Cara Menanam Ubi Jalar dari Bibit Stek hingga Panen agar Umbi Besar dan Melimpah

- Penulis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Ubi jalar menjadi salah satu tanaman pangan yang cocok dibudidayakan di pekarangan rumah maupun lahan pertanian. Tanaman ini tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit dan dapat tumbuh subur di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Dengan memilih bibit yang sehat, menyiapkan tanah yang gembur, serta memberikan perawatan secara rutin, Anda bisa mendapatkan hasil panen yang memuaskan.Menariknya, Anda tidak perlu menanam ubi jalar dari biji. Pekebun umumnya memperbanyak tanaman ini menggunakan stek batang yang berasal dari tanaman induk sehat. Cara tersebut relatif praktis dan memungkinkan tanaman tumbuh lebih cepat dibandingkan memulai penanaman dari biji.

Namun, agar tanaman menghasilkan umbi besar dan melimpah, Anda perlu memperhatikan beberapa hal, mulai dari pemilihan bibit, jarak tanam, penyiraman, pemupukan, hingga waktu panen.

Lantas, bagaimana cara menanam ubi jalar yang benar dari awal hingga panen? Simak panduan lengkap berikut ini.

1. Pilih Bibit Stek Ubi Jalar yang Sehat

sumber foto: cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Langkah pertama dalam menanam ubi jalar adalah memilih bibit yang berkualitas. Bibit yang sehat membantu tanaman membentuk akar dengan baik dan mendukung pertumbuhan umbi sejak awal.

Anda bisa menggunakan stek batang dari tanaman ubi jalar yang sudah tumbuh subur. Pilih tanaman induk yang memiliki batang kuat, daun segar, serta bebas dari gejala penyakit dan serangan hama.

Berikut beberapa ciri stek ubi jalar yang layak ditanam:

    • Memiliki panjang sekitar 20–30 sentimeter.

    • Memiliki beberapa ruas batang yang jelas.

    • Batangnya terasa segar dan tidak membusuk.

    • Daunnya sehat dan tidak menunjukkan bercak penyakit.

    • Tidak memiliki luka atau kerusakan yang berlebihan.

Setelah memilih batang, potong menggunakan pisau atau gunting pangkas yang bersih. Hindari mengambil stek dari tanaman yang layu atau menunjukkan tanda serangan hama karena kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan.

Jika belum memiliki tanaman induk, Anda bisa membeli stek dari penjual bibit tepercaya. Pilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan tujuan penanaman, baik untuk konsumsi keluarga maupun usaha pertanian.

2. Siapkan Lahan dengan Tanah Gembur

Kondisi tanah sangat memengaruhi ukuran dan jumlah umbi yang dihasilkan. Ubi jalar membutuhkan tanah yang gembur agar akar dapat berkembang dan membentuk umbi tanpa terhambat oleh tanah yang terlalu padat.

Pilih lahan terbuka yang mendapatkan sinar matahari langsung sekitar enam hingga delapan jam sehari. Cahaya matahari membantu tanaman melakukan fotosintesis dan mendukung pembentukan umbi.

Sebelum menanam, bersihkan lahan dari rumput liar, batu, dan sisa tanaman yang mengganggu. Kemudian, cangkul tanah hingga kedalaman sekitar 20–25 sentimeter agar teksturnya lebih remah.

Anda juga bisa menambahkan kompos matang untuk memperbaiki struktur tanah dan menyediakan unsur hara. Hindari penggunaan pupuk kandang yang masih segar karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan kualitas umbi.

Setelah mengolah tanah, buat guludan atau bedengan dengan tinggi sekitar 30–40 sentimeter. Sesuaikan lebar dan jaraknya dengan kondisi lahan serta kebiasaan budidaya setempat.

Guludan membantu menjaga drainase, terutama saat hujan deras. Tanah yang tidak tergenang memberikan kondisi lebih baik bagi akar dan umbi untuk berkembang.

Jika Anda hanya memiliki pekarangan sempit, ubi jalar juga bisa tumbuh di pot besar atau karung tanam. Pastikan wadah memiliki lubang drainase dan cukup dalam untuk menampung media tanam serta perkembangan umbi.

3. Tanam Stek dengan Posisi yang Tepat

Setelah bibit dan lahan siap, Anda bisa mulai menanam stek ubi jalar. Pilih waktu ketika tanah cukup lembap dan cuaca mendukung pertumbuhan bibit.

Di Indonesia, awal musim hujan sering menjadi waktu yang baik unk menanam ubi jalar di lahan tadah hujan. Meski demikian, Anda tetap perlu memperhatikan kondisi tanah agar tidak terlalu basah atau tergenang.

