Desa Kiuola Latih Petani Olah Pupuk Alami Eco Enzyme dan BIOSAKA untuk Pertanian Berkelanjutan

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta mengikuti pelatihan EE dan Biosaka.

Peserta mengikuti pelatihan EE dan Biosaka.

TTU, alamorganik.com—Pemerintah Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), melatih para petani agar mampu mengolah pupuk alami dan menerapkan teknologi pertanian ramah lingkungan. Sebanyak 25 petani dari berbagai kelompok tani di Desa Kiuola mengikuti kegiatan ini dengan semangat tinggi.

Pelatihan berlangsung dua hari, 6–7 Oktober 2025. Para peserta mempraktikkan langsung cara membuat Eco Enzyme, Kompos atau Bokashi Eco Enzyme, dan BIOSAKA. Mereka juga mempelajari teori dasar pengolahan bahan organik untuk memperbaiki kesuburan tanah.

Baca Juga :  Penemuan Teranyar Muhammad Ansar Penemu Biosaka: NLEVEL1 Aktivasi ke-6 Efektif dan Ramah Lingkungan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian TTU, Chairel Malelak, bersama Dosen Fakultas Pertanian Universitas Timor, Alosous Rusae, SP, M.Si, memberikan materi utama. Keduanya mengajarkan peserta cara memanfaatkan bahan alami agar hasil pertanian meningkat tanpa merusak lingkungan.

Kepala Desa Kiuola, Primus Rusae, membuka kegiatan dan memotivasi peserta agar terus berinovasi. Ia menekankan pentingnya kemandirian petani dalam mengolah pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Baca Juga :  Bertani Tanpa Boros! Ini Rahasia Rendaman Rumput ala Biosaka

“Petani perlu berani mencoba dan mempraktikkan ilmu yang diperoleh. Dengan begitu, hasil panen akan meningkat dan lingkungan tetap terjaga,” kata Primus, dilansir albrita.com.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Kiuola memperkuat komitmen membangun pertanian berkelanjutan serta meningkatkan ketahanan pangan masyarakat desa. (cm)

 

Berita Terkait

Mengenal Teknologi Penginderaan A369H, Konsep SAKA untuk Membantu Sesama
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau
Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6
Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia
Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka
Petani Gunung Masigit Terapkan Teknologi SAKA pada Sawah, Hasil Panen Capai 7,5 Ton
Cabe Subur dengan POC Rumput, Begini Cara Tanam ala Petani Pontianak

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Mengenal Teknologi Penginderaan A369H, Konsep SAKA untuk Membantu Sesama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya

Berita Terbaru

Pertanian

Mengapa Pertanian Organik Membutuhkan Waktu? Ini Alasannya

Selasa, 3 Nov 2026 - 18:02 WIB