Alamorganik.com-Rontoknya bunga dan buah durian sering membuat petani geleng-geleng kepala. Pada awalnya, pohon tampak sehat dan berbunga lebat. Namun, saat buah mulai terbentuk, satu per satu justru jatuh sebelum panen. Akibatnya, hasil panen jauh dari harapan dan tenaga yang dikeluarkan terasa sia-sia.
Faktanya, masalah rontok bunga dan buah durian tergolong klasik di Indonesia. Meski begitu, kondisi ini sebenarnya masih bisa dikendalikan. Asalkan, petani memahami penyebabnya dan menerapkan perawatan yang tepat, pohon durian mampu mempertahankan bunga dan buah hingga matang sempurna.
Mengapa Bunga dan Buah Durian Mudah Rontok?

Sebelum mencari solusi, tentunya kamu perlu memahami akar masalahnya terlebih dahulu. Pada dasarnya, rontok bunga dan buah durian tidak terjadi secara tiba-tiba. Sebaliknya, tanaman biasanya memberikan sinyal bahwa ada kondisi yang tidak seimbang.
Berikut ini beberapa penyebab utama yang paling sering terjadi di kebun durian Indonesia.
1. Ketidakseimbangan Unsur Hara
Durian membutuhkan nutrisi lengkap dan seimbang, terutama saat memasuki fase berbunga dan berbuah. Jika hal ini tidak terpenuhi, bunga dan buah tidak mampu bertahan lama.
Beberapa unsur hara yang sangat berpengaruh antara lain:
- Fosfor (P) untuk merangsang pembungaan
- Kalium (K) untuk memperkuat bunga dan buah
- Kalsium (Ca) untuk menguatkan tangkai buah
- Boron (B) untuk mencegah gugur bunga
Ketika salah satu unsur tersebut kurang, tanaman secara alami akan menggugurkan bunga dan buah sebagai bentuk penyesuaian diri.
2. Kelebihan Nitrogen
Di lapangan, banyak petani tanpa sadar memberi pupuk nitrogen terlalu tinggi. Akibatnya, pohon durian tumbuh subur secara vegetatif, tetapi bunga dan buah justru melemah.
Dengan kata lain, tanaman yang terlalu “gemuk” daun cenderung kesulitan mempertahankan buah. Pada akhirnya, bunga rontok dan buah muda jatuh satu per satu.
3. Stres Air (Kekeringan atau Kelebihan Air)
Selain nutrisi, durian juga sangat sensitif terhadap kondisi air. Ketika tanaman mengalami:
- Kekeringan berkepanjangan
- Drainase buruk hingga akar tergenang
Tanaman akan langsung mengalami stres. Dalam kondisi seperti ini, durian menggugurkan bunga dan buah untuk mempertahankan hidupnya.
4. Cuaca Ekstrem
Tidak hanya faktor internal, faktor lingkungan juga berpengaruh besar. Misalnya, hujan lebat saat bunga mekar, angin kencang, atau suhu terlalu panas.
Akibatnya, proses penyerbukan terganggu dan tangkai bunga menjadi lemah. Seiring waktu, bunga dan buah pun mudah rontok.
5. Penyerbukan Tidak Sempurna
Pada dasarnya, bunga durian membutuhkan penyerbukan yang optimal agar berkembang menjadi buah kuat. Namun, jika penyerbukan tidak terjadi secara sempurna, bunga akan rontok dengan sendirinya.
Biasanya, kondisi ini terjadi karena kurangnya serangga penyerbuk atau cuaca yang tidak mendukung.
6. Serangan Hama dan Penyakit
Selain itu, hama dan penyakit juga berperan besar dalam kerontokan bunga dan buah durian, seperti:
- Penggerek batang
- Kutu dan thrips
- Jamur penyebab busuk bunga
Jika dibiarkan, serangan ini merusak jaringan tanaman sehingga bunga dan buah tidak mampu bertahan.
Cara Mengatasi Rontok Bunga dan Buah Durian Secara Efektif

Setelah memahami penyebabnya, selanjutnya kamu perlu menerapkan solusi secara konsisten. Berikut ini langkah-langkah yang terbukti efektif di lapangan.
1. Atur Pemupukan dengan Tepat
Pertama-tama, pemupukan menjadi kunci utama dalam mencegah rontok bunga dan buah durian.
Langkah yang bisa kamu lakukan antara lain:
- Kurangi pupuk nitrogen saat pohon mulai berbunga
- Tingkatkan pupuk fosfor dan kalium
- Tambahkan unsur mikro seperti boron dan kalsium
Dengan pengaturan ini, tanaman tidak mengalami lonjakan nutrisi yang berlebihan.
2. Gunakan Pupuk Organik Secara Rutin
Selain pupuk kimia, pupuk organik juga sangat penting. Pupuk organik membantu memperbaiki struktur tanah dan menjaga keseimbangan nutrisi.
Beberapa pilihan yang bisa kamu gunakan:
- Kompos matang
- Pupuk kandang fermentasi
- Pupuk cair organik
Hasilnya, akar bekerja lebih optimal dan bunga serta buah menjadi lebih kuat.
3. Jaga Ketersediaan Air
Selanjutnya, perhatikan pengelolaan air. Pada fase berbunga dan berbuah, kebutuhan air harus stabil.
Sebagai panduan:
- Siram secara teratur saat musim kemarau
- Pastikan drainase lancar saat musim hujan
- Hindari genangan air di sekitar perakaran
Dengan demikian, tanaman tidak mengalami stres.
4. Lakukan Penjarangan Bunga dan Buah
Meskipun terlihat sayang, sebenarnya penjarangan sangat penting. Jika bunga dan buah terlalu banyak, tanaman tidak sanggup menopang semuanya.
Oleh karena itu, lakukan penjarangan sejak dini agar sisa buah tumbuh lebih besar dan berkualitas.
5. Semprot ZPT Alami Secara Bijak
Selain pemupukan, ZPT alami juga bisa membantu mengurangi kerontokan.
Beberapa contoh ZPT alami yang sering digunakan:
- Air kelapa fermentasi
- Ekstrak bawang merah
- Pupuk hayati cair
Sebaiknya, semprotkan pada sore hari agar penyerapan lebih maksimal.
6. Kendalikan Hama dan Penyakit Sejak Dini
Agar masalah tidak semakin parah, segera lakukan pengendalian saat gejala awal muncul.
Langkah yang bisa kamu lakukan:
- Pangkas bagian tanaman yang terserang
- Gunakan pestisida nabati
- Jaga kebersihan kebun
Dengan tanaman yang sehat, bunga dan buah mampu bertahan lebih lama.
7. Perbaiki Lingkungan Kebun

Terakhir, lingkungan kebun juga sangat menentukan. Jika sirkulasi udara baik dan kelembapan terjaga, tanaman tidak mudah stres.
Beberapa langkah sederhana antara lain:
- Pemangkasan rutin
- Pengaturan jarak tanam
- Penanaman tanaman penutup tanaman
Singkatnya, rontok bunga dan buah durian bukan masalah tanpa solusi. Dengan perawatan yang tepat, kamu bisa menekan kerontokan secara signifikan dan meningkatkan hasil panen.
Pada akhirnya, kunci keberhasilan terletak pada:
- Nutrisi seimbang
- Pengelolaan air yang baik
- Lingkungan kebun yang sehat
- Perawatan yang konsisten
Jika semua faktor ini terpenuhi, pohon durian akan membalasnya dengan buah yang lebat, besar, dan berkualitas (rull)









