Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya

- Penulis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Pada 5 Oktober 2026, Ansar memperkenalkan Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity atau A369H. Ia mengembangkan gagasan ini untuk manusia dengan mengambil inspirasi dari bunga dan Surah An-Nahl ayat 69 yang membahas madu.

Ansar mengangkat gagasan tersebut karena khawatir terhadap penggunaan pestisida dalam pertanian. Menurutnya, penggunaan bahan kimia secara berlebihan dapat menimbulkan persoalan bagi lingkungan dan kualitas pangan.

Ia juga menyoroti tantangan petani menghadapi hama yang semakin resisten terhadap pestisida. Kondisi ini dapat mendorong petani meningkatkan penggunaan bahan kimia untuk melindungi tanaman.

Meski begitu, klaim mengenai risiko kanker, persentase petani yang menggunakan pestisida secara berlebihan, dan hubungan antara praktik pertanian dengan penyakit membutuhkan data penelitian yang dapat diverifikasi. Kita tidak dapat menyimpulkan bahwa pestisida menjadi penyebab langsung kanker pada seseorang hanya berdasarkan pernyataan tersebut.

Inspirasi Bunga dan Surah An-Nahl Ayat 69

Ansar menghubungkan konsep A369H dengan Surah An-Nahl ayat 69, yang menjelaskan madu sebagai minuman dengan beragam warna dan manfaat bagi manusia.

Ia mengambil bunga sebagai inspirasi utama karena lebah mengumpulkan nektar bunga untuk menghasilkan madu.

Konsep A369H juga mengacu pada istilah Algoritma 3. Menurut penjelasan Ansar, pembuat menggunakan kelopak bunga dengan pola bilangan ganjil yang dimulai dari angka tiga.

Namun, inspirasi dari ayat keagamaan tidak otomatis membuktikan khasiat medis suatu produk. Setiap larutan yang ditujukan untuk manusia tetap membutuhkan pengujian keamanan, komposisi, dosis, dan manfaat.

Waktu Memetik Bunga dan Proses Pembuatan

Ansar menyarankan pemetik mengambil bunga saat embun masih menempel, sebelum pukul 08.00. Jika bunga mekar sempurna pada sore hari, ia menyarankan pemetikan setelah pukul 14.00.

Baca Juga :  Petani Gunung Masigit Terapkan Teknologi SAKA pada Sawah, Hasil Panen Capai 7,5 Ton

Selanjutnya, pembuat memijat bunga di dalam air hingga campuran terlihat homogen. Ansar menjelaskan bahwa pembuat tidak harus memutar bunga ke arah kiri selama proses tersebut.

Menurutnya, larutan hasil pemijatan akan berwarna cokelat. Karena itu, ia menyebut A369H dengan nama “Si Coklat”.

Meski demikian, warna cokelat dan campuran yang homogen tidak membuktikan keamanan atau khasiat larutan. Pembuat perlu memastikan jenis bunga, kebersihan air, potensi kontaminasi, dan stabilitas produk.

Tiga Metode Penggunaan Menurut Ansar

Ansar menjelaskan tiga metode untuk menyiapkan larutan A369H. Metode tersebut menggunakan larutan murni, air bersih, botol semprot, atau minuman. Penjelasan berikut merangkum metode yang ia sampaikan, bukan rekomendasi medis yang telah teruji.

1. Menggunakan botol air 100 mililiter

Metode pertama menggunakan satu botol berisi larutan murni dan botol lain berisi 100 mililiter air higienis. Ansar menjelaskan bahwa pengguna mencelupkan selang dari botol larutan murni ke dalam botol air selama sekitar 10 menit untuk menyiapkan larutan semprot.

Ia juga menyebut kemungkinan mencampurkan larutan tersebut ke minuman hangat. Namun, pengguna perlu memastikan keamanan bahan sebelum mengonsumsinya.

