkungan serta aman digunakan dalam jangka panjang.
Seiring harga pupuk kimia yang terus meningkat, banyak pekebun rumahan mulai mencari alternatif yang lebih hemat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pupuk organik cair dari kulit nanas hadir sebagai solusi yang masuk akal. Tidak hanya membantu menyuburkan tanaman, cara ini juga membantu mengurangi limbah organik rumah tangga.
Mengapa Kulit Nanas Sangat Cocok Dijadikan Pupuk Organik Cair?

Kulit nanas menyimpan kandungan alami yang sangat dibutuhkan tanaman. Karena alasan itulah, banyak praktisi pertanian organik memanfaatkannya sebagai bahan pupuk cair fermentasi.
Kulit nanas mengandung enzim bromelain, gula alami, dan asam organik. Gula alami tersebut berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme selama fermentasi. Sementara itu, asam organik membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara di dalam tanah.
Selain itu, kulit nanas juga mengandung unsur hara penting seperti:
- Kalium (K) yang merangsang pembungaan dan pembentukan buah
- Fosfor (P) yang membantu pertumbuhan akar
- Nitrogen (N) dalam jumlah ringan untuk mendukung pertumbuhan daun
Dengan kombinasi tersebut, pupuk cair dari kulit nanas sangat cocok digunakan sebagai pupuk pendukung untuk tanaman sayur, buah, dan tanaman hias.
Keunggulan Pupuk Organik Cair Kulit Nanas Dibanding Pupuk Kimia
Saat ini, semakin banyak orang memilih pupuk organik karena ingin menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang. Pupuk cair dari kulit nanas menawarkan keunggulan yang terasa jelas sejak pemakaian awal.
Pertama, pupuk ini lebih ramah lingkungan. Kamu tidak perlu khawatir mencemari tanah atau air karena seluruh bahannya berasal dari limbah alami.
Selain itu, pupuk organik cair membantu menjaga tanah tetap gembur. Berbeda dengan pupuk kimia yang sering membuat tanah keras, pupuk organik justru mendorong pertumbuhan mikroorganisme tanah.
Di sisi lain, biaya pembuatannya juga sangat hemat. Kamu hanya memanfaatkan kulit nanas dan bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah.
Karena itu, pupuk cair kulit nanas cocok untuk petani kecil, pehobi tanaman, maupun kamu yang gemar berkebun di pekarangan.
Bahan-Bahan yang Perlu Disiapkan
Sebelum mulai membuat pupuk cair, pastikan semua bahan sudah tersedia agar proses fermentasi berjalan lancar.
Bahan utama yang perlu kamu siapkan meliputi:
- Kulit nanas segar dari 1–2 buah nanas
- Gula merah, gula pasir, atau molase
- Air bersih (air hujan atau air sumur lebih disarankan)
- Wadah plastik atau jerigen bertutup
Sebagai tambahan, kamu juga bisa menyiapkan:
- EM4 atau starter mikroba
- Air cucian beras untuk menambah nutrisi
Langkah-Langkah Membuat Pupuk Organik Cair dari Kulit Nanas

Proses pembuatan pupuk cair ini tergolong sederhana. Meski begitu, kamu tetap perlu mengikuti setiap tahap dengan benar agar hasil fermentasi maksimal.
1. Menyiapkan Kulit Nanas
Pertama, potong kulit nanas menjadi ukuran kecil. Dengan ukuran ini, mikroorganisme dapat bekerja lebih cepat dan efisien.
Pastikan kamu menggunakan kulit nanas yang masih segar. Kulit yang busuk berisiko mengganggu proses fermentasi.
2. Memasukkan ke dalam Wadah
Selanjutnya, masukkan potongan kulit nanas ke dalam wadah plastik. Jangan mengisi wadah hingga penuh. Sisakan sekitar seperempat ruang kosong untuk menampung gas fermentasi.
Setelah itu, tuangkan air bersih hingga seluruh kulit nanas terendam.
3. Menambahkan Gula atau Molase
Kemudian, tambahkan gula dengan perbandingan:
- 100–200 gram gula untuk setiap 1 liter air
Gula berperan sebagai sumber energi utama mikroorganisme. Jika kamu menggunakan EM4, tambahkan sekitar 10–20 ml ke dalam larutan.
4. Mengaduk dan Menutup Wadah
Aduk campuran hingga gula larut sempurna. Setelah itu, tutup wadah dengan rapat namun tidak terlalu kencang agar gas fermentasi tetap bisa keluar.
5. Proses Fermentasi
Simpan wadah di tempat teduh dan sejuk. Biarkan campuran berfermentasi selama 7–14 hari.
Selama proses berlangsung, buka tutup wadah setiap satu atau dua hari sekali lalu aduk perlahan. Cara ini membantu menjaga fermentasi tetap stabil.
Fermentasi yang berhasil biasanya menghasilkan aroma asam-manis segar.
6. Penyaringan Pupuk Cair
Setelah fermentasi selesai, saring cairan dan pisahkan ampasnya. Cairan inilah yang menjadi pupuk organik cair dari kulit nanas.
Simpan pupuk cair dalam botol tertutup dan letakkan di tempat sejuk.
Cara Menggunakan Pupuk Cair Kulit Nanas pada Tanaman
Karena pupuk ini bersifat pekat, kamu perlu mengencerkannya sebelum digunakan.
Untuk penyiraman tanah:
- Campurkan 1 bagian POC dengan 10–20 bagian air
- Siramkan di sekitar akar tanaman
Sementara itu, untuk penyemprotan daun:
- Gunakan perbandingan 1:30
- Semprotkan pada pagi atau sore hari
Gunakan pupuk ini secara rutin 1–2 kali seminggu agar hasilnya maksimal.
Manfaat Pupuk Organik Cair dari Kulit Nanas bagi Tanaman

Jika kamu menggunakan pupuk ini secara konsisten, manfaatnya akan terlihat secara bertahap.
Pertama, pupuk ini membantu menyuburkan tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme.
Selain itu, kandungan fosfornya membantu memperkuat sistem perakaran.
Selanjutnya, kalium alami mendukung pembungaan dan pembuahan.
Di sisi lain, tanaman yang mendapatkan nutrisi seimbang biasanya lebih tahan terhadap hama ringan.
Akhirnya, tanaman tumbuh lebih cepat dan tampak lebih segar.
Mengolah kulit nanas menjadi pupuk organik cair merupakan langkah sederhana yang memberi banyak manfaat. Selain mengurangi limbah dapur, kamu juga mendapatkan pupuk alami yang aman, murah, dan efektif untuk tanaman.
Dengan penggunaan rutin dan dosis yang tepat, pupuk cair kulit nanas membantu tanaman tumbuh lebih subur, sehat, dan produktif. (rull)









