Tak Bisa Dipancing! Begini Cara Menumbuhkan Jamur Portobello dengan Benar

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Jamur portobello dikenal sebagai salah satu jenis jamur konsumsi yang memiliki ukuran besar, tekstur padat, dan cita rasa gurih. Banyak orang mengolah jamur ini menjadi steak vegetarian, isian burger, sup, hingga berbagai hidangan panggang karena dagingnya yang tebal mampu memberikan sensasi mirip daging.

Meski populer di berbagai negara, tidak banyak orang mengetahui bahwa jamur portobello sebenarnya merupakan bentuk dewasa dari jamur kancing (Agaricus bisporus). Perbedaan utama keduanya terletak pada usia panen. Petani memanen jamur kancing saat masih muda, sedangkan mereka membiarkan jamur tumbuh lebih lama hingga berubah menjadi portobello dengan tudung yang lebih lebar dan warna yang lebih gelap.

Sebagian orang mengira mereka dapat “memancing” jamur portobello agar tumbuh di alam. Faktanya, jamur tidak tumbuh seperti ikan yang bisa dipancing. Namun, Anda dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan miselium sehingga peluang munculnya jamur portobello menjadi lebih besar.

Lantas, bagaimana cara menumbuhkan jamur portobello di alam dan kondisi apa saja yang perlu Anda siapkan? Berikut penjelasannya.

Mengenal Jamur Portobello

sumber foto: cdn.britannica.com

Jamur portobello berasal dari spesies yang sama dengan jamur kancing, yaitu Agaricus bisporus. Perbedaannya terletak pada tingkat kematangannya.

Petani memanen jamur kancing saat tudungnya masih kecil dan berwarna putih. Jika mereka membiarkan jamur terus tumbuh selama beberapa hari, tudungnya akan membesar, warnanya berubah menjadi cokelat, dan bagian bawahnya memperlihatkan bilah-bilah (insang) berwarna gelap. Pada tahap inilah jamur dikenal sebagai portobello.

Karena ukurannya lebih besar dan teksturnya lebih padat, banyak orang menggunakan jamur portobello sebagai pengganti daging dalam berbagai hidangan.

Habitat Alami Jamur Portobello

Di alam, jamur portobello tumbuh pada media yang kaya bahan organik. Jamur ini memperoleh nutrisi dari proses penguraian sisa-sisa tumbuhan dan bahan organik lainnya.

Anda dapat menemukan kerabat jamur ini di lahan kompos, padang rumput, kebun, maupun area yang kaya humus.

Jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Oleh karena itu, jamur bergantung pada bahan organik yang telah membusuk sebagai sumber nutrisi.

Mengapa Jamur Tidak Bisa Dipancing?

Sebagian orang menggunakan istilah “memancing jamur” untuk menggambarkan upaya menumbuhkan jamur liar.

Padahal, jamur tidak tumbuh karena umpan tertentu. Jamur hanya akan membentuk tubuh buah jika miselium yang berada di dalam media mendapatkan kondisi lingkungan yang sesuai.

Miselium merupakan jaringan benang-benang halus berwarna putih yang tumbuh di bawah permukaan tanah atau media tanam. Ketika suhu, kelembapan, nutrisi, dan sirkulasi udara berada dalam kondisi ideal, miselium akan membentuk bakal jamur yang kemudian berkembang menjadi tubuh buah.

Baca Juga :  Panen Sayur Eco Enzyme di Bikomi Utara

Karena itu, langkah terbaik untuk meningkatkan peluang munculnya jamur portobello adalah menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan miselium.

Cara Menyiapkan Media Tanam

Media tanam menjadi faktor terpenting dalam pertumbuhan jamur portobello.

Jamur membutuhkan media yang kaya bahan organik agar memperoleh nutrisi yang cukup selama proses pertumbuhan.

Beberapa bahan yang sering digunakan antara lain:

  • Kompos matang yang telah mengalami penguraian sempurna.
  • Jerami yang sudah terdekomposisi.
  • Kotoran sapi atau kotoran kuda yang telah melalui proses pengomposan.
  • Daun-daun kering yang telah membusuk.
  • Humus dari sisa tanaman.

Hindari menggunakan kotoran ternak yang masih segar karena proses fermentasinya belum selesai dan dapat menghasilkan panas berlebih yang menghambat pertumbuhan miselium.

Menjaga Kelembapan Media

Jamur sangat menyukai lingkungan yang lembap.

Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kelembapan media tanpa membuatnya tergenang air.

Media yang terlalu kering akan menghambat pertumbuhan miselium, sedangkan media yang terlalu basah dapat memicu pertumbuhan jamur lain maupun bakteri yang merugikan.

Jika cuaca sedang panas atau memasuki musim kemarau, siram media menggunakan semprotan air secara perlahan agar kelembapannya tetap stabil.

Memilih Lokasi yang Tepat

Lokasi penanaman juga memengaruhi keberhasilan pertumbuhan jamur.

Jamur portobello tumbuh lebih baik di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Anda dapat meletakkan media tanam di bawah pohon, di sudut kebun yang terlindung, atau di area dengan sirkulasi udara yang baik.

Lingkungan yang terlalu panas dapat mempercepat penguapan air sehingga media cepat mengering.

Menjaga Suhu Tetap Ideal

sumber foto: asset.kompas.com

Suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pertumbuhan jamur.

Jamur portobello umumnya tumbuh optimal pada suhu sekitar 15 hingga 24 derajat Celsius.

Pada suhu tersebut, miselium dapat berkembang dengan baik dan membentuk tubuh buah secara optimal.

Apabila suhu terlalu tinggi, pertumbuhan jamur biasanya melambat. Sebaliknya, suhu yang terlalu rendah juga dapat menghambat pembentukan tubuh buah.

