Alamorganik.com-Alam menyediakan banyak bahan yang sebenarnya mampu menunjang pertumbuhan tanaman secara alami. Sayangnya, petani sering melewatkan potensi tersebut karena terbiasa bergantung pada produk kimia. Salah satu bahan alami yang jarang dimanfaatkan secara maksimal adalah rebung bambu.
Selama ini, masyarakat mengenal rebung sebagai bahan pangan. Namun, rebung tidak hanya berfungsi sebagai sumber makanan. Di balik teksturnya yang lunak dan pertumbuhannya yang sangat cepat, rebung menyimpan hormon pertumbuhan alami yang berperan penting dalam perkembangan tanaman.
Dalam praktik pertanian organik dan pertanian berkelanjutan, petani mulai kembali memanfaatkan zat pengatur tumbuh (ZPT) alami sebagai solusi yang lebih aman dan ramah lingkungan. Salah satu ZPT alami yang paling mudah dibuat dan terbukti efektif berasal dari rebung bambu. Selain murah, bahan ini juga tersedia melimpah, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki banyak rumpun bambu.
Mengenal ZPT dari Rebung Bambu

ZPT dari rebung bambu berasal dari larutan fermentasi rebung bambu yang mengandung hormon tumbuh alami, terutama auksin dan giberelin. Kedua hormon ini memegang peranan penting dalam fase pertumbuhan vegetatif tanaman.
Auksin secara aktif merangsang pembentukan akar baru, khususnya pada tanaman muda, bibit pindahan, dan stek. Hormon ini membantu tanaman membangun sistem perakaran yang kuat sejak awal pertumbuhan. Sementara itu, giberelin mendorong pemanjangan batang, pembentukan tunas, dan percepatan pertumbuhan vegetatif secara menyeluruh.
Kombinasi auksin dan giberelin membuat ZPT rebung bambu sangat efektif untuk mendukung pertumbuhan tanaman sejak fase awal. Berbeda dengan ZPT sintetis yang petani produksi melalui proses kimia, ZPT rebung bambu bersifat alami, aman, dan ramah lingkungan. Penggunaannya tidak merusak struktur tanah dan tetap menjaga keseimbangan mikroorganisme tanah.
Mengapa Rebung Bambu Cocok Dijadikan ZPT Alami?
Rebung merupakan tunas muda bambu yang tumbuh sangat cepat. Dalam waktu singkat, rebung mampu memanjang dan berkembang menjadi batang bambu yang kuat. Kecepatan pertumbuhan ini menunjukkan bahwa rebung menyimpan hormon tumbuh alami dalam jumlah tinggi.
Beberapa alasan utama yang menjadikan rebung bambu ideal sebagai bahan ZPT alami antara lain:
Pertama, rebung mengandung auksin alami dalam kadar tinggi. Tanaman membutuhkan hormon ini untuk merangsang pembentukan akar baru, terutama pada fase awal pertumbuhan.
Kedua, rebung juga menyediakan giberelin alami yang membantu pemanjangan sel dan batang secara optimal.
Ketiga, petani dapat dengan mudah menemukan rebung bambu di alam, khususnya di daerah pedesaan, kebun, dan pinggiran hutan bambu.
Keempat, proses pembuatannya tidak membutuhkan bahan kimia berbahaya. Dengan biaya yang sangat murah, petani kecil dan pekebun rumahan tetap bisa memproduksi ZPT berkualitas.
Manfaat Penggunaan ZPT Rebung Bambu dalam Pertanian
Penggunaan ZPT dari rebung bambu memberikan banyak keuntungan nyata bagi pertumbuhan tanaman dan keberlanjutan sistem pertanian.
ZPT ini mampu mempercepat pertumbuhan tanaman, terutama setelah petani melakukan penanaman atau pindah tanam. Akar tumbuh lebih cepat dan lebih kuat, sehingga tanaman mampu menyerap air dan unsur hara secara optimal.
Selain itu, petani dapat menghemat biaya produksi karena tidak perlu membeli ZPT sintetis dengan harga mahal. Penggunaan ZPT alami juga membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia, sehingga tanah tetap sehat dan produktif dalam jangka panjang.
ZPT rebung bambu juga menjaga lingkungan tetap bersih. Larutan ini tidak mencemari air tanah dan tetap aman bagi organisme tanah seperti cacing dan mikroba menguntungkan.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Bahan Utama
- Rebung bambu segar
- Gula merah, gula aren, atau molase
- Air bersih (air hujan atau air sumur tanpa kaporit)
Bahan Tambahan (Opsional)
- Air cucian beras
- Nasi basi
- EM4 (tidak wajib)
Alat
- Ember atau jerigen plastik
- Pisau
- Parutan atau blender
- Tongkat pengaduk kayu
- Kain saring
- Penutup wadah (tidak rapat)
Langkah-Langkah Pembuatan ZPT dari Rebung Bambu

