Revitalisasi Jakaba pada Tanaman Bawang Merah sebagai Peningkat Green Economy

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Di tengah tantangan perubahan iklim, kenaikan harga pupuk kimia, dan kebutuhan pertanian berkelanjutan, para petani semakin terbuka terhadap inovasi berbasis biologi. Salah satu inovasi yang tengah ramai diperbincangkan adalah revitalisasi Jakaba, jamur saprofit yang dikenal sebagai “Janggut Kebahagiaan”. Jakaba mampu mendukung kesehatan tanah, meningkatkan produktivitas tanaman, sekaligus menekan biaya produksi.

Ketika diterapkan pada tanaman bawang merah, Jakaba tidak hanya menawarkan solusi agronomis, tetapi juga membuka peluang bagi penguatan green economy, dari skala rumah tangga hingga komunitas petani.

1. Mengenal Jakaba: Mikroorganisme Lokal Ramah Lingkungan

Jakaba adalah kultur jamur saprofit yang tumbuh alami pada bahan organik seperti jerami, dedaunan, atau media kaya lignoselulosa. Miselium putih mengkilapnya menyerupai janggut, sehingga disebut “Janggut Kebahagiaan”.

Keunggulan Jakaba meliputi:

  • Menguraikan bahan organik dengan cepat.
  • Menghasilkan hormon pertumbuhan alami seperti auksin dan giberelin.
  • Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur dan bernutrisi.
  • Menekan pertumbuhan patogen tanah secara biologis.
  • Mendorong aktivitas mikroba menguntungkan lain.

Dengan kemampuannya, Jakaba layak dijadikan agen hayati unggulan dalam pertanian organik maupun sistem rendah input kimia.

2. Bawang Merah: Tanaman Strategis yang Memerlukan Tanah Sehat

sumber foto: hortikultura.pertanian.go.id

Bawang merah adalah komoditas unggulan di banyak wilayah Indonesia. Tanaman ini bernilai ekonomi tinggi, namun cukup sensitif terhadap kondisi tanah miskin nutrisi atau penuh patogen. Masalah utama petani meliputi serangan fusarium, busuk umbi, dan tanah keras yang menyulitkan pertumbuhan.

Tanah ideal untuk bawang merah harus:

  • Gembur, porous, dan kaya bahan organik.
  • Memiliki drainase baik.
  • Mengandung mikroba positif seimbang.

Jakaba mampu memenuhi semua kebutuhan tersebut melalui penerapan yang tepat.

3. Revitalisasi Jakaba: Menghidupkan Kembali Tanah

Revitalisasi Jakaba berarti mengaktifkan kembali populasi jamur di lahan, terutama pada tanah yang telah lama menggunakan pupuk kimia atau pestisida. Tanah jenuh sering kali miskin organisme bermanfaat dan memerlukan suplai mikroba segar.

Baca Juga :  Pemanfaatan Agen Hayati pada Kolam Ikan: Menjaga Alam, Menyehatkan Ikan

Terdapat dua metode revitalisasi:

  1. Revitalisasi melalui fermentasi dan perbanyakan
    Petani memperbanyak Jakaba menggunakan media organik seperti jerami fermentasi, limbah dapur berkarbohidrat, dedak, sekam, atau air kelapa. Proses ini menghasilkan inokulum siap pakai dalam jumlah besar.
  2. Revitalisasi langsung di lahan
    Miselium Jakaba ditebar langsung ke permukaan tanah, kemudian ditutup dengan mulsa atau bahan organik agar jamur cepat berkembang. Metode ini efektif untuk lahan yang gersang atau terdegradasi.

Kedua cara ini membuat tanah kembali hidup, subur, dan seimbang secara biologis.

4. Cara Aplikasi Jakaba pada Bawang Merah

Agar Jakaba memberi manfaat maksimal, petani dapat menerapkannya melalui beberapa cara:

  1. Aplikasi pada persiapan lahan
    • Tebarkan 1–2 kg Jakaba per 100 m².
    • Campurkan dengan kompos atau pupuk kandang matang.
    • Diamkan 5–7 hari agar jamur berkembang.
  2. Perendaman umbi sebelum tanam
    • Siapkan larutan Jakaba cair.
    • Rendam umbi selama 30 menit, kemudian angkat dan keringkan.
    • Cara ini menekan busuk umbi dan mendorong pertumbuhan akar awal.
  3. Penyiraman atau kocor rutin
    • Larutkan Jakaba 1:10 dengan air.
    • Kocor setiap 7–10 hari, fokus pada pangkal tanaman.
    • Membantu akar tetap aktif dan tanah lebih lembab.
  4. Campuran mulsa organik
    • Jakaba dicampur dengan jerami, daun kering, atau kompos.
    • Hasilnya adalah mulsa hidup yang kaya mikroba menguntungkan.

