Tips Menanam Terong Ungu agar Panen Melimpah dan Berkualitas

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Terong ungu merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani maupun pekebun rumahan. Selain mudah tumbuh di berbagai daerah, terong ungu juga memiliki nilai jual yang stabil dan permintaan pasar yang cukup tinggi. Namun, agar tanaman ini mampu menghasilkan buah yang lebat, sehat, dan berkualitas, petani perlu menerapkan teknik budidaya yang tepat sejak awal penanaman.

Menanam terong ungu sebenarnya tidak sulit. Akan tetapi, tanpa perawatan yang benar, tanaman sering tumbuh kurang maksimal, mudah terserang hama, atau berbuah sedikit. Oleh karena itu, memahami tips menanam terong ungu secara menyeluruh akan membantu Anda memperoleh hasil panen yang melimpah dan memuaskan.

1. Memilih Benih Terong Ungu Berkualitas

sumber foto: 4.bp.blogspot.com

Langkah awal yang menentukan keberhasilan budidaya terong ungu dimulai dari pemilihan benih. Benih yang berkualitas akan tumbuh lebih cepat, tahan terhadap penyakit, dan menghasilkan buah yang seragam.

Pilihlah benih terong ungu yang berasal dari produsen terpercaya dan memiliki daya kecambah tinggi. Selain itu, pastikan benih tidak kedaluwarsa dan tersimpan dalam kondisi baik. Benih unggul biasanya menghasilkan tanaman yang lebih kuat serta produktivitas buah yang tinggi.

Dengan menggunakan benih berkualitas, Anda telah menyiapkan fondasi kuat untuk mendapatkan panen terong ungu yang optimal.

2. Menyiapkan Media Tanam yang Subur

Terong ungu tumbuh subur pada tanah yang gembur, kaya unsur hara, dan memiliki drainase baik. Oleh sebab itu, pengolahan lahan perlu dilakukan dengan cermat sebelum penanaman.

Gemburkan tanah sedalam 30–40 cm agar akar mudah berkembang. Setelah itu, campurkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk organik membantu memperbaiki struktur tanah sekaligus menyediakan nutrisi secara bertahap bagi tanaman.

Jika tanah terlalu asam, tambahkan kapur dolomit untuk menyeimbangkan pH tanah. Terong ungu tumbuh optimal pada pH 5,5–6,8.

3. Penyemaian Benih yang Benar

Sebelum ditanam di lahan utama, benih terong ungu sebaiknya disemai terlebih dahulu. Penyemaian membantu tanaman tumbuh lebih seragam dan memudahkan pemilihan bibit terbaik.

Baca Juga :  Rahasia Menanam Singkong: Tips Agar Subur dan Panen Melimpah Berkualitas Tinggi

Gunakan media semai berupa campuran tanah halus, kompos, dan pasir dengan perbandingan seimbang. Tanam benih sedalam 0,5–1 cm, lalu siram secara perlahan agar media tetap lembap. Letakkan persemaian di tempat yang teduh namun tetap mendapatkan cahaya matahari.

Dalam waktu 7–10 hari, benih biasanya mulai berkecambah. Setelah bibit memiliki 4–5 helai daun sejati, Anda bisa memindahkannya ke lahan tanam.

4. Penanaman Bibit Terong Ungu

Pindahkan bibit terong ungu pada sore hari untuk mengurangi stres tanaman. Buat lubang tanam dengan jarak sekitar 60 x 70 cm agar tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup.

Masukkan bibit ke dalam lubang tanam secara hati-hati, lalu timbun dengan tanah dan padatkan ringan. Setelah itu, siram tanaman secukupnya untuk membantu adaptasi akar dengan lingkungan baru.

Jarak tanam yang ideal membantu sirkulasi udara tetap baik dan mengurangi risiko serangan penyakit.

5. Penyiraman yang Teratur dan Seimbang

sumber foto: cdn-image.hipwee.com

Air memegang peranan penting dalam pertumbuhan terong ungu. Tanaman ini membutuhkan penyiraman rutin, terutama pada fase awal pertumbuhan dan saat mulai berbunga.

Siram tanaman setiap pagi atau sore hari secukupnya. Hindari penyiraman berlebihan karena genangan air dapat menyebabkan akar membusuk. Sebaliknya, kekurangan air dapat membuat bunga dan buah mudah rontok.

Dengan menjaga kelembapan tanah secara seimbang, tanaman terong ungu akan tumbuh sehat dan produktif.

