Cara Cerdas Budidaya Jagung Manis + Tips Perawatan & Peluang Usaha Paling Menguntungkan

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Jagung manis (Zea mays saccharata) adalah salah satu komoditas pertanian yang semakin digemari oleh petani maupun konsumen. Rasanya yang manis, teksturnya lembut, serta permintaan pasar yang stabil membuat tanaman ini punya nilai ekonomi yang tinggi. Tidak hanya bisa dijual dalam bentuk segar, jagung manis juga laris sebagai bahan baku jajanan seperti jagung bakar, jagung rebus, jasuke (jagung susu keju), atau diolah oleh industri makanan ringan.

Di banyak daerah, budidaya jagung manis menjadi peluang usaha yang menjanjikan karena perawatannya relatif mudah, umur panennya singkat, dan hasilnya cukup menguntungkan. Jika kamu seorang petani atau baru ingin memulai usaha pertanian, jagung manis bisa menjadi pilihan yang tepat.

Mengapa Harus Jagung Manis?

Sebelum masuk ke teknis budidaya, kamu mungkin bertanya: “Kenapa sih harus jagung manis?”

Beberapa alasannya:

  • Permintaan pasar terus meningkat, jagung manis diperlukan pedagang kaki lima, restoran, pasar tradisional, hingga supermarket.
  • Umur panen pendek, 60–75 hari setelah tanam.
  • Harga relatif stabil dibanding jagung biasa.
  • Tahan terhadap berbagai kondisi lahan dan cocok dibudidayakan di dataran rendah maupun dataran tinggi.
  • Modal usaha tidak terlalu besar, tapi keuntungannya menarik.

Dengan kelebihan ini, tidak heran jika jagung manis semakin diminati oleh petani pemula maupun yang sudah berpengalaman.

Cara Budidaya Jagung Manis dari Awal hingga Panen

ilustrasi tanaman pangan jagung. (SHUTTERSTOCK/Alchemist from India)

1. Memilih Varietas Jagung Manis Terbaik

Langkah pertama yang sangat menentukan keberhasilan budidaya adalah memilih varietas unggul. Beberapa varietas yang populer antara lain:

  • Bonanza F1
    Rasa sangat manis, biji besar, panen cepat.
  • Master Sweet F1
    Tahan penyakit, hasil tinggi.
  • Talenta F1
    Cocok untuk dataran rendah dan menengah.
  • Sweet Boy F1
    Warna kuning cerah, sangat digemari pasar.

Pilih varietas sesuai kondisi lahan dan tujuan pemasaran. Jika ingin menjual ke pedagang sayur atau swalayan, pilih varietas yang bijinya seragam dan ukuran tongkolnya besar.

2. Persiapan Lahan

Jagung manis menyukai tanah gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase baik. Lahan yang terlalu keras akan membuat akar tidak berkembang maksimal.

Langkah persiapan lahan:

  1. Cangkul atau bajak tanah sedalam 20–30 cm agar tanah lebih gembur.
  2. Buat bedengan lebar 100–120 cm untuk memudahkan perawatan.
  3. Beri pupuk dasar organik seperti:
    • 2–3 ton pupuk kandang per hektar
    • atau kompos 1–2 ton per hektar
  4. Diamkan 7–10 hari sebelum ditanami agar tanah stabil.

Menggunakan pupuk organik di awal sangat membantu memperbaiki struktur tanah dan membuat tanaman lebih kuat.

Baca Juga :  Rahasia Tanah Subur: Kenali Ciri-Ciri Tanah Asam, Netral, dan Basa untuk Hasil Panen Maksimal

3. Penanaman Benih

Benih jagung manis cukup ditanam langsung di lahan (tanpa pembibitan).

Cara menanam:

  • Buat lubang sedalam 3–5 cm.
  • Masukkan 1–2 benih per lubang.
  • Tutup kembali dengan tanah.
  • Siram sedikit jika kondisi tanah kering.

Jarak tanam ideal:

  • 50 cm x 70 cm untuk hasil optimal.
  • Atau 60 cm x 80 cm jika varietas berukuran besar.

