Alamorganik.com – Mesin kombin sering menjatuhkan sebagian biji padi ke sawah saat proses panen. Sisa biji itu kemudian tertinggal di lahan dan membuat kondisi sawah terlihat berantakan.
Pada 31 Agustus 2026, Ferieny berdiskusi dengan Pak Ansar mengenai cara memanfaatkan biji padi yang jatuh setelah panen kombin. Mereka membahas penerapan teknologi SAKA dalam sistem tanam tanpa olah lahan.
Pak Ansar menyarankan petani menyemprot Nlevel1 Aktivasi 6 (N1A6) setelah panen. Setelah itu, petani dapat mengairi lahan dan membiarkan biji padi yang jatuh tumbuh kembali.
Biji Padi Rontok Bisa Tumbuh Kembali
Ferieny menanyakan kemungkinan biji padi yang jatuh dari mesin kombin tumbuh kembali. Pak Ansar menjawab bahwa petani dapat memanfaatkan sisa biji tersebut dengan melakukan perawatan menggunakan metode SAKA.
“Bukan tanam, tapi yang tumbuh sisa rontokan,” kata Pak Ansar dalam percakapan tersebut.
Menurut Pak Ansar, petani tidak perlu langsung mengolah tanah setelah mesin menyelesaikan panen. Mereka cukup membiarkan sisa biji padi tumbuh di lahan.
Ia juga menyebut metode tersebut dapat digunakan untuk merawat tanaman dari benih yang sudah lama tersimpan maupun benih bawang yang baru dipanen.
Langkah Setelah Panen Kombin
Ferieny kemudian menanyakan langkah yang perlu petani lakukan setelah panen selesai. Pak Ansar menyarankan petani membabat tanaman hingga dekat permukaan tanah, lalu mengairi sawah.
Setelah itu, petani dapat melakukan penyemprotan N1A6. Petani tidak perlu membajak atau mengolah tanah jika ingin memanfaatkan biji padi yang jatuh dari mesin kombin.
Ketika biji tersebut mulai tumbuh, petani dapat mengamati perkembangan tanaman. Setelah tanaman tumbuh, petani dapat memotong bagian bawah tanaman sesuai kebutuhan pengelolaan sawah.
SAKA Gunakan Beberapa Bahan
Pak Ansar menghubungkan metode tersebut dengan teknologi SAKA. Dalam percakapannya, ia menyebut beberapa komponen yang biasa digunakan dalam praktik komunitas, seperti Nlevel1 Aktivasi 6, Biosaka, POC rumput, dan POC urine N1A6.
Metode ini memanfaatkan biji padi yang jatuh selama proses panen sebagai sumber tanaman berikutnya. Petani kemudian melakukan perawatan tanpa mengolah tanah secara langsung.
Meski begitu, tidak semua biji padi yang jatuh pasti tumbuh dengan hasil yang sama. Petani perlu memperhatikan kualitas biji, kondisi tanah, ketersediaan air, gulma, serta kondisi lingkungan.
Perlu Uji Lapangan
Penggunaan N1A6 dan komponen teknologi SAKA dalam perawatan tanaman merupakan praktik yang berkembang di komunitas pengguna. Pengalaman Pak Ansar belum cukup untuk membuktikan bahwa metode tersebut dapat membuat seluruh biji padi rontok tumbuh secara optimal.
Petani yang ingin mencoba metode ini sebaiknya mengamati pertumbuhan tanaman secara bertahap dan membandingkan hasilnya dengan metode pengelolaan lahan yang biasa mereka gunakan.
Dengan pengamatan tersebut, petani dapat menilai apakah biji padi rontok mampu tumbuh dengan baik dan memberikan hasil sesuai harapan pada kondisi sawah masing-masing. (rull/3GO)









