Alamorganik.com-Hama wereng sering mengancam petani padi di Indonesia. Serangga kecil ini menyerang daun dan batang padi, menurunkan produktivitas, bahkan menyebabkan gagal panen jika tidak ditangani segera. Serangan wereng biasanya terlihat dari daun yang menguning, menggulung, dan muncul bercak kering, tanda tanaman mengalami kekurangan nutrisi karena cairan tubuhnya tersedot. Selain itu, wereng juga bisa menjadi vektor penyakit, seperti virus tungro, yang lebih sulit diatasi dan dapat menurunkan kualitas padi secara signifikan.
Oleh karena itu, petani perlu mengambil langkah pencegahan agar tanaman tetap sehat dan hasil panen maksimal. Pencegahan tidak hanya mengurangi kerugian ekonomi, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem sawah, karena penggunaan pestisida yang berlebihan dapat merusak serangga bermanfaat dan tanah. Dengan strategi pencegahan yang tepat, petani dapat mengendalikan populasi wereng, mempertahankan kesehatan tanaman, dan memastikan produktivitas padi tetap tinggi sepanjang musim tanam.
Mengenal Hama Wereng

Wereng termasuk ke dalam ordo Hemiptera. Petani harus mengenal beberapa jenis wereng yang sering menyerang padi, antara lain:
- Wereng coklat (Nilaparvata lugens) Menyerap cairan dari batang dan daun sehingga daun menguning dan mengering. Serangan jenis ini paling merusak karena bisa menyerang seluruh tanaman.
- Wereng hijau (Nephotettix virescens) Membuat daun menggulung dan menghambat pertumbuhan padi.
- Wereng kecil (Sogatella furcifera) Menyebarkan virus tungro yang menyebabkan tanaman sakit dan gagal panen.
Wereng menyerap cairan dari batang dan daun, sehingga tanaman menjadi lemah. Oleh karena itu, mengenali ciri dan jenis wereng menjadi langkah pertama pencegahan yang efektif.
Faktor Pemicu Serangan Wereng
Serangan wereng meningkat akibat beberapa faktor berikut:
- Pemupukan berlebihan, Penggunaan nitrogen terlalu banyak membuat daun padi lembut dan menarik bagi wereng.
- Pengairan tidak stabil, Sawah terlalu kering atau tergenang memicu populasi wereng bertambah cepat.
- Varietas padi rentan, Padi lokal tertentu lebih mudah diserang dibanding varietas tahan wereng.
- Kerapatan tanam tinggi, Daun yang saling menutupi menciptakan lingkungan lembap yang nyaman bagi wereng.
Dengan memahami faktor-faktor ini, petani dapat merencanakan strategi pencegahan lebih efektif.
Tips Mencegah Hama Wereng pada Padi
Pencegahan selalu lebih mudah daripada pengendalian. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Pilih Varietas Padi Tahan Wereng
Petani sebaiknya menanam varietas padi yang sudah terbukti tahan wereng, seperti IR64, Ciherang, atau Inpari. Varietas ini memiliki ketahanan alami, sehingga wereng sulit menyerang.
2. Gunakan Pupuk Secara Tepat
Petani dianjurkan menyeimbangkan penggunaan pupuk. Hindari nitrogen berlebihan, dan kombinasikan dengan pupuk organik atau pupuk kandang. Cara ini menjaga kekuatan tanaman sekaligus mengurangi daya tarik wereng.
3. Kendalikan Irigasi
Petani harus mempertahankan kondisi sawah dengan air stabil. Jangan biarkan sawah terlalu kering atau tergenang terus-menerus. Pengaturan air yang tepat membuat wereng sulit berkembang biak.
4. Terapkan Pola Tanam Tepat
- Jarak tanam ideal, Menanam padi dengan jarak cukup membuat daun tidak terlalu rapat, sehingga sirkulasi udara lancar dan kelembapan berkurang.
- Tanam tumpang sari, Menanam padi bersamaan dengan jagung atau kacang tanah memecah konsentrasi wereng dan mengurangi serangan.
5. Gunakan Predator Alami
Beberapa serangga bermanfaat seperti capung, kepik, dan laba-laba memangsa wereng. Petani juga bisa menanam tanaman penarik predator seperti bunga kenikir di sekitar sawah.
6. Lakukan Pengamatan Rutin
Petani perlu memeriksa padi setiap beberapa hari. Perhatikan daun menguning, menggulung, atau ada wereng dewasa dan nimfa. Pengamatan rutin memungkinkan tindakan cepat sebelum serangan meluas.
Langkah-Langkah Mengendalikan Wereng

Jika wereng sudah menyerang, petani dapat melakukan langkah-langkah berikut:
1. Pengendalian Mekanis
- Tangkap secara manual, Wereng dewasa bisa diambil dengan tangan atau jaring kecil.
- Petani bisa menangkap wereng dengan menggunakan perangkap berwarna kuning, karena wereng tertarik pada warna tersebut.
2. Pengendalian Hayati
- Gunakan mikroorganisme pengendali, Misalnya Beauveria bassiana, jamur yang menyerang wereng.
- Pelihara predator alami, Kepik, laba-laba, dan capung membantu mengurangi populasi wereng tanpa insektisida.
3. Pengendalian Kimia (Jika Mendesak)
Jika serangan sangat parah, petani dapat menggunakan insektisida secara bijak:
- Pilih insektisida yang direkomendasikan untuk padi dan sesuai dosis.
- Semprot saat wereng muncul, terutama pada pagi atau sore hari.
- Hindari menyemprot berlebihan agar tanaman dan lingkungan tetap aman.
4. Rotasi Tanaman
Setelah panen, lakukan rotasi tanaman atau biarkan sawah tidak ditanami sementara. Cara ini mengurangi keberadaan wereng di musim tanam berikutnya.
Tips Tambahan Agar Wereng Tidak Menyerang

- Perhatikan gulma di sawah, Gulma menjadi tempat berkembang biak bagi wereng, jadi rutin dibersihkan.
- Tingkatkan kesehatan tanaman, Tanaman sehat lebih tahan terhadap serangan hama.
- Gunakan pupuk organik, Memperkuat sistem pertahanan tanaman sekaligus menjaga kesuburan tanah.
Hama wereng menjadi ancaman serius bagi padi di Indonesia. Namun, petani dapat mengurangi serangan dengan kombinasi langkah pencegahan, pengamatan rutin, dan pengendalian tepat.
Langkah utama meliputi:
- Memilih varietas padi tahan wereng
- Mengatur pupuk dan irigasi dengan baik
- Menerapkan jarak tanam ideal dan tumpang sari
- Menggunakan predator alami
- Melakukan pengamatan rutin serta pengendalian mekanis atau hayati
Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara konsisten, petani dapat menjaga kesehatan tanaman, mengurangi serangan wereng, dan meningkatkan hasil panen. Pencegahan hama secara tepat membuat padi tumbuh optimal, daun tetap hijau, dan bulir berkembang sempurna. (rull)









