Alam Sehat Lewat Eco Enzyme dan Pola Makan Nabati

- Penulis

Selasa, 16 September 2025 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adiwiyata SMA Negeri 1 Sungai Penuh, Jambi praktik cara membuat Eco Enzyme (20/10/2024). (Dok. Koran Sakti.co.id)

Adiwiyata SMA Negeri 1 Sungai Penuh, Jambi praktik cara membuat Eco Enzyme (20/10/2024). (Dok. Koran Sakti.co.id)

Jakarta, alamorganik.com – Memelihara bumi bukan hanya tanggung jawab segelintir orang, melainkan kewajiban bersama. Langkah sederhana seperti membuat eco enzyme dan menerapkan pola makan nabati bisa menjadi kontribusi nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta masa depan yang berkelanjutan.

Pembuatan eco enzyme dari limbah dapur organik—seperti kulit buah dan sayuran—menjadi solusi ramah lingkungan yang bermanfaat ganda. Cairan hasil fermentasi ini dapat digunakan sebagai pembersih alami, pupuk organik, hingga pengendali hama. Dengan memanfaatkannya, masyarakat bukan hanya mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Selain itu, perubahan pola makan dengan memperbanyak konsumsi nabati juga menjadi langkah penting dalam mendukung bumi yang lebih hijau. Pola makan berbasis tumbuhan terbukti menekan emisi karbon, mengurangi penggunaan lahan, serta menghemat sumber daya air. Artinya, pilihan makanan sehari-hari tidak hanya berdampak pada kesehatan pribadi, tetapi juga pada kelestarian lingkungan global.

Baca Juga :  Desa Kiuola Latih Petani Olah Pupuk Alami Eco Enzyme dan BIOSAKA untuk Pertanian Berkelanjutan

“Berpola makan nabati bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga demi kepentingan seluruh dunia,” ungkap sejumlah pegiat lingkungan yang kini gencar mengkampanyekan gerakan hijau ini.

Dengan menggabungkan kebiasaan membuat eco enzyme dan menerapkan pola makan nabati, masyarakat dapat berkontribusi langsung terhadap upaya melindungi bumi. Jika dilakukan bersama, langkah kecil ini mampu membawa perubahan besar: menciptakan alam yang sehat, lingkungan yang lestari, dan kehidupan yang lebih bahagia untuk semua.

Cara Membuat Eco Enzyme dari Kulit Buah dan Manfaatnya

Eco enzyme adalah cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah, sayuran, gula, dan air. Cairan ini ramah lingkungan serta memiliki banyak kegunaan untuk kehidupan sehari-hari.

Bahan yang Dibutuhkan

  1. Kulit buah (pisang, nanas, jeruk, pepaya, mangga, dan lain-lain) – 3 bagian
  2. Gula merah/gula aren/molase – 1 bagian
  3. Air bersih – 10 bagian
  4. Wadah plastik atau botol tertutup rapat
Baca Juga :  Dari Fermentasi Sederhana ke Revolusi Hijau: Sejarah Menakjubkan Eco Enzyme

Cara Membuat

  1. Potong kecil-kecil kulit buah agar proses fermentasi lebih cepat.
  2. Masukkan ke dalam wadah, campur dengan gula dan air sesuai takaran.
  3. Aduk rata, lalu tutup rapat wadah.
  4. Simpan di tempat sejuk dan teduh. Fermentasi berlangsung selama 3 bulan.
  5. Setiap minggu, buka tutup sebentar untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi.
  6. Setelah 3 bulan, saring cairan. Eco enzyme siap digunakan.

Manfaat Eco Enzyme

  1. Pembersih alami: bisa digunakan untuk mengepel lantai, mencuci piring, atau membersihkan kamar mandi.
  2. Pupuk organik cair: menyuburkan tanaman dan meningkatkan kualitas tanah.
  3. Pengusir hama alami: ramah lingkungan tanpa bahan kimia berbahaya.
  4. Mengurangi sampah rumah tangga: kulit buah tidak terbuang percuma, tapi diolah kembali.
  5. Menekan pencemaran lingkungan: mengganti produk kimia dengan bahan ramah lingkungan.
  6. Mendukung kesehatan bumi: berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan menjaga ekosistem. (en**)

 

Berita Terkait

Dari Fermentasi Sederhana ke Revolusi Hijau: Sejarah Menakjubkan Eco Enzyme
Eco Enzyme dari Kulit Buah Pisang: Solusi Alami untuk Lingkungan yang Lebih Sehat
Tren di Kalangan Remaja, Membuang Eco Enzyme Saat Hujan
Bikin Eco Enzyme Sendiri di Rumah, Yuk! Cara Simpel Ubah Limbah Dapur Jadi Cairan Serbaguna
Peranan Eco Enzyme dalam Pengelolaan Sampah Organik: Solusi Alami Menuju Lingkungan yang Lebih Bersih
Desa Kiuola Latih Petani Olah Pupuk Alami Eco Enzyme dan BIOSAKA untuk Pertanian Berkelanjutan
Petani Biboki Selatan Ikuti Pelatihan Eco Enzyme dan BIOSAKA
TK-SD Xaverius 1 Jambi Gelar Pelatihan Eco Enzyme dengan Semangat St. Fransiskus Asisi

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 06:02 WIB

Dari Fermentasi Sederhana ke Revolusi Hijau: Sejarah Menakjubkan Eco Enzyme

Selasa, 18 November 2025 - 16:42 WIB

Eco Enzyme dari Kulit Buah Pisang: Solusi Alami untuk Lingkungan yang Lebih Sehat

Senin, 17 November 2025 - 22:02 WIB

Tren di Kalangan Remaja, Membuang Eco Enzyme Saat Hujan

Minggu, 16 November 2025 - 22:02 WIB

Bikin Eco Enzyme Sendiri di Rumah, Yuk! Cara Simpel Ubah Limbah Dapur Jadi Cairan Serbaguna

Minggu, 16 November 2025 - 06:02 WIB

Peranan Eco Enzyme dalam Pengelolaan Sampah Organik: Solusi Alami Menuju Lingkungan yang Lebih Bersih

Berita Terbaru

Produk Organik

Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman

Sabtu, 29 Nov 2025 - 18:02 WIB

Jamu

Herbal untuk Mengatasi Pegal Linu

Jumat, 28 Nov 2025 - 22:42 WIB