Alamorganik.com-Daun turi (Sesbania grandiflora) tidak hanya bermanfaat sebagai pakan ternak. Lebih dari itu, daun ini menyimpan nutrisi tinggi yang bisa Anda olah menjadi pupuk organik cair maupun kompos padat. Karena kandungannya kaya nitrogen, fosfor, dan kalium, daun turi mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mempercepat pertumbuhan tanaman.
Dengan memanfaatkan daun turi secara tepat, Anda tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga menjaga lingkungan tetap sehat. Oleh karena itu, artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah agar bisa mengolahnya secara maksimal.
1. Mengenal Daun Turi dan Potensinya

Pertama-tama, Anda perlu memahami kandungan daun turi. Daun ini mengandung nitrogen tinggi, protein nabati, enzim alami, serta mikroorganisme pendukung kesuburan tanah. Karena itu, banyak petani mulai memanfaatkannya sebagai alternatif pupuk kimia.
Selain meningkatkan kesuburan tanah, daun turi juga:
- Mendorong pertumbuhan tanaman lebih cepat
- Memperbaiki struktur tanah
- Meningkatkan aktivitas mikroba alami
- Menghemat biaya produksi
Dengan memahami manfaat ini, Anda bisa mengoptimalkan potensi daun turi sejak awal.
2. Persiapan Bahan dan Alat
Sebelum memulai proses pembuatan, siapkan bahan dan alat agar pekerjaan berjalan lancar.
Bahan:
- Daun turi segar
- Air bersih
- Gula merah atau molase
- EM4 atau ragi alami
Alat:
- Ember atau drum
- Pisau atau gunting
- Pengaduk
- Saringan kain
Dengan persiapan yang lengkap, proses fermentasi akan berjalan lebih stabil dan hasilnya lebih optimal.
3. Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Daun Turi
Jika Anda ingin hasil yang cepat dan praktis, pupuk cair menjadi pilihan tepat. Selain mudah dibuat, pupuk ini juga cepat diserap tanaman.
a. Siapkan dan Potong Daun
Pertama, pilih daun segar dan bebas hama. Setelah itu, cuci bersih lalu potong kecil-kecil agar proses fermentasi berlangsung lebih cepat.
b. Campurkan Bahan Fermentasi
Selanjutnya, masukkan daun ke dalam wadah. Tambahkan air hingga semua daun terendam. Kemudian, larutkan gula merah sekitar 2–3% dari volume air sebagai sumber energi mikroba. Setelah itu, tambahkan EM4 sekitar 1–2%. Aduk hingga merata.
c. Lakukan Fermentasi
Tutup wadah rapat, tetapi beri sedikit celah agar gas keluar. Simpan di tempat teduh dengan suhu 25–30°C. Selama 7–14 hari, aduk larutan setiap hari supaya fermentasi merata dan bau berkurang.
d. Saring dan Simpan
Setelah fermentasi selesai, saring larutan. Kemudian, simpan pupuk cair dalam botol tertutup dan letakkan di tempat sejuk. Kini pupuk siap Anda gunakan.
4. Cara Membuat Kompos Daun Turi

Selain pupuk cair, Anda juga bisa membuat kompos padat. Metode ini cocok untuk pemupukan dasar sebelum tanam.
a. Susun Lapisan Bahan
Pertama, siapkan daun turi, dedaunan lain, dan bahan tambahan seperti sekam atau kotoran ternak. Kemudian, susun secara berlapis. Siram setiap lapisan dengan larutan EM4 agar proses penguraian lebih cepat.
b. Jaga Proses Pengomposan
Balik tumpukan setiap 7–10 hari supaya sirkulasi udara tetap baik. Dengan cara ini, mikroorganisme bekerja lebih optimal. Biasanya, kompos matang dalam 30–60 hari.
Kompos matang berwarna cokelat tua, bertekstur remah, dan berbau seperti tanah segar.
5. Tips Agar Hasil Lebih Berkualitas
Agar hasil maksimal, lakukan beberapa hal berikut:
- Gunakan daun yang benar-benar segar
- Jaga kebersihan wadah fermentasi
- Atur rasio bahan secara tepat
- Simpan produk di tempat teduh
- Kombinasikan dengan bahan organik lain
Dengan langkah ini, Anda bisa menghasilkan pupuk yang lebih efektif dan stabil.
6. Keunggulan Produk Organik Daun Turi
Ada banyak alasan mengapa daun turi menjadi pilihan tepat untuk pertanian organik. Tidak hanya mudah ditemukan, daun ini juga menawarkan manfaat nyata bagi tanah dan tanaman.
1. Ramah lingkungan
Daun turi membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis. Dengan menggunakannya, Anda ikut menjaga kualitas tanah, air, dan udara tetap bersih. Selain itu, residu kimia berbahaya bisa ditekan sehingga ekosistem pertanian menjadi lebih sehat dan berkelanjutan.
2. Kaya nutrisi alami
Daun turi mengandung nitrogen, fosfor, kalium, serta unsur mikro yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Kandungan ini mendukung pembentukan daun, akar, dan batang yang lebih kuat. Karena berasal dari bahan alami, nutrisi dilepaskan secara bertahap sehingga tanaman dapat menyerapnya lebih optimal.
3. Meningkatkan produktivitas tanaman
Dengan suplai nutrisi yang cukup, tanaman tumbuh lebih hijau, akar lebih kokoh, dan hasil panen meningkat. Selain itu, tanaman juga menjadi lebih tahan terhadap stres lingkungan seperti kekeringan ringan atau serangan hama tertentu.
4. Mudah diperoleh
Daun turi tersedia melimpah di banyak daerah tropis. Anda tidak perlu biaya besar atau bahan impor untuk mendapatkannya. Bahkan, petani bisa menanam pohon turi sendiri sebagai sumber pupuk berkelanjutan.
5. Hemat biaya produksi
Karena bahan bakunya mudah didapat, Anda bisa menekan pengeluaran pupuk secara signifikan. Dalam jangka panjang, penggunaan pupuk organik dari daun turi membantu meningkatkan kesuburan tanah tanpa harus terus-menerus membeli pupuk kimia.
Selain itu, penggunaan rutin pupuk berbahan daun turi juga membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme bermanfaat, serta menjaga keseimbangan ekosistem tanah secara alami. Dengan kata lain, Anda tidak hanya memberi makan tanaman, tetapi juga merawat tanah sebagai sumber kehidupan jangka panjang.
7. Cara Mengaplikasikan ke Tanaman

Agar hasil terlihat maksimal, gunakan produk dengan dosis tepat.
Untuk pupuk cair:
- Encerkan terlebih dahulu
- Semprot 1–2 kali seminggu
- Siram ke akar saat pagi atau sore
Untuk kompos:
- Campurkan 1–2 kg per m² sebelum tanam
- Taburkan di sekitar pangkal tanaman
Dengan cara ini, tanaman tumbuh lebih sehat dan kebutuhan pupuk kimia berkurang signifikan.
Daun turi menawarkan solusi praktis untuk pertanian berkelanjutan. Anda bisa mengolahnya menjadi pupuk cair maupun kompos padat dengan proses sederhana. Selain meningkatkan kesuburan tanah, produk ini juga membantu menjaga lingkungan tetap sehat.
Jika Anda konsisten menerapkannya, hasil panen akan meningkat, biaya produksi menurun, dan tanah tetap subur dalam jangka panjang. (rull*)