Menambahkan Lapisan Penutup

Setelah media penuh oleh miselium, tambahkan lapisan penutup atau casing layer.

Lapisan ini biasanya terdiri atas tanah humus, gambut, atau campuran bahan organik lain yang memiliki tekstur halus.

Lapisan penutup membantu menjaga kelembapan media sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan tubuh buah.

Pastikan lapisan tersebut tidak terlalu tebal agar sirkulasi udara tetap berjalan dengan baik.

Tanda-Tanda Jamur Akan Tumbuh

Sebelum tubuh buah muncul, Anda dapat melihat beberapa tanda bahwa jamur mulai berkembang.

Tanda pertama biasanya berupa benang-benang putih atau miselium yang menyebar di dalam media tanam.

Jika kondisi lingkungan tetap stabil, beberapa minggu kemudian akan muncul tonjolan kecil yang disebut primordia atau bakal jamur.

Baca Juga :  Tanaman Penyubur Tanah Terbaik, Cara Alami Tingkatkan Hasil Pertanian

Bakal jamur tersebut akan terus membesar hingga akhirnya berkembang menjadi jamur portobello yang siap dipanen.

Cara Merawat Jamur Selama Masa Pertumbuhan

Selama proses pertumbuhan, Anda perlu memantau kondisi media secara rutin.

Pastikan media tetap lembap, tetapi jangan sampai tergenang air.

Selain itu, jaga kebersihan area budidaya agar jamur tidak terserang hama atau jamur liar yang dapat mengganggu pertumbuhannya.

Jika menemukan bagian media yang berjamur selain miselium putih, segera singkirkan agar kontaminasi tidak menyebar.

Kapan Jamur Portobello Siap Dipanen?

Jamur portobello siap dipanen ketika tudungnya telah membuka lebar dan diameternya mencapai sekitar 10 hingga 15 sentimeter, meski ukuran tersebut dapat bervariasi.

Gunakan pisau yang bersih atau putar batang jamur secara perlahan hingga terlepas dari media.

Hindari menarik jamur secara paksa karena tindakan tersebut dapat merusak miselium yang masih berada di dalam media.

Dengan perawatan yang baik, miselium dapat menghasilkan beberapa kali panen sebelum nutrisi dalam media habis.

Kandungan Gizi Jamur Portobello

Selain lezat, jamur portobello juga menawarkan berbagai nutrisi penting.

Jamur ini mengandung:

  • Protein nabati
  • Serat pangan
  • Vitamin B kompleks
  • Selenium
  • Kalium
  • Fosfor
  • Tembaga
  • Ergosterol yang dapat berubah menjadi vitamin D2 setelah terkena paparan sinar ultraviolet.

Kandungan kalorinya juga relatif rendah sehingga banyak orang memasukkannya ke dalam menu makan sehat.

Manfaat Mengonsumsi Jamur Portobello

Sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, jamur portobello dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  • Membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
  • Mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh berkat kandungan selenium.
  • Membantu menjaga kesehatan tulang jika mengandung vitamin D2 yang cukup.
  • Menjadi alternatif sumber protein nabati.
  • Membantu menjaga berat badan karena rendah kalori.

Meski bergizi, jamur portobello bukan obat untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Anda tetap perlu menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan menjalani gaya hidup sehat.

Kesimpulan

sumber foto :myhomebasedlife.com

Jamur portobello merupakan bentuk dewasa dari jamur kancing yang tumbuh optimal pada media kaya bahan organik dengan kelembapan, suhu, dan sirkulasi udara yang sesuai.

Anda tidak dapat memancing jamur agar tumbuh di alam. Namun, Anda dapat meningkatkan peluang kemunculannya dengan menyiapkan kompos yang matang, menjaga kelembapan media, memilih lokasi yang teduh, mempertahankan suhu ideal sekitar 15–24 derajat Celsius, serta menambahkan lapisan penutup berupa humus atau gambut.

Jika miselium tumbuh dengan baik, benang-benang putih akan muncul di dalam media, kemudian diikuti bakal jamur yang berkembang menjadi jamur portobello. Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat menikmati jamur bergizi ini sebagai bagian dari pola makan sehat. (rull)

Berita Terkait

Budidaya Sawi Organik dengan EM4, Cara Alami Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Hasil Panen
Cara EM4 Mengatasi Tanah Retak dan Mengembalikan Kesuburan Lahan Secara Alami
Mengapa EM4 Semakin Populer di Kalangan Pekebun?
Jangan Asal Beli! Bedengan Kebun yang Kokoh Ternyata Bisa Dibuat dari 4 Bahan Sederhana Ini
Tanpa Cacing Tanah, Panen Bisa Gagal? Ini Faktanya yang Wajib Petani Tahu
Cuma Pakai Ember Bekas, Jahe Ternyata Bisa Tumbuh Subur di Rumah! Ini Caranya
Trik Petani Kuno yang Masih Relevan Sampai Saat Ini
Bukan Cuma Pohon! 4 Tumbuhan ‘Ajaib’ Ini Ternyata Bisa Menyerap Karbon hingga Bentuk Cair

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:02 WIB

Tak Bisa Dipancing! Begini Cara Menumbuhkan Jamur Portobello dengan Benar

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:02 WIB

Budidaya Sawi Organik dengan EM4, Cara Alami Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Hasil Panen

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:02 WIB

Cara EM4 Mengatasi Tanah Retak dan Mengembalikan Kesuburan Lahan Secara Alami

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:02 WIB

Mengapa EM4 Semakin Populer di Kalangan Pekebun?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:02 WIB

Jangan Asal Beli! Bedengan Kebun yang Kokoh Ternyata Bisa Dibuat dari 4 Bahan Sederhana Ini

Berita Terbaru