Alamorganik.com – Petani kini dapat mencoba pola tanam padi tanpa mengolah tanah setelah panen. Informasi ini disampaikan Komandan Jateng, Aris Munandar, dalam pembahasan mengenai sistem tanam tanpa olah lahan.
Pak Ansar juga menjelaskan bahwa petani dapat langsung menanam setelah panen dengan melakukan penyemprotan Nlevel1. “Asal semprot Nlevel1 ya. Hari ini panen, hari ini tanam bisa,” ujar Pak Ansar.
Metode tersebut mengandalkan penataan lahan setelah panen dan perawatan tanaman menggunakan beberapa bahan yang biasa digunakan dalam praktik komunitas SAKA.
Langkah Tanam Setelah Panen
Petani terlebih dahulu memanen padi secara manual. Setelah panen selesai, petani menghamparkan jerami di permukaan sawah.
Selanjutnya, petani membuat saluran air di sekeliling lahan dan membuat beberapa saluran yang memotong area tanam. Petani menyesuaikan jarak saluran dengan lebar tanam padi.
Untuk pola tanam berikutnya, petani dapat menyesuaikan jumlah titik tanam. Contohnya, petani membuat jalur untuk empat hingga enam titik tanam.
Aplikasi Bahan Perawatan
Setelah menata lahan, petani melakukan aplikasi B2N1A6, Biosaka, dan RR sesuai metode yang mereka gunakan.
Petani kemudian menanam padi di sebelah tanaman lama. Cara ini memungkinkan petani melanjutkan penanaman tanpa membajak atau mengolah tanah terlebih dahulu.
Setelah tanaman baru tumbuh, petani kembali melakukan perawatan menggunakan RR dan Biosaka. Petani dapat menerapkan perawatan pascatanam sesuai pola yang biasa mereka gunakan.
Metode Tanpa Olah Tanah Perlu Pengamatan
Metode tanam langsung setelah panen ini menawarkan pendekatan berbeda dari pola tanam yang mengharuskan petani mengolah tanah terlebih dahulu.
Namun, hasil penerapannya dapat berbeda pada setiap lahan. Kondisi tanah, air, jerami, gulma, varietas padi, dan teknik penanaman turut memengaruhi pertumbuhan tanaman.
Penggunaan Nlevel1, Biosaka, B2N1A6, dan RR dalam metode tersebut merupakan praktik yang disampaikan oleh komunitas pengguna. Petani yang ingin mencobanya sebaiknya melakukan pengamatan pada skala terbatas dan membandingkan hasilnya dengan metode tanam yang biasa digunakan.
Dengan cara tersebut, petani dapat menilai kecocokan metode tanpa olah tanah dengan kondisi sawah masing-masing. (rull/3GO)