6. Pemupukan untuk Meningkatkan Produksi Buah

Pemupukan secara rutin membantu tanaman terong ungu mendapatkan nutrisi yang cukup. Selain pupuk dasar organik, Anda juga dapat memberikan pupuk tambahan selama masa pertumbuhan.

Gunakan pupuk organik cair atau pupuk kandang fermentasi setiap 10–14 hari sekali. Saat tanaman mulai berbunga dan berbuah, tambahkan pupuk yang kaya kalium untuk merangsang pembentukan buah.

Baca Juga :  Buah Hortikultura yang Viral dan Cocok Ditanam di Pekarangan Rumah

Pemupukan yang tepat akan membuat buah terong tumbuh lebih besar, mengilap, dan tidak pahit.

7. Pemangkasan untuk Merangsang Pertumbuhan

Pemangkasan merupakan salah satu tips penting untuk meningkatkan hasil panen terong ungu. Buang tunas liar yang tumbuh di ketiak daun agar nutrisi terfokus pada pembentukan buah.

Selain itu, pangkas daun tua atau daun yang terserang penyakit untuk mencegah penyebaran patogen. Pemangkasan yang rutin membantu tanaman tumbuh lebih rapi, sehat, dan produktif.

8. Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Alami

Hama seperti kutu daun, ulat, dan lalat buah sering menyerang tanaman terong ungu. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan pestisida nabati dari bahan alami seperti daun mimba, bawang putih, atau serai.

Semprotkan larutan pestisida nabati secara berkala, terutama saat gejala serangan mulai terlihat. Selain ramah lingkungan, cara ini juga menjaga kualitas hasil panen tetap aman dikonsumsi.

Pencegahan sejak dini akan menghindarkan tanaman dari kerusakan parah.

9. Panen Terong Ungu pada Waktu yang Tepat

sumber foto: rumahbudidaya.co.id

Terong ungu biasanya mulai berbuah sekitar 60–70 hari setelah tanam. Panenlah buah saat ukurannya sudah maksimal, kulitnya mengilap, dan warnanya ungu cerah.

Gunakan pisau atau gunting tajam untuk memanen agar tanaman tidak rusak. Panen secara rutin justru merangsang tanaman menghasilkan buah baru.

Dengan teknik panen yang benar, masa produktif tanaman dapat berlangsung lebih lama.

Menanam terong ungu agar panen melimpah membutuhkan perhatian sejak pemilihan benih hingga masa panen. Dengan menyiapkan media tanam yang subur, melakukan penyiraman dan pemupukan secara teratur, serta mengendalikan hama secara alami, Anda dapat memperoleh hasil panen yang optimal.

Selain meningkatkan produksi, perawatan yang tepat juga menghasilkan terong ungu yang sehat, segar, dan bernilai jual tinggi. Dengan ketelatenan dan konsistensi, budidaya terong ungu dapat menjadi sumber pangan sekaligus peluang usaha yang menjanjikan. (rull)

Berita Terkait

Budidaya Bayam di Pot dan Polybag: Praktis, Hemat Lahan, dan Mudah Dipraktikkan
Tips Menanam Brokoli Secara Mudah dan Hasil Maksimal
Jarak Tanam Ideal untuk Tanaman Sayur agar tumbuh subur
Solusi Lahan Terbatas: Vertikultur Agar Tanaman Tetap Subur dan Produktif
Rahasia Tanah Gembur: Cara Alami Agar Lahan Subur dan Produktif
Mengapa Tanah Basah tetapi Tanaman Tetap Layu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Peran Sinar Matahari dalam Pertumbuhan Tanaman
7 Tanaman yang Panen Cepat dan Langkah-Langkah Menanamnya

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:02 WIB

Budidaya Bayam di Pot dan Polybag: Praktis, Hemat Lahan, dan Mudah Dipraktikkan

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:02 WIB

Tips Menanam Brokoli Secara Mudah dan Hasil Maksimal

Senin, 2 Februari 2026 - 18:02 WIB

Solusi Lahan Terbatas: Vertikultur Agar Tanaman Tetap Subur dan Produktif

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:02 WIB

Rahasia Tanah Gembur: Cara Alami Agar Lahan Subur dan Produktif

Sabtu, 31 Januari 2026 - 18:02 WIB

Mengapa Tanah Basah tetapi Tanaman Tetap Layu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru

Pertanian

Tips Menanam Brokoli Secara Mudah dan Hasil Maksimal

Rabu, 4 Feb 2026 - 06:02 WIB

Kesehatan

Cara Konsumsi Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Selasa, 3 Feb 2026 - 22:02 WIB

Jamu

Ramuan Alami untuk Mendukung Pengobatan TBC

Selasa, 3 Feb 2026 - 18:02 WIB