Alamorganik.com— Penemu Biosaka dan Nlevel 1 Muhammad Ansar menegaskan bahwa Biosaka tidak pernah menyatakan pertanian organik yang selama ini diterapkan petani adalah keliru.
Justru sebaliknya, Biosaka memperkuat keyakinan bahwa pertanian organik dapat dilakukan secara 100 persen dengan memanfaatkan potensi alami yang telah tersedia di lingkungan sekitar.
“Biosaka tidak mengatakan pertanian organik sebelumnya salah. Biosaka justru mempertegas bahwa pertanian organik bisa dilakukan sepenuhnya. Selama ini kita sibuk mencari mikroba dari luar, padahal mikroba itu sudah ada secara alami di perakaran rumput. Tidak perlu dibunuh, tidak perlu ditambah,” ujar Pak Ansar belum lama ini.
Ia menjelaskan, selama ini banyak praktik pertanian yang meyakini bahwa bahan organik harus diolah terlebih dahulu menjadi pupuk atau nutrisi tambahan. Padahal, alam di wilayah khatulistiwa telah menyediakan bahan organik paling melimpah, yakni rumput atau rerumputan.
“Kalau kita percaya kotoran ternak sebagai bahan organik, seharusnya kita lebih percaya lagi pada rumput. Dengan percaya pada kotoran ternak, kita sebenarnya akan mudah sampai pada sumber bahan bakunya, yaitu rumput itu sendiri,” jelasnya.
Cara Membuat POC dari Rumput
Ansar juga membagikan cara sederhana pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar rumput. Caranya sangat mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja.
Cukup dengan mencabut rumput apa saja yang ada di sekitar lahan, kemudian merendamnya dalam air selama 3 hingga 5 hari. Setelah proses perendaman selesai, air rendaman tersebut sudah dapat digunakan sebagai POC, baik dengan cara dikocor ke tanah maupun disemprotkan ke tanaman.
Metode ini dinilai ramah lingkungan, murah, dan tidak merusak keseimbangan mikroorganisme tanah.
Peran Rumput dalam Menyuburkan Tanah
Secara ilmiah, rumput memiliki peran penting dalam menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah. Rumput mampu menyerap nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dari dalam tanah. Ketika rumput mati dan terurai, ia akan membentuk humus yang kaya bahan organik dan memperbaiki struktur tanah.
Selain itu, rumput berfungsi mencegah erosi dengan menahan partikel tanah agar tidak mudah hanyut oleh air hujan atau angin. Keberadaan rumput juga mendukung aktivitas mikroorganisme alami yang berperan penting dalam proses dekomposisi dan pengolahan nutrisi tanah.
Perspektif Al-Qur’an tentang Kesuburan Tanah
Dalam kajian tafsir Al-Qur’an, keberadaan rumput dan tumbuh-tumbuhan juga memiliki makna penting. Allah SWT menegaskan bahwa air hujan diturunkan sebagai sumber kehidupan yang menumbuhkan berbagai tanaman dan biji-bijian.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Mu’minun ayat 18:
“Dan Kami telah menurunkan dari langit air yang banyak manfaatnya, lalu dengan air itu Kami tumbuhkan tanam-tanaman dan biji-bijian yang dapat dituai.”
Ayat ini menunjukkan bahwa proses alami yang melibatkan air, tanah, dan tumbuhan—termasuk rumput—merupakan sistem yang telah diciptakan Allah SWT untuk menjaga kesuburan bumi.
Dengan demikian, pemanfaatan rumput sebagai sumber nutrisi alami dalam pertanian bukanlah hal baru, melainkan sejalan dengan hukum alam dan nilai-nilai yang telah ditegaskan dalam Al-Qur’an.
Biosaka, menurut Ansar, hadir bukan untuk melawan alam, tetapi untuk mengembalikan pertanian pada keseimbangan alaminya. (al/3GO)









