Panduan Lengkap Pengelompokan Herbisida untuk Pengendalian Gulma

- Penulis

Jumat, 19 Desember 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Gulma merupakan rumput liar atau tanaman pengganggu yang tumbuh di antara tanaman budidaya. Gulma tidak hanya mengganggu, tetapi juga bersaing dengan tanaman utama untuk memperoleh nutrisi, air, dan sinar matahari. Jika petani membiarkan gulma tumbuh, gulma dapat menurunkan hasil panen, menghambat pertumbuhan, dan bahkan merusak kualitas tanaman.

Petani biasanya mengendalikan gulma dengan cara penyiangan manual, yang dikenal dengan istilah matun. Meski efektif, metode ini membutuhkan banyak tenaga kerja sehingga kurang efisien di lahan pertanian dengan jumlah pekerja terbatas.

Petani dapat menggunakan herbisida sebagai solusi yang lebih efektif dan efisien. Petani menggunakan herbisida, yaitu bahan kimia yang dirancang untuk mengendalikan tumbuhan pengganggu seperti rumput, alang-alang, dan semak liar. Mereka menyesuaikan pengaplikasian herbisida dengan tahap pertumbuhan tanaman utama serta jenis gulma yang ingin dikendalikan.

Berikut panduan pengelompokan herbisida agar petani dapat menggunakannya secara tepat sasaran dan aman bagi tanaman budidaya.

A. Pengelompokan Herbisida Berdasarkan Pertumbuhan Gulma

Herbisida dapat dibedakan berdasarkan waktu aplikasi terhadap pertumbuhan gulma:

1. Herbisida Pratumbuh

sumber foto: dreamstime.com

Petani mengaplikasikan herbisida pratumbuh ke tanah sebelum gulma muncul. Jenis herbisida ini, yang dikenal sebagai soil acting herbicide, bekerja melalui tanah dan bersifat sistemik. Akar gulma menyerap racun herbisida saat mulai tumbuh, sehingga pertumbuhan gulma terhenti sejak awal.

Contoh herbisida pratumbuh: diuron, bromacil, oksadiazon, oksifluorfen, ametrin, butaklor, dan metil metsulfuron.

2. Herbisida Pascatumbuh

Petani mengaplikasikan herbisida pascatumbuh setelah gulma muncul. Jenis ini, yang dikenal sebagai foliage applied herbicide, bekerja secara sistemik atau non-sistemik tergantung pada cara kerjanya. Sistemik bekerja dengan menyebarkan racun ke seluruh bagian gulma, sedangkan non-sistemik hanya mematikan bagian yang terkena kontak langsung.

Contoh herbisida pascatumbuh: glifosat, paraquat, glufosinat, dan propanil.

B. Pengelompokan Herbisida Berdasarkan Tipe Translasi dalam Tanaman

Selain berdasarkan waktu aplikasi, petani juga dapat mengelompokkan herbisida berdasarkan cara racunnya bekerja di dalam tanaman.

Baca Juga :  Mengapa Tanaman Bisa Kerdil pada Sistem Pertanian Organik?

1. Herbisida Kontak

Herbisida kontak mematikan gulma hanya pada bagian yang tersentuh racun. Racun tidak ditranslokasikan ke bagian lain, sehingga bagian akar atau daun yang tidak terkena racun tetap hidup.

  • Selektif: hanya mematikan jenis gulma tertentu. Contoh: oksifluorfen, oksadiazon, propanil.
  • Non-selektif: mematikan hampir semua jenis tumbuhan. Contoh: paraquat, glufosinat.

2. Herbisida Sistemik

sumber foto: alamy.com

Herbisida sistemik menyalurkan racunnya ke seluruh bagian gulma. Petani dapat mengaplikasikannya melalui tanah atau langsung ke tajuk (daun) tanaman.

  • Melalui tajuk: glifosat, sulfosat, ester.
  • Herbisida yang diaplikasikan melalui tanah meliputi ametrin, atrazin, metribuzin, dan diuron.

Herbisida sistemik efektif mengendalikan gulma yang sulit karena racunnya menyebar ke akar dan seluruh bagian penting gulma.

C. Pengelompokan Herbisida Berdasarkan Selektivitas

Selektivitas herbisida menentukan apakah racun hanya membunuh gulma tertentu atau hampir semua tanaman.

1. Herbisida Selektif

Herbisida selektif hanya membunuh gulma tertentu tanpa merusak tanaman utama. Biasanya digunakan untuk pertanaman jagung, tebu, atau tanaman hortikultura.

Beberapa contoh herbisida selektif yang bisa digunakan petani antara lain ametrin, diuron, oksifluorfen, klomazon, dan karfentrazon.

2. Herbisida Nonselektif

Herbisida nonselektif membunuh hampir semua tumbuhan yang terkena, termasuk tanaman budidaya. Oleh karena itu, petani harus menggunakan herbisida dengan hati-hati dan menyesuaikannya dengan jenis tanaman.