5. Manfaat Jakaba pada Budidaya Bawang Merah

Berdasarkan pengalaman lapangan, revitalisasi Jakaba memberi berbagai manfaat:

  • Akar lebih kuat dan berkembang cepat: Miselium membantu nutrisi terserap optimal, sehingga tanaman kokoh dan tidak mudah stres.
  • Tanah menjadi sangat gembur: Media tanah yang poros memudahkan pembentukan umbi besar dan sehat.
  • Meningkatkan jumlah dan ukuran umbi: Tanah kaya mikroba mempercepat pertumbuhan umbi.
  • Menekan patogen penyebab busuk umbi: Jakaba bersifat kompetitif terhadap mikroba penyakit, menurunkan infeksi Fusarium atau Phytophthora.
  • Mengurangi penggunaan pupuk kimia: Aktivitas mikroba yang tinggi memungkinkan penurunan pupuk kimia hingga 30–50%.
  • Hasil panen lebih stabil: Tanah sehat menahan air lebih baik dan menyediakan nutrisi saat musim kemarau atau hujan berlebih.
Baca Juga :  JADAM: Teknologi Pertanian Organik Modern yang Murah, Sederhana, dan Ramah Lingkungan

6. Dampak Ekonomi

Ilustrasi persemaian bawang merah. (SHUTTERSTOCK/WISAWA222)

Pemanfaatan Jakaba membantu petani menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan:

  • Mengurangi pembelian pupuk kimia dan pestisida.
  • Meningkatkan hasil panen per rumpun.
  • Kualitas umbi lebih baik besar, segar, dan tahan simpan.
  • Risiko gagal panen berkurang, sehingga pendapatan lebih stabil.

7. Jakaba sebagai Penggerak Green Economy

Green economy menekankan keberlanjutan lingkungan, efisiensi sumber daya, dan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan Jakaba mendukung konsep ini dengan:

  • Mengurangi ketergantungan pada input kimia, sehingga tanah dan air lebih bersih.
  • Memanfaatkan limbah organik (jerami, limbah dapur) sebagai media kultur.
  • Meningkatkan kesuburan tanah jangka panjang.
  • Menumbuhkan usaha mikro pedesaan, seperti penjualan starter Jakaba, kompos, dan pelatihan budidaya mikroba.
  • Meningkatkan ketahanan pangan lokal karena bawang merah lebih produktif dan stabil.

Revitalisasi Jakaba pada bawang merah bukan sekadar teknik budidaya ini langkah menuju pertanian yang lebih sehat, murah, produktif, dan ramah lingkungan. Dengan memadukan sains mikroba, kearifan lokal, dan konsep ekonomi hijau, petani memperoleh keuntungan maksimal tanpa merusak alam.

Tanah kembali hidup, tanaman tumbuh subur, biaya produksi lebih ringan, dan panen stabil. Jakaba adalah inovasi sederhana namun berdampak besar bagi pertanian masa depan. (rull*)

Berita Terkait

Pemanfaatan Tomat dengan Jamur Bacillus sp. dan Jakaba: Sinergi Alami untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Ketahanan Tanaman
Pemanfaatan Limbah Cucian Beras untuk Membuat Jamur Jakaba: Inovasi Sederhana Menuju Pertanian Alami dan Berkelanjutan
Proses Pembuatan Jakaba dari Dedak dan Manfaatnya: Upaya Menghidupkan Tanah dengan Cara yang Lebih Alami
Efektivitas Jakaba dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun pada Tanah Aluvial
Pengaplikasian Jakaba pada Padi Varietas Srinuk: Upaya Mengoptimalkan Pertumbuhan Secara Alami
Dari Akar Bambu Menjadi Keajaiban Tanah: Proses Pembuatan Jakaba yang Menghidupkan Bumi
Membuat Jakaba Sendiri, Rahasia Tanaman Sehat dan Subur Sepanjang Tahun
Jakaba: Jamur Keberuntungan Abadi yang Menyuburkan Tanah dan Harapan Petani

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 22:02 WIB

Pemanfaatan Tomat dengan Jamur Bacillus sp. dan Jakaba: Sinergi Alami untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Ketahanan Tanaman

Rabu, 26 November 2025 - 06:02 WIB

Revitalisasi Jakaba pada Tanaman Bawang Merah sebagai Peningkat Green Economy

Senin, 24 November 2025 - 23:02 WIB

Pemanfaatan Limbah Cucian Beras untuk Membuat Jamur Jakaba: Inovasi Sederhana Menuju Pertanian Alami dan Berkelanjutan

Jumat, 21 November 2025 - 15:02 WIB

Proses Pembuatan Jakaba dari Dedak dan Manfaatnya: Upaya Menghidupkan Tanah dengan Cara yang Lebih Alami

Kamis, 20 November 2025 - 22:02 WIB

Efektivitas Jakaba dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun pada Tanah Aluvial

Berita Terbaru

Pertanian

Tips Menanam Brokoli Secara Mudah dan Hasil Maksimal

Rabu, 4 Feb 2026 - 06:02 WIB

Kesehatan

Cara Konsumsi Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Selasa, 3 Feb 2026 - 22:02 WIB

Jamu

Ramuan Alami untuk Mendukung Pengobatan TBC

Selasa, 3 Feb 2026 - 18:02 WIB

Pertanian

Jarak Tanam Ideal untuk Tanaman Sayur agar tumbuh subur

Selasa, 3 Feb 2026 - 15:02 WIB