Pastikan benih tertanam pada tanah yang cukup lembap agar cepat tumbuh.

4. Pemeliharaan Tanaman

Perawatan jagung manis tidak sulit, namun harus dilakukan dengan rutin agar hasil optimal.

a. Penyiraman

Jagung manis butuh banyak air terutama pada fase awal pertumbuhan. Siram 2–3 kali seminggu, atau sesuaikan dengan kondisi tanah.

b. Penyiangan Gulma

Gulma adalah musuh utama karena bersaing merebut nutrisi. Lakukan penyiangan:

  • 14 hari setelah tanam
  • 30 hari setelah tanam
  • Ulangi jika gulma tumbuh banyak

c. Pemupukan

Ini bagian penting agar tanaman tumbuh besar dan manis.

Pemupukan dasar (hari 0):

  • 2–3 ton kotoran kambing/sapi
  • Bisa ditambah sedikit NPK jika diperlukan

Pupuk I (15 hari setelah tanam):

  • NPK 15:15:15 sebanyak 5 gram per tanaman
  • Atau MOL / pupuk organik cair

Pupuk susulan II (30 hari setelah tanam):

  • Tambah KNO3 atau NPK 5 gram per tanaman
  • MOL buah agar tongkol besar

Jika ingin lebih organik, kamu bisa mengganti pupuk kimia dengan:

  • MOL rebung
  • MOL bonggol pisang
  • Pupuk cair kotoran kambing
  • Kompos cair

d. Pembumbunan

Tambahkan tanah di sekitar pangkal batang saat umur 20–25 hari. Tujuannya agar tanaman:

  • tidak mudah rebah
  • akar lebih kokoh
  • penyerapan nutrisi meningkat

e. Pengendalian Hama dan Penyakit

Jagung manis rentan terhadap beberapa hama, terutama ulat. Solusi terbaik:

  • Gunakan pestisida organik seperti ekstrak daun mimba, serai, atau bawang putih.
  • Semprotkan MOL yang mengandung mikroorganisme baik.
  • Hindari kelembapan berlebih agar jamur tidak muncul.

5. Pemanenan Jagung Manis

Ini momen yang paling ditunggu!

Jagung manis bisa dipanen saat berumur 60–75 hari setelah tanam, tergantung varietas. Tanda-tanda jagung siap panen:

  • Rambut jagung (sutranya) mengering dan berwarna coklat.
  • Tongkol terasa keras dan padat saat dipegang.
  • Kulit jagung masih hijau, tidak layu.

Untuk pasar swalayan, biasanya panen dilakukan lebih awal agar tampilannya segar dan menarik.

Panenlah pada pagi atau sore hari agar jagung tetap segar dan manis.

Tips Sukses Budidaya Jagung Manis

sumber foto: majalahceo.com
  1. Gunakan benih berkualitas tinggi.
    Benih unggul = hasil maksimal.
  2. Jaga kelembapan tanah di 3 minggu pertama.
    Masa ini menentukan kesuksesan pertumbuhan.
  3. Jangan terlalu banyak nitrogen.
    Jika nitrogen berlebih, tanaman tinggi tapi tongkol kecil.
  4. Gunakan pupuk organik secara rutin.
    Untuk menjaga struktur tanah tetap sehat.
  5. Perhatikan waktu tanam.
    Tanam di awal musim hujan atau awal musim kemarau agar tidak kekurangan air.
  6. Tanam seragam dalam satu lahan.
    Agar pertumbuhan dan panen lebih merata.
  7. Panen tepat waktu.
    Terlambat panen bisa membuat rasa manis berkurang.
Baca Juga :  Inovasi Internet of Things (IoT) dalam Peningkatan Produktivitas Pertanian

Peluang Usaha Jagung Manis untuk Petani

Budidaya jagung manis tidak hanya sekadar menanam dan menjual hasil panen. Banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan dari komoditas ini.