1. Pemilihan Rebung
Pilih rebung bambu yang masih muda, segar, dan belum mengeras. Rebung muda biasanya berwarna putih kekuningan dan memiliki tekstur lunak. Rebung yang terlalu tua cenderung mengandung hormon lebih sedikit.
2. Pembersihan dan Pemotongan
Cuci rebung hingga bersih untuk menghilangkan tanah dan kotoran. Setelah itu, potong rebung menjadi bagian kecil agar proses penghalusan dan fermentasi berjalan lebih cepat.
3. Penghalusan Rebung
Parut atau blender rebung hingga halus. Langkah ini membantu mempercepat pelepasan hormon alami dan memudahkan mikroorganisme bekerja selama fermentasi.
4. Pembuatan Larutan Gula
Larutkan 200–300 gram gula merah atau gula aren dengan sedikit air hangat. Larutan gula berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme fermentasi.
5. Pencampuran Bahan
Masukkan rebung halus ke dalam wadah. Tambahkan 5–10 liter air bersih, lalu tuangkan larutan gula. Aduk semua bahan hingga tercampur merata.
6. Proses Fermentasi
Tutup wadah tanpa menguncinya rapat. Simpan wadah di tempat teduh dan sejuk. Biarkan fermentasi berlangsung selama 7–14 hari. Aduk larutan setiap 1–2 hari agar proses fermentasi berjalan merata dan tidak menimbulkan bau busuk.
Fermentasi yang berhasil menunjukkan gelembung gas, aroma asam segar, dan warna larutan kecokelatan.
7. Penyaringan
Setelah fermentasi selesai, saring larutan menggunakan kain. Manfaatkan ampas fermentasi sebagai campuran kompos atau pupuk organik.
8. Penyimpanan
Simpan ZPT dalam botol atau jerigen plastik. Tutup wadah secara longgar dan simpan di tempat teduh. Dengan penyimpanan yang tepat, ZPT dapat bertahan selama 3–6 bulan.
Cara Penggunaan ZPT Rebung Bambu
Petani dapat menggunakan ZPT rebung bambu sesuai kebutuhan tanaman.
- Perendaman benih, campurkan 5–10 ml ZPT ke dalam 1 liter air, lalu rendam benih selama 6–12 jam.
- Merangsang pertumbuhan akar, campurkan 10–20 ml ZPT per liter air dan siramkan langsung di sekitar perakaran.
- Stek tanaman, rendam bagian stek selama 30–60 menit agar akar tumbuh lebih cepat dan kuat.
- Penyemprotan daun, campurkan 5–10 ml ZPT per liter air dan semprotkan pada pagi atau sore hari.
Tanaman yang Cocok Menggunakan ZPT Rebung Bambu
Petani dapat menggunakan ZPT rebung bambu pada berbagai jenis tanaman, seperti cabai, tomat, terong, padi, jagung, sayuran daun, tanaman buah, tanaman hias, dan tanaman perkebunan.
Tips Agar ZPT Rebung Bambu Berhasil

Gunakan rebung yang benar-benar muda dan air tanpa kaporit. Jangan menutup wadah fermentasi terlalu rapat. Pastikan larutan menghasilkan aroma asam segar, bukan bau busuk. Gunakan ZPT sesuai dosis agar tanaman merespons secara optimal.
ZPT dari rebung bambu menawarkan solusi alami yang murah, mudah dibuat, dan efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, petani dapat memproduksi zat pengatur tumbuh berkualitas tanpa bergantung pada bahan kimia sintetis.
Jika petani menggunakan ZPT rebung bambu secara tepat dan rutin, tanaman akan membentuk akar lebih kuat, tunas lebih cepat tumbuh, dan batang berkembang secara optimal. Metode ini sangat cocok untuk mendukung pertanian organik dan pertanian berkelanjutan (rull)









