Home / ZPT

Cara Membuat ZPT Organik dari Jantung Pisang dengan EM4 untuk Tanaman

- Penulis

Sabtu, 7 November 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Jantung pisang sering kali dianggap sebagai limbah setelah buah pisang tumbuh. Padahal, bagian tanaman ini masih mengandung bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan berkebun. Salah satu cara mengolahnya adalah membuat fermentasi organik menggunakan EM4 Pertanian dan molase atau gula merah.

Sebagian pekebun mengenal hasil fermentasi ini sebagai ZPT alami atau zat pengatur tumbuh. Mereka memanfaatkannya sebagai bahan pendukung perawatan tanaman karena proses fermentasi membantu menguraikan bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana.

Meski begitu, kita perlu memahami bahwa cairan fermentasi jantung pisang belum terbukti mengandung hormon auksin, sitokinin, atau giberelin dalam kadar tertentu. Untuk memastikan kandungan tersebut, diperlukan pengujian laboratorium.

Walaupun belum terbukti sebagai ZPT, pemanfaatan jantung pisang tetap menarik untuk dicoba. Selain mengurangi limbah rumah tangga, cara ini juga membantu pekebun memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan.

Lantas, bagaimana cara membuat fermentasi jantung pisang menggunakan EM4? Berikut bahan, langkah pembuatan, dan cara penggunaannya.

1. Mengenal Potensi Jantung Pisang untuk Tanaman

sumber foto: sumeksradio.disway.id

Jantung pisang merupakan bagian bunga tanaman pisang yang tumbuh di ujung tandan. Masyarakat biasanya mengolahnya menjadi sayuran atau berbagai masakan tradisional.

Selain untuk konsumsi, jantung pisang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos dan fermentasi organik.

Bagian tanaman ini mengandung bahan organik serta sejumlah mineral. Kandungannya dapat berbeda-beda tergantung varietas pisang dan kondisi pertumbuhannya.

Ketika kita mencacah jantung pisang dan memfermentasikannya, mikroorganisme membantu menguraikan sebagian bahan organik. Hasilnya berupa cairan fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung kegiatan berkebun.

2. Fungsi EM4 dalam Fermentasi Jantung Pisang

EM4 Pertanian merupakan produk yang mengandung campuran mikroorganisme untuk membantu proses penguraian bahan organik.

Dalam pembuatan fermentasi jantung pisang, mikroorganisme membantu menguraikan bahan tanaman selama proses berlangsung.

Sementara itu, molase atau gula merah menyediakan sumber energi bagi mikroorganisme. Kombinasi bahan tersebut membantu mendukung proses fermentasi.

Namun, hasil fermentasi tetap bergantung pada kualitas bahan, kebersihan wadah, suhu, dan lama pengolahan.

3. Bahan untuk Membuat Fermentasi Jantung Pisang

Siapkan bahan-bahan berikut sebelum memulai proses pembuatan:

  • 1 kg jantung pisang segar.

  • 50 ml EM4 Pertanian.

  • 50 ml molase atau larutan gula merah.

  • Air bersih hingga volume campuran sekitar 5 liter.

  • Wadah fermentasi yang bersih.

  • Pisau dan alat pencacah.

  • Saringan untuk memisahkan ampas dan cairan.

Pilih jantung pisang yang masih segar dan tidak membusuk. Bersihkan kotoran yang menempel agar tidak mudah terjadi kontaminasi selama fermentasi.

4. Cara Membuat Fermentasi Jantung Pisang dengan EM4

sumber foto: madanitek.com

Ikuti beberapa langkah berikut untuk mengolah jantung pisang menjadi cairan fermentasi organik.

Langkah pertama, cincang jantung pisang.

Siapkan 1 kg jantung pisang, buang bagian yang rusak, kemudian potong kecil-kecil. Potongan kecil membantu mikroorganisme menguraikan bahan dengan lebih mudah.

Langkah kedua, siapkan larutan fermentasi.

Campurkan EM4 Pertanian dan molase atau larutan gula merah dengan sedikit air. Aduk hingga seluruh bahan tercampur.

Langkah ketiga, campurkan semua bahan.

Masukkan potongan jantung pisang ke dalam wadah. Tuangkan larutan EM4 dan molase, kemudian tambahkan air hingga volume campuran sekitar 5 liter.

Aduk sampai merata dan sisakan ruang kosong di dalam wadah untuk menampung gas fermentasi.

Langkah keempat, lakukan fermentasi.

Tutup wadah menggunakan sistem penutup yang memungkinkan gas keluar dengan aman. Jangan menggunakan wadah tertutup rapat tanpa pelepasan gas karena fermentasi dapat menghasilkan tekanan.

Simpan wadah di tempat teduh dan jauh dari sinar matahari langsung.

Langkah kelima, periksa hasil fermentasi.

Fermentasi dapat berlangsung sekitar 7–14 hari sebagai perkiraan awal. Perhatikan perubahan aroma, warna, dan kondisi bahan.

Jika cairan mengeluarkan bau busuk menyengat atau menunjukkan pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan, jangan gunakan hasil fermentasi tersebut.

Langkah keenam, saring cairan.

Setelah proses selesai, saring campuran menggunakan kain bersih. Pisahkan cairan dari ampas, kemudian simpan cairan dalam wadah bersih dan beri label tanggal pembuatan.

