Petani Pati Tunjukkan Cara Mudah Membuat Pupuk dari Rumput untuk Budidaya Semangka dan Cabai

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI, alamorganik.com – Siapa sangka, rumput liar yang biasanya dianggap pengganggu ternyata bisa disulap menjadi pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman. Itulah yang dipraktikkan Suharno, petani asal Desa Slungkep, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.

Caranya pun sederhana. Rumput dicabut, kemudian dimasukkan ke dalam kolam atau wadah berisi air. Setelah dibiarkan 3–5 hari, cairan hasil perendaman itu bisa langsung digunakan sebagai pupuk organik cair (POC) dengan cara dikocorkan ke tanaman.

“Semudah ini membuat pupuk, tidak perlu biaya besar. Rumput yang biasanya dibuang bisa bermanfaat untuk menyuburkan tanaman,” kata nya.

Inovasi Suharno dalam mengelola pupuk alami menarik perhatian banyak pihak. Pada 6 September lalu, ia kedatangan tamu istimewa: Kepala Desa Grenggeng, Kebumen, Eri, bersama sejumlah anggota kelompok tani (poktan).

Mereka datang untuk melihat langsung cara budidaya semangka dan cabai yang digarap Suharno dengan memadukan berbagai teknologi organik.

Baca Juga :  Jambore Nasional Pertama Jamaah Tani Muhammadiyah Digelar di Kebumen, Wamentan Apresiasi Inovasi Petani, Terima Nlevel1

Selain pupuk dari rumput, ia juga menggunakan POC urine N1, Biosaka, dan bahkan “parfum urine” yang berfungsi untuk mengusir hama. Hasilnya terlihat nyata: semangka yang ditanam di lahan 3.000 meter persegi kini sudah berbuah, bahkan ada yang mencapai bobot satu kilogram meski cuaca belakangan ini cukup ekstrem.

Hal menarik lain dari metode Suharno adalah ia tidak membasmi rumput di sekitar tanaman semangka. Menurutnya, rumput justru membantu menjaga kelembapan tanah, terutama di musim panas yang kering.

“Rumput dibiarkan saja, tidak ada persaingan dengan semangka. Semua bisa harmonis kalau kita rawat dengan cara yang benar,” ujarnya.

Kunci dari keharmonisan itu, lanjut Suharno, adalah penggunaan Biosaka. Cairan alami ini bekerja bukan sebagai pupuk, melainkan mengaktifkan metabolisme tanaman sekaligus menyeimbangkan ekosistem lahan.

“Dengan Biosaka, tanaman jadi lebih tahan, tanah tetap sehat, dan rumput tidak mengganggu. Semua berjalan selaras,” tambahnya.

Baca Juga :  Jangan Buang Rumput! Ini Cara Membuat Pupuk Organik Cair Alami yang Menyuburkan Tanah

Menariknya, dalam budidaya semangka kali ini Suharno hanya menggunakan 1 kilogram pupuk kimia sebagai starter di awal tanam. Selebihnya, ia sepenuhnya mengandalkan teknologi organik berbasis Ilmu SAKA.

Hasil yang diperoleh cukup meyakinkan. Tanaman tumbuh subur, berbuah lebat, dan relatif tahan terhadap gangguan hama maupun perubahan cuaca. Selain itu, biaya produksi jauh lebih hemat karena tidak bergantung pada pupuk kimia yang harganya terus melonjak.

Kedatangan kelompok tani dari Kebumen semakin menguatkan keyakinan bahwa metode ini bisa menjadi inspirasi bagi petani lain. Dengan memanfaatkan bahan sederhana yang ada di sekitar, petani tidak hanya bisa menghemat biaya, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

“Kalau kita bisa hasilkan semangka dan cabai sehat tanpa boros pupuk kimia, kenapa tidak dicoba? Teknologi SAKA memberi jalan untuk bertani yang lebih ramah lingkungan dan menguntungkan,” pungkas Suharno.(ati)

Berita Terkait

Relawan SAKA Bagikan Nlevel1 Aktivasi 6 Gratis, Ajak Masyarakat Kenali Produk Organik
Mengenal Teknologi Penginderaan A369H, Konsep SAKA untuk Membantu Sesama
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau
Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6
Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia
Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya
POC Rumput + Abu Kayu Bisa Jadi Andalan Petani, Ini Cara Membuat dan Dosisnya
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:02 WIB

Relawan SAKA Bagikan Nlevel1 Aktivasi 6 Gratis, Ajak Masyarakat Kenali Produk Organik

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Mengenal Teknologi Penginderaan A369H, Konsep SAKA untuk Membantu Sesama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia

Berita Terbaru