Ikuti langkah berikut untuk menanam stek:

    1. Buat lubang tanam pada guludan dengan jarak sekitar 25–40 sentimeter antartanaman.

    1. Masukkan bagian bawah stek ke dalam tanah secara miring.

    1. Benamkan beberapa ruas batang agar bagian tersebut dapat membentuk akar.

    1. Sisakan bagian pucuk dan beberapa helai daun di atas permukaan tanah.

    1. Tutup lubang dengan tanah gembur, lalu tekan perlahan agar stek berdiri kokoh.

    1. Siram secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah.

Atur jarak antarbaris sekitar 70–100 sentimeter sebagai titik awal, kemudian sesuaikan dengan varietas dan luas lahan. Jarak tanam yang memadai membantu tanaman memperoleh cahaya, air, dan unsur hara tanpa persaingan berlebihan.

Baca Juga :  Langkah Mudah Menanam Ubi Jalar Ungu Agar Tumbuh Subur

Setelah menanam, periksa kondisi stek selama beberapa hari pertama. Sebagian daun mungkin layu akibat proses adaptasi. Namun, jika batang tetap segar dan mulai menumbuhkan daun baru, tanaman biasanya sudah mulai membentuk akar.

4. Siram Tanaman secara Teratur

Air berperan penting dalam pertumbuhan ubi jalar, terutama pada tahap awal setelah penanaman. Kekurangan air dapat membuat stek sulit tumbuh, sedangkan kelebihan air berisiko menyebabkan akar membusuk.

Karena itu, sesuaikan penyiraman dengan kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Periksa tanah menggunakan jari. Jika lapisan atas mulai mengering, berikan air secukupnya hingga area perakaran kembali lembap.

Pada minggu-minggu awal, Anda perlu lebih memperhatikan kebutuhan air karena stek masih beradaptasi. Setelah tanaman tumbuh kuat dan membentuk sulur, penyiraman bisa disesuaikan dengan curah hujan dan kondisi lahan.

Saat cuaca panas dan hujan jarang turun, tanaman mungkin membutuhkan penyiraman lebih sering. Sebaliknya, ketika hujan turun secara teratur, Anda tidak perlu menambahkan air jika tanah masih lembap.

Perhatikan juga drainase lahan. Jika air terus menggenang setelah hujan, perbaiki saluran pembuangan atau bentuk kembali guludan agar air mengalir dengan baik.

Menjelang panen, kurangi penyiraman jika kondisi tanah memungkinkan. Tanah yang tidak terlalu basah memudahkan proses penggalian dan membantu mengurangi risiko kerusakan umbi.

5. Berikan Pupuk Secara Seimbang

Pemupukan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman selama pertumbuhan. Namun, Anda tidak perlu memberikan pupuk secara berlebihan karena keseimbangan unsur hara lebih penting daripada jumlah pupuk yang digunakan.

Pada tahap persiapan lahan, campurkan kompos matang ke dalam tanah. Bahan organik tersebut membantu memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi untuk tanaman.

Jika membutuhkan pupuk tambahan, pilih jenis dan dosis sesuai hasil pemeriksaan tanah, kondisi tanaman, serta rekomendasi setempat.

Nitrogen mendukung pertumbuhan daun dan batang. Namun, pemberian nitrogen secara berlebihan dapat membuat tanaman terlalu rimbun dan mengurangi efisiensi pembentukan umbi.

Fosfor dan kalium juga berperan dalam pertumbuhan akar serta perkembangan tanaman. Meski begitu, Anda tidak perlu langsung menggunakan pupuk berkadar kalium tinggi tanpa mempertimbangkan kebutuhan tanah.

Perhatikan respons tanaman setelah pemupukan. Jika daun tumbuh sehat dan tanaman membentuk sulur dengan baik, lanjutkan perawatan sesuai kebutuhan. Hindari menumpuk pupuk tepat di pangkal batang karena konsentrasi pupuk yang terlalu tinggi dapat merusak jaringan tanaman.

6. Kendalikan Gulma dan Atur Pertumbuhan Sulur

Ubi jalar menghasilkan sulur yang dapat menjalar ke berbagai arah. Pertumbuhan tersebut membantu tanaman menutupi permukaan tanah, tetapi gulma yang tumbuh di sekitarnya tetap dapat merebut air, cahaya, dan nutrisi.

Bersihkan gulma secara berkala, terutama ketika tanaman masih muda dan belum menutupi tanah. Lakukan penyiangan dengan hati-hati agar Anda tidak melukai akar atau umbi yang mulai terbentuk.

Anda juga bisa menambahkan mulsa organik untuk membantu menekan pertumbuhan gulma dan menjaga kelembapan tanah. Gunakan bahan yang bersih dan tidak mengandung biji gulma.