5. Cara Menggunakan Fermentasi Jantung Pisang pada Tanaman

Sebelum menggunakannya secara luas, lakukan pengujian pada beberapa tanaman terlebih dahulu. Setiap hasil fermentasi rumahan dapat memiliki tingkat keasaman dan konsentrasi bahan organik yang berbeda.

Sebagian resep menggunakan 30–50 ml cairan fermentasi untuk 1 liter air. Namun, takaran tersebut belum menjadi dosis baku untuk semua tanaman. Mulailah dengan larutan lebih encer dan amati respons tanaman.

Pekebun dapat mencoba dua metode aplikasi berikut:

  • Penyiraman akar: Campurkan cairan fermentasi dengan air, kemudian siramkan secukupnya pada media tanam.

  • Penyemprotan daun: Gunakan larutan lebih encer, saring terlebih dahulu, lalu uji pada sebagian kecil daun.

Hindari penyemprotan saat matahari terik. Jika daun menguning, layu, atau menunjukkan gejala terbakar, segera hentikan penggunaannya.

6. Potensi Manfaat Fermentasi Jantung Pisang

Pengolahan jantung pisang memberikan beberapa keuntungan bagi kegiatan berkebun.

  • Mengurangi limbah organik. Pekebun dapat memanfaatkan jantung pisang yang sebelumnya sering dibuang.

  • Memanfaatkan bahan organik. Cairan dan ampas fermentasi dapat menjadi bagian dari pengelolaan bahan organik.

  • Mendukung aktivitas mikroorganisme tanah. Bahan organik yang terurai berperan dalam proses biologis dan siklus unsur hara.

  • Menghemat bahan berkebun. Pekebun dapat memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar rumah sebagai pelengkap perawatan tanaman.

Meski demikian, cairan fermentasi ini tidak dapat menggantikan pupuk lengkap yang menyediakan unsur hara sesuai kebutuhan tanaman.

7. Benarkah Jantung Pisang Bisa Mempercepat Pembungaan?

Sebagian informasi menyebutkan bahwa jantung pisang mengandung hormon alami yang dapat merangsang pembungaan tanaman.

Namun, klaim tersebut belum dapat dipastikan tanpa pengujian laboratorium. Kandungan hormon seperti auksin, sitokinin, dan giberelin tidak bisa diketahui hanya melalui proses fermentasi sederhana.

Pembungaan tanaman juga dipengaruhi oleh varietas, umur tanaman, cahaya matahari, suhu, air, dan ketersediaan unsur hara.

Karena itu, pekebun tetap perlu memberikan perawatan seimbang agar tanaman tumbuh optimal.

8. Tips agar Fermentasi Berjalan Lebih Baik

Perhatikan beberapa hal berikut saat membuat fermentasi:

  • Gunakan jantung pisang segar dan tidak membusuk.

  • Bersihkan peralatan serta wadah sebelum digunakan.

  • Gunakan EM4 sesuai petunjuk kemasan.

  • Sisakan ruang untuk gas selama fermentasi.

  • Simpan wadah di tempat teduh.

  • Hindari penggunaan cairan yang menunjukkan tanda kontaminasi.

  • Encerkan cairan sebelum mengaplikasikannya pada tanaman.

  • Jangan mencampurnya dengan pestisida atau pupuk lain tanpa mengetahui kecocokannya.

Kesimpulan

sumber foto: gemini.google.com

Jantung pisang dapat dimanfaatkan sebagai bahan fermentasi organik menggunakan EM4 Pertanian dan molase atau gula merah. Proses pembuatannya cukup sederhana, mulai dari mencacah bahan, mencampurkan larutan fermentasi, menyimpannya, hingga menyaring hasil akhirnya.

Cairan fermentasi ini berpotensi menjadi bahan pendukung pemeliharaan tanaman sekaligus membantu mengurangi limbah organik rumah tangga.

Namun, pekebun perlu memahami bahwa hasil fermentasi tersebut belum terbukti sebagai ZPT dengan kandungan hormon terukur. Gunakan secara bijak, lakukan pengenceran dan uji coba, serta tetap penuhi kebutuhan pupuk dan perawatan tanaman.

Dengan memanfaatkan bahan sederhana di sekitar rumah, kegiatan berkebun bisa menjadi lebih hemat, kreatif, dan ramah lingkungan. (rull)

Baca Juga :  Peran Belalang Sembah (Mantidae) sebagai Agen Hayati Makro dalam Pertanian Berkelanjutan

Berita Terkait

Air Batang Pisang untuk Pertanian Organik, Begini Cara Membuat dan Memanfaatkannya
ZPT Alami dari Rebung Bambu: Cara Pembuatan dan Manfaatnya bagi Tanaman
Langkah-Langkah Pembuatan ZPT dari Daun Kelor 
Cara Membuat ZPT dari Bawang Merah & Manfaatnya
Racikan Pupuk Booster Alami, Rahasia Cepat Perangsang Bunga dan Buah

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:02 WIB

Cara Membuat ZPT Organik dari Jantung Pisang dengan EM4 untuk Tanaman

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Air Batang Pisang untuk Pertanian Organik, Begini Cara Membuat dan Memanfaatkannya

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:02 WIB

ZPT Alami dari Rebung Bambu: Cara Pembuatan dan Manfaatnya bagi Tanaman

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:02 WIB

Langkah-Langkah Pembuatan ZPT dari Daun Kelor 

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:02 WIB

Cara Membuat ZPT dari Bawang Merah & Manfaatnya

Berita Terbaru