Contoh herbisida nonselektif: glifosat, paraquat.

  • Petani sering menggunakan glifosat pada tanaman berbatang keras seperti jagung, singkong, nanas, mangga, dan perkebunan sawit, terutama sebelum penanaman atau tanpa pengolahan tanah.
  • Namun, glifosat tidak cocok untuk tanaman lunak seperti padi atau bunga, karena dapat mematikan tanaman utama.
  • Herbisida selektif seperti atrazin lebih cocok untuk tanaman jagung dan tebu, karena menargetkan gulma berdaun lebar dan sempit tanpa merusak tanaman utama.
Baca Juga :  Mengapa Penyiraman dengan Air Hujan Lebih Efektif Menyuburkan Tanaman Dibandingkan Pupuk Apa Pun

D. Tips Memilih dan Menggunakan Herbisida

sumber foto: kampustani.com

Penggunaan herbisida yang tepat memerlukan pertimbangan matang agar tanaman budidaya tetap aman dan hasil panen optimal:

  1. Kenali jenis gulma: Tentukan apakah gulma yang muncul adalah rumput, semak, atau gulma berdaun lebar.
  2. Pilih herbisida sesuai selektivitas: Gunakan herbisida selektif untuk tanaman lunak atau hortikultura, dan nonselektif untuk tanaman keras.
  3. Perhatikan waktu aplikasi: Terapkan herbisida pratumbuh sebelum gulma muncul atau pascatumbuh saat gulma sudah tumbuh.
  4. Baca label dan petunjuk kemasan: Jangan menambahkan dosis lebih banyak dari anjuran. Hal ini dapat merusak tanaman dan lingkungan.
  5. Perhatikan keselamatan: Gunakan alat pelindung diri saat menyemprot herbisida, hindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
  6. Petani tidak mencampur herbisida sembarangan karena beberapa jenis bisa mengurangi efektivitas atau menimbulkan reaksi berbahaya.
  7. Petani tetap menyiangi gulma secara manual untuk membersihkan area yang sulit dijangkau.

Dengan mengikuti panduan ini, penggunaan herbisida menjadi lebih aman, efektif, dan efisien, tanpa merusak tanaman budidaya.

Herbisida merupakan alat penting dalam pengendalian gulma, terutama di lahan pertanian yang luas atau terbatas tenaga kerja. Pengelompokan herbisida berdasarkan waktu aplikasi (pratumbuh atau pascatumbuh), tipe translokasi (kontak atau sistemik), dan selektivitas (selektif atau nonselektif) membantu petani memilih produk yang tepat.

Kunci utama keberhasilan pengendalian gulma adalah memilih herbisida yang sesuai dengan jenis gulma, tanaman budidaya, dan kondisi lahan. Selalu patuhi petunjuk penggunaan dan gunakan alat pelindung diri untuk menjaga keselamatan. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman utama tetap optimal, hasil panen maksimal, dan penggunaan herbisida lebih ramah lingkungan.

Herbisida bukan hanya soal membunuh gulma, tetapi tentang pengelolaan lahan yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan. (rull*)

Berita Terkait

Pilih yang Tepat! Ini Varietas Bawang Putih Paling Prospektif untuk Petani
Rahasia Panen Bawang Merah Melimpah, Pilih Varietas yang Tepat
Pilih Varietas Kentang yang Tepat, Kunci Sukses Panen Melimpah di Indonesia
Terasering, Teknik Cerdas Tingkatkan Hasil Pertanian di Lahan Berbukit
Tips Pemupukan Anorganik yang Aman agar Tanaman Tumbuh Optimal
Teknik Polikultur: Solusi Bertani Hemat Lahan dengan Hasil Maksimal
Tips Ampuh Budidaya Mawar Potong Warna-Warni agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbunga
Cara Membuat Sistem Aeroponik Akar Gantung Udara Lembap untuk Tanaman Subur

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:02 WIB

Pilih yang Tepat! Ini Varietas Bawang Putih Paling Prospektif untuk Petani

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:02 WIB

Rahasia Panen Bawang Merah Melimpah, Pilih Varietas yang Tepat

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:02 WIB

Pilih Varietas Kentang yang Tepat, Kunci Sukses Panen Melimpah di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:02 WIB

Terasering, Teknik Cerdas Tingkatkan Hasil Pertanian di Lahan Berbukit

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:02 WIB

Tips Pemupukan Anorganik yang Aman agar Tanaman Tumbuh Optimal

Berita Terbaru

Penyakit Tanaman

Hama Kelelawar Serang Buah? Ini Cara Efektif Mengatasinya

Kamis, 19 Mar 2026 - 22:02 WIB

Peternakan

Ampas Tahu Fermentasi, Solusi Pakan Ternak Murah dan Bernutrisi

Kamis, 19 Mar 2026 - 18:02 WIB

Kesehatan

Sacha Inchi, Si Kacang Inca yang Penuh Khasiat untuk Tubuh

Kamis, 19 Mar 2026 - 12:05 WIB