1. Penjualan Jagung Segar

Ini adalah model bisnis paling umum. Jagung dijual ke:

  • pasar tradisional
  • tengkulak
  • supermarket
  • pedagang kaki lima

Harga jagung manis segar lebih tinggi dibanding jagung biasa.

2. Olahan Jagung Siap Makan

Ini peluang yang sangat menguntungkan:

  • jagung rebus
  • jagung bakar
  • jasuke (jagung susu keju)
  • jagung cup siap saji

Kamu bisa menjalankan bisnis ini dengan modal kecil di area sekolah, pasar malam, atau pinggir jalan.

3. Penjualan Bibit Jagung Manis

Jika kamu sudah ahli budidaya, kamu bisa menjual bibit jagung berkualitas bagi petani lain. Permintaan bibit jagung manis cukup besar, terutama di daerah yang banyak petaninya.

4. Kemitraan dengan Warung Makan dan Kafe

Banyak restoran membutuhkan jagung manis untuk menu:

  • salad
  • sup jagung
  • minuman jagung
  • menu dessert

Kerja sama dengan restoran bisa memberikan pemasukan lebih stabil.

5. Sistem Pre-Order Panen

sumber foto: gokomodo.com

Kamu bisa membuka pre-order (PO) jagung manis untuk para reseller atau pedagang pasar. Dengan begitu, hasil panen selalu terserap tanpa khawatir tidak laku.

Budidaya jagung manis adalah salah satu pilihan terbaik bagi petani yang ingin mendapatkan hasil cepat, biaya perawatan ringan, dan keuntungan menjanjikan. Dengan perencanaan yang tepat, mulai dari pemilihan varietas, persiapan lahan, pemupukan yang seimbang, hingga perawatan intensif, hingga pada akhirnya hasil panen bisa melimpah dan berkualitas.

Peluang usahanya pun sangat luas. Tidak hanya menjual jagung segar, tetapi juga berbagai olahan jagung yang bernilai tambah. Dengan kreativitas dan manajemen yang baik, usaha jagung manis bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil dan menguntungkan.

Jika kamu sedang mencari komoditas pertanian yang mudah, cepat panen, dan punya pasar kuat, jagung manis adalah jawabannya. (rull*)

Berita Terkait

Inovasi Internet of Things (IoT) dalam Peningkatan Produktivitas Pertanian
Drone sebagai Penjaga Tanaman: Solusi Modern untuk Hama dan Penyakit
Rahasia Sukses Budidaya Bawang Merah: Cara Mudah, Modal Ringan, dan Hasil Panen Melimpah
Hidroponik di Jepang: Harmoni Antara Teknologi dan Alam
Bercocok Tanam dengan Cara Hidroponik Sederhana di Rumah yang Mudah Bagi Pemula
Rahasia Hidup Sehat dari Halaman Sendiri: Cara Mudah Menanam Sayuran di Pekarangan Rumah
Rahasia Tanah Subur: Kenali Ciri-Ciri Tanah Asam, Netral, dan Basa untuk Hasil Panen Maksimal

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 12:02 WIB

Drone sebagai Penjaga Tanaman: Solusi Modern untuk Hama dan Penyakit

Minggu, 23 November 2025 - 12:02 WIB

Rahasia Sukses Budidaya Bawang Merah: Cara Mudah, Modal Ringan, dan Hasil Panen Melimpah

Sabtu, 22 November 2025 - 22:02 WIB

Cara Cerdas Budidaya Jagung Manis + Tips Perawatan & Peluang Usaha Paling Menguntungkan

Selasa, 18 November 2025 - 18:03 WIB

Hidroponik di Jepang: Harmoni Antara Teknologi dan Alam

Kamis, 13 November 2025 - 06:02 WIB

Bercocok Tanam dengan Cara Hidroponik Sederhana di Rumah yang Mudah Bagi Pemula

Berita Terbaru

Produk Organik

Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman

Sabtu, 29 Nov 2025 - 18:02 WIB

Jamu

Herbal untuk Mengatasi Pegal Linu

Jumat, 28 Nov 2025 - 22:42 WIB