2. Mencampurkan lima tetes ke dalam 100 mililiter air

Pada metode kedua, pembuat menyiapkan botol semprot berisi 100 mililiter air bersih, lalu menambahkan lima tetes larutan murni menggunakan pipet.

Menurut penjelasan Ansar, campuran tersebut menjadi larutan semprot siap pakai. Meski begitu, takaran lima tetes belum dapat dianggap sebagai dosis aman bagi manusia tanpa pengujian dan penetapan dosis yang jelas.

Baca Juga :  Kasta Tertinggi Bukan Obat Mahal, Melainkan Kebiasaan Sehat yang Bisa Dilakukan Gratis

3. Menambahkan tiga tetes ke dalam segelas minuman

Metode ketiga menggunakan tiga tetes larutan murni yang dicampurkan ke dalam segelas minuman.

Karena metode ini melibatkan konsumsi langsung, masyarakat sebaiknya tidak menggunakannya sebelum ahli yang kompeten memastikan komposisi, keamanan, dan dosisnya. Bahan alami juga dapat memicu alergi, iritasi, atau interaksi dengan obat tertentu.

Mengapa Pengujian Keamanan Sangat Penting?

A369H mengangkat gagasan pemanfaatan bunga sebagai bahan larutan untuk manusia. Namun, klaim kesehatan membutuhkan bukti ilmiah, bukan sekadar inspirasi, warna, atau proses pembuatan.

Sebelum menggunakan produk tersebut, masyarakat perlu mengetahui jenis bunga, komposisi lengkap, proses pengolahan, serta potensi kontaminasinya. Pengujian juga perlu menilai keamanan, kemungkinan efek samping, dan manfaat produk melalui metode yang dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat tidak sebaiknya mengandalkan A369H untuk mencegah atau mengobati kanker maupun penyakit lain tanpa bukti klinis yang memadai. Jangan mengganti pengobatan dari tenaga kesehatan dengan larutan yang belum terbukti aman dan efektif.

Kesimpulan

Ansar memperkenalkan Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity atau A369H pada 5 Oktober 2026. Ia mengembangkan gagasan berbahan dasar bunga dengan inspirasi dari Surah An-Nahl ayat 69.

Ansar juga menjelaskan waktu pemetikan bunga, proses pemijatan hingga homogen, dan tiga metode penyiapan larutan. Namun, masyarakat perlu membedakan gagasan pembuatan produk dari bukti manfaat medis.

Sebelum mengonsumsi atau menggunakan A369H untuk tujuan kesehatan, masyarakat perlu menunggu bukti pengujian yang memadai mengenai keamanan bahan, dosis, dan efektivitasnya. (rull/3GO)

Berita Terkait

Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka
Petani Gunung Masigit Terapkan Teknologi SAKA pada Sawah, Hasil Panen Capai 7,5 Ton
Cabe Subur dengan POC Rumput, Begini Cara Tanam ala Petani Pontianak
Benih Padi Rontok dari Panen Kombin Bisa Tumbuh Lagi? Ini Penjelasan Teknologi SAKA
Tanam Padi Langsung Setelah Panen Tanpa Olah Tanah, Ini Langkahnya
Ayam Diduga Tetelo Pulih Setelah Disemprot N1 Aktivasi 6, Ini Pengakuan Warga Lampung
Bawang Merah 100 Persen Teknologi SAKA, Petani Ponorogo Ungkap Pola Budidaya Tanpa Pestisida dan Pupuk Kimia

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Petani Gunung Masigit Terapkan Teknologi SAKA pada Sawah, Hasil Panen Capai 7,5 Ton

Selasa, 29 September 2026 - 06:02 WIB

Cabe Subur dengan POC Rumput, Begini Cara Tanam ala Petani Pontianak

Berita Terbaru

Kesehatan

Sering Dibuang, Jantung Pisang Ternyata Punya Banyak Manfaat

Jumat, 9 Okt 2026 - 06:02 WIB