Selain itu, periksa pertumbuhan sulur secara berkala. Jika sulur menjalar terlalu jauh ke area lain, arahkan kembali agar lahan tetap tertata.

Beberapa pekebun membalik atau mengangkat sulur untuk mengendalikan pertumbuhannya. Namun, tindakan tersebut tidak selalu diperlukan. Hindari terlalu sering mengangkat atau menginjak sulur karena tindakan itu dapat merusak daun dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Fokuslah menjaga tanaman tetap sehat, memperoleh cahaya yang cukup, dan tumbuh di tanah yang tidak dipadatkan.

7. Waspadai Hama dan Penyakit Tanaman

sumber foto: i.ytimg.com

Hama dan penyakit dapat menurunkan kualitas serta jumlah panen ubi jalar. Karena itu, lakukan pemeriksaan rutin terhadap daun, batang, dan kondisi tanah di sekitar tanaman.

Salah satu hama yang perlu diwaspadai adalah kumbang boleng ubi jalar. Hama ini dapat merusak batang dan umbi sehingga hasil panen menjadi berlubang atau tidak layak konsumsi.

Selain itu, perhatikan gejala daun menguning tidak wajar, bercak, pertumbuhan terhambat, atau batang yang membusuk. Gejala tersebut bisa muncul akibat serangan hama, penyakit, maupun masalah lingkungan.

Untuk mengurangi risiko gangguan, lakukan beberapa langkah berikut:

    • Gunakan bibit sehat dan bebas dari gejala penyakit.

    • Bersihkan gulma serta sisa tanaman yang berpotensi menjadi tempat persembunyian hama.

    • Jaga drainase agar akar tidak terus-menerus terendam air.

    • Periksa tanaman secara rutin dan tangani gejala sejak awal.

    • Gunakan pestisida hanya jika diperlukan serta ikuti petunjuk label dan rekomendasi petugas pertanian.

Baca Juga :  Cara Mudah Pembibitan Jahe agar Tumbuh Subur dan Cepat Panen

Jika menemukan tanaman yang menunjukkan gejala penyakit serius, pisahkan atau tangani sesuai penyebabnya agar gangguan tidak menyebar ke tanaman lain.

8. Panen Ubi Jalar pada Waktu yang Tepat

Ubi jalar umumnya siap dipanen sekitar 90–120 hari setelah tanam, meskipun beberapa varietas membutuhkan waktu lebih lama. Umur panen bergantung pada jenis tanaman, kondisi cuaca, kesuburan tanah, dan teknik perawatan.

Jangan hanya mengandalkan jumlah hari sejak penanaman. Perhatikan juga kondisi tanaman dan ukuran umbinya.

Beberapa tanda tanaman mendekati masa panen antara lain daun mulai menguning, pertumbuhan sulur melambat, dan umbi telah mencapai ukuran yang sesuai dengan varietasnya.

Sebelum memanen seluruh tanaman, Anda bisa menggali sedikit tanah di sekitar salah satu tanaman untuk memeriksa ukuran umbi.

Berikut cara memanen ubi jalar agar umbi tidak rusak:

    1. Kurangi penyiraman menjelang panen jika kondisi tanah memungkinkan.

    1. Potong atau singkirkan sebagian sulur untuk memudahkan pekerjaan.

    1. Gali tanah secara perlahan menggunakan garpu tanah atau cangkul.

    1. Mulai menggali agak jauh dari pangkal tanaman agar alat tidak mengenai umbi.

    1. Angkat umbi dengan hati-hati, lalu pisahkan dari batangnya.

    1. Singkirkan tanah yang menempel secara perlahan tanpa menggores kulit umbi.

Hindari melempar atau menumpuk umbi terlalu tinggi karena benturan dapat menyebabkan memar dan mempercepat pembusukan.

9. Lakukan Penyimpanan agar Ubi Tidak Cepat Busuk

Setelah panen, jangan langsung mencuci seluruh ubi jalar jika Anda ingin menyimpannya dalam waktu lama. Bersihkan tanah secara perlahan dan pisahkan umbi yang terluka atau menunjukkan tanda pembusukan.

Untuk penyimpanan jangka lebih panjang, ubi jalar dapat menjalani proses curing, yaitu penyimpanan awal dalam kondisi hangat dan lembap yang terkendali untuk membantu penyembuhan luka pada kulit.

Dalam praktik budidaya, proses ini biasanya berlangsung sekitar empat hingga tujuh hari pada suhu dan kelembapan yang sesuai. Karena kondisi tersebut sulit dicapai di setiap rumah, pekebun rumahan dapat menyimpan hasil panen di tempat teduh, hangat, dan memiliki sirkulasi udara baik sambil menghindari kelembapan berlebihan.

