Tanam Padi Langsung Setelah Panen Tanpa Olah Tanah, Ini Langkahnya

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sumber foto: 1.bp.blogspot.com

sumber foto: 1.bp.blogspot.com

Alamorganik.com – Petani kini dapat mencoba pola tanam padi tanpa mengolah tanah setelah panen. Informasi ini disampaikan Komandan Jateng, Aris Munandar, dalam pembahasan mengenai sistem tanam tanpa olah lahan.

Pak Ansar juga menjelaskan bahwa petani dapat langsung menanam setelah panen dengan melakukan penyemprotan Nlevel1. “Asal semprot Nlevel1 ya. Hari ini panen, hari ini tanam bisa,” ujar Pak Ansar.

Metode tersebut mengandalkan penataan lahan setelah panen dan perawatan tanaman menggunakan beberapa bahan yang biasa digunakan dalam praktik komunitas SAKA.

Langkah Tanam Setelah Panen

Petani terlebih dahulu memanen padi secara manual. Setelah panen selesai, petani menghamparkan jerami di permukaan sawah.

Selanjutnya, petani membuat saluran air di sekeliling lahan dan membuat beberapa saluran yang memotong area tanam. Petani menyesuaikan jarak saluran dengan lebar tanam padi.

Baca Juga :  Ini Dia Jenis Varietas Tomat Terbaik untuk Hasil Panen Melimpah

Untuk pola tanam berikutnya, petani dapat menyesuaikan jumlah titik tanam. Contohnya, petani membuat jalur untuk empat hingga enam titik tanam.

Aplikasi Bahan Perawatan

Setelah menata lahan, petani melakukan aplikasi B2N1A6, Biosaka, dan RR sesuai metode yang mereka gunakan.

Petani kemudian menanam padi di sebelah tanaman lama. Cara ini memungkinkan petani melanjutkan penanaman tanpa membajak atau mengolah tanah terlebih dahulu.

Setelah tanaman baru tumbuh, petani kembali melakukan perawatan menggunakan RR dan Biosaka. Petani dapat menerapkan perawatan pascatanam sesuai pola yang biasa mereka gunakan.

Baca Juga :  Penyakit Tanaman Akibat Keracunan Pupuk atau Pestisida

Metode Tanpa Olah Tanah Perlu Pengamatan

Metode tanam langsung setelah panen ini menawarkan pendekatan berbeda dari pola tanam yang mengharuskan petani mengolah tanah terlebih dahulu.

Namun, hasil penerapannya dapat berbeda pada setiap lahan. Kondisi tanah, air, jerami, gulma, varietas padi, dan teknik penanaman turut memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Penggunaan Nlevel1, Biosaka, B2N1A6, dan RR dalam metode tersebut merupakan praktik yang disampaikan oleh komunitas pengguna. Petani yang ingin mencobanya sebaiknya melakukan pengamatan pada skala terbatas dan membandingkan hasilnya dengan metode tanam yang biasa digunakan.

Dengan cara tersebut, petani dapat menilai kecocokan metode tanpa olah tanah dengan kondisi sawah masing-masing. (rull/3GO)

Berita Terkait

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau
Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6
Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia
Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka
Petani Gunung Masigit Terapkan Teknologi SAKA pada Sawah, Hasil Panen Capai 7,5 Ton
Cabe Subur dengan POC Rumput, Begini Cara Tanam ala Petani Pontianak
Benih Padi Rontok dari Panen Kombin Bisa Tumbuh Lagi? Ini Penjelasan Teknologi SAKA

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka

Berita Terbaru

Peternakan

Vitamin E dan Selenium untuk Meningkatkan Breeding Domba

Rabu, 21 Okt 2026 - 06:02 WIB