Budidaya Tembakau Berbasis Biosaka di Sragen, Petani Klaim Lebih Hemat Biaya

- Penulis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Pak Slamet, petani di Desa Ngargosari, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, membudidayakan tembakau dengan metode Biosaka. Ia menggunakan Biosaka dalam perawatan tanaman dan mengatur pemupukan dengan metode kocor.

Menurut informasi yang dibagikan, Pak Slamet menyemprot tanaman tembakau sebanyak empat kali selama masa pertumbuhan. Ia menggunakan dosis 15 mililiter Biosaka untuk setiap tangki semprot.

Penyemprotan dilakukan saat tanaman berusia 14, 30, 40, dan 50 hari setelah tanam (HST).

Dengan populasi sekitar 2.000 tanaman, Pak Slamet juga memberikan pupuk melalui metode kocor. Cara ini membuat petani dapat mengarahkan larutan pupuk langsung ke area tanaman.

Jadwal Penyemprotan Biosaka

Pak Slamet melakukan penyemprotan Biosaka pada empat tahap pertumbuhan tanaman.

Pada umur 14 HST, ia menyemprot tanaman dengan dosis 15 ml per tangki. Ia mengulangi penyemprotan pada umur 30, 40, dan 50 HST dengan dosis yang sama.

Baca Juga :  Panen Melimpah Dimulai dari Sini: Tips Memilih Bibit Tomat Terbaik

Penyemprotan tersebut menjadi bagian dari pola perawatan tembakau yang ia terapkan selama masa pertumbuhan.

Pemupukan dengan Metode Kocor

Selain penyemprotan, Pak Slamet memberikan pupuk melalui metode kocor. Ia menyesuaikan jenis dan dosis pupuk berdasarkan umur tanaman.

Saat tanaman berusia 14 HST, ia mencampurkan satu gelas urea, dua gelas ZA, dan satu gelas Fortila ke dalam 20 liter air.

Setelah mencampurkan seluruh bahan, ia mengocorkan larutan sebanyak satu gelas untuk setiap tanaman.

Pada umur 35 HST, ia kembali melakukan pemupukan. Kali ini, ia menggunakan dua gelas ZA dan satu gelas Fortila dalam 20 liter air.

Ia kemudian memberikan satu gelas larutan kepada setiap tanaman melalui metode kocor.

Baca Juga :  Desa Kiuola Latih Petani Olah Pupuk Alami Eco Enzyme dan BIOSAKA untuk Pertanian Berkelanjutan

Pola Perawatan Tembakau

Pola budidaya yang diterapkan Pak Slamet menggabungkan penyemprotan Biosaka dan pemupukan kocor. Ia mengatur jadwal perawatan berdasarkan umur tanaman agar penggunaan bahan tetap terukur.

Menurut informasi yang dibagikan, metode tersebut membantu menghemat biaya budidaya. Namun, hasil dan efisiensi penggunaan Biosaka dapat berbeda pada setiap lahan, varietas, kondisi tanaman, serta cara budidaya.

Biosaka juga bukan pengganti pupuk dalam pengertian pemenuhan unsur hara tanaman. Petani tetap perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi tembakau, kondisi tanah, air, serta teknik budidaya yang sesuai.

Pengalaman Pak Slamet dapat menjadi catatan praktik lapangan bagi petani yang ingin mempelajari penggunaan Biosaka pada tanaman tembakau. Sebelum menerapkannya dalam skala luas, petani sebaiknya membandingkan hasil, biaya, dan kondisi tanaman melalui uji coba pada sebagian lahan. (rull/3GO)

Berita Terkait

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau
Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6
Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia
Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka
Petani Gunung Masigit Terapkan Teknologi SAKA pada Sawah, Hasil Panen Capai 7,5 Ton
Cabe Subur dengan POC Rumput, Begini Cara Tanam ala Petani Pontianak
Benih Padi Rontok dari Panen Kombin Bisa Tumbuh Lagi? Ini Penjelasan Teknologi SAKA

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka

Berita Terbaru

UMKM

Resep Ongol-Ongol Gula Merah yang Kenyal dan Gurih

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:02 WIB

Woman hold pink ribbon breast cancer awareness. Female health check consciousness. international Women Day and World Cancer Day. sign cancer, Symbolic, health care, support patients, timely diagnosis

Kesehatan

Makanan yang Boleh dan Dihindari Penderita Kanker

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:02 WIB