Setelah itu, simpan ubi di tempat sejuk dengan ventilasi baik. Hindari paparan sinar matahari langsung, tempat yang terlalu lembap, dan lemari es karena suhu terlalu rendah dapat merusak kualitas ubi.

Periksa hasil panen secara berkala. Segera pisahkan umbi yang mulai lunak, berjamur, atau mengeluarkan bau tidak sedap agar kerusakan tidak menyebar.

10. Tips agar Umbi Ubi Jalar Besar dan Hasil Panen Melimpah

Jika ingin memperoleh ubi jalar berukuran besar, Anda perlu memperhatikan seluruh proses budidaya, bukan hanya pemupukan atau penyiraman.

Berikut beberapa hal yang dapat membantu meningkatkan hasil panen:

    • Pilih varietas yang sesuai. Setiap varietas memiliki karakteristik ukuran, warna, rasa, dan produktivitas berbeda.

    • Gunakan stek berkualitas. Bibit yang sehat membantu tanaman tumbuh lebih seragam.

    • Jaga tanah tetap gembur. Kondisi tanah yang baik memberi ruang bagi umbi untuk berkembang.

    • Atur jarak tanam. Berikan ruang yang cukup agar tanaman tidak berebut cahaya dan nutrisi.

    • Seimbangkan pemupukan. Sesuaikan pupuk dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.

    • Hindari genangan. Drainase yang baik membantu menjaga kesehatan akar dan umbi.

    • Kendalikan hama sejak dini. Pemeriksaan rutin membantu mengurangi risiko kehilangan hasil panen.

    • Panen sesuai umur varietas. Panen terlalu cepat dapat menghasilkan umbi yang belum berkembang optimal.

Perlu diingat, hasil panen tidak hanya ditentukan oleh satu teknik. Kombinasi bibit unggul, pengolahan lahan yang tepat, perawatan rutin, dan kondisi lingkungan yang mendukung akan memberikan peluang lebih besar untuk memperoleh umbi berkualitas.

Kesimpulan

sumber foto: assets.pikiran-rakyat.com

Cara menanam ubi jalar dari stek batang hingga panen dapat dilakukan oleh pemula maupun pekebun berpengalaman. Anda hanya perlu memilih bibit sehat, menyiapkan tanah gembur, menanam stek dengan jarak yang sesuai, serta menjaga kebutuhan air dan nutrisi tanaman.

Jangan lupa membersihkan gulma, memantau hama, dan memanen ubi ketika umbinya sudah cukup matang. Penanganan setelah panen juga penting agar ubi tidak cepat rusak dan dapat disimpan lebih lama.

Dengan perawatan yang konsisten dan pemilihan varietas yang tepat, Anda bisa membudidayakan ubi jalar di lahan pertanian maupun pekarangan rumah. Selain menyediakan bahan pangan untuk keluarga, kegiatan ini juga berpotensi memberikan nilai ekonomi jika hasil panen dikelola dengan baik. (rull)

Berita Terkait

Jangan Buang Biji Labu Bekas Kolak! Begini Cara Menanamnya agar Berbuah Lebat
7 Cara Menanam Kangkung Hidroponik dengan Botol Bekas yang Benar
Jangan Buang Mahkota Nanas! Begini Cara Menanamnya agar Tumbuh Jadi Tanaman Baru
Cara Menanam Bawang Putih dari Satu Siung di Pot, Bisa Panen Daun hingga Umbi
Gulma Bukan Sekadar Tanaman Pengganggu, Kenali Jenisnya untuk Membaca Kondisi Tanah
POC Rumput + Abu Kayu Bisa Jadi Andalan Petani, Ini Cara Membuat dan Dosisnya
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka
Teknik Ampuh Menanam Buncis agar Cepat Berbuah dan Hasil Melimpah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Cara Menanam Ubi Jalar dari Bibit Stek hingga Panen agar Umbi Besar dan Melimpah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Jangan Buang Biji Labu Bekas Kolak! Begini Cara Menanamnya agar Berbuah Lebat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:02 WIB

7 Cara Menanam Kangkung Hidroponik dengan Botol Bekas yang Benar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Jangan Buang Mahkota Nanas! Begini Cara Menanamnya agar Tumbuh Jadi Tanaman Baru

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Cara Menanam Bawang Putih dari Satu Siung di Pot, Bisa Panen Daun hingga Umbi

Berita Terbaru

Kesehatan

Lengkuas untuk Panu: Manfaat dan Cara Penggunaan yang Aman

